Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 73 dimana Jennie?


__ADS_3

Sudah lama wanita yang terkenal di dunia modeling tidak pernah muncul lagi, gambarnya telah terganti dengan member yang lain. Wanita yang di minati semua pria karena keseksiannya nyaris tidak tersorot kamera saat ini, dia adalah Jennie mantan kekasih tuan Liam.


Wanita itu sudah kehilangan segala impiannya, bukan hanya impian bahkan kesempatan mendapatkan pekerjaan sudah tidak ada lagi. Dia di tendang dan seakan tidak pernah di kenali. Disinilah dia berada, sebuah rumah kecil yang mampu dia beli setelah kehilangan segalanya, dia hidup dengan uang yang pas-pasan dari hasil menjual perhiasan dan barang branded miliknya.


"sekarang apa lagi. aku tidak punya apa-apa lagi yang harus di jual" Jennie meratapi nasib buruknya, hidup sendiri dengan bayi di perutnya. Bayi diperutnya adalah alasan dirinya kehilangan segalanya.


*flashback*


pemotretan Jennie hari ini sangatlah berbeda dari biasanya sungguh jauh dari yang di harapkan, membuat produsen tidak puas akan hal itu.


"apa kamu tidak menjaga pola makan, perutmu bahkan sangat kelihatan seperti busung lapar saja" kata produsen yang mengontrak Jennie dengan harga tinggi demi kelancaran brand yang di milikinya di perusahaan nya. Perut Jennie tidak terlihat langsing mungkin karena pertumbuhan bayi di perutnya yang sudah terhitung bulan.


Jennie berusaha menarik nafas agar perutnya sedikit kempes saat tertangkap lensa kamera, walau di tutupi seperti itu tapi setelah pemotretan dia mual dan akan muntah. Kabar kehamilannya pun terbongkar, namun demi menjaga kelancaran bisnis berita kehamilan Jennie di tutupi dengan baik sehingga tidak tercium publik. Jennie memang berhasil membuat laris brand terakhir yang di promosikan olehnya, produsen juga memberinya bayaran yang sesuai dengan usahanya dengan isyarat dia sudah tidak di pakai di dunia modeling lagi. Terlebih Jennie hamil diluar nikah dan tidak memberikan info tentang ayah dari bayi di perutnya.


"kami sudah tidak bisa membantu anda nona Jennie, kami harap anda mengerti kami tidak ingin bisnis kami menjadi hancur karena kami menggunakan wanita model yang berkasus tidak jelas, itu akan merusak citra perusahaan " Jennie di berhentikan dengan hormat dianggap sebagai ucapan terimakasih atas dukungannya di dunia modeling selama ini yang telah memasuki tingkat internasional.


*flash off*


Jenni merasa tidak berdaya menerima nasibnya. Geronimo juga menciptakannya karena tidak ingin dilayani oleh wanita hamil yang lemah.


Jennie berjalan keluar untuk mencari udara hanya itu yang bisa dia lakukan, dia berjalan menyusuri trotoar tidak seperti biasanya pergi dengan mesin beroda dengan jaya yang elegan. Jennie sudah menjual mobilnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, saat ini dia belajar hidup sederhana.


"Jennie" mobil berhenti di samping Jennie yang sedang berjalan lemas.


Seorang pria berjas putih keluar dari mobil hitam itu, menghentikan langkah Jennie yang tidak menghiraukannya.

__ADS_1


"Jennie ini kamu kan, berhentilah apa yang terjadi padamu?" tanya pria itu simpatik


"Aditia" Jennie menangis saat mengetahui siapa pria yang ada di hadapannya. Benar itu adalah dokter Aditia yang tanpa sengaja lewat jalan itu dan samar samar melihat wanita yang familiar baginya.


Aditia membawa Jennie ke restoran terdekat dari sana, dia dengan antusias memesan makanan kesukaan Jennie agar wanita di depannya mendapatkan sedikit energi. Tubuh kurus tidak terawat dan perut yang sedikit menonjol dengan wajah pucat menandakan Jennie hamil.


"kamu sudah menikah?" pertanyaan Aditia di jawab gelengan oleh Jennie. Aditia adalah seorang dokter jadi jangan heran kalau dia bisa mengetahui keadaan Jennie tanpa melakukan pemeriksaan.


