Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 103 antara musuh dan kawan


__ADS_3

Dering ponsel sudah tidak terhitung berapa kali namun tidak ada yang mengangkatnya, yang menelepon adalah tuan Liam yang mulai gelisah dan khawatir. Lebih mengkhawatirkan lagi saat mengetahui semua orang yang dipercaya mengawal istri dan putranya sudah menghilang.


"Ken aku tidak percaya jika kamu tidak menaruh pelacak di mobil yang digunakan istriku!" Liam mulai mondar-mandir, dia merasa udara di rumah yang luas itu berkurang. Mr.D seorang ahli IT dan peretas di markas Dewantara tanpa di minta langsung melakukan tugasnya, hari ini bukan hari yang santai baginya. Mr.D yang sengaja di inisialkan agar dia dapat hidup di dunianya sendiri dan jauh dari kejaran musuh. Dia mengok atik komputer dihadapannya mencari titik terakhir ponsel Nadila berada.


Tuan Liam terus-menerus menelpon istrinya namun masih dengan situasi yang sama dan untuk berikutnya sudah tidak dapat terjangkau "akhhhh sialan, dimana mereka kenapa belum ada kabar jika seharusnya sudah sampai di tujuan. Ini sudah sangat sore Ken dan seharusnya mereka sudah Samapi di rumah yang ku maksud, ini bukan kebiasaan istri ku untuk tidak mengabari" tuan Liam kehabisan kesabaran.


"tuan, kita mendapatkan masalah. Titik terakhir ponsel nona belum jauh dari perbatasan kota" mendengar penuturan Mr.D tuan Liam marah.


Sebuah pukulan mematahkan gigi geraham sekretaris Ken "dimana istriku Ken, aku percaya padamu tapi apa yang terjadi katakan!" tuan Liam memukuli Ken yg ang tidak ditepis oleh Ken walau rasanya menyakitkan.


"ch bahkan kamu tidak menghindari pukulan ku, bagaimana kalau kamu mati ditangan ku? dimana Hendra bre***** itu, aku tidak akan mengampuni pengkhianatan ya!" masih dengan emosi yang tinggi.


"tuan orang kita sedang menuju lokasi sebaiknya kita menunggu kabar dari mereka, sepertinya ini lebih mirip dari jebakan" Seorang wakil yg ang di tunjuk dalam penyelidikan berbicara dengan praduganya.


Belum lama tuan Liam menarik nafas untuk menetralkan emosinya sebuah notifikasi pesan gambar Samapi padanya. Matanya membulat saat mengenali wanita yang terikat dengan gaun bermotif kesukaan istrinya. Mungkinkah itu istrinya dengan teliti dia memperhatikan namun benar adanya foto itu adalah gambar istrinya, dengan cincin pernikahan yang diberikan tuan Liam masih melingkar di jari manisnya itu sudah lebih dari bukti bahwa wanita itu adalah istrinya.


"saya tidak percaya dengan kecantikan sempurna istri anda" pesan selanjutnya lebih memanas.


"Ken!!!" teriak tuan Liam.

__ADS_1


Semua anggota Dewantara yang terlatih turun menuju lokasi yang telah di sadap oleh Mr.D tanpa membuang waktu bahkan tuan Liam menggunakan helikopter agar tidak terhalang macet. Semua bergerak dengan cepat, begitu juga dengan Matteo berkendara sendiri karena Rio belum juga muncul bahkan tidak mengangkat telponnya.


Lokasi tempat Geronimo berada sangat jauh dari kota dan sangat ekstrim. Tuan Liam tidak dapat membendung air matanya saat membayangkan betapa ketakutannya istrinya diperlakukan seperti itu. Tuan Liam menyiapkan pistol di tangan kirinya dan samurai di tangan kanannya, dia akan merayakan semua yang menghalanginya.


"berapa lama lagi Ken, suruh pilotnya agar lebih cepat Dila ku pasti sangat ketakutan sekarang." kata tuan Liam tidak bisa menahan diri.


"bersabarlah tuan ini sudah sangat maksimal, lima belas menit lagi kita akan sampai" jelas Ken menenangkan dan bersiap menyusun pisau di kakinya. Hatinya memanas melihat perbuatan Geronimo yang masih berbau dendam.


Tuan Liam Samapi lebih dulu dan di susul oleh Matteo yang entah dengan cara apa Matteo bisa menyamakan kecepatan helikopter, namun membahas itu sekarang bukan pilihan yang baik. Mereka menerobos masuk dan membantai banyak penjaga tanpa ampun.


