Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 40 balasan kecil


__ADS_3

Di club' seperti biasa tuan Liam berkumpul bersama sahabat setianya, memenuhi permintaan Matteo. Pria bertato yang berdiri menghadap kaca besar transparan itu menikmati minuman yang ada di genggamannya. Matteo berjalan mendekati tuan Liam dengan sangat serius, membuat Liam merasakan keseriusan.


"aku menyukai istrimu kawan" perkataan Matteo berhasil memancing emosi Liam, satu pukulan telak kewajah Matteo.


"aku memaafkan mu kali ini" Liam menghempaskan cengkeramannya dari Matteo hatinya memanas saat ini. Aditia hanya diam menonton pertunjukan seekor serigala yang menggoda seekor singa, sekretaris Ken sempat tersulut emosi d Ngan kata kata pembuka dari Matteo namun Aditia menghentikannya.


Matteo tertawa dan kembali mengitari lawannya, sedangkan Liam mencoba melupakan perkataan Matteo yang keliru.


"istrimu sangat sederhana Liam, tapi bisa ku bayangkan keseksiannya" Matteo sepertinya belum selesai dengan kata-katanya dia sudah mendapatkan hadiah yang membuat bibirnya pecah dan mengeluarkan darah.


Melihat pertunjukan itu sekretaris Ken mencoba mencerna ada apa sebenarnya, namun otaknya tidak menemukan titik terang. Mencoba melirik Aditia yang duduk santai tapi, yang di lirik hanya mengedipkan mata.


Matteo meraih gelasnya dan meneguk wine untuk menghilangkan rasa nyeri di bibirnya. setelah merasa segar Matteo melanjutkan kata-katanya yang selalu ditunda oleh Liam.


"Liam" seringai muncul di bibir Matteo.


"kau membahas istriku lagi ku bunuh kau!" tuan Liam berbicara membelakangi sahabatnya itu.


"ternyata kau sangat mencintainya" Matteo tersenyum dan mulai mengambil posisi di sofa bersama aditia dan Ken tidak lupa menuangkan minuman untuk Liam.


"apa kau sedang mengujiku?" tuan Liam menghela nafas dalam "aku tidak akan memaafkannya Matteo" tatapan tajam tuan Liam membuat tawa Aditia meledak yang disusul oleh Matteo.


Aditia pergi mengambil es dan melemparkannya pada Matteo untuk mengompres bekas pukulan diwajahnya.


"Ken apa kau percaya ini, Liam seperti remaja yang sedang cemburu" Aditia dapat melihat kekesalan Liam.


"jaga istrimu Liam, semua pria menilai istrimu seperti caraku menilainya barusan" Matteo m nyusahin keisengannya dan memperlihatkan wajah yang bahagia begitu juga dengan Aditia mulai berbincang lebih jauh mengingat masa masa tersulit yang terjadi selama beberapa tahun terakhir.


Matteo benar-benar bahagia melihat Liam yang telah kembali seperti saat ibunya masih ada. Matteo bisa merasakan cinta yang besar saat Liam mengeluarkan emosinya, ini terjadi keduakalinya dalam siklus hidup Liam. pertama pada ibunya dan kedua pada istrinya dan itu sudah menguatkan pandangan Matteo tentang cinta yang mendalam.


"bibi akan sangat bahagia Liam" Matteo beranjak memeluk Liam erat.


"maaf" tuan Liam menunjuk wajah lebam Matteo yang disebabkan olehnya.


"lupakan saja" Matteo seolah mengatakan pukulanmu belum seberapa dan itu bisa di baca Liam dari senyum seringai Matteo. "terimakasih sudah menolong istriku, Matteo" akhirnya Liam mencurahkan seberapa besar cintanya pada istrinya itu yang entah kapan akan mendapat balasan.


pertemuan yang jarang terjadi karena terhalang oleh pekerjaan yang banyak itu membuat mereka melampiaskan pada malam itu. Sampai tengah malam mereka belum bosan bercanda gurau hingga tuan Liam teringat sesuatu yang sangat penting.

__ADS_1


"siapa orangnya?" pertanyaan tertuju pada Matteo yang sepertinya sangat cepat tanggap itu.


"Fahri memaksa istrimu, dari sudut pandang ku terlihat istrimu mengenalnya. Dapat ku simpulkan sesuatu pernah terjadi antara mereka" Matteo tidak tahu menahu masalahnya tapi sepertinya dia sangat tertarik tentang kisah yang menakjubkan itu.


