Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 102 Kejamnya Geronimo


__ADS_3

Sebuah anak panah menembus leher pengawal rumah utama, segera mereka menghampiri dan ternyata panah itu digantung dengan gulungan kertas dengan tali berwarna emas seakan menunjukkan kejayaannya. Sekretaris Ken membawa masuk anak panah beserta suratnya setelah mengetahui isinya.


Tuhan Liam mengeram, dia merasa dipermainkan terlalu jauh. Tidak lama kemudian dia tersenyum sinis, dia berpikir musuhnya sangat pengecut dan suka sembunyi-sembunyi. "suruh Mr.D melacak semua akses orang yang bermain-main ini. Saya ingin tahu seberapa jauh dia bisa sembunyi setelah ini. Dan siapkan anggota dan orang terkuat Dewantara untuk bersiap." Dia meremas surat yang dikirim pengecut padanya.


"tuan Matteo" sambut Ken


"hm, dimana kakak ipar?" pertanyaan pertama yang memanaskan hati.


"dia istriku kau harus ingat posisimu" tegas Liam.


"ayolah, aku hanya ingin menyegarkan mata kawan. Aku tidak sedang mendoakan menggantikan posisimu percayalah" lanjut Matteo tidak tahu tempat bercanda. Dia memancing amarah singa yang kelaparan.


Suasana kembali serius, kali ini tuan Liam akan masuk dalam menyelesaikan masalah yang terlalu berputar-putar. "dimana Rio?" tanyanya.


"dia sudah di posisinya, lagian dia bawahanku asisten ku jadi tidak usah ikut mengaturnya" Matteo lagi-lagi bergurau, baginya perang bukanlah sesuatu yang menakutkan tapi menyenangkan. Semua orang terlihat tegang dan waspada tapi berbeda dengannya yang santai ditemani wine, minuman kesukaannya saat ingin memanaskan suhu tubuh.


Di suatu ruangan kosong Seorang wanita terikat di kursi dengan kepala tertutup. wanita itu tidak dapat bersuara karena mulutnya yang di ikat dengan kain, Geronimo memasuki ruangan itu, langkah kaki dan Sura tongkatnya membuat wanita dengan kepala tertutup ketakutan. Geronimo tertawa dalam kemenangan bersama ketua gangster yang bernama Luciano.


"sudah banyak yang saya suruh menculik wanita ini, tapi nyatanya hanya anda yang berhasil tuan Luciano, saya sangat senang dengan cara anda bekerja hahah." pujian Geronimo menunjukkan kepuasannya.


"tentu saja, tidak ada yang bisa mengalahkan gangster kami dalam hal penculikan. Anda tidak menyesal jika membayar mahal bukan?" sambung Luciano sambil memperhatikan wanita yang bergerak dalam ikatan berusaha menyelamatkan dirinya sendiri walau itu mustahil.

__ADS_1


Geronimo teringat sesuatu "hm, bukankah kalian juga membawa bayinya? dimana ?" tanyanya.


"di kamar sebelah tuan"


Mereka menuju ruangan bayi dan di sana tergeletak bayi laki-laki yang belum juga terbangun dalam tidurnya. Luciano mengamati bayi itu dari kejauhan dan teringat akan sesuatu. "bukankah seharusnya bayi ini akan terbangun?"


Luciano memanggil anggotanya yang menangani bayi itu "berapa dosis obat tidur yang kamu berikan pada bayi itu? " tanyanya merasakan kejanggalan.


"saya hanya memberi setengah pil tuan, dan tidak lama setelahnya bayinya tertidur" jawabnya cepat.


"lalu apa yang membuatnya masih tertidur, apa dia meninggal ch" Luciano berlari memeriksa denyut nadi dan nafas bayi itu namun sudah tidak terasa. Ada rasa bersalah di benaknya dan juga merasa dia melakukan kesalahan karena dalam misinya tidak ada aturan menghilangkan nyawa anak-anak. Mereka hanya mencuri dan menyerahkannya pada orang yang menyuruh mereka, setelahnya mereka lepas tangan.


Geronimo merasa itu bukan masalah yang terpenting wanitanya masih hidup, persetan dengan bayi itu hanya akan merepotkan saja. "Deorsa singkirkan saja bayi itu, ini akan terlihat menyenangkan jika Liam keturunan Dewantara mengetahui nasib orang tersayang nya hahah" Geronimo tidak membutuhkan bayi itu, jikapun bayi masih hidup maka dia akan melenyapkannya karena tujuannya adalah menghapus keturunan Dewantara didunia barulah dirinya merasa puas.


Tuan Geronimo ditemani Deorsa memasuki kamarnya untuk membersihkan diri. Deorsa ikut senang saat melihat tuannya yang bahagia, baru kali ini tuannya merasa puas dengan pekerjaan para suruhannya. "anda terlalu senang tuan" katanya


"tentu saja Deorsa, kita menang banyak dalam sehari hahaha. Itulah kekuatan uang, semua bisa dilakukan hahaha. katakan bagaimana di Itali apa tua Bangka itu menyambut mu dengan baik?" pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban yang mengecewakan.


"sesuai dengan yang anda harapkan" jawab Deorsa membuat Geronimo terbang sampai ke langit. Deorsa menceritakan bagaimana dia menjalankan tugas dengan sangat baik.


Geronimo datang kekamar tempat tawanannya berada dan mengambil beberapa foto yang menarik. Geronimo memotret sampai merasa puas dengan hasil yang di milikinya. Tidak lupa tangannya yang nakal di beberapa bagian tubuh yang seharusnya terlarang untuk di sentuh.

__ADS_1


"Deorsa kirimkan foto itu pada Liam, saya ingin dia tahu betapa seksinya istrinya. Siapa nama wanita ini?" katanya dengan mata buaya.


"nona Nadila tuan" Deorsa berbicara sambil menjalankan perintah.


"baiklah nona Nadila, kulit anda sangat mulus dan juga ***** kita akan bersenang senang sebentar lagi" kata Geronimo sambil mengibaskan tangannya menyuruh Deorsa meninggalkannya. Tanpa suara di lakukan Deorsa dan mengunci rapat pintu kamar.


Geronimo mendekati wanita yang terikat dengan kedua tangan terbentang dan juga kaki yang terikat posisi terbuka. Dia penasaran dengan paras wajah cantik dibalik penutup kepala itu dan benar saja dia mendapati wanita cantik dengan wajah yang mulus sempurna. Geronimo merasa sangat puas, lalu melucuti pakaian wanita di hadapannya dengan sangat bersemangat.


"Tuhan, tolong selamatkan aku dari orang yang menyeramkan ini" tangis nya berharap seseorang akan datang menyelamatkannya sebelum terlambat. Dia tidak percaya akan di perlakukan tidak ternilai seperti itu.


Geronimo terus melakukan aksinya untuk mempermainkan wanita yang terikat di tempat tidur dengan sekuat tenaga wanita yang malang itu menolak perlakuan Geronimo yang sudah tua dan berhasil kakinya bergerak ketika Geronimo berusaha melepas penutup bagian bawahnya. Dia menendang Geronimo hingga terjungkal jatuh dari tempat tidur.


"kurangajar! beraninya kau menendang saya" Geronimo emosi karena dirinya mendapatkan penolakan. "baiklah, kalau kamu tidak suka dengan cara lembut mungkin dengan sedikit kasar akan lebih menggairahkan" katanya kembali bersemangat.


Untuk selanjutnya bukannya menurut pada Geronimo tapi malah meludahi wajahnya, Geronimo murka dan melayangkan tamparan yang membuat pipi kirinya nyeri dan memerah. wanita itu menangis dan berusaha berteriak meminta tolong namun itu sia-sia tidak seorangpun yang datang membebaskannya dari pria kejam dihadapannya.


"ayah selamatkan aku, siapa pria tua ini. hiks ayah ku mohon datanglah" dia memejamkan matanya mengharapkan kedatangan ayahnya.


"berteriak lah hahaha, tadinya saya ingin menunggu sampai malam tiba nona Nadila tapi sepertinya anda kurang bersabar jadi terpaksa kita akan melalui sore yang indah bersama" kata Geronimo kembali melembut dalam berkata tapi kasar dalam bergerak. Geronimo menarik kuat rambutnya tanpa ampun bahkan wanita itu menjerit kesakitan.


"apa yang anda lakukan, siapa Nadila? tuan anda salah orang saya bukan Nadila" kata wanita itu setelah kain penutup mulutnya terlepas.

__ADS_1


Geronimo kembali menamparnya berturut-turut, "kamu pikir saya percaya dengan bualan anda nona manis, walau anda berteriak tidak akan ada yang mengetahui tempat ini. Suamimu sekalipun tidak jadi menurut lah" tanya mencengkeram rahang wanita yang di sebut Nadila.


__ADS_2