Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 74 rumah yang ramai


__ADS_3

Pagi-pagi buta Ken sudah berada di rumah utama, Ken sangat tahu tingkah tuan mudanya seperti apa dan bagaimana kelakuan dari kakek. Tidak tahu waktu sang kakek sudah tiba di gerbang utama beruntung Ken lebih dulu sampai di rumah utama untuk menyambutnya agar tidak mengganggu tuan mudanya.


Tuan Umbara kakek dari tuan Liam memasuki rumah utama seperti biasa dengan wajah tegasnya. Ken dan pak Man datang menyambutnya dengan sangat baik sepertinya kakek akan tinggal cukup lama sangat jelas dengan barang yang di bawa oleh Giorgi dan Loi. Giorgi tanpa suara pergi menuju kamar tuan besarnya untuk menyusun berang pribadi itu ke tempat yang seharusnya.


"Dimana anak nakal itu pak Man?" kakek menanyakan keberadaan cucunya, itulah kata yang pertama keluar dari mulutnya mungkinkah itu ungkapan sayangnya.


"tuan muda kali ini mungkin akan terlambat keluar kamar tuan besar, dari semalam Nana muda kesulitan tidur jadi..." pak man mencoba menjelaskan.


"ch" nah, kakek berdecak kan.


Ken hanya diam di tempatnya menahan kantuk karena belum sempat terlelap, begadangnya tuan Liam juga membuatnya ikut begadang. Tentu saja tuan Liam yang mengandalkan Ken tadi di malam, dibalik banyaknya kemauan Nadila wanita yang hamil muda itu.


kakek bersandar di sofa dan memejamkan matanya rasa lelah di perjalanan menuju rumah utama di rasakan oleh tubuhnya yang sudah tua. Ken yang merasa tidak dibutuhkan di sana meninggalkan ruang tamu untuk menemui Giorgi di taman belakang.


"tuan Ken " sapa Giorgi yang menyadari kehadiran Ken.


"hm" Ken ikut duduk di sebelah Giorgi.


"bagaimana keadaan tuan besar?" pertanyaan Ken mengundang senyum nyengir dari Giorgi.


"Tuan besar akan sangat bahagia setelah kelahiran cicitnya" jawaban itu mendinginkan hati Ken, itu pertanda tidak ada masalah yang di khawatirkan.


Ken datang menemui Giorgi bukan sekedar menanyakan hal yang sepele itu namun ada yang lebih serius dari itu, memperketat penjagaan akan mereka lakukan kedepannya mengingat berita yg Entang istri tuan Liam yang menyebar pesat di seluruh dunia. Tidak mungkin rival mereka pikun sehingga melewatkan kesempatan untuk memanfaatkan kelemahan, bukan?


"istirahatlah Ken, kamu terlihat mengantuk biarkan Loi menggantikan mu hari ini" kata Giorgi


"saya baik baik saja tuan Giorgi" Ken membantah bahwa dia tidak selemah itu.


Pedang Giorgi lepas dari sabuknya dan bergerak membelah tubuh Ken, bukan Ken namanya kalau tidak dapat menyelamatkan diri dengan cepat dia menghindar dan menggunakan sabuk pedak untuk menangkis serangan Giorgi. Suara gesekan senjata terdengar di taman belakang, namun tidak ada yang menghiraukan hal itu. Ken sangat menguasai gerakan kakinya dan berhasil memberi hadiah tendangan di perut Giorgi.


"cobalah kalau kamu bisa terus menghindar tuan Ken" Giorgi lagi-lagi tidak memberi Jedah bertarung. Sekuat tenaga Ken mempertahankan diri, berusaha membela diri agar tidak tergores samurai panas milik Giorgi.


Pedang terlepas dari tangan Giorgi saat Ken memukul tepat di pergelangan tangan Giorgi, sekarang mereka bertarung dengan tangan kosong. Dalam pertarungan itu tidak ada yang mengalah sama-sama bertahan, membuat permainan semakin seru. Tuan Liam terbangun saat mendengar suara pukulan, tuan Liam keluar dari balkon dan melihat ada apa disana.

__ADS_1


Tuan Liam berdiri tidak jauh dari Ken dan Giorgi bertarung, dia duduk sambil meminum kopi yang sempat di buatkan pak Man. Dia duduk di kursi taman dan menjadi penonton, kedatangannya sungguh tidak membantu tuan muda. Begitulah tuan Liam tidak berencana melerai tapi memilih menjadi penonton live di pagi hari. Hingga pergulatan itu berakhir tanpa pemenang karena sama-sama kelelahan.


"Tidak seru" suara tuan Liam mengejutkan keduanya.


"tuan muda" kata mereka bersamaan


"sejak kapan tuan muda berada di sana?" pikiran keduanya saling melirik.


"apa yang kalian perebutkan? apa kalian memperebutkan seorang wanita? jika di lihat dari cara kalian yang saling menyerang dengan sengit, bisa jadi benar kalian memperebutkan seorang wanita. hm ya, karena kalau masalah uang sangat tidak mungkin atau memperebutkan makanan juga tidak mungkin karena Ken tidak suka makanan. Jadi fix kalian memperebutkan wanita haha" tuan Liam sangat kegirangan melihat wajah bingung kedua pria setia di depannya. Ken dan Giorgi kesulitan membantah karena mereka yakin itu akan sia-sia mengingat tuan Liam tidak mau kalah dengan ekspektasi yg ang dimilikinya.


"anda salah paham tuan muda, kami hanya sedang berlatih" kata Ken.


"katakan lah Ken, aku akan berada di pihak mu" bujuk tuan Liam lagi masih dengan keseruan di hatinya.


Giorgi merasa bebas dan tertawa dalam hati, perlahan dia menarik diri meninggalkan taman belakang. Giorgi sampai di meja makan yang disana tuan besar sedang menikmati sarapannya.


"apa kamu memperebutkan duri ikan bersama Ken?" pertanyaan yang jauh masuk akal dari kakek mengundang tawa Loi


"saya hanya sedang mencari lawan latihan yang seimbang tuan" jelas Giorgi.


Selepas kepergian kakek ke kamarnya pak Man mendapatkan telepon dari gerbang utama bahwa akan ada tamu penting yang memasuki kawasan rumah utama, tamu itu tidak dapat di cegah karena di kawal oleh pengawal khusus Dewantara.


Ken menuju pintu utama dan menggantikan pak Man yang ketinggalan informasi untuk membuka pintu, Ken dengan sopan menyambut tamu. Pak Man dan Giorgi hanya diam menyaksikan kedatangan tamu yang unik ini.


"selamat datang nyonya dan tuan" sambut Ken.


"terimakasih tuan Ken" tamu masuk dan kembali memberi hormat dengan segan. Mereka merasa tidak layak di hormati seperti yang dilakukan Ken.


"silahkan masuk nyonya, tuan, anggap rumah sendiri. Tuan muda dan nona masih di dalam kamar mungkin akan turun sebentar lagi. Beristirahat lah senyaman anda" kata Ken lagi, berharap tidak ada kecanggungan dari tamu yang datang itu.


Pak Man masih belum bereaksi, kepala pelayan itu menunggu penjelasan dari Ken tentang siapa tamu yang asing ini, yang tidak ada dalam daftar tamu khusus atau sejenisnya.


"pak Man, mereka keluarga dari nona muda. Mertua tuan mudan dan bocah itu adalah adik nona muda Nadila. Tolong layani mereka dengan baik pak" kata Ken memperkenalkan tamu spesial itu.

__ADS_1


Pak man mengerti dan mulai menjalankan tugasnya, kepala pelayan itu sudah tahu cara memperlakukan tamu yang satu ini, dia melangkah maju dan memberi hormat dengan wajah yang berubah menjadi ramah dan sedikit senyuman. Begitu juga dengan Giorgi yg ang tidak memprediksi akan kedatangan tamu itu.


"selamat datang tuan dan nyonya, saya akan buatkan minum" pak Man pergi dengan langkahnya yang cepat.


Ken tidak meninggalkan ruang tamu dia memilih menemani keluarga nona mudanya, berjaga-jaga agar tidak terjadi kehebohan saat kakek keluar dari kamar bisa bisa kakek melemparkan granat karena terkejut dengan tamu yang asing ini.


Ken hanya menemani tanpa bersuara membuat ayah dan ibu dari Nadila canggung dan hanya menunduk, berbeda dengan kangsan yang memperhatikan setiap sudut rumah itu dan memandangi tangga yang dia duga akan di lewati oleh kakaknya.


"apa kakakku baik-baik saja?" pertanyaan kan untuk Ken.


"tentu saja, kami menjaga nona muda dengan baik jadi jangan khawatir bocah" jawaban yang menjengkelkan dari Ken.


"saya bukan bocah dasar gila!" kangsan yang tidak terima di panggil bocah.


Giorgi tidak percaya tentang yang dia lihat, ternyata ada orang yang berani melawan Ken dan bahkan menyatakan Ken gila.


"tamu yang baru datang ini sangat unik walau terlihat sedikit kampungan tapi tidak malu-maluin sih" Giorgi.


Suara langkah kaki menuruni tangga menghentikan perdebatan Ken dan kangsan. Tuan Liam menuntun langkah istrinya dengan sangat perlahan hingga di tangga terakhir mereka berhenti, perut Nadila yang sudah menginjak enam bulan mulai terasa berat sehingga sulit melangkah cepat dan kadang mendapat tendangan darurat dari dalam.


"kenapa sayang?" tuan Liam sangat khawatir dengan istrinya yang memegangi perutnya.


"dia menendang lagi" jawab Nadila merasa sakit. Tuan Liam dengan telaten meletakan tangannya diatas perut Nadila agar bayinya tenang.


Nadila dikejutkan saat sampai di ruang tamu saat menyadari kedatangan keluarganya, keluarga bahagia penuh haru itu saling berpelukan dan melepas rindu. Segala rasa syukur mereka panjatkan untuk bertemu dan kembali bersama. Nadila memeluk ayahnya dan juga ibunya dan kemudian beralih memeluk adiknya yang juga menyimpan rasa rindu padanya. Kangsan juga tidak dapat menahan dirinya dan kangsan lah penyebab mereka berada di rumah utama hari ini. Saat mengetahui kepulangan tuan Liam, kangsan langsung mengemasi keperluan untuk datang ke kota menemui tuan Liam dan Nadila.


"jangan terlalu lama dan jagalah jarak dengannya sayang" pelukan Nadila di lerai oleh tuan Liam yang cemburunya membelah langit. Kangsan merasa tidak terima dengan kelakuan tuan Liam, namun kedipan mata Nadila menegur adiknya untuk jangan berulah.


"beraninya kalian membawa masuk tamu tanpa sepengetahuanku" suara bariton dari sang kakek mengejutkan semua orang. Nadila takut saat menyadari kakek sudah kembali, dia menggenggam erat tangan suaminya. Tuan Liam melihat ketakutan Nadila, bukannya menghentikan kakeknya dia malah tersenyum.


Kakek semakin mendekat dengan wajah tanpa ekspresi, keadaan ini sangat sulit terbaca sehingga keluarga Nadila tertunduk. Mereka tahu posisi mereka jadi tidak punya kuasa jika akan diusir oleh kakek, setelah merasa sudah dekat dengan tamunya kakek membuka tangannya meminta pelukan dari besannya.


"kemarilah pak Hasim " kakek memeluk pak Hasim dan menepuk punggungnya, terlihat sangat akrab.

__ADS_1


"aku akan menghukum mu Ken, seharusnya kamu memberitahu hal ini lebih awal sehingga saya bisa menjamu tamu terhormat ku hahaha" kakek mencairkan ketegangan yang diciptakannya dalam waktu singkat.


Benar adanya kakek benar-benar menjamu tamu spesial itu, bahkan memperlakukan dengan baik. Kakek merasa cocok dengan pak Hasim ayahnya Nadila bahkan menghabiskan waktu mengobrol di tepi kolam sampai sore hari. Entah apa saja yang di bahas tapi mereka berbincang sambil tertawa terbahak-bahak, kakek sampai terbatuk-batuk membuat Giorgi komat Kamit khawatir.


__ADS_2