
Pekerjaan di kantor membuat sekretaris Ken kewalahan karena tidak hanya bekerja di kantor sekretaris Ken juga harus membawa pekerjaan ke rumah utama, bagaimana pun tuan Liam adalah otak dari semuanya. Nadila merasa kasihan pada Sekretaris Ken sehingga berusaha membujuk tuan Liam untuk bekerja kembali.
Sekretaris Ken bersorak hore mendengar dukungan nona muda yang merupakan alasan tuan Liam tidak masuk kantor. Percayalah membujuk tuan Liam tidak lah mudah, Nadila perlu tenaga dalam untuk melakukannya dan menciptakan logika aneh yang membuat si bucin bingung.
"apa kamu yakin tidak apa-apa sendirian sayang?" kekhawatiran yang tidak terbayangkan lebih mengarah pada tingkah lebay akut.
"iya, muachhh pergilah bantu sekretaris Ken" tuan Liam tidak jadi mengambil cuti dengan terpaksa datang kekantor untuk menyenangkan hati sang istri bukan karena ingin meringankan beban Ken.
Seluruh karyawan mendapat kejutan oleh kedatangan presdir yang di nyatakan libur, apa mereka melakukan kesalahan atau ada kesalahan di perusahaan. Bahakan meeting di hadiri dengan semangat oleh tuan Liam, ini terlalu mendadak bagi semuanya suasana yang awalnya santai berubah jadi tegang.
"mulailah meeting nya" perintah Ken.
pembicara mulai menyalakan layar dan memulai presentasi sambil menunjukkan produk terbaru yang dipromosikan hari ini.
produk krim pemutih kulit agar lebih mulus dan bersih khususnya di area wajah adalah bahan pembicaraan hari ini. Seorang asisten mendekatkan sampel pada sekretaris Ken untuk memeriksa label dan tentunya bahan yang mencurigakan. Sekretaris Ken kurang tertarik dengan produk kali ini, untuk itu tidak menanggapi banyak lagi pula keputusan di tangan tuan Liam.
"produk ini telah teruji klinis tuan dan baik digunakan mulai dari usia dini" jelas pembicara.
Tuan Liam mengamati krim yang sedang dibicarakan, merasa heran dengan pemunculan produk itu karena setahunya itu produk lama.
"bukan kah ini krim yang sama dia tahun lalu? hanya saja di sini ada perubahan walau hanya beberapa, jelaskan!" tuan Liam yang mau ke intinya.
"benar tuan ini krim wajah z*l**** yang banyak di pasaran, tapi kami telah melakukan pembaharuan. Sebagai mana yang anda sampaikan ada perubahan, krim terbaru ini lebih cepat terlihat hasilnya dari produk lama. krim yang dulu memang menjaga kesehatan wajah tapi dalam jangka yang lama namun kali ini kami berhasil menciptakan krim yang dapat dirasakan khasiatnya dalam dua Minggu setelah penggunaan" kata tuan Nanda menjelaskan lebih rinci.
Tuan Liam mulai mengerti, mengingat krim itu mendapatkan sertifikat uji PBOM maka tidak masalah untuk di diperjual belikan.
__ADS_1
"tetap berikan peringatan untuk memakai sesuai dengan prosedur yang dibuat, saya rasa ini krim yang sensitif buat juga peringatan bagi pengguna untuk berhenti memakai saat merasa tidak cocok" meeting selesai tuan Liam mengizinkan produk terbaru itu di pasarkan di bawah pengawasan perusahaan Dewantara group.
Tuan Liam pergi meninggalkan ruang meeting dengan tingkah konyol membawa sampel tersebut di kantongnya, apa tuan Liam berencana membuat wajahnya kinclong dengan benda itu? tentu saja tidak dia menyimpan di dalam ruangannya entah untuk apa dia melakukan itu.
"apa-apaan aku ini, kenapa membawa benda aneh ini bersamaku, ch baiklah benda itu akan ku izinkan di pasarkan selama tidak memakan korban" Liam
Setelah merasa tenang tuan Liam menelpon Ken yang duduk tidak jauh dari meja nya, pria itu sedang menunggu perintah sedari tadi. Suara hp Ken dan yang menelpon adalah tuan Liam yang ada dihadapannya.
"apa kamu tahu siapa yang membuat krim aneh yang mereka bahas tadi? cari tahu siapa pengedarnya dan proses pemasarannya" perintah tuan Liam
"baiklah tuan muda" jawaban malas dari sekretaris Ken.
