Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 96 dia sudah menikah


__ADS_3

Pertemuan dengan klien kali ini di hadiri oleh tuan Liam dengan sangat antusias tanpa merasa terbebani. Mereka pergi kekota C untuk membahas proyek pembangunan mall untuk memperluas wilayah marketing mereka. Pembahasan proyek itu berjalan dengan lancar tanpa ada simpang siur atau sejenisnya, kesepakatan yang saling menguntungkan dua belah pihak yg elah di lakukan.


Pembahasan berubah saat memasuki acara makan siang, dapat di baca oleh sekretaris Ken kalau tuan Ridwan menatap lain pada tuan Liam. Ada keinginan terselubung di balik kalemnya pembicaraan itu, namun Ken tetap pada posisinya hanya mengawasi tuan Liam dan tidak ikut menimpali pembicaraan tuan Ridwan yang mulai mengakrabkan diri.


"sangat di sayangkan tuan Liam, saya sedikit kecewa dengan berita pernikahan anda. Pertemuan kita sungguh terlambat, saya memiliki seorang putri namun mendengar pernikahan anda sangat tidak mungkin" Ungkapan kecewa tuan Ridwan dengan nada bicara yang sangat ramah.


"putri anda akan beruntung suatu saat nanti" kata tuan Liam melirik kearah Ken.


Tuan Ridwan mengerti maksud tuan Liam namun itu membuat nya urung sangat tidak mungkin mendorong putrinya kepada sekretaris Ken yang menyeramkan.


"mungkin putri anda punya selera tersendiri tuan, tidak perlu menjodohkannya" sela sekretaris Ken.


"anda benar sekretaris Ken, putri saya memang sangat lah aktif dan bahkan sering menghabiskan waktu bersama teman-teman nya"


pembicaraan ringan selesai dengan alasan kesibukan yang banyak dan banyak tempat yang di tuju. Tuan Liam ingin segera menyelesaikan pekerjaan sebelum malam, mereka menuju kantor Dewantara group untuk menyelesaikan beberapa laporan.


"apa kamu tidak berniat mencari pasangan Ken?" pertanyaan yang terlalu terburu buru mendapat respon rem mendadak.


"sialan!" tendangan dari kursi belakang menggoncang Ken yang duduk di kursi kemudi


"sepertinya rem mobil ini sudah lama tidak di servis tuan" alasan macam apa itu Ken.


Mobil melaju lagi dengan santai, Ken sempat berpikir bagaimana dia bisa terkejut dengan pertanyaan itu, memilah-milah kata menikah tersebut Ken teringat dengan seseorang "apa anda tahu kalau Hendra sudah beristri tuan?" tanyanya.


"apa itu penting bagiku Ken" kesal tuan Liam

__ADS_1


"saya memberi Hendra cuti penuh karena istrinya yang akan melahirkan tuan, selain lukanya yang belum pulih untuk itu saya memberinya hadiah atas pengorbanannya waktu itu" jelas Ken.


Sangat lama tuan Liam terpancing dan mulai berpikir kapan pengawalnya itu menikah, bukankah kakek pernah berkata kalau beberapa pengawal yang di tempatkan di sisinya belum menikah, semua masih muda dan lajang. Kakek menempatkan mereka agar tidak ada beban yang mengancam para pengawal yang menimbulkan resiko dan pengkhianatan.


"sejak kapan dia menikah Ken?" tuan Liam penasaran


"anda bisa memprediksi dengan istrinya yang akan melahirkan" jawabanmu akan mendapat Karma Ken, lihat saja ekspresi tuanmu itu.


"saya rasa sebelum menjadi pengawal anda, dia sudah berhubungan dengan istrinya" lanjut Ken


Tuan Liam mulai membuka daftar pengawal di hpnya beberapa yang mungkin rahasia dan hanya dia yang mengetahuinya. dia mendapati identitas Hendra yang belum berubah. Hal itu membuatnya diam saja baginya itu tidak penting, pengawalnya juga memiliki private tersendiri.


Itu tidak berlangsung lama karena Ken sudah membongkarnya "dia menikah dengan mantan kekasih anda tuan muda, nona Jennie" bagai di sambar petir perkataan Ken sungguh di luar dugaan.


