Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 6 pekerjaan lain


__ADS_3

"selamat pagi tuan muda" sekretaris Ken yang paling bisa diandalkan sudah standby di ruang makan menunggu tuan Liam sarapan.


"hmm. pagi Ken" ya jawab begitu saja tuan muda.


"tuan muda hari ini ada meeting, jam 10.00 wib, dilanjutkan pemantauan lokasi pembangunan taman bermain di kota C dan selanjutnya akan ada makan malam bersama beberapa kolega bisnis di restoran xx" pembacaan jadwal selesai.


"hhmm"


"ahh aku kesal sekali. bahkan dia tidak berterima kasih " menggerutu dalam hati saja.


ya itulah sifat dari tuan muda Liam. hemat bicara, nyaris tidak berekspresi, dan selalu diselimuti kesempurnaan karena ketampanan yang melekat padanya. membuat setiap orang lupa betapa menyeramkan tuan muda itu. bahkan dengan sifatnya yang seperti itu banyak wanita yang tergila gila padanya.


meeting berlangsung dengan tenang. tuan Adam manajer yang dipercaya menjalankan proyek pembangunan panti asuhan mulai membuka suara, menjelaskan dengan detail dan sangat hati hati.


"demikian tuan muda" kata tuan Adam


"baiklah Tuan Adam. terimakasih kerja samanya. meeting selesai." tutup sekretaris Ken.


setelah semua bubar sekretaris Ken melirik tuan mudanya.


"apa apaan ini, bahkan dia tidak bicara. aku ingin memukul kepalanya" lagi lagi bertengkar dalam hatinya


"Ken"


"iya tuan muda"


" lakukan pemantauan. saya tidak ingin ada kesalahan. kamu tau pasti betapa berartinya pembangunan ini bagiku." ada gurat yang tidak bisa diartikan di wajah tuan Liam.


"baik tuan muda"


sekarang Ken mengerti dibalik rasa diam yang ditunjukkan tuan mudanya. sekretaris Ken tidak ingin kecolongan dia harus bisa mencapai keinginan tuan mudanya.


Dilantai 7 gedung yang sama Nadila yang duduk bersebelahan dengan belinda bergelut dengan surat surat yang menggunung. Nadila bekerja keras sekarang, apalagi dia memiliki utang kepada atasannya bahkan dia tidak punya banyak waktu istirahat.


"nad, ayo istirahat waktunya makan siang" ajak Belinda.


"iya duluan lah aku bawa bekal tadi"


"baiklah, jangan sampai telat makan cacing diperut mu bisa demo nanti hahaha"


"iya iya."


Belinda memperhatikan Nadila


"Nadila memang pekerja keras, bahkan tidak mau meninggalkan meja kerjanya dia pasti kelelahan"


*begitulah setiap hari setiap penghuni bumi tidak perna lepas dari kata kerja. selalu bekerja dan bertahan hidup dengan caranya*.


Nadila menyambung kerjanya di restoran Jepang demi menambah keuangannya.


di kejauhan ada seseorang yang memperhatikannya dan bahkan menunggu restoran itu tutup. pukul 22.00wib Nadila bersiap pulang, Di tengah perjalanan pulang seorang pria mencegahnya.


"ternyata kamu bekerja disini nad." kata pria itu.


"Fahri" Nadila mengenal pria itu.


"kau kemana saja nad, aku merindukanmu" kata pria yang bernama Fahri mencoba memeluk Nadila.


"lepaskan aku bajingan." kata Nadila memberontak.

__ADS_1


"hahaha, aku tidak akan melepas mu Nadila sayang kali ini tidak akan ku biarkan kamu lolos"


"tidak! tidak Fahri aku tidak mau tolong... tolong" suara Nadila gemetar disusul tangisan pilu.


Nadila sangat ketakutan Fahri adalah mantan kekasihnya. pria itu selalu menggunakan kekuasaan keluarganya untuk mengencani setiap wanita, bahkan meniduri wanita yang di kencaninya.


"berteriak saja tidak ada yang akan datang menolong mu hahaha" kata Fahri menyentuh wajah Nadila dan berusaha menciumnya.


Nadila menangis histeris ditengah tengah kegelapan, berharap seseorang datang dan membawanya pergi dari situasi itu.


"kau milikku malam ini Nadila sayang, kau tahu aku sudah sangat lama mencari mu"


kata Fahri mengikat kedua tangan Nadila, mulai mendekatkan wajahnya mencium Nadila yang sudah tidak berdaya itu.


"Bukkk. " pukulan entah datang dari mana menjatuhkan Fahri kejalan.


"kurangajar siapa kau! beraninya kau mengganggu kesenanganku" kata Fahri emosi


"bukkk" pukulan bertubi tubi di wajah Fahri.