"Ken, apa kau tidak melakukan sesuatu pada serangga itu?" Liam sangat mengenal pelakunya membuatnya geram sepertinya dia melewatkan sesuatu, ada lava panas yang akan meledak dalam dirinya.


"saya pikir anda ingin menemui tuan Fahri" artinya sekretaris Ken menunggu tuan Liam.


Tuan Liam meninggalkan club' itu jam 2 dini hari, sesampai dirumah tuan Liam langsung masuk kedalam kamar dan menemukan istrinya yang tertidur dengan gelisah. Tubuhnya bau alkohol memutuskan untuk membersihkan diri lebih dulu, sangat lama mengguyur tubuh dibawah software untuk menghilangkan rasa mabuknya. Tuan Liam keluar dengan piyamanya dan beralih memeluk istrinya ditempat tidur.


"tenanglah sayang aku disini" memeluk hangat tubuh itu menyalurkan kehangatan. Dan pelukan itu tidak berlangsung lama, jam 4 pagi sekretaris Ken sudah berdiri didepan kamar tuan Liam dia sudah rapi dengan setelan jasnya.


Sekretaris Ken mengendarai mobil menelusuri jalanan yang sepi, dia tidak menunjukkan rasa lelah sama sekali hingga mobil itu sampai pada tujuannya tanpa penghalang karena sekretaris Ken sudah menyuruh anggotanya melenyapkan orang yang menghalangi jalan tuan mudanya.


Tidak perlu mengetuk pintu karena rumah itu sudah kehilangan pintunya, cukup masuk dan duduk diruang tamu dengan santai ditemani segelas kopi penghilang kantuk.


"saya tidak percaya tuan kalian sangat pemalas hingga terlambat bangun" kata tuan Liam pada pelayan rumah yang mereka kunjungi. sekretaris Ken melihat benda yang melingkar ditangannya menunjukan pukul 04,27wib masih sangat pagi untuk bertamu pikirnya.


"maafkan kami tuan, saya akan segera kembali" pelayan itu dengan gemetar berlari menuju kamar majikannya berharap tuannya bersedia bangun kalau tidak dia akan berakhir seperti rekannya yang patah tulang.


"apa kau tidak punya rencana mengambil kunci cadangan?" sekretaris Ken sangat geram karena dia belum beristirahat sejenak kemarin "apa makhluk dalam kamar ini pingsan? ch merepotkan saja" kesal Ken.


pelayan datang dengan jidat memerah seperti nya pelayan itu kurang hati hati saat mencari kunci di gudangnya. Sekretaris Ken membuka pintu kamar itu dan didapatkannya pemandangan yang indah didalam sana.


"saya rasa tenaga anda sudah terisi kembali tuan Fahri" kata sekretaris Ken menarik paksa selimut yang menyelimuti tubuh telanjang Fahri yang memeluk seorang wanita tanpa sehelai kain.


Fahri sampai terjatuh dari ranjang saat menemukan sekretaris Ken di dalam kamarnya dan wanita penghibur di samping Fahri pun ikut terkejut dan mencoba mencari sesuatu untuk menutupi tubuhnya. sekretaris Ken melemparkan selimut pada wanita itu.


"tuan Ken" Fahri mencoba mengumpulkan kesadarannya sambil meraba raba keberadaan pakaiannya. Belum sempat mendapat pakaian sekretaris Ken menyeret Fahri yang telanjang menuju ruang tamu membuat semua pelayan wanita memalingkan wajah dan menutup mata, Fahri tersungkur ke lantai.


"carilah tempat yang mungkin membuat mata kalian tidak ternodai" sekretaris Ken mengusir para pelayan. Mendengar perkataan Ken, tuan Liam mengalihkan pandangannya pada Fahri yang ternyata polos tanpa pakaian. kemudian beralih pada wanita penghibur yang menyusul turun dengan baju compang camping, gaum malam yang dirobek oleh Fahri saat saling memuaskan.


sekali lagi mata tuan Liam tertuju pada sesuatu seakan sedang menjadi juri dalam pameran, Fahri dengan refleks menutupi barang berharganya dengan tangannya karena menyadari tatapan tuan Liam.


"bagaimana bisa kau merasa puas dengan barang kecil seperti itu?" kata kata mengejek dari tuan Liam menginjak harga diri Fahri sebagai lelaki. sedangkan wanita itu malu dan berlari pergi meninggalkan rumah itu, bahkan belum mendapat bayaran dari Fahri.