"siapa yang menghamili mu?" pertanyaan kedua masih di jawab dengan gelengan, hal itu membuat dokter Aditia kesal. Dokter Aditia berpikir betapa bodohnya Jennie yang super talenta selama ini, ya dokter Aditia mengenal dengan baik Jennie karena sering berbaur dengannya dulu saat bersama Liam.


Aditia hanya diam dan menghabiskan makanan dihadapannya akan lebih baik berbicara setelah makan pikirnya. Tanpa mereka sadari di restoran yang sama tuan Liam dan Ken juga berada di sana, pemandangan yang indah di meja untuk dua orang sangat romantis jika di pandang dari kejauhan.


"apa anda berpikir untuk menyapa tuan?" tanya Ken yang tidak percaya dengan pemandangan itu.


"biarkan mereka" kata tuan Liam lalu pergi.


Tuan Liam menendang kursi kemudi dari belakang membuat Ken terkejut, Ken kesal dan itu sangat jelas dengan tatapannya di kaca spion tengah.


"beraninya kamu memelototi ku Ken" memarahi Ken setelah menendangnya.


"maafkan saya tuan muda" minta maaf saja Ken.


"mengapa harus Aditia Ken, kenapa tidak dengan pria hidung belang lainnya? ch pastikan ini kali terakhir mereka bertemu. Aku tahu pasti tatapan simpatik anak bodoh itu, dia pasti dengan mudah di luluhkan oleh tipu muslihat wanita j***** itu!" tuan Liam berbicara panjang lebar.


Ken hanya mengangguk dan mengatakan iya untuk s mua perintah tuan mudanya. Ini adalah pms mendadak tuan Liam gara-gara melihat dokter Aditia begitu dekat dengan Jennie di restoran bahkan membantu Jennie membersihkan mulutnya yang belepotan, karena Jennie kelaparan jadi tidak makan dengan benar.

__ADS_1


"ingat Ken, itu tugasmu jangan sampai Aditia bertemu dengannya lagi!" tuan Liam masih meluncurkan perintahnya.


"Baik tuan muda, sesuai keinginan anda" jawab Ken cepat.


"mengapa anda terlihat seakan sedang cemburu tuan muda, saya yakin dokter Aditia tidak sebodoh itu hingga terjebak dengan nona Jennie" Ken.


Sedangkan yang direstoran hanya berbicara santai, dokter Aditia tidak bisa untuk banyak membantu lagi pula Jennie sangat tertutup dan tidak mau menerima bantuannya. Selesai makan Dokter Aditia menawarkan tumpangan pada Jennie.


"jadi kamu tinggal di rumah kecil ini?" Aditia merasa betapa mirisnya kehidupan Jennie yang hidup sendirian.


"tidak masalah dokter, terimakasih telah mengantar saya" Jennie bergegas keluar dari mobil.


Aditia memukul setir mobilnya, dia sungguh tidak terima dengan kehidupan Jennie yang seperti ini. Setelahnya dia membuka kaca mobil dan melambaikan tangan pada Jennie yang tersenyum mekar kearahnya, hari Aditia pun luluh dan hatinya yakin bahwa Jennie akan baik-baik saja.


Seperti biasa dokter Aditia menjalani kegiatan pribadinya, entah apa itu tapi selain sibuk di rumah sakit dokter ngenes yang masih mempertahankan ketampanannya punya kegiatan yang unik yang hanya dia seorang yang tahu. Dokter Aditia sangat sulit di kenali kalau sudah melepas seragam formalnya.


Dokter Aditia pergi di sebuah gedung kesenian, mungkin untuk merefresh otaknya yg ang di kelilingi banyak persoalan. Terutama masalah Jennie saat bertemu tadi, membuatnya selalu kepikiran akan pria yang bertanggung jawab atas kehamilan Jennie.


"Jennie tidur dengan banyak pria lalu bagaimana mengetahui ayah dari anak itu. ch tidak mungkin mengetes DNA satu persatu, Jennie mengapa kamu membuat hatiku gundah" Aditia yang sedang berjalan di lorong gedung Senin yang dilapisi kaca.


*


*


Bagaimana kelanjutannya? ada apa dengan dokter Aditia? Bagaimana kelanjutan hidup Jennie selanjutnya?

__ADS_1


Tetap bersama author ya sobat. Author akan up kelanjutannya ikuti author terus ya hehehe,


kiss dari author 😘😘😘


__ADS_2