Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 86 baby


__ADS_3

suasana di luar ruang operasi berubah menjadi dingin dan tengang, Sekretaris Ken sudah memperketat penjagaan. Matteo berlari menuju area ruangan operasi dengan menggunakan celana pendek, tentunya dengan bertelanjang dada baru bangun tidur. Matteo mendapati telepon dari pak Man tentang keadaan darurat hanya satu kode yaitu kata rumah sakit, tanpa bertanya ada apa Matteo langsung berlari menuju rumah sakit bahan menghiraukan dia yang belum bercelana.


"anda baik-baik saja tuan Matteo?" tanya Ken saat Matteo tiba dengan nafas tidak beraturan, di tambah dengan penampilan yang mengharukan dari Matteo.


"seharusnya aku yang bertanya sialan, apa semua baik-baik saja? siapa yang dioperasi? dimana Liam?" pertanyaan beruntun tanpa Jedah membuat Ken jengah.


"apa anda sedang melakukan syuting aktor dengan ****** *****?" sindir Ken pada Matteo yang tidak tahu tempat.


Matteo tidak peduli dengan setelannya yang dia pikirkan sekarang yaitu siapa dibalik pintu operasi itu. Setelah menghayati keheningan bersama sekretaris Ken di luar pintu muncullah kepala dokter Aditia yang langsung disuguhi pemandangan yang hot. Perut kotak-kotak seperti roti sobek dan berotot terpampang nyata di depan matanya, itu bisa menodai mata para wanita di rumah sakit ini.


"hey apa yang kamu lihat! katakan siapa yang di operasi?" yg Anya Matteo.


"jadi sampai sekarang belum ada yang memberitahumu. Lalu siapa yang kamu tunggu sambil berdiri di luar sini?" dokter Aditia baru mengetahui sisi bodoh Matteo.


Sedangkan di dalam ruangan tuan Liam tidak henti-hentinya mencium kening istrinya haru bahagia yg ang didapatkannya hari ini melebihi dari harta tujuh turunan yang dimilikinya, dia merasakan kehidupan yang lengkap bersama istrinya. Penantian kelahiran putranya telah berakhir saat tangis bayi mungil itu pecah.


"terimakasih sayang, kamu sangat hebat. Kamu sangat kuat sayang terimakasih, sekarang kita sudah menjadi orang tua" pelukan hangat diberikannya tanpa henti.


Nadila kehabisan kata-kata dia hanya bisa meneteskan airmata bahagia, hari-hari sulit yang dia lewati telah mendatangkan buah hati mereka. Bukti seberapa besar rasa cinta mereka hingga saat ini masih utuh. Dokter membawa bayi kecil untuk di gendong sang Dady, betapa bahagianya tuan Liam mendapati bayi nya.


"hey boy ini Dady, kamu tampan seperti Dady kamu" seribu pujian di berikan nya.


"siapa namanya?" tanya Nadila kemudian.


"apa kamu punya nama untuknya sayang?x tuan Liam tidak ingin egois memberi nama untuk putra mereka.


"aku ingin Dady nya yang menamainya" Nadila menyerahkan segalanya pada tuan Liam.

__ADS_1


"baiklah, bagaimana dengan firansyah? kamu suka nama itu sayang" kata tuan Liam.


Nadila mengangguk menyukai segala pilihan suaminya, nama yang bagus untuk kedepan akan di panggil bayi Rans begitulah tuan Liam memutuskan. Tuan Liam keluar dari ruang operasi karena Nadila akan dipindahkan keruang rawat sesuai instruksi dari dokter Aditia.


"selamat Liam kamu menjadi seorang ayah" pelukan diiringi tepukan di bahu tuan Liam oleh Matteo.


"terimakasih sudah datang" tuan Liam merasakan kelegaan.


Sekarang ruang rawat itu di penuhi suara keributan dari Matteo dan Aditia, memperebutkan posisi menjadi pemilik baby Rans. sangat kekanak -kanakan


"jika kalian tidak bisa diam maka keluar saja" kata tuan Liam yang merasa telinganya akan pecah.


"ayolah Liam kelak tuan muda Rans akan menjadi kuat" kata Matteo


"tidak, baby Rans akan ku ajarkan tentang..." dokter Aditia.


