Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 89 pernikahan di hari yang sama


__ADS_3

Satu bulan terlewatkan begitu saja, Tuan Liam sudah bersiap dengan setelan jas limitedisio nya, sangat gagah bahkan Nadila berjuta kali terpesona melihatnya.


"apa yang kamu lakukan dengan piyama tidur itu dilaku sayang?" tuan Liam sedikit gemes melihat penampilan istrinya yang semakin seksi.


"seharusnya itu pertanyaan tertuju padamu, apa kamu berencana menambah istri? mengapa penampilanmu seperti akan ke pelaminan?" Nadila menunjukkan perasaan tidak senangnya, sejak memiliki bayi tuan Liam selalu terlambat pulang ke rumah.


Mendengar ocehan Nadila, pria tampan sejagat raya itu tersenyum dia selalu berhasil membuat istrinya marah. Dia berjalan menghampiri, memeluk istrinya dengan mesranya


"jadi Ken tidak memberitahumu kalau hari ini hari pernikahan..." tuan Liam ingin memberi tahu tapi Nadila menyela.


"terserah padamu saja" dia pergi ke kamar bayinya.


"jadi benar dia akan menikah dengan wanita itu, sangat tidak dapat dipercaya. Sebatas ini kah cintamu padaku apa kurangnya aku bagimu" Nadila menangis di kamar bayi.


Tuan Liam yang sudah terlambat pergi dengan tergesa-gesa masuk kedalam mobil bersama Ken menuju hotel berbintang tempat pesta di laksanakan. Nadila hanya dapat menatap di balik jendela kaca kamar bayinya bahkan suaminya tidak memiliki waktu untuk berpamitan padanya, semua berubah dengan cepat.


"pak Man, kemana tuan Liam pergi?" tanya Nadila


"tuan muda pergi untuk... pertunangan" suara bayi terdengar menghalangi suara pak Man dan kefokusan nadila. Begitu saja Nadila berlari ke kamar baby Rans dia sangat panik bahkan sempat terjatuh dan menabrak sisi sofa di lantai dua. Baby Rans menangis sangat keras bahkan pak Man bersama para pelayan juga kewalahan.


Sangat lama baby Rans menangis hingga badannya mulai terasa panas, mungkinkah bayinya demam. Nadila menangis takut, pak Man yang cepat tanggap segera menelpon dokter.


"ya tuhan bagai mana ini, sayang Rans bertahanlah sebentar lagi dokternya akan datang ya sayang" kata Nadila menggendong bayinya, sesekali menelpon tuan Liam tapi tidak kunjung di angkat olehnya.


"pak Man kenapa dokternya lama sekali?"


pak Man membawa air hangat untuk kompres "mungkin sebentar lagi akan datang nona tenanglah"

__ADS_1


"bagaimana aku bisa tenang pak Man putraku sakit dan ayahnya pria brengsek malah pergi dan tidak mau mengangkat teleponnya. Matanya pasti jelalatan melihat wanita seksi sehingga tidak perduli padaku, seminggu terakhir ini tuan Liam bertingkah aneh bagaimana aku bisa tenang pak Man? hiks" Nadila sudah pemandian air mata.


Bolak balik menunggu dokter yang entah kapan akan datang dan diluar kamar telah berbaris para pelayan yang siap mendapat perintah dan juga para penjaga bodyguard sedang bersiap siaga, tuan muda mereka di kabarkan sakit dan mereka harus memperketat penjagaan.


Pak Man datang membawa dokter wanita yang direkomendasikan sebagai dokter anak profesional dan telah melewati pemeriksaan yang ketat. Terlihat jelas dengan keringat dokter yang baru sampai itu, ketika Nadila memarahinya.


"beraninya kamu terlambat! kalau putraku kenapa-kenapa tamat riwayatmu saya buat" sulit dipercaya Nadila menjadi menyeramkan. Dokter memeriksa keadaan baby Rans dengan tangan gemetaran.


"yang anda periksa adalah tuan muda kecil Dewantara, lakukan dengan benar dokter jika anda masih ingin hidup tenang" kata-kata pak Man bergema di telinga dokter itu.


Sebelum masuk ke rumah utama pak Man telah memasang bom waktu agar dokter dapat melakukan yang terbaik kalau perlu sekali kedip mata demam baby Rans akan sembuh, kira-kira begitulah kesimpulan dari perkataan pak Man yang bisa di katakan jabatannya lebih tinggi dari Dokter wanita itu, kalau dia ingin dokter itu bisa saja kehilangan segalanya.


"dia baik-baik saja kan dokter?" tanya Nadila mengelus kepala putranya yang sudah tertidur.


"Bayi yang baru mendapat vaksin/imunisasi sebagian besar mendapatkan respon nona. Demam bisa saja terjadi jadi tapi tidak perlu khawatir saya sudah memberikan obat bayi untuknya" jalan Dokter dengan pemilihan kata yang sederhana agar semua bisa mengerti, terutama pak man yang matanya tidak berkedip menatap dokter itu. pak Man memberi isyarat lewat bahasa tubuhnya "jangan membuat nona khawatir" begitulah dokter itu mengartikan.


