
matahari menembus jendela kamar menciptakan kesilauan di mata Nadila, sinar matahari yang hangat itu membuatnya merasa nyaman dan mengurungkan niatnya untuk bangun.
"aaaaaa aku terlambat lagi" Nadila berlari keluar dari kamarnya menaiki tangga menuju lantai tiga di kamar utama kamar tuan Liam.
tuan Liam sebentar terpaku dengan penampilan Nadila, pemandangan yang indah di pagi hari sangat manis wajah tanpa riasan nampak baru bangun itu sangat enak di pandangi. Hanya sebentar saja sebelum emosinya memuncak sudah dua kali Nadila terlambat bangun karena akhir akhir ini pekerjaannya sangat padat dan jarang tidur.
"apa kau masih punya nyawa?"
"maafkan saya tuan."
Nadila ketakutan tuan Liam sudah berpakaian rapi. Dia menggerakkan mata mencari jam tapi sepertinya pengusaha seperti tuan Liam tidak membutuhkan jam.
"jam berapa ini, mati aku" tangis Nadila dalam hati.
"saya heran apa kau punya nyawa lebih dari satu" tuan Liam dengan sangat dingin.
"tuan maaf kan saya, saya tertidur karena mengantuk lembur semalam sungguh melelahkan" keluhnya
"kau menyalahkan saya dengan pekerjaanmu !" tuan Liam mengartikan sesuatu sesukanya.
"dasar tuan Presdir gila. saya mengantuk bukan menyalahkan mu walau itu salahmu kau memberikan banyak pekerjaan padaku "
tuan Liam sangat senang mengerjai Nadila karena Nadila sangat menggemaskan saat menahan kemarahannya.
"kau sudah dua kali terlambat bangun dan kau tahu berapa kerugian ku sekarang? itu setimpal dengan gaji dua bulan mu"
"hah, tidak !" Nadila menggeleng
"kau bahkan tidak menyiapkan keperluanku gajimu akan saya potong."
"dia tidak punya hati, aku ingin berhenti dari pekerjaan ini persetan dengan gaji yang berlipat ganda ini Atau aku kabur saja darinya"
"apa yang kau rencanakan di kepalamu itu, pergilah bersiap waktumu hanya 5 menit dari sekarang. " tuan Liam menuding kening Nadila.
"hei, tuan aku tidak memikirkan apapun jadi tidak usah khawatir"
"awas saja kalau kamu berencana kabur dari saya. mati kau!"
"tidak, saya tidak seperti itu tuan"
"bagus"
Nadila berlari waktu lima menit nya telah berkurang karena menggunakan dua menit untuk berdebat dengan tuan Liam.
"bagaimana dia bisa tahu apa yang ku pikirkan, iiisss memalukan sekali"
Nadila selesai dengan sangat cepat berlari menuju mobil sebelum tuan Liam sampai di mobil bisa bisa dia disuruh lari maraton oleh yang mulia raja.
Nadila meraih gagang pintu mobil dan segera masuk sebelum sekretaris Ken menyalakan mesin. Mobil berlaju membelah keramaian kota, Nadila masih mengatur nafasnya
"ini hari terburuk ku, ah tidak. setiap hari adalah hari buruk aku ingin mencakar wajahnya"
Nadila di kejutkan dengan suara bariton di sampingnya
"kau sudah kehilangan gaji selama tiga bulan pagi ini" kata tuan liam
"tidak !" teriakan keras mengguncang mobil itu sekretaris Ken mengeram mendadak karena terkejut.
"apa kau gila !" tuan Liam tidak habis pikir
__ADS_1
"maafkan saya tuan "
"kau selalu saja berulah Ken jangan memberinya gaji."
"baik tuan muda" sekretaris Ken melajukan mobil kembali.
Nadila tidak terima hukumannya makin hari makin gila, tuan muda yang seenaknya itu menyiksa batinnya sedangkan tuan Liam bersorak hore didalam hati itu sangat menyenangkan.
Nadila menekan nekan lengan tuan Liam dengan satu jari tingkahnya sangat menggemaskan.
" tuan, tuan" setengah berbisik
"hmm"
"maafkan saya, saya tidak akan mengulangi lagi." dengan ekspresi yang imut berharap tuan Liam melupakan kesalahannya yang selalu saja terlambat.
tuan Liam merasa gemes dengan kelakuan Nadila dia berusaha tidak terpengaruh.
"tuan apa anda mendengar saya?"
menekan lengan tuan Liam dengan jarinya lagi.
"tidak!" kata tuan Liam lalu tersenyum penuh arti. Tidak ada suara lagi dari Nadila. tuan Liam penasaran ingin memeriksa kesunyian betapa terkejutnya dirinya melihat Nadila sedang menangis.
"hei, ada apa dengan mu." tuan Liam merasa heran.
"hiks... hiks ... aaaa " semakin menangis.
tuan liam merasa tidak nyaman sedangkan sekretaris Ken hanya diam tetap fokus menyetir.