"ini seperti main telepon telponan saja, saya berada didepan anda lalu apa gunanya sambungan telepon ini" kesal Ken seakan membanting hpnya.
pergerakan Ken tidak dihiraukan oleh tuan Liam, dia merasa yang dia lakukan barusan sudah sewajarnya. Ken meninggalkan tuan Liam yang terlihat stres itu kalau lama berada di sana mungkin ada hal konyol yang terjadi. Belum jauh Ken melangkah dari pintu hp kembali berbunyi, Ken terpaksa kembali kedalam ruangan bencana itu.
"hm, ayo pulang" kata tuan Liam mengambil jasnya, dia sudah tidak sabar ingin sampai dirumah dengan cepat.
Ken merasa kedatangan tuan Liam sangat tidak membantu, tuan Liam mengacau pikirannya seharian ini seperti di perjalanan pulang telinga Ken seakan berasap mendengar ocehan tidak jelas dari kursi belakang, mereka terjebak macet. Tuan Liam yang merasa penat membuka kaca mobil untuk mengamati dengan jelas kejadian tanpa disadarinya ada yang mengamati dari jauh.
Ken mengamati sekitarnya dan kemudian keluar memeriksa penyebab kemacetan, Di depan sana ternyata ada kecelakaan tabrakan beruntun yang melibatkan beberapa pihak pengendara yang lewat.
"kecelakaan macam apa itu?" Ken merasa bahwa masyarakat semakin tidak taat peraturan lalu lintas, menyelesaikan masalah sepele sangat berlama-lama menyebabkan macet saja.
"kamu memberi mereka uang" tuan Liam tidak menyangka Ken bisa membubarkan keramaian dengan cepat.
__ADS_1
"beberapa lembar tidak masalah kan tuan muda?" jawab Ken.
Tuan Liam hanya setuju karena yang di kepalanya hanya sampai dengan cepat. Seiring berlalunya mobil mereka seorang yang bermotor memasang earphone ke telinganya mengabarkan sesuatu kepada orang di balik earphone.
"target sendirian" lapornya.
"baik tuan" begitulah orang itu bertukar informasi, mereka sedang mengamati perjalanan tuan Liam.
Tuan Liam sedang memeluk rindu istrinya. melakukan wawancara dari a sampai z. bahkan Nadila tidak habis pikir dengan kegilaan pria manja di hadapannya.
"katakanlah kalau kamu bosan sendirian sayang, maaf karena meninggalkan kalian terlalu lama" kata tuan Liam
"aku tidak apa-apa, tapi sekarang aku lapar" Nadila memang benar-benar lapar tapi tidak ada makanan yang cocok di lidahnya.
Disinilah tuan Liam berada, dia sedang berperang dengan menggunakan spatula yang menciptakan bunyi nyaring di dapur. Kapasitas dapur yang luas menjadi sempit kalau sudah berurusan dengan tuan Liam. Pak man dengan sabar menemani kerusuhan dapur yang di sebabkan oleh manusia tanpa dosa.
"pak Man apa rasanya sudah pas?" tanya tuan Liam pada pak Man
"anda cukup pandai memasak tuan muda" puji pak Man.
"ini untuk istri dan putraku pak" tuan Liam sangat senang bisa menyelesaikan misi memasaknya dengan wajah yang terbalik dan minyak yang bercipratan di mana mana dan jadilah telur gulung versi tuan Liam dengan saus tomat membentuk smile
penciuman ibu hamil sangat tajam, Nadila sudah sampai didapur dan melihat berantakannya dapur itu. Melihat penampilan tuan Liam dapat disimpulkan bahwa pelakunya adalah juru masak yang bersertifikat.
"apa yang terjadi disini" Nadila kebingungan.
__ADS_1
"sayang apa kamu lapar sekali? baiklah ayo kamu makan dulu biar kan mereka membereskan kekacauan yang mereka lakukan. Para pelayan itu sangat payah dalam memasak sayang untuk itu aku mengambil alih memasak biar kamu bisa makan dengan cepat" tuan Liam menuntun langkah Nadila.
Yg terlihatlah potongan telur gulung didepan nya, Nadila senang dan langsung menghadiahkan pelukan cium untuk suaminya, sungguh tidak tahu tempat nona muda anda telah menodai mata para pelayan bahkan ada yang baper melihat kemesraan kalian. Nadila makan tanpa sisa, dia sungguh sangat lapar.