Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 18 bertanggung jawab


__ADS_3

langit sedikit mendung saat ini Tapi cuaca yang buruk itu tidak menghentikan pesawat pribadi dengan simbol sepasang burung merpati itu untuk mendarat di landasannya. Pesawat dengan keamanan penuh itu sangatlah indah di pandang karena telah dimodifikasi dengan desain yang menarik.


pintu pesawat itu perlahan terbuka, seorang pria paruh baya dengan paras yang sangat tegas dan sangat mendominasi itu menuruni tangga terlihat sangat gagah walau sudah tidak mudah lagi.


Mobil Bugatti La Boiture Noire itu membawa pria paruh baya membelah keramaian ibu kota.


"giorgi, apa cucuku mengetahui kepulangan ku?" tanya pria paruh baya itu


"tidak tuan besar, tuan muda sibuk dengan pekerjaan bahkan tuan muda sudah jarang menanyakan tentang anda" jawab Giorgi.


"anak nakal itu! ch, apa dia mengira saya sudah mat!"


"saya rasa itu tidak buruk tuan besar" kata giorgi meladeni pemikiran tuan besarnya.


"kau akan menyesal dengan itu Giorgi hahahaha "


"benar tuan besar, hahaha "


mereka berbicara ringan karena kemacetan lalu lintas di pagi subuh seperti ini sungguh membosankan, jalan sangat padat sepertinya populasi manusia di bumi ini sudah melebihi dari porsinya.


notifikasi di hp Giorgi mengalihkan perhatian mereka, Giorgi tidak percaya dengan apa yang baru saja dia ketahui.


"ada apa Giorgi?" tuan besar tidak sabar.


"sepertinya anda akan segera menimang cicit anda tuan besar."


"ya, saya sangat berharap Giorgi, saya harap kau bisa mempercepat waktu itu tiba" kata tuan Umbara menerawang.


"tuan besar, sepertinya kita melewatkan sesuatu tadi malam."


"apa maksudmu Giorgi."


"kita akan segera sampai tuan besar"


tuan Umbara merasa sangat kesal dengan Giorgi yang menunda laporan. tuan Umbara bahkan menendang kursi kemudi dari belakang membuat Giorgi terkaget, dia selalu berhasil membuat orang mati penasaran.


kepala pelayan di kejut kan dengan alarm darurat dari gerbang utama, menandakan tuan besar telah memasuki area perumahan dan akan segera parkir di depan pintu rumah utama. pak man merasa ini sangat mendadak dan tuan muda belum keluar kamar. para pelayan menyambut kedatangan tuan besar,


tuan Umbara turun dari mobil dengan wajah yang datar membuat orang yang ber si tatap dengannya menciut.


"kau benar benar membuat saya mati penasaran Giorgi"


"mari tuan, tuan muda berada di kamarnya"


kepala pelayan dan para pelayan merasa heran, Giorgi tahu segalanya. sekejap kemudian pak man sadar tuan muda sedang berada dalam kamar yang sama dengan seorang gadis. Pak man menyusul ke kamar utama dan terlambat tuan besar sudah di depan pintu.


"anak nakal itu belum bangun pak man?"


kata tuan besar melirik pak man


"tuan besar, sepertinya..."


"ambilkan kunci cadangan!" perkataan pak man terpotong, pak man pergi mengambil kunci cadangan.


Dan pintu kamar itu terbuka, terlihat sepasang manusia yang sedang berada dalam dunia mimpi yang indah.

__ADS_1


"anak kurangajar ini !" suara tuan besar bahkan tidak mengusik mereka, Giorgi bahkan tertawa tidak percaya ini sesuatu yang sangat menyenangkan baginya.


"anak sialan bangun kau!"


teriakan itu mengusik tidur kedua anak manusia di bawah selimut.


Nadila mencoba bergerak tapi sangat sulit dia seperti di ikat sesuatu, tapi matanya enggan terbuka.


"Ken, aku masih mengantuk. aku merasa belum tidur semalaman"


gumaman tuan muda Liam membuat semua orang di dalam kamar itu geleng geleng kepala terutama Giorgi yang sudah tau seperti apa kelakuan tuan Liam.


Nadila seperti mengenali suara gumaman itu kesadarannya mulai kembali mencoba bergerak lagi dan menyadari ada yang aneh dengan tubuhnya perlahan membuka matanya.


"aaaakkkk " teriakan nyaring membangunkan tuan Liam


"ada apa? aaakkkk"


tuan Liam ikut terkejut ketika matanya menangkap bayangan kakeknya. Nadila berusaha menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dia sedang polos tanpa pakaian sekarang.


"apa yang anda lakukan tuan?" Nadila tidak bisa berpikir jerni.