"hei bodoh! berhentilah menangis ada apa denganmu" mulai membentak.
"Ken hentikan mobilnya!"
mobil berhenti mendadak lagi.
"astaga tuan muda, mengapa saya harus terjebak dalam drama ini. " sekretaris Ken mulai pusing, dia juga tidak mengerti tentang wanita jadi dia tidak mau ikut campur.
tuan Liam berfikir keras.
"apa yang harus ku lakukan sekarang akh gadis ini, aku mengerjainya terlalu keras. akh sudahlah sekarang bagaimana"
celingak-celinguk mencari sesuatu.
"berhentilah menangis kau sangat mengganggu !"
"tuan muda ini sudah terlalu kesiangan" peringatan Ken yang tidak tahu situasi.
"diam lah kau Ken! batalkan saja meeting nya" kesal tuan Liam.
" itu kan, anda selalu saja marah " kata Nadila terus menangis.
tuan Liam melihat ada jajan jalanan
"berhentilah menangis apa kau mau itu" menunjuk makanan yang bahkan sangat asing baginya
"apa?" Nadila mengikuti arah tangan tuan Liam, seketika matanya berbinar lalu mengangguk.
tuan Liam menemani Nadila makan jajanan dengan sangat lahap tidak tertinggal sekretaris Ken ikut dengan jarak satu meter dari sana.
__ADS_1
"ada apa sekarang! tuan muda menemani gadis si kucing liar ini makan harus bagaimana aku menyimpulkan ini" sekretaris Ken berfikir keras juga keheranan.
Nadila sudah makan terlalu banyak membuat sekretaris Ken dan tuan Liam terkejut
"tuan muda, apa dia manusia?"
"yang penting dia berhenti menangis!"
"tuan muda sebentar lagi akan ada pertemuan penting"
tuan Liam tersadar sudah satu jam mereka menemani Nadila makan.
"hei, kau memiliki badan yang kecil tapi makan mu sangat banyak kau sudah membuang waktu saya"
"saya lapar tuan" jawab Nadila
sekretaris Ken membayar jajanan itu dengan sangat mahal lalu pergi dia merasa ini sangat terlambat.
Di dalam ruangan tuan Liam dan sekretaris Ken saling bertatapan lalu tertawa bersama mereka tidak percaya tentang apa yang terjadi. Tidak lama sekretaris Ken menyerahkan sebuah dokumen ke hadapan tuan Liam. Mata tuan Liam menatap Ken meminta penjelasan.
"sepertinya tuan adam mencoba menentang anda tuan muda"
sekretaris Ken menghela nafas sebentar.
"dia menganggarkan dana yang sangat besar untuk panti asuhan itu tuan tetapi, menurut orang kita itu tidak sesuai dengan Hasil yang di lapangan. Tuan Adam menggunakan bahan murah dan rendah kualitas dan memalsukan laporan proyek"
jelas sekretaris Ken
"beraninya dia !" tuan Liam meremas kertas ditangannya kemarahan tuan Liam tidak tertahankan pembangunan itu sangat penting baginya.
sekretaris Ken melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju kantor kontruksi
"dimana tuan Adam!"
" diruangan manajer tuan" jawab salah satu karyawan dengan gugup.
sekretaris Ken masuk tanpa mengetuk pintu membuat yang di dalam ruangan terkejut
" tuan.... " tuan Adam gelagapan, tuan Liam masuk kedalam ruangan memandangi wajah setiap yang ada di sana. semua orang menunduk takut, siapa yang tidak mengenal Presdir Dewantara group.
sekretaris Ken maju memberi pukulan pada tuan Adam.
"apa anda sedang berpesta tuan Adam?" tanya tuan Liam santai.
"tidak tuan" satu pukulan lagi dari sekretaris Ken, lagi dan lagi.
"beraninya kau !" tuan Liam sudah duduk di salah satu kursi yang menurutnya nyaman untuk di tempati.
"maaf tuan" sudah gemetar bahkan tuan Adam tidak peduli dengan darahnya yang memenuhi wajahnya.
"apa gaji anda masih kurang?" tanya sekretaris Ken
"tidak tuan, saya bersalah maafkan saya" tuan Adam tersungkur memohon.
"Bukk, bakkk bukk" pukulan telak sampai tuan Adam tidak bisa berdiri lagi.
"menghilang lah dari hadapan saya kalau perlu ke dasar bumi saja" kata tuan Liam menghajar tuan Adam dengan tangannya hingga tidak sadarkan diri.
"bawa dia kerumah sakit" perintah sekretaris Ken pada bawahannya.
__ADS_1
kedatangan Presdir yang menghukum orang yang melakukan pelanggaran adalah peringatan besar dan sejak saat itu semua memperbaiki diri, jangan sampai bernasib sama dengan tuan Adam. setelah ini bisa di pastikan kehidupannya antara hidup susah mati tak bisa.