Tuan Liam melempar gelas kosong bekas kopinya tepat mengenai dahi Fahri hingga mengeluarkan lelehan merah.

__ADS_1


"apa kau berharap orang lain membayar wanita itu?" suara sekretaris Ken membuat Fahri gemetar.


"saya sudah mentransfer uang padanya tuan, biarkan saya berpakaian dulu" Fahri masih bingung dengan yang terjadi tapi tidak baik mempertontonkan tubuhnya di depan orang bukan.


"tidak ada wanita disini, jadi saya rasa itu tidak perlu" perkataan ringan keluar keluar dari mulut tuan Liam menunjukan bahwa dia menyukai penampilan Fahri yang telanjang.


Tuan Liam seperti alarm pagi bagi kediaman mahres, tuan Liam sedang ingin bersenang-senang di pagi hari sehingga menyuruh Ken mengantarnya kerumah itu. sekretaris Ken mengeluarkan sebuah pisau kecil panjangnya hanya sepuluh sentimeter dan tidak lupa memamerkannya pada Fahri.


street, goresan di lengan kiri Fahri membuatnya mengerang.


"akh, apa yang anda lakukan?" Fahri tidak berani melawan karena dia seorang diri sekarang, "ada apa ini? kenapa tuan Liam datang seperti menemui sandera. Aku tidak mengusiknya bukan?" Fahri mencoba mencari kesalahannya.


sekretaris Ken menyuruh anggotanya memberi pelajaran pada Fahri, tubuh tanpa sehelai kain itu sangat jelas menampakkan banyak memar. Melihat Fahri terjatuh di lantai sekretaris Ken menghentikan anggotanya dan membiarkan sandera mereka bernafas sebentar, hanya sebentar karena tendangan di wajah Fahri kembali di hadiahi bahkan hidung itu mengeluarkan darah.


"tuan Liam sialan! apa salah ku!" setelah mendapat banyak perlakuan barulah Fahri punya kesempatan berbicara.


"kau pikir saya punya waktu menjawabnya?" tuan Liam mendekati Fahri yang sudah bisa berdiri kembali, sebuah goresan di wajah Fahri kembali diberikan, erangan Fahri semakin menggema.


Mendengar teriakan Fahri tuan mahres terbangun dan berlari menuju sumber suara, dia terkejut melihat putranya yang telanjang dengan tubuh berlumuran darah di antara para pria. Tuan mahres ayahnya Fahri berlari mendekati anaknya.


"Fahri ada apa ini!" pria paruh baya itu sangat shock tubuh anaknya tidak terlihat seperti manusia lagi dan lebih terkejut lagi saat melihat pelakunya.


"tuan maafkan saya yang salah mendidiknya" tuan mahres berlutut memohon, tidak tahu seluk beluk permasalahan tapi tetap saja memohon maaf. "apa yang dilakukan anak bodoh ini" seraya otaknya berfikir tuan mahres terus menundukkan diri memohon maaf.


Tuan Liam tidak peduli dengan tuan mahres dan menganggap permohonan tuan mahres sebagai angin berlalu. Dia berjalan menghampiri Fahri sepertinya belum puas membalaskan yang terjadi pada istrinya.


"tangan mana yang kau gunakan menampar istriku?" pertanyaan tuan Liam membakar telinga tuan mahres.


"istri apa tuan Liam sudah menikah? " hati tuan mahres menangis tubuhnya lunglai, putranya telah menggali kuburan untuk mereka.


"hahaha, apa anda sedang berhalusinasi tuan muda pewaris tunggal dewantara group. Seorang presdir perusahaan ternama yang di segani orang mengaku menikah dengan ******!" ketidak percayaan Fahri menganggap perkataan tuan Liam sebagai lelucon. Setahu Fahri Nadila adalah gadis yang sederhana keluarganya sangat miskin dan tidak mungkin bagi seorang dari kelas atas memberinya status kalau bukan sebagai penghangat ranjang.


Pisau kecil itu bersarang di pinggang Fahri, hal itu berhasil menghentikan tawanya.


"Ken!" tuan Liam benar benar marah sekarang. Bagaimana pun cara mereka memohon saat ini tidak akan bisa selamat lagi, tuan mahres menyesali perbuatan putranya.


Entah apa yang dilakukan sekretaris Ken sehingga perusahaan keluarga mahres hancur dan jejak mereka bahkan tidak ditemukan sejak pagi itu. Berita tentang menghilangnya merekapun tidak di publish, seakan tidak pernah ada di dunia ini.

__ADS_1


__ADS_2