Pak Man menggerakkan giginya dokter yang di datangkan ya ternyata sangat lelet dalam. berpikir, sehingga terpaksa pak Man mengambil alih menjelaskan dengan pelan. Nadila sangat tahu teori tentang anak tapi mungkin karena kekhawatiran dia tidak bisa berpikir dengan benar. "nona obatnya baru saja bekerja, mungkin tuan muda akan sembuh sebentar lagi" katanya.


Nadila menatap tajam dokter wanita yang menunduk itu, dia berada dalam rumah Dewantara yg ang sangat berpengaruh di dunia. Yang dia tahu hanya tundukkan kepala dan jangan menyela, berbicara seperlunya saja. Melihat diamnya dokter itu Nadila sangat kesal, kemarahannya tentang masalah rumah tangganya di lampiaskan kepada dokter itu.


"jangan berpindah dari tempatmu sampai putraku benar-benar sembuh, kenapa bukan dokter Aditia yang datang pak Man?" setelah menjadikan dokter sebagai patung, pertanyaan kedua terlempar untuk pak man yang di jawab cepat oleh pak man kalau sedang berpesta.


Mungkin efek lelah Nadila terjatuh tidur di sebelah putranya, para pelayan dan dokter masih pada posisinya hanya pak Man yang dapat bergerak kesana kemari mengurus urusannya.


Di hotel berbintang tempat pesta berlangsung sangat banyak wanita yang menatap tuan Liam dengan tatapan penuh arti, mereka menebar sejuta pesona pemikat pria tampan sesekali tuan Liam mengangguk karena itu putri para konglomerat kolega bisnis Dewantara group. Beberapa gadis dari kalangan atas mendekati tuan Liam dan mencuri kesempatan siapa tahu mendapat kekhilafan.


Moments itu tidak berlangsung lama saat Ken mendapatkan notifikasi, jika di analisa bunyi notifikasi itu adalah dari rumah utama yang sengaja di seringnya. Sedikit menjauh dari keramaian dia menelpon pak Man untuk memastikan semua baik-baik saja.

__ADS_1


"bagaimana keadaan nona?" terdiam mendengar penjelasan dari satu soal dengan jawaban sebanyak lima halaman dari pak Man, Ken hanya bisa memijat keningnya kacau itu kah pikirnya.


Tuan Liam menangkap ekspresi Ken yang berubah di balik wajah berwibawa yang di tunjukkan pada semua undangan yang datang.


"katakan ada apa Ken?" bertanya langsung.


"tuan muda kecil tiba-tiba demam tuan, seluruh yang berada di rumah utama mendapat pelampiasan dari nona muda" jawab Ken.


"ayo pulang Ken!" tuan Liam gelisah membayangkan keadaan putra dan istrinya yang selalu ditinggalkan nya selama Minggu terakhir karena kesibukan.


Ken menahannya saat melihat wajah cerah dokter Aditia dari dekat, wajah ceria dengan kebahagiaan nya menikahi wanita yang di impikan ya sejak lama namun berhasil di taklukannya. "setelah menyapa dokter Aditia tuan muda" katanya.


Tuan Liam menghampiri pengantin baru dan mengucapkan selamat untuk mereka tidak lupa kado dari tuan Liam diserahkan oleh Ken, percayalah dokter Aditia lupa akan posisinya yang seharusnya menjaga image malah melompat dan memberikan pelukan pada tuan Liam, itu semua di saksikan oleh hadirin yang datang.


Hadiah tuan Liam bukanlah sembarang hadiah, bukan karena rumah dan mobil favorit nya yang di berikan tuan Liam tapi dokter Aditia lebih senang saat mendapati hadiah terakhirnya yaitu liburan bulan madu. Akhirnya dokter kesepian dan selalu berurusan dengan pasien mendapatkan cuti.


"ingatlah kawan, selama sebulan ini jangan menggangguku karena dokter tampan ini sedang cuti hahaha" katanya.


Setelah semuanya selesai dengan tenang tuan Liam meninggalkan hotel, dia teringat pada putranya yang sakit. Rasa bersalahnya semakin membesar saat menyaksikan Vidio yang di kirim oleh pak man, kata kata Nadila menyindir dirinya yang sangat sibuk terlebih tadi berdandan untuk pergi ke pesta. Laporan pak Man sangat lengkap membuat Ken menaikan kecepatan mobil agar sampai di rumah dengan cepat, yang terjadi diluar prediksi nya karena sangat tidak mungkin memberitahu perjalanan tuan Liam saat berangkat tadi.


Kebiasaan tuan Liam yang selalu menendang kursi kemudi "kau sangat lelet Ken!" katanya sedangkan Ken tetap fokus pada kemudi.


"kenapa tidak memberitahu istriku?"


"masalah yang belum mendapat penyelesaian sangat tanggung untuk di sampaikan tuan muda, itu hanya akan membuat nona shock dan kepikiran, menurut keterangan dokter itu tidak baik untuk kesehatan nona yang masih dalam masa pemulihan tuan" jelas Ken.


Hari ini mereka menghadiri pernikahan yang yang melibatkan tuan Liam sendiri dan dihari yang sama dokter Aditia meresmikan melepas masa lajangnya. "pertunangan sialan" kata tuan Liam mengusap cincin di jari manisnya dia yakin istrinya akan marah besar tanpa mendengar penjelasannya.

__ADS_1


__ADS_2