"beraninya kau." Fahri mulai melawan melayangkan pukulan tapi, sepertinya kekuatannya tidak berarti hingga Fahri terkapar di jalanan.


tubuh Nadila lunglai, rasa telurnya bermunculan melihat kejadian itu untung dia jatuh bertepatan di pelukan pria yang menolongnya dengan tubuh gemetar ia memeluk tubuh pria itu.


"Ken, kita pulang kerumah " kata tuan Liam.


"baik tuan muda"


yah, pria itu adalah tuan muda Liam. lagi lagi Nadila diselamatkan olehnya bisa dibilang tuan muda Presdir Dewantara group telah memecahkan rekor menyelamatkan orang yang sama berkali kali


hening hanya suara tangis Nadila yang terdengar di dalam mobil itu, tuan Liam terasa tidak nyaman hatinya seakan teriris melihat air mata itu, dia membelai kepala Nadila yang ada di pelukannya berusaha menenangkan gadis itu. perbuatannya sempat membuat sekretaris Ken tersedak.


"tentu tuan muda".


"kuharap ini hanya mimpi tuan muda. aihhhh aku ingin mengabadikan momen berharga ini tuan muda hahahh"


Nadila tertidur di pelukan tuan Liam, sepertinya pelukan itu sangat nyaman hingga gempa bumi tidak dapat mengusik tidurnya.


selesai mengantar yang mulia raja ke istananya sekretaris Ken membalikkan badan untuk pulang.


"Ken"


suara itu menghentikan langkahnya


"aku ingin tau siapa pria itu"


"baik tuan muda, besok pagi akan saya bawa berkasnya."


tuan Liam membawa Nadila yang tertidur kedalam kamarnya, meletakan dengan lembut di tempat tidur yang luas itu.


flashback


"Ken"


kata tuan Liam menghentikan gerakan sekretaris Ken untuk menjalankan mobil. Ken tahu tuan mudanya sedang menunggu seseorang dari dalam restoran itu


"sudah berapa lama?"


"hah, apanya tuan muda. bicara lah yang jelas"

__ADS_1


"apa kau tidak mendengar Ken! sudah berapa lama kucing itu bekerja disini."


sekarang sekretaris Ken mengerti topik pembahasannya adalah Nadila.


"sejak tuan melibatkan nona Nadila dalam hutang piutang."


terdengar helaan nafas dari kursi penumpang belakang tidak lama Nadila keluar dari restoran dan tidak jauh Nadila berjalan tiba tiba dia di seret oleh seorang pria.


"sepertinya nona Nadila dalam bahaya tuan" kata sekertaris Ken menyadarkan tuannya


melihat pria yang berusaha melecehkan Nadila membuat darahnya mendidih.


"bukkk, bukkk" pukulan dari tuan Liam beruntun berkali kali.


flash off


tuan liam mengamati pemilik wajah indah dan polos yang dengan tidak tahu diri tidur dengan nyenyak di tempat tidurnya. kadang wajah gadis itu terlihat sedang gelisah dan khawatir.


"kau bahkan ketakutan dalam tidurmu. Lalu apa gaji yang diberi perusahaan kurang sehingga kamu bekerja dimalam hari"


tuan Liam mengomeli Nadila yang entah sedang memimpikan apa sekarang.


pagi hari Nadila terbangun dia terkejut melihat sekelilingnya.


"selamat pagi nona" sapa pelayan


"pa..pagi."


"bagaimana tidur anda nona? sarapan sudah siap di meja makan nona" lanjut pelayan


"maaf, saya ada dimana ya?"


"anda berada di kamar tuan muda Liam, mari nona"


"hahhh... tuan Liam " Nadila terkejut.


bergegas turun mengikuti pelayan ke meja makan.


"maaf bibi, saya harus pergi sekarang saya bisa terlambat masuk kantor"


"hari ini akhir pekan nona, tuan muda juga ada dirumah" kata para pelayan yang menahan senyum. ini pertama kali tuan muda mereka membawa seorang gadis kerumah.


"ternyata kamu sungguh pekerja keras juga ya" suara tuan Liam dari belakang.


"tuan" gumam Nadila.


"habiskan sarapanmu! " perintah dari tuan Liam membuat Nadila takut.


makanan yang mewah dan terlihat enak itu sulit untuk Nadila telan.


"bagaimana tubuhmu bisa cepat besar kalau makan mu sedikit. makanlah yang banyak saya tidak akan menyuruhmu membayarnya, dan karena suasana hati saya sedang baik maka kau di izinkan tinggal disini"


"tidak tuan, saya sudah merepotkan anda saya akan pulang ke kontrakan saya" tolak Nadila cepat


"saya pikir, kalau kamu setuju utangmu bisa saya kurangi 50% tapi sepertinya itu terlalu cepat" kata tuan Liam meninggalkan meja makan.


"ahhh iya, saya lupa tuan hari ini akhir pekan baiklah saya akan tinggal." Nadila sambil cengengesan.


"dasar bodoh. tidak tetap pendirian!" tuan Liam pergi dengan senyum yang sulit diartikan.

__ADS_1


__ADS_2