
"katakan alasan dari keserakahan anda" Suara dengan tatapan dingin tuan Liam membuat siapa saja kehilangan pita suara.
Tuan Liam sangat geram dengan Geronimo yang masih menginginkan kehancurannya. Geronimo seorang yang menganggap dirinya benar sekarang terikat dengan rantai bersama Deorsa yang berhasil di lumpuhkan oleh Luciano. Luciano menghilang setelah bernegosiasi dengan tuan Liam dan musuh berada dalam kurungan tuan Liam.
Tuan Geronimo tertawa puas hanya karena melihat wajah marah tuan Liam, itu terlihat lucu olehnya. "Liam, Haha kau sangat terlambat untuk bertindak. Jika kamu ingin mengakhiri hidupku sekarang silahkan saja, tapi sangat di sayangkan karena kakek tua yang sangat menyayangi mu sedang menjadi umpan hiu saat ini. hahaha kamu tidak akan bisa menemukannya" kata Geronimo bertambah senang.
"apa maksud anda?" lirikan tajam tuan Liam.
"saya rasa anda tidak butuh waktu untuk berpikir" Tuan Geronimo lagi-lagi merasa dirinya telah menang kembali.
Tuan Liam mendapati pesan di hp nya, di sana muncul sebuah gambar kakek yang kesulitan menyelamatkan diri. Tuan Liam tidak bisa menahan amarahnya saat melihat senyuman Deorsa, dia menembak beberapa bagian sensitif Geronimo.
"katakan dimana ini!" memperlihatkan foto pada Geronimo, namun pria tua itu hanya tertawa. Geramnya tuan Liam memukuli Geronimo hingga tidak sadarkan diri.
Melihat Geronimo yang tidak sadarkan diri menambah kemarahan tuan Liam yang dilampiaskan pada Deorsa dengan menembakkan ratusan peluru menembus tubuh Deorsa, bisa di pastikan Deorsa sudah tidak di kenali sebagai manusia dengan organ tubuhnya yang terbagi-bagi.
"bukankah begini yang kalian inginkan?" Deru nafas tuan Liam tidak menentu sedangkan sekretaris Ken sedang menunggu lokasi keberadaan kakek berada.
Sekretaris Ken menggerakkan banyak orang untuk mengarungi lautan mencari keberadaan kakek sebelum benar-benar terlambat, walau mustahil menemukan di lautan samudra yang luas itu. Selain mencari keberadaan kakek, mereka juga berpencar mencari Nadila dan baby Rans yang menghilang entah kemana.
"jangan biarkan si tua ini mati!" perintahnya sebelum meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Saat sampai di depan pintu tuan Liam di kejutkan dengan kedatangan kakek. "tuan besar" kata Ken dari belakang tuan Liam, kemudian matanya melirik Giorgi yang penuh dengan luka di beberapa bagian dan memberi hormat sebagai tim yang menjaga keamanan keluarga Dewantara.
Ada kelegaan di hati tuan Liam saat menemukan kakeknya masih baik-baik saja, mata tuan Liam tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Matanya berkaca-kaca ingin sekali memeluk kakeknya yang sempat dia bayangkan tidak bisa bertemu lagi, namun gengsi yang tinggi membuatnya kembali bersikap dingin. Hal itu sangat terlihat jelas ketiga pria berbeda usia itu tertawa bersamaan, mereka menambah kejengkelan tuan Liam.
"kemarilah" kakek meminta cucunya untuk mengikutinya ke suatu ruangan. Tuan Liam yang keras kepala jika berurusan dengan sang kakek tidak bergeming "tidak mau ?" kata kakek ketika berbalik melihat tuan Liam yang belum melangkah.
"baiklah, pergilah lebih dulu" Seakan mengusir Kakek yang berisik dengan tongkatnya.
"Pastikan tua Bangka itu tetap bernyawa Ken! dan temukan istri ku" kata tuan Liam sebelum benar-benar pergi.
Disinilah mereka berada, di ruangan yang hening, dengan perlahan pintu ruangan di tutup dengan pelan. Tuan Liam mendekati kakeknya yang menatapnya sejak memasuki ruangan itu, tuan Liam semakin mendekat dan sudah tidak tertahankan lagi dia memeluk kakeknya erat.
"Aku belum menemukan jejak mereka kek" Sangat lama tuan Liam menangi di pelukan kakek dan di lanjutkan nya saat di pangkuan kakek, dia terlihat seperti seorang anak yang merengek di tinggal orangtuanya saat kerja.
"situasi seperti ini hanya terjadi terakhir kali saat kamu merindukan ibumu Liam" Kakek teringat akan masa kecil cucunya yg ang kehilangan segalanya dan juga hidup seorang diri di saat dia belum siap dewasa.
"Bagaimana kakek selamat?" tuan Liam penasaran.
*flashback*
Keluarga tuan Liam dan kakak sudah dipantau sejak lama hingga pembunuhan berencana itu terjadi di waktu yang berturut turut, mereka menyerang dari dua sisi dan membuat sulit untuk di hindari. kakek di serang saat mendapat kesempatan memasuki gerbang rumah peristirahatan di luar negeri. Adu senjata sempat terjadi namun karena kurang persiapan Giorgi harus kalah di tempat.
__ADS_1
"tuan besar bertahanlah" kata Giorgi sambil mengendarai mobil saat mengetahui lokasi kakek di tahan. Tidak semulus jalan tol menuju kesana, dia menghadapi banyak penghalang bahkan tubuhnya menjadi sarang senjata.
ketika kakek akan di tenggelamkan diam-diam menyelam ke dalam laut yang dalam, kedalaman air laut 1000 meter dari permukaan sudah sangat berbahaya bagi perenang tanpa alat tapi demi menyelamatkan kakek Giorgi the tap berusaha. Sempat Giorgi merasakan tubuhnya mulai merasa dingin dan kehilangan oksigen, namun saat melihat kakek yang di kurung dalam jeruji besi dia kembali mendapati tenaga.
Gembok rantai besi itu berhasil di buka, