Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 7 rumah Presdir


__ADS_3

Nadila berdiri mematung didalam kamar tuan Liam sangat banyak hal yang yang dia pikirkan sekarang.


"apa kau terpesona dengan kekayaanku? bahkan air liurmu menetes."


kata tuan liam yang tiba tiba masuk kedalam kamar.


Nadila reflek mengelap bibirnya, tingkahnya membuat tuan Liam tertawa.


"sedang apa kau di dalam kamar?"


"tentu saja tidur tuan berjas." kata Nadila


"kau tidak ingin mengatakan sesuatu?" kata tuan Liam menatap mata Nadila. posisi itu berhasil membuat jantung Nadila berdetak cepat seakan dunianya terhenti.


Nadila teringat kejadian tadi malam


"terimakasih" kata Nadila dengan tertunduk dia sangat bersyukur bisa selamat malam itu.


"itu saja! cih..."


"iya terimakasih sudah mengizinkan saya menginap"


"hanya itu yang ingin kamu katakan" tuan Liam belum merasa puas karena bukan itu yang ingin dia dengar.


"saya akan membalas kebaikan anda suatu saat nanti" lanjut Nadila.


"ahhh sudahlah kamu membuatku kesal."


tuan Liam keluar kamar menuju ruang kerjanya.


jam sembilan sekretaris Ken datang


"selamat pagi tuan muda" kata Ken menyerahkan map coklat


"katakan Ken" menatap Ken dengan tajam karena darahnya sudah panas menyaksikan beberapa foto di depannya.


"pria itu bernama Fahri, dia tuan muda dari keluarga mahres pemilik perusahaan LG group fashion di kota x. tuan Fahri telah banyak mengencani wanita bahkan meniduri mereka dan..." sekretaris Ken ragu.


"dan apa Ken! apa maksud foto itu" tuan Liam sudah tidak sabar.


"tuan muda, dia juga mantan kekasih nona Nadila. menurut penyelidik tuan Fahri memaksa nona Nadila berkencan dan sepertinya nona Nadila memiliki trauma dengannya."


"sial, jangan bilang kalau..."


"tidak tuan, nona Nadila selamat dari jeratan pria bejat itu."


"hmmm" tuan Liam merasa lega.


"tapi perlu anda ketahui bahwa mantan kekasih anda pernah tidur berkali kali dengan pria itu."


"Ken.....!!!!!!" teriakan tidak percaya.


"maafkan saya tuan muda"


sekarang tuan Liam mengerti mengapa mantan kekasihnya meninggalkan nya waktu itu.


...----------------...


suara musik bergema di ruangan itu Dengan suara riuh dan wanita seksi yang sangat menggoda di club' xx.


tuan Liam kembali bergabung dengan teman teman setianya. inilah yang dia lakukan saat hatinya sedang gundah.


"sekarang kau tau betapa genitnya kekasihmu dulu, hahaha bahkan dia sempat menggodaku kawan" kata Matteo


"berhati hatilah dengan ucapanmu Matteo kau bisa saja tidak selamat" nasehat Aditia

__ADS_1


"ternyata pria itu adalah putra mahres"


tuan Liam menikmati minumannya bahkan dia mengusir wanita wanita yang berusaha mendekatinya. pikirannya cukup kacau sekarang hingga dia mulai mabuk.


"tuan muda, anda sudah mabuk" Ken


"diam lah Ken"


tuan Liam terus minum hingga benar benar mabuk.


" bawa tuanmu pulang Ken" kata Matteo menepuk pundak Ken


"kau sudah bekerja keras menjaganya selama ini Ken" kata Matteo pada Ken yang selalu ada di masa masa tersulit sahabat mereka.


Matteo adalah anak konglomerat yang memiliki koneksi di beberapa sektor dunia Bahkan di dunia hitam. tapi, dia selalu tampak seperti orang biasa pada umumnya tidak ada yang tahu selain para sahabatnya. Matteo pemilik club' xx itu yang disediakan untuk kelas atas.


"pulanglah bro lupakan Jennie dan temukan wanita yang lebih baik lagi" kata Aditia menguatkan Liam.


Aditia yang paling mengerti keadaan Liam sejak tuan Dewantara meninggal dan sangat tau bagaimana perjalanan cinta Liam. Aditia seorang dokter yang selalu siap 24 jam untuk sahabatnya Liam.


Ken memapah tubuh tuan mudanya sampai kedalam kamar.


"bibi dimana gadis itu" tanya Ken


"hhmm nona Nadila di kamar tamu tuan."


"panggil dia"


tidak lama Nadila muncul di depan pintu kamar tuan Liam, sekretaris Ken memberi isyarat kepada Nadila.


