Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 92 Jadi ini wanita yang di cintai ya?


__ADS_3

Hendra dapat melihat kekesalan nona mudanya walau begitu akan selalu terlihat manis. Tanpa sadar mengagumi pilihan tuan mudanya yang sempurna. Di tengah perjalan pulang seorang berkendara motor sengaja menyelip di depan mereka, keahlian Hendra dalam mengemudi dapat menghindari tabrakan itu.


"menunduk lah nona, jalanan sedang tidak aman" kata Hendra mempercepat lajunya.


Nadila merasakan ada yang tidak beres hingga suara detik terdengar olehnya "suara apa itu?" katanya.


Hendra juga mendengar namun bukannya berhenti dia semakin mempercepat laju mobil sambil melihat jam tangan yang melingkar di lengan kirinya. "nona tetaplah tenang saya janji akan mengantar anda ke rumah utama tepat waktu"katanya.


Di sini, sebuah gudang terikat seorang wanita cantik dengan mata tertutup kain, dia meronta melepaskan diri. "lepaskan aku!" katanya memelas kepada pria tua itu.


Bukannya mendengar permohonan wanita malang itu di seret ke dalam kamar. Kamar itu tertutup untuk pria tua Bangka "jadi ini wanita yang bocah itu, hahaha seleranya lumayan juga. Istri presdir Dewantara group, tuan muda Liam namanya, haruskah saya memanggil anda dengan sebutan nyonya Dewantara hm?" katanya. Dia adalah Geronimo yang sedang melakukan aksi kotornya.


Wanita itu meludahi wajahnya menghindari sentuhan tangan Geronimo padanya. Namun bukannya berhenti tapi semakin menjadi-jadi "saya bukan istri tuan Liam" katanya membela diri walau sedikit


"dan itu membuat saya percaya? kamu sangat seksi haha" Geronimo melakukan kemauannya diiringi teriakan yang melengking.


"tidakkkkk" namun sudah terlambat.


"Shila, ini adalah akhir dari obsesimu" wanita itu Shila yang mengaku di nikahi tuan Liam ternyata berujung maut baginya. Dia menyesalinya di sisa kesadaran yang dimilikinya.


kecepatan maksimal tidak dapat membawa mereka sampai pada tujuan, hitungan mundur pada benda dalam mobil itu tidak berhenti. Namun, Hendra dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, Nadila di amankan di rumah utama. Setelahnya Hendra membawa mobil menjauh dari pusat kota bersama seseorang di mobil itu.


"tuan, dari sisi manapun yang di potong, bom waktu ini akan tetap meledak" katanya


"turunlah" kata Hendra membawa mobil itu sejauh jauhnya.

__ADS_1


pria berbadan kecil itu pulang dengan berjalan kaki sejauh sepuluh kilometer baru menemukan kendaraan umum. Sedangkan di rumah utama Nadila menangis ketakutan dia memeluk putranya erat.


"sayang kamu baik-baik saja? ada yang terluka?" tuan Liam datang langsung memeriksa keadaan nya. Nadila menggeleng dan memeluk suaminya ada ketakutan dihatinya. "itu... supir pergi dengan mobil yang ada bom" katanya


"apa dia baik-baik saja?" lanjutnya.


"mobilnya meledak di tengah jalan tuan muda , terbakar hangus tanpa sisa" suara Ken. Mendengar itu, Nadila histeris membayangkan kobaran api ledakan itu. Baby Rans juga ikut merengek.


Pelaku telah di selidiki dan ini sangat jelas telah mengibarkan bendera perang, kali ini tuan Liam tidak tinggal diam, hembusan angin akan berubah menjadi badai jika sudah waktunya. Tidak terima dengan keadaan istrinya yang mengeluarkan air mata, air mata itu tidak akan di biarkan sia-sia akan ada kobaran api yang tidak padam.


Berita sangat cepat sampai di telinga Matteo, sekarang dia juga ikut bergabung untuk bersenang senang. Setelah menyapa Nadila kakak iparnya dia kembali ke paviliun untuk mengasah taringnya. Namun tatapan tuan Liam yang tidak lepas darinya membuatnya salah tingkah.


"kamu tambah glowing saja" ditengah ketegangan rencana pembalasan masih sempat-sempatnya melucu.


"byurrr" air keluar dari mulut Matteo, penilaian sudut pandang Liam menjatuhkan harga dirinya "apa maksudmu sialan!" meletak gelas di meja.


"saya harap gender anda belum berubah tuan Matteo" Ken yang mengitari sofa ikut bergabung.


"apa kamu percaya setelah melihatnya langsung" kesal Matteo.


Tuan Liam ingin tahu dari mana kulit putih yang di miliki Matteo, dan dari situlah ceritanya " Beberapa Minggu lalu seorang gadis berambut pirang melintas di depanku jadi aku termotivasi merubah tampilan.


"apa saya tidak yakin" Ken di hati.


Pembahasan kulit glowing di sudahi, sekarang waktunya memperingati. Mereka menuju lokasi Geronimo. Sangat mudah menemukan keberadaan si kakek tua yang suka memancing keributan dalam misinya. Hujan peluru di lepaskan oleh kelompok Matteo agar orang yang di dalam rumah keluar menyambut mereka.

__ADS_1


Benar saja beberapa orang keluar dan berhasil di basmi oleh Matteo " masuklah kawan, mereka urusanku" katanya.


Dengan santai tuan Liam masuk dan memulai aksinya, tidak perlu mengotori tangan untuk menyentuh tubuh orang-orang yang tidak tahu diri, cukup tempelkan beberapa bom waktu didinding. Dengan kecanggihan teknologi tidak heran jika itu bisa di lakukan dengan menarik pelatuk di pistol semua bisa beres.


"beraninya mengganggu ketenangan ku, akan ku bunuh kau!" teriakan seseorang dari belakang, mengejutkan tentu saja tidak. Tuan Liam memutar badannya untuk bisa menatap lawannya"dorrr" satu tembakan lepas tepat di kaki pria tua yang tidak lain Geronimo.


"beraninya kau mengganggu istriku!" suara kemarahan tuan Liam.


"hahaha, apa itu menyakitkan anak muda. Saya akui istrimu ***** dan mengg**r*hkan, dia menguras tenagaku. Dia sedang tertidur manis di kamar apa kamu ingin melihatnya? hahaha " seruan mengejek dari Geronimo, tembakan yang di berikan akan hilang sakitnya saat dia membayangkan wanita yang baru saja dia tiduri.


"beraninya kau! tapi sayang sekali istriku sedang duduk manis di rumah" ejekan itu mengubah ekspresi kepuasan Geronimo. Dia telah salah membawa orang sangat keliru karena tidak menyelidiki terlebih dahulu.


wanita itu di seret keluar oleh Matteo"pulanglah nona" katanya, Shila pergi dengan mobil yang di berikan Matteo. Melihat pemandangan itu Geronimo marah besar, dia mengambil pistol dan hendak menembak tuan Liam tapi terlambat Matteo lebih dulu menendang pinggangnya yang sudah rapuh.


Geronimo berdiri kembali tanpa rasa takut "sekarang tidak perlu menunda untuk melenyapkan keturunan Umbara, hari ini adalah kematian mu Liam " Geronimo lagi lagi berusaha mendekati tuan Liam, dan pergulatan mereka terjadi. Umur yang sudah menuai itu ternyata masih kokoh, dengan beberapa luka akhirnya Geronimo berjongkok memegang lantai.


Mereka meninggalkan rumah penuh noda darah dengan sangat gagah "rumah ini akan menjadi kuburan bagimu" kata tuan Liam menghitung mundur bom waktu. Geronimo hanya pasrah di kelilingi api yang besar dan juga telinga yang berdengung mendengar ledakan yang besar di mana-mana.


Diamnya tuan Liam karena masih memberikan kesempatan tapi tangisan istrinya harus di balaskan dengan cara yang sadis, Matteo cukup puas bersenang-senang hari ini. Selepas melakukan misi kecil mereka menghabiskan waktu di club' seperti biasa.


"apa kamu tidak merasa tersaingi oleh Aditia"kata tuan Liam


"tentu saja tidak disini sangat banyak wanita, Aditia saja yang kesepian sehingga terlalu cepat mengakhiri masa lajangnya" harus di benarkan juga Matteo.


"jadi kamu sedang m menyamakan ku dengannya?" kata tidak terima

__ADS_1


"menurutmu?" Matteo sangat bersemangat mencari perlawanan pria sensitif.


__ADS_2