"katakan dengan benar Ken!" suara tuan Liam meninggi.


"sekarang mereka hidup sederhana" Ken.


"baiklah pastikan semua baik-baik saja, apa istriku Dila mengetahuinya?" tanya tuan Liam memastikan.


"tidak ada yang mengetahui semua ini rahasia tuan muda" Ken tidak ingin menimbulkan masalah dan segera menyelesaikan segalanya jika perlu.


"atur pertemuan empat mata dengan Hendra" tuan Liam serius dengan perkataannya, sekretaris Ken tidak dapat membantah hal itu. Jika di pikir-pikir tidak ada masalah yang menimbulkan korban jiwa kalau seandainya mereka bertemu, sesampai di dalam kantor Ken tidak membuang waktu langsung berkutik dengan hp canggih miliknya.


Tuan Liam bekerja dengan sangat mulus hari ini, semua dokumen selesai di tanda tangani tanpa berlama-lama dan menumpuk. Sekretaris Ken masih fokus pada hp nya, tuan Liam sampai terheran ini pertama kalinya sekretaris Ken berlama lama dalam mengirim pesan bahkan dia terlihat sedang menunggu balasan pesan itu. Tidak lupa sesekali sekretaris Ken berpikir tentang sesuatu dan kemudian mengetik nya di hp, sangat jelas kalau dia sedang berkirim pesan dengan seseorang.

__ADS_1


Tuan Liam berjalan pelan untuk mendekati Sekretaris Ken yang berlaku aneh. Kedatangannya di sadari oleh sekretaris Ken sehingga tidak sempat memergoki isi pesan itu. "anda sudah selesai tuan?" kata Ken menyimpan kembali hp kedalam kantong jas kiri nya.


"hm, apa kamu sedang dekat dengan seorang wanita?" Nah kan, rasa penasarannya belum selesai. "aku akan bahagia jika begitu adanya Ken" lanjutnya dalam hati.


"saya akan mempertimbangkannya tuan muda" jawaban yang mematahkan rahang orang. Sekretaris Ken belum menemukan tambatan hati nya, dia terlalu alergi jika membahas tentang genre itu.


Sekretaris Ken sedikit berpikir hal penting "tuan muda"


"hm, katakan kapan kamu akan memperkenalkannya padaku" masih berdiri pada argumentasi yang tersusun di kepalanya.


"sebaiknya anda banyak minum air mineral tuan muda, saya hanya ingin menambah pengawal untuk nona muda dan tuan muda kecil kedepannya" jelas Ken


Tuan Liam tidak heran dengan ke kewaspadaan Ken yang tetap mengutamakan dirinya, perlakuan Ken selalu membuatnya merasa di lindungi. Sekretaris Ken sangat detail tentang kepentingannya, terkadang tuan Liam merasa menjadi orang yang tidak berguna karena tidak bisa melakukan hal yang sama untuk Ken.


Jam empat berlalu seperti biasa sekretaris Ken mengantar tuan Liam pulang dan kemudian pergi entah kemana. Pak man sudah bersiap di depan pintu rumah utama menunggu kedatangan tuannya, menggantikan mama muda yang repot dengan putra nya.


"selamat datang kembali tuan muda" sambut pak man.


"hm, dimana istriku pak?" tuan Liam merasa rumahnya hening.


"sedang di kamar tuan muda kecil" jawab pak man.


Tuan Liam langsung mendapati keberadaan orang tersayangnya sedangkan pak Man pergi mengantar tas kerja kedalam ruang kerja. Pak man sempat di kagetkan dengan kemunculan Ken di belakangnya. "tuan belum pulang?" kaga nya.


"bagaimana keadaan rumah utama pak?" pertanyaan seperti itu sangat di kenali oleh pak Man, Ken tidak akan bertanya jika semuanya aman.

__ADS_1


Sesuai permintaan dari Ken pak Man membiarkan Ken menonton semua rekaman CCTV rumah tanpa terkecuali, bahkan lorong kamar para pelayan di periksa oleh sekretaris Ken. Setelah selesai barulah sekretaris handal itu meninggalkan rumah utama dengan mobil yang berbeda.


__ADS_2