"tuan"


"masuklah temani tuan muda dia mabuk, jangan takut tidak akan terjadi apa apa cukup temani tidurnya dan pastikan tuan muda merasa nyaman."


tanpa mendengar jawaban Nadila sekretaris Ken pergi.


"aisss dia berantakan sekali. aahh bagai mana ini aku tidak mungkin mengganti pakaiannya. sekretaris Ken sialan mengapa menjebak ku, tapi apa yang terjadi kenapa dia berantakan sekali."


Nadila menggaruk kepalanya frustasi dia teringat perkataan sekretaris Ken


"tuan muda sudah lama tidak mabuk jadi saya merasa bersalah meninggalkannya tolong rawat tuan muda nona"


"apa dia kira aku ini Istri pria gila ini menyebalkan, aku bahkan tidak tertarik sama sekali".


walaupun menggerutu tapi Nadila tetap merawat pria mabuk itu, membersihkan tubuh tuan Liam dan juga mengompres keningnya.


"tuan tidurlah dengan nyenyak saya akan berada disini" kata Nadila hendak beranjak,


tangan Liam mencegahnya dan menarik ke pelukan nya.


Nadila berusaha melepaskan diri tapi kekuatannya tidak sebanding dengan tuan Liam.


"dia mengkhianati ku sampai sejauh itu" gumam tuan Liam.


"mengkhianati " Nadila kebingungan


"aku tidak akan memaafkannya"


"tuan muda tidak apa apa tenanglah"


Nadila berusaha menenangkan tuan Liam mencoba mengelus kepala Liam dengan lembut hingga Nadila ikut tertidur di pelukan tuan Liam.


pagi hari tuan Liam lebih dulu terbangun, wajahnya berpapasan dengan Nadila.


"cantik" sebuah kata yang sangat langkah keluar dari mulut seorang Presdir.

__ADS_1


Nadila merasakan pergerakan lalu membuka matanya. Nadila melihat wajah Liam yang terlalu dekat padanya dia mematung.


"apa yang kau pikirkan beraninya kau mencuri kesempatan"


dan tuduhan sudah kemana mana saat dia membuka matanya.


"tuan anda lah yang menarik dan memeluk saya sampai pagi."


"benarkah begitu"


Nadila marah dan melempar bantal ke wajah tuan Liam


"kucing liar beraninya kau!"


"nama saya Nadila tuan Liam psikopat"


dan adu mulut pun terjadi dari pagi sampai siang hingga akhirnya Nadila melarikan diri dari istana itu dan pulang ke kontrakannya.


di tempat lain Fahri sudah mulai sembuh dari luka lukanya dia ternyata pantang menyerah.


"Nadila tunggu saja, aku benar benar akan meniduri mu kali ini" Fahri tidak rela dengan kekalahannya.


"anak kurang ajar!!" teriakan tuan mahres ayahnya Fahri.


"ada apa lagi yah"


"ada apa? seharusnya aku yang bertanya padamu anak tidak tau diuntung. apa yang kau lakukan sehingga tuan ken memberi peringatan pada perusahaan kita."


"tuan Ken" Fahri bingung


"katakan bodoh!"


"aku tidak melakukan apapun ayah."


"apa kau mengganggu seorang wanita kemaren!!???"


Fahri baru teringat dengan orang yang menghajarnya di tengah kegelapan malam


jadi, dia dihalau oleh sekretaris Ken.


"sial, apa hubungan Nadila dengan orang berpengaruh itu!"


" jadi kau benar mengusik mereka anak bodoh. kenapa kau salah target apa stok wanita sudah habis sehingga harus berurusan dengan mereka?" tuan mahres frustasi.


"aku tidak tau"


"minta maaf pada tuan Ken atau kita akan bangkrut!!!"


desis desus yang beredar tentang Presdir Dewantara group benar adanya dia tidak akan melepas siapapun yang berani mengganggu ketenarannya.


hanya dengan menjentikkan jari dia sudah bisa menggoncangkan lawan.


"Ken, tarik ulur saja mereka biarkan mereka mendapatkan hukumannya. jangan biarkan mereka jatuh dengan cepat karena itu tidak menyenangkan."


"saya mengerti tuan muda"


"hmm, dimana gadis bodoh itu?"


"Nona Nadila bekerja seperti biasanya. "


"benarkah?" tuan Liam melirik Ken.


"dan mungkin sebentar lagi dia akan merobohkan perusahaan ini hahaha" kata Ken kemudian


"kau benar Ken, hahaha" tawa itu pecah.

__ADS_1


sungguh kehidupan di bumi berada diluar ekspektasi manusia. kedua manusia itu selalu memiliki pendapat yang sama seakan bisa bertele Pati.


__ADS_2