Di saat bersamaan dari arah belakang rumah yg empat Geronimo bersembunyi ada yang menyerang, anehnya itu bukan dari kawanan tuan Liam. Yang datang menyerang sangat asing bagi tuan Liam, Ken maupun Matteo. Kelompok yang datang terlihat dari gangster dan terlihat sebagai musuh Geronimo karena mereka menyerang anggota dari Geronimo yang sudah di tandai dengan seragamnya.


Mereka serang menyerang, Geronimo terkejut dengan peluru beruntun yang di tembakan dari halaman rumah. Dia melihat dari jendela dan yang pertamakali dia lihat adalah gangster Luciano, matanya seakan buram Geronimo butuh kacamata untuk mempertajam penglihatannya dan benar saja itu adalah gangster yang belum lama pergi tadi.


"Luciano, apa maksud kekacauan ini" Geronimo kebingungan namun hasratnya sudah naik dan harus di tuntaskan dia percaya Deorsa dapat menangani masalah yang datang.


Belum sempat kembali ketempat tidur, pintu kamar itu terbuka, kejutan yang luar biasa Geronimo kehabisan akal saat melihat samurai berbalutkan darah dan menetes di lantai putih itu. Tuan Liam sudah berada di dalam kamar hanya dalam hitungan menit, penjaga yang tangguh berhasil di lumpuhkan dalam sekejap. Geronimo merasa berada dalam bahaya, dia mengambil pistol di laci meja namun lebih cepat tuan Liam menembak pergelangan tangannya.


Tuan Liam mendekati tempat tidur dan ternyata dan mendapati kekecewaan, ternyata wanita itu bukanlah istrinya. Kelegaannya berubah menjadi campur aduk. "ini bukan Dilaku, lalu dimana Dilaku ?" gumamnya kecewa dan dengan iba melempar selimut menutupi tubuh wanita itu dan memotong tali pengikat tangan dan kaki.

__ADS_1


"hiks, terimakasih tuan" kata wanita itu bersujud di kaki tuan Liam yang di abaikan oleh tuan liam, dia masih melihat sekitar berharap bisa melihat istrinya.


"beraninya kau, dimana istriku! dasar tua Bangka akan kubuat hidup mu bagai di neraka" tuan Liam menusuk punggung tangan Geronimo yang terletak di lantai menopang tubuhnya yang mendapati tembakan tadi dan memotong tangan kiri tuan Geronimo hingga putus.


Geronimo baru sadar kalau dirinya telah salah menahan wanita lagi, sekarang dia bertanya-tanya tentang wanita yang berada bersamanya sedari tadi. Deorsa berhasil di lumpuhkan oleh Luciano, saat Luciano muncul wanita itu berlari dan memeluknya.


"ayah " katanya menangis histeris di balik balutan selimut yang diberikan oleh tuan Liam.


Luciano menghajar Geronimo dengan brutal bahkan menyayat tubuh itu "keterlaluan, beraninya anda menyentuh putri saya" Luciano meluapkan emosinya hingga mengarahkan pisau ke jantung Geronimo, beruntung tuan Liam menahannya.


"Saya ingin dia tetap hidup" kata tuan Liam datar. Luciano dapat mencium arwah tidak biasa dari tuan Liam sehingga membiarkannya.


Mereka berkumpul dan meluruskan kesalahan pahaman, tuan Liam ingin kejelasan keberadaan istri dan anaknya sedangkan Luciano kebingungan


"tuan, benar gangster kami yang menghalau mobil istri anda. Saya tidak mengetahui akan hal ini kami hanya memiliki misi yang bergerak dan mendapat bayaran, saat itu istri andalah yang kami bawa dan entah bagaimana alurnya semua terbalik. Saat saya kembali putri saya menghilang, dan saya mendapat informasi bahwa dia berada dalam sekapan Geronimo. Saya merasa sudah melakukan kesalahan dengan menyerahkan putri saya sebagai tumbal" Luciano bercerita tentang kebingungannya, begitu juga semua orang tidak bisa berpikir dengan baik.


Luciano meminta maaf kepada putrinya dan berjanji akan hidup dengan benar kedepannya. Tuan Liam menembak pinggang Luciano dengan senyum sinis khas yg ang sering ditunjukkan nya. Sedangkan yang lain tidak menduga akan hal itu.


"anggap saja sebagai kenang-kenangan bahwa anda pernah berhadapan dengan saya, jaga putri mu dengan baik" kata tuan Liam, yang sengaja memberikan luka pada Luciano karena ketua gangster itu sempat menawarkan diri membantu mencari keberadaan Nadila namun di tolak oleh tuan Liam karena dia tidak ingin berutang pada siapapun dengan alasan apapun.

__ADS_1


__ADS_2