"memangnya apa yang saya lakukan" kata tuan Liam.


sekretaris Ken masuk kedalam kamar itu dia juga tidak menduga yang terjadi, orang suruhannya mengabari kalau tuan besar umbara sudah memasuki gerbang utama membuatnya kalang kabut.


"tuan besar, anda sudah datang" hormat sekretaris Ken.


"kau sudah bekerja keras untuk cucuku Ken" kata tuan besar menepuk bahu sekretaris Ken


"ini salah paham tuan besar" lebih baik memperbaiki situasi dulu. tuan mudanya sedang tidak berpakaian sekarang ini sungguh tidak boleh di pertontonkan.


kata tuan besar umbara meninggalkan kamar itu.


Ken mengalihkan pandangannya karena menyadari Nadila tidak memakai sehelai kain pun.


"tuan muda sebaiknya anda berganti pakaian"


"kenapa kau lambat sekali Ken bagaimana bisa pria tua itu menerobos kamar!"


"nona Nadila ini pakaian untuk anda pergilah ke kamar mandi" menyerahkan paper bag ke hadapan Nadila. Nadila tidak mau menunggu lama langsung pergi ke kamar mandi dengan melilitkan selimut di seluruh tubuhnya.


"kau tidak mencegahnya Ken!"


"ini di luar prediksi tuan muda dan bagaimana anda bisa terpergok seperti ini."


"ch, kau terlambat datang Ken"


"maaf, ada beberapa hal yang harus saya kerjakan tuan muda " jelas Ken


"baiklah ayo ke bawah." tuan Liam sudah siap dengan pakaiannya sekarang dia sangat rapi dengan baju santainya dan juga tampan walau belum mandi.


"tuan muda, pikirkanlah baik baik apa yang terjadi tuan besar akan meminta pertanggungjawaban, lakukanlah dengan bijak tuan muda. Nona Nadila korban tadi malam " sekretaris Ken memperingati


"memangnya apa yang ku lakukan Ken!"

__ADS_1


sekretaris Ken menaikan sebelah alisnya lagi


mengatakan tidak bisa menghindar


"hmmm"


tuan Liam menuruni tangga bersama sekretaris Ken.


tuan besar umbara menatap tajam cucunya itu.


"dimana gadis itu Ken?" tanya tuan besar


"sebentar lagi nona Nadila akan turun tuan besar" sekretaris Ken yakin ini akan lama, Nadila sangat malu untuk turun sekarang


menunggu dan menunggu.


"ini sudah sangat lama" kata tuan besar.


"jangan menunggunya biarkan saja dia" kata tuan Liam kemudian.


"siapa gadis itu, Liam?" pertanyaan pertama dari kakek


"asistenku kek, sudahlah kek tidak terjadi apa apa antara kami" jelas Liam


Tuan besar sepertinya tidak akan berhenti karena itu sifatnya


"hei... sopan lah pada kakekmu!" bantal di sofa melayang ke wajah liam


"baiklah, apa lagi?"


"apa lagi? apa yang kau lakukan pada gadis itu sialan?" lemparan kedua


"kakek kalau mau berbicara jangan melempar bantal juga, bagaimana aku bisa mendengar apa yang kakek bicarakan" kelakuan Liam akan selalu seperti itu dengan kakeknya.


Nadila turun dengan menunduk ini sangat memalukan bukan, dia berusaha keras mengingat tapi dia tidak ingat kejadian apapun.


"duduklah nak" tuan besar umbara berbicara dengan lembut agar Nadila tidak takut pada nya. Nadila duduk disamping tuan Liam.


"tu..tuan maafkan saya" nyatanya Nadila sangat takut bahkan meremas jemarinya.


"hei, kenapa minta maaf sekarang katakan apa yang terjadi!" suaranya yang tegas membuat Nadila gemetaran, bukan marah memang begitulah tuan besar berbicara selalu lantang.


tuan Liam menyadari kegundahan Nadila, dia segera memegang tangan Nadila dan meremasnya. mengatakan tidak apa apa tindakannya mendapat sorotan dari kakek.


"cepat katakan bagaimana kau bisa berakhir di kamar pria brengsek ini" kata kakek lagi.


"tuan, tuan Liam tidak brengsek hanya sedikit gila" perkataan Nadila mengundang tawa semua yang diruangan itu, Ken bahkan tidak menduga hal itu terucap oleh Nadila.


"hahaha, baiklah apa pria gila itu memaksamu?"


"tuan, saya... saya tidak ingat apa yang terjadi" kata Nadila finish.


tuan besar umbara kakek tuan muda Liam berpikir sejenak, lalu memberi perintah sebagai kesimpulan.


"baiklah Giorgi "

__ADS_1


"ya tuan besar"


"atur pernikahan mereka hari ini" perintah yang tidak terbantahkan mengejutkan semua orang.


__ADS_2