Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 14 asisten


__ADS_3

keesokan harinya


"hari yang cerah" Nadila sangat menikmati hari ini dia tidak sadar kehidupan yang sebenarnya akan dimulai. Bagas sudah bisa akrab dengan Nadila Bahkan bercanda bersama.


"Nadila akhir pekan kamu ada waktu tidak?"


"kenapa"


"jalan yuk"


"kurang tahu gas tapi nanti ku kabari deh."


"Belinda ikut kok, iya kan bel kita jalan jalan Aku yang traktir ok."


"oke deh."


mereka sepakat akan pergi di akhir pekan.


sekretaris Ken sepertinya menyukai ruang divisi marketing dia seperti hantu muncul tanpa peringatan


"sedang apa kau disini?" kata kata itu tertuju pada Nadila menarik semua perhatian karyawan.


"aku terkejut, cih aku penasaran apa dia benar benar hantu tidak...!" Nadila menjerit dalam hati.


"ada yang bisa saya bantu tuan"


"sepertinya anda benar benar lupa!"


"apa?"


sekretaris Ken memberi isyarat untuk diikuti oleh Nadila


"kau memang senang bermalas malasan ya nona"


"maksud anda?"


"huh apa anda lupa dengan surat yang anda tanda tangani semalam?"


Nadila membuka surat yang di berikan sekretaris Ken dan dia terkejut.


"saya menolak tuan! tidak!"


"kenapa kau selalu berteriak." bukan sekretaris Ken tapi tuan Liam mereka sedang berada diruangan Presdir sekarang.


"ini sudah sangat terlambat." lanjutnya berjalan keluar kantor.


Nadila masih mematung.


"anda adalah asisten pribadi tuan muda sekarang."


"aku tidak mau."


"anda sudah setuju."


"kau mengelabui ku kemarin"


"cepatlah tuan muda tidak suka menunggu."


Nadila masih bingung tapi dia mengikuti saja.


Nadila duduk di samping kemudi mobil sedangkan tuan Liam tetap di kursi penumpang belakang.


Nadila melirik kursi belakang sepertinya tuan Liam sangat sibuk.


"sekretaris Ken Kita mau kemana"


"tentu saja bekerja nona."


"sudah ku bilang aku tidak mau"


"anda tidak punya pilihan"


tuan Liam terganggu dengan kedua orang itu.


"mengemudilah dengan benar Ken"


itu sudah cukup menjadi sebuah teguran.

__ADS_1


mobil berhenti di pusat perbelanjaan ternama di kota itu kedatangan Presdir di mall itu membuat semua orang gelagapan, mereka tahu sedang berhadapan dengan siapa jangan sampai ada kesalahan


"Carikan gaun untuknya!" memerintah seorang karyawan itu, Nadila terkejut


" tidak"


" ini adalah bagian dari pekerjaan nona"


Nadila mengikuti pelayan itu memilih gaun dan beberapa pakaian modis, sungguh Nadila berubah jadi seorang putri saat mengenakan beberapa gaun semua cocok untuk dia kenakan.


berjalan tampil di depan tuan Liam.


"tukar kau tenggelam dengan gaun itu"


Nadila mengganti lagi


"mengapa kau semakin jelek"


berulang kali dan tidak ada yang pas di mata tuan Liam.


"tutup saja tempat ini Ken" tuan Liam mulai kesal.


"tuan muda komentar anda sangat bertentangan dengan kenyataan, harus kah saya menilai ada yang tidak beres dengan nona Nadila."


"Ken !"


"kita coba gaun terakhir tuan mungkin nona Nadila punya pilihan sendiri" melirik Nadila, kalau tempat itu di tutup akan sangat merepotkan masih banyak yang harus di selesaikan hari ini.


"baiklah gaun warna hitam itu" tuan Liam menyadari tatapan Nadila beberapa kali tertuju pada gaun hitam yang tertutup tapi elegan cocok dengan kulitnya yang putih.


Nadila muncul dengan gaun pilihan terakhir.


"kau menyukainya?"


"hah" Nadila terkejut.


"baiklah" kata tuan Liam finish.


"tidak tuan maksud saya ini terlalu mahal, lagian untuk apa gaun semahal ini sayakan tidak pergi ke pesta "


"tuan Liam mau pergi kemana sekretaris Ken "


"tentu saja memilih pakaian nona."


"apa? kenapa tidak dari tadi"


"tuan muda tidak percaya anda bisa memilih gaun sendiri"


jawab seperti itu saja.


tidak lama tuan Liam muncul dengan balutan jas yang sangat pas di badannya dia tampil sangat sempurna Nadila bahkan tidak berkedip melihatnya.


"apa kau sudah puas" suara tuan Liam membawa Nadila kembali ke dunia nyata


"tidak" jawaban reflek itu membuat sekretaris Ken tidak bisa menahan tawanya


"bagaimana?"


"apa?" Nadila bingung


"penampilanku bodoh saya sudah menilai saat kau memilih gaun sekarang giliranmu"


Nadila melirik sekretaris Ken tapi sekretaris Ken hanya Menaik kan bahunya.


"mengapa kau selalu membuat saya menunggu"


"ah, iya tuan ini sangat cocok dengan anda."


"apa terlihat tampan"


Nadila degdegan karena jarak mereka yang terlalu dekat.


"tuan muda apa saya bisa menilai situasi ini. anda bahkan bersikap aneh sekarang."


sekretaris Ken mengantar kedua orang itu


"nanti malam anda akan menemani tuan muda ke acara lelang nona"

__ADS_1


"bukankah ada kau sekretaris Ken"


"itu salah satu pekerjaan anda nona."


"salah satu."


"ya, selebihnya ada dalam map coklat itu"


setelah acara negosiasi dengan sekretaris Ken yang tidak menguntungkan Nadila sama sekali itu, sekretaris Ken mengantar Nadila ke salon untuk berias.


"mengapa harus aku dan aturan macam apa itu aku tau gajinya memang sangat besar tapi bersama dengan tuan Liam selama 24 jam sungguh tidak masuk akal akh menyebalkan"


"riasan anda sudah selesai nona tidak terlalu dipoles karena wajah anda sudah terlihat cantik dan sedikit imut." kata mua itu, merasa beruntung melayani orang penting yang berkaitan dengan tuan Liam dia akan mendapat tips dari sekretaris Ken secara pribadi.sepertinya sekretaris Ken seorang cenayang dia muncul sangat tepat waktu menjemput Nadila.


mereka bertiga memasuki ruang pelelangan Nadila duduk di sebelah tuan Liam walau terlihat canggung tapi diusahakannya agar tidak membuat malu tuan Liam.


pelelangan dimulai, bahan lelang adalah


sebuah batu giok dengan harga yang fantastik di tawar banyak pengusaha tetapi tuan Liam tidak tertarik sepertinya dia menunggu lelang utama.


kalung permata yang di ukir dengan sangat menarik sudah lama di incar tuan Liam batu itu sangat indah jika dikenakan.


semua tamu menawar dengan harga tinggi. 500jt, 750jt,.


"tawar lah" perintah tuan Liam


"apa?"


"tawar kalungnya Nadila." ini pertama kalinya tuan Liam menyebut namanya.


"saya harus apa?"


Nadila tidak tahu harus menawar berapa itu terlalu Mahal tapi dia menyukai kalung itu sangat jelas dari pandangan nya.


"1 miliyar" tawar tamu itu lagi.


"apa kau mau kalah lakukanlah demi aku Nadila" kata liam


"berapa?"


"sebutkan saja seberapa bernilai batu permata itu di matamu"


pelelangan akan di tutup tapi Nadila masih diam tuan Liam sangat santai. sekretaris Ken Samapai geleng geleng kepala melihat pemandangan didepannya.


"baik dalam hitungan tiga kita tutup dengan harga 1M" kata MC itu


"satu... dua... "


Nadila angkat suara.


"ya nona cantik anda menilai berapa?"


Nadila melirik tuan Liam, anggukan tuan Liam memberi izin.


"1,5M"


semua orang tercengang ini pelelangan yang menarik.


"luar biasa hadiah jatuh ke tangan nona berbalut gaun hitam kalung ini cocok untuk anda nona".


pelelangan selesai Nadila sangat senang bisa memenangkannya.


Di perjalanan pulang Nadila memberanikan diri bertanya


"boleh kah saya pulang ke kontrakan tuan saya ingin menjemput barang saya."


"sudah saya pindahkan semua" jawab Ken


"hei saya tidak bertanya pada anda sekretaris Ken!"


"tentu saja nona"


Nadila berfikir tidak buruk jika hanya tinggal serumah bukan.


mulai saat itu Nadila tinggal di rumah berbentuk istana itu, tugasnya mengurus keperluan tuan Liam sampai hal sekecil apapun dan juga mengikuti kemanapun tuan Liam pergi itulah perintah sekretaris Ken.


Memenuhi keinginan tuan Liam adalah tugas mulia mengingat kata kata itu setiap saat sudah membuat Nadila menjadi gila.

__ADS_1


__ADS_2