
Seorang pria yang sudah tidak mulus lagi wajahnya akibat luka lebam yang terlalu banyak. Pria itu menjerit menahan perih di tubuhnya, ini kali pertama dirinya mendapatkan situasi seperti ini.
"akibat ulahmu seorang gadis tak berdosa hancur!" satu cambukan melayang lagi di tubuh putih mulus itu.
"katakan apa motif mu!" lagi dan lagi cambuk itu melayang.
Pria yang disiksa itu adalah Bagas karyawan keuangan yang sempat diloloskan oleh sekretaris Ken saat mengumpulkan tersangkanya, ternyata selama ini Bagas lah pemainnya. Penyadapan data perusahaan dan penggelapan uang serta mengacaukan data perusahaan selama ini adalah ulah Bagas, pada siapa dia bekerja? Mendengar informasi terbaru ini, tuan Liam merasa penasaran hingga datang menonton pertunjukan di depannya.
"jadi kamu orangnya, hahaha" tawa tuan Liam menggema di ruangan itu.
"ampuni saya tuan" kata Bagas bersujud memohon.
"bukankah sudah saya peringati untuk jangan bermain api terlalu jauh sebelumnya. Mengapa masih berulah dasar bodoh!" pukulan telak dia berikan mengenai ulu hati Bagas. Bagas lunglai di atas lantai putih dengan berlumuran darah.
Saat penyadapan data perusahaan tuan Liam sudah mengenal Bagas namun membiarkan nya setelah memberi peringatan. Nyatanya Bagas masih setia pada misi nya.
"tuan muda jangan mengotori tangan anda, ingatlah bahwa nona muda akan segera lahiran" peringatan Ken mengendalikan tuan Liam, begitu juga dengan Hendra yang merasakan makna dari perkataan Ken.
Setelah melalu banyak perlakuan akhirnya Bagas mengatakan semuanya.
"saya sempat terkecoh saat melihatmu kemarin Bagas" Kata Ken
"apa anda menyukai pesona saya tuan Ken? hahahaha " tawa Bagas sungguh membuat orang geram, mungkinkah Ken menyukai Bagas begitulah dia berpikir.
Disaksikan oleh tuan Liam Ken mengeluarkan pisau bedah sepertinya Ken akan berubah profesi menjadi dokter bedah malam ini. Pisau bedah itu menari di otot perut Bagas namun Bagas belum mengakui pada siapa dia bekerja. Terpaksa sekretaris Ken mengeluarkan bola mata kiri milik Bagas, mata itu jatuh tergelincir di lantai.
"b*j****n kau tuan Ken! ah mataku haaaa" teriakan di sertai makian Bagas saat batasnya keluar dari jantungnya.
"menjijikkan sekali, katakan saja siapa yang membayar mu" kata Ken lagi.
__ADS_1
Bagas menggeleng belum menyerah , Ken kembali mengarahkan pisau ke mata yang satu rasa takut Bagas kalah dia mengakui segalanya. Bagas termasuk jajaran terbaik di perusahaan Geronimo termasuk dalam penyadapan ilegal.
"betapa tidak tau dirinya kamu" kata tuan Liam saat mendengar jawaban Bagas, sebentar dia menghela nafas ternyata masalahnya cukup jauh kedepannya.
"hahaha bukan kah tidak jauh beda dengan anda tuan putra mahkota keluarga Dewantara, kamu sungguh tidak memiliki perasaan saat menindas kami. Apa anda tidak mengenal siapa saya? hm" Kata-kata melawan Bagas.
Bagas tertawa puas karena sampai sekarang dia masih bisa menyembunyikan identitas nya, tuan Liam yang tidak menyadari musuh nya berada di sampingnya selama ini. Ken juga tidak mengenali Bagas dengan detail karena jarang bersenggolan dengannya.
"Kau tidak berarti bagiku" kata itu sudah mewakili segala alasan yang ada, tuan Liam tidak akan mengingat hal yang tidak penting apalagi debu seperti itu.
"kau akan ku hancur kan seperti yang telah anda lakukan pada keluarga saya!" tekan Bagas meronta dari ikatannya.
Bukan tuan Liam yang berpikir tapi Ken, sekretaris Ken berpindah posisi di hadapan Bagas. Ken menelisik setiap garis wajah Bagas berusaha mengingat-ingat hubungan Bagas dengan seorang kolega bisnis yang mungkin perna berselisih dengan mereka, kalau tuan Liam pastinya tidak banyak mengingat karena dia selalu menyerahkan kepada sekretaris Ken segala sesuatu yang dapat mengotori tangan.
Ken tersenyum puas saat mengingat anak laki-laki yang masih ingusan sudah berubah menjadi pria berbadan kekar, Carita kali ini sangatlah unik bagi Ken. Bahkan Ken sudah bisa meramalkan motif utama perbuatan Bagas yang bahkan belum membuahkan hasil.
"apa maksudmu sialan!"
"sssttt kecilkan suaramu, tapi memang itu kenyataannya" lanjut Ken.
Bagas tidak terima di katakan anak haram oleh Ken. Walau meronta, tuan Liam tetap tidak peduli yang ingin dia ketahui hanya lah hubungan antara Bagas dengan Geronimo.
"jadi kamu berharap si tua Bangka Geronimo akan datang menjemput mu di neraka ini!" Ken mengitari tubuh Bagas yang masih merintih menahan sakit di matanya yang sudah bolong.
"saya akan merasa terhormat jika mati di tangan anda, saya tetap akan merasa puas akan upaya balas dendam selama ini hahaha " Bagas sudah kehilangan akalnya.
"itu adalah masalah keluarga kalian" jawab Ken benar adanya.
"flashback*
__ADS_1
"tuan jangan pecat saya, bagaimana keluarga saya akan hidup tanpa pekerjaan ini" pria itu adalah manajer kontribusi Dewantara yang tidak lain ayahnya Bagas.
"Anda sudah melakukan kesalahan yang tidak terampuni, memalsukan tanda tangan tuan liam adalah kesalahan besar" saat itu Ken menyudahi dan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan namun hal yang tidak terduga menyebabkan musibah bagi keluarga itu.
Setelah pemecatan itu, Dewantara group lepas tangan terhadap keluarga Bagas atau bisa di katakan sudah tidak berhubungan lagi. Semuanya berubah, ayah Bagas yang di blacklist hanya bisa bekerja merayu wanita yang royal yang biasa dilakukan secara sembunyi kini di lakukan dengan terbuka bahkan di depan istrinya.
Ayahnya Bagas berhubungan dengan banyak wanita dan kerap kali menimbulkan kehamilan, selain itu dia menjadi donor ****** bagi wanita yang ingin hamil, semua dilakukan dengan kesepakatan uang.
"ayah berhentilah, pikirkanlah ibuku" permohonan Bagas pada saat ayahnya bergonta-ganti wanita.
"ini bukan urusanmu, pergilah sekolah dan jadilah orang sukses. Kamu pikir ayah ingin seperti ini kalau bukan gara-gara Dewantara group yang menendang ayah, mereka tidak berperasaan hingga ayah tidak diterima di tempat manapun. Kalian bisa makan itu sudah cukup, terima saja ini tidak buruk" kata ayahnya Bagas memberatkan Dewantara group.
"tapi jangan melibatkan ibuku!" perdebatan ayah dan anak awal kehancuran keluarga harmonis itu. Entah siapa yang salah tapi karena kekurangan biaya ekonomi untuk bertahan hidup ibu dari Bagas di paksa menjadi wanita p*m*** ranjang pria hidung belang. Mereka mencari uang dengan cara yang salah menimbulkan hari Bagas sakit.
"akan ku buat Dewantara group hancur" Bagas.
*flash off*
Dari sanalah awal persengkongkolan Bagas dengan Geronimo yang memiliki tujuan yang sama. Tuan Liam merasa ini sudah di luar toleransi bagaimana bisa ada orang yang tidak mental sepertimu Bagas.
"apa kau beranggapan kalau saya menyuruh mereka menj*l*** bersama sama, aneh sekali" sarkas tuan Liam.
"itu disebabkan oleh anda kalau ayahku masih bisa bekerja ditempat lain itu tidak akan terjadi pada kami. Anda harus membayar atas kematian ibu saya yang di setubuhi banyak pria." kata yang di sertai kegetiran, betapa menyakitkannya hal itu bagi Bagas bahkan membayangkannya saja sudah tidak kuat. Semua yang dialaminya berujung balas dendam pada tuan Liam.
tuan Liam merasa pusing dengan sandera yang satu ini, dia memilih pergi dan menyerahkan segalanya pada Ken, itu artinya terserah Ken mau di apakan manusia sampah seperti itu.
"hahaha andaikan saya menemukan istri anda tuan Liam, saya akan menyetubuhinya sampai berdarah darah" perkataan itu menahan langkah tuan Liam, beruntung Ken segera menahannya kalau tidak maka malam ini tuan Liam akan mencabut nyawanya.
Ken tidak ingin tuan Liam terlibat pembunuhan apapun, terlebih putra mahkota yang akan segera lahir. Tuan Liam diantar pulang oleh Hendra demi keamanannya di dini hari.
__ADS_1