Kehadiran buah hati baby Rans adalah sukacita yang besar dan sekretaris Ken, kali ini dia kali lebih waspada bahkan perawatan Nadila di pindahkan ke rumah utama akan lebih aman dan tidak menggangu begitulah alasannya. Bagai di sulap Nadila hari itu juga sudah pindah ke kamar utama Dewantara yang di lengkapi dengan beberapa alat medis pendukung selesai pascaoperasi. Nadila yang belum kering luka nya harus di lakukan perawatan yang intensif agar cepat sembuh.


Selain kamar utama, pak Man juga sudah menyiapkan kamar bayi untuk baby Rans, mereka mengerjakan semuanya dengan sangat cepat. Nadila hanya bisa terdiam seakan bermimpi dengan semua perubahan yang disebabkannya.


"sayang mengapa sangat berlebihan?" katanya merasakan keribetan yang luar biasa.


"itu urusan Ken" jawaban yang mematahkan segalanya, ini adalah sekretaris Ken kalau sudah manusia itu yang bergerak tidak bisa bisa di nilai dengan nalar manusia.


Di belahan bumi lain seorang yang berbeda generasi sedang mempersiapkan keberangkatan untuk menjenguk baby Rans. Kakek yang mendapat informasi kilat merasa kegirangan penantiannya tidak sia-sia, kakek keluar dari tempat persembunyiannya dan sekarang menuju ke rumah sakit. Tidak ketinggalan Kangsan mengetahui kelahiran keponakannya langsung memboyong keluarganya untuk menemui kakaknya.


"kakek" panggil Aditia

__ADS_1


"hey di mana cicitku!" kedatangan kakek mengundang berantam saja.


" kakek terlambat, entah mengapa Ken sangat sensitif dan membawa mereka pulang kerumah utama, padahal operasi baru saja selesai" jelas Aditia yang baru saja kembali ke rumah sakit setelah memastikan pemindahan pasien selesai dengan aman.


"ch, buang-buang waktu saja, seharusnya beritahu sedari tadi!" kata kakek melempar satu botol susu yang langsung di tangkap oleh dokter Aditia. Susu sebagai hadiah kah ini?


Kakek memasuki kamar utama dan langsung menyambar baby Rans untuk di gendong. Kakek sangat bahagia dan mendoakan kesehatan dan masa depan cicitnya kelak. Tidak lupa memeluk cucunya yang menatapnya haru, mengisahkan kehidupan yg ang baru.


"kamu bahagia sok?" kata Kakek.


Tuan Liam hanya bisa mengangguk kesepian dihatinya benar benar tergantikan berkat Nadila yang masih setia di sisinya dan memberikan hadiah bayi mungil padanya.


"Hay menantu kamu sangat hebat, aku akan menamai cicitku" kata kakek di tengah kesenangannya.


"namanya Rans dan tidak boleh diubah" jawab tuan Liam cepat tidak ingin kakek menyelipkan nama gaib di dalam nama putranya.


"ch kamu selalu mendahului orang tua, aku akan menambahkan namanya" kakek masih keras kepala.


Perdebatan kakek dan cucu membuat keramaian seakan rumah itu di penuhi ribuan orang. Semua orang yang berkumpul hanya bisa diam tidak ada yang berani melerai. Giorgi mengambil posisi santai untuk meluruskan punggungnya yang kaku sambil melirik Ken yang berdiri seperti patung.


"aku penasaran apakah dia tertarik pada wanita, sampai sekarang belum pernah terciduk bersama wanita apalagi menggandengnya" batin Giorgi yang benar adanya selama hidup Ken, dia telah memata-matai Ken dan menggali informasi tentang Ken tapi sepertinya sekretaris yang dimaksud tidak pernah terlihat bersama gadis mana pun.


"kakek nama yang ku berikan juga di sukai oleh istri ku, ayolah mungkin untuk anak berikutnya aku akan mengalah. Kakek bebas memberi nama anak berikutnya" kata Liam bernegosiasi.


"kalau begitu segeralah membuat cucu berikutnya, tahun depan harus sudah lahir" kata kakek membuat semua orang tersedak.


Melihat wajah malu nona mudanya Giorgi menengahi, dengan cepat membawa keluar sang Kakek yang di luar kendali.

__ADS_1


"tuan besar mungkin nona muda sudah lelah, biarkan mereka beristirahat nona muda baru saja selesai operasi " kata Giorgi.


__ADS_2