
Seperti biasa Ken menjalankan peran sebagai pengganti tuan Liam sesuai dengan titah kakek padanya. Pencarian tuan Liam tidak pernah berhenti dilakukan secara diam diam oleh nya, sama seperti Matteo yang merasa masih ada harapan bagi tuan liam selamat . Disinilah mereka berada di sebuah ruang privat club' milik Matteo.
"ini sudah empat bulan berlalu, belum ada titik terang keberadaan tuan muda" Ken menatap Matteo mengungkapkan kesabarannya yang sudah mulai habis.
"aku yakin Liam selamat Ken dan feeling ku tidak pernah salah" Matteo tidak memberi alasan tentang keyakinannya tapi di tidak mengakui tuan Liam sudah tiada.
Berbeda halnya dengan dokter Aditia yang masih terdiam dengan minuman bersoda ditangannya, dia sedang memindai beberapa wanita seksi yang keluar masuk club'.
"apa ku nikahi saja salah satu dari mereka?" pertanyaan ditujukan pada Matteo dan Ken yang seketika melongo tidak percaya dengan otak kecil Aditia.
Matteo yakin Aditia juga sedang pusing memikirkan permintaan terakhir dari tuan Liam, mereka ingin mengakhiri tapi belum ikhlas. Ditengah perbincangan panjang ketiga pria yang belum memiliki pasangan hidup itu, hp Matteo berbunyi Rio menelpon. Sedikit kesal karena waktunya bercengkrama dengan teman-temannya di ganggu.
"hallo" namun tetap memenuhi panggilan Rio yang nyatanya berada diluar ruangan tempat private itu. Matteo mengizinkan Rio masuk, dia yakin Rio membawa informasi penting sehingga harus mencarinya secepatnya.
"maaf mengganggu tuan, ini sangat penting. Dalang dari semua yang terjadi sedang menikmati kemerdekaannya" semua orang merasa penasaran dengan perkataan Rio, foto dan beberapa rekaman sudah dikumpulkan Rio selama 4 bulan terakhir, kemudian menambah penjelasan agar para tuan-tuan dihadapannya tidak kebingungan d Ngan laporan rumitnya.
"inti dari semuanya, pembunuhan berencana tuan Liam sudah lama di perhitungkan. Otak dari semua ini hanya satu yaitu rival tuan Umbara kakek dari tuan Liam sendiri. Pria bernama Geronimo telah mempengaruhi putra angkat mahres, tentunya pembunuh bayaran yang datang secara beruntun waktu itu adalah ulah tuan Geronimo sendiri. Saat ini, tuan Geronimo sedang menyusun rencana untuk menghancurkan perusahaan Dewantara menjadi abu dan mungkin yang terakhir tidak lain adalah tuan Umbara" Rio menjelaskan bahwa Geronimo belum berhenti, Ken sangat marah hingga gelas di genggamannya hancur.
"Geronimo pria tua Bangka itu, sialan aku sudah lama melupakannya" Ken baru menyadari seberapa jauh dia sudah kecolongan, semua pengawalnya menghilang saat itu karena ulah Geronimo yang licik. Luar biasa cara Geronimo menutupi dan memalsukan segalanya sehingga bau kebusukannya sulit tercium.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Ken mendapat telepon bahwa data perusahaan Dewantara telah diretas, kemarahannya semakin menjadi-jadi. Tidak peduli dengan malam yang gelap Ken datang kekantor Dewantara dan menghubungi bidang IT untuk melakukan pemulihan. Matteo juga membawa orang handal untuk membantu Ken.
"sangat menarik Geronimo bergerak satu langkah lebih cepat dari kita" kata Matteo disela memperhatikan perkembangan data yang telah diretas.
"virus yang masuk sangat berbahaya tuan, semakin kita melindungi data maka akan semakin besar resiko pemulihannya" kata salah satu bawahan Matteo yang datang memeriksa berbahayanya data itu.
Mereka mulai uring-uringan mempertahankan data perusahaan yang di duga diretas oleh geronimo. Hal seperti itu terjadi jika ada orang dalam yang sengaja mengubah formasi data di server, mendengar itu Ken pergi keruang kontrol keamanan untuk memeriksa rekaman CCTV. tidak ada petunjuk karena rekaman CCTV sudah terpotong dapat disimpulkan pelakunya bukan hanya satu orang.
"virus yang masuk dalam data sangat kecil namun memiliki tingkat bahaya yang tinggi tuan, saya akan berusaha mencari jalan keluarnya" segala usaha dilakukan sepanjang malam untuk memulihkan semua data. Ken sudah sangat geram dengan Geronimo, dia merasa sudah tidak tahan dan ingin segera menguliti pria tua itu.
Segala usaha telah dilakukan hingga matahari kembali menampakkan dirinya namun pemulihan selalu ditolak, para pekerja diruang IT menyerah tidak menemukan titik terang dari permasalahan yang ada di monitor mereka. Hingga salah seorang dari anggota Matteo mendapatkan sebuah jalan keluar.
"tuan muda pasti mencadangkannya tapi apa sandinya" Ken.
"Bukankah data perusahaan Dewantara group dicadangkan otomatis ken? kau tahu sandinya?" Matteo yakin Liam telah mengantisipasi hal tersebut. Ken menggeleng ragu dengan hal satu ini, terakhir kali mencadangkan Ken tidak bisa membuka sandi itu pertanda ada perubahan kecil.
"tuan muda Liam yang dapat melakukannya dengan pindai retina" jawab Ken.
Sekarang mereka tidak punya pilihan lain karena kalau tidak di hapus makan perusahaan akan berpindah tangan dengan angkat mudah. Ini keputusan yang sangat sulit bagi mereka. Hp Ken kembali berbunyi panggilan dari kakek.
__ADS_1
"selamat malam tuan besar" kata Ken membuka hormat bicara.
"Ken, pastikan semua data dapat dipulihkan demi Dewantara. perusahaan di Italia juga mengalami hal yang sama, jadi hapus saja data perusahaan untuk selanjutnya kita pikirkan, jangan sampai Geronimo menang dengan mudah" perintah kakek hanya membutuhkan jawaban iya dari Ken.
Data perusahaan di hapus untuk mendapat kestabilan kembali dan setelahnya membuat benteng baru dengan virus yang serupa untuk melindungi data ketika dipulihkan. Sekarang data sudah kosong dan hanya tuan Liam yang dapat mengembalikannya.
"bagaimana bisa Liam mengubah sandinya Ken?"Matteo tidak habis pikir dengan sahabatnya yang tidak memberitahu Ken sandinya. Lalu mencari mata tuan Liam kemana sekarang? itulah yang membuat s mua orang gila.
"mungkin kita harus membelah perut ikan hiu satu persatu" jawaban asal dari Aditia yang berargumentasi tubuh tuan Liam dimakan hiu dilautan.
Tanpa data perusahaan akan tetap berjalan selama tidak ada serangga yang meninggalkan kotorannya dengan sembarangan, begitulah Ken menyimpulkan. Setidaknya Geronimo gagal menghancurkan aset yang dibangun dengan keringat oleh tuan mudanya.
Di belahan dunia lain Geronimo menghentikan tawanya ketika hasil retasan berubah menjadi cuplikan kartun balita dan gambar monyet, dia membanting semua benda karena merasa dipermainkan.
"sialan, apa-apaan ini" Geronimo makin marah.
"seperti yang anda lihat, Dewantara group berhasil mengosongkan ruang data tuan sehingga virus kita dikembalikan" jelas peretas handal yang di sewa mahal oleh Geronimo. Geronimo yakin kalau dia akan menjadi buronan sekarang, dia menyudahi peretasan dan mengunci semua akses keberadaannya.
Kemarahan Geronimo teredam dengan kedatangan wanita seksi yang memeluknya dari belakang. Siapa lagi kalau bukan Jennie yang menguras keuangan Geronimo tapi karena kelihaian Jennie menghangatkan ranjang, Geronimo tidak mempermasalahkannya. Dia membawa Jennie bersamanya untuk menghilang sementara waktu. Geronimo tidak akan kehabisan uang walau tidak mendapatkan aset Dewantara, dia membawa Jennie masuk kedalam kemar dan memulai aktivitas panas di atas ranjang.
__ADS_1
Begitulah Geronimo penjahat kelamin di masa tuanya, dia melampiaskan kekalahannya pada wanita panggilan. Dia sangat senang mendengar jeritan wanita di bawah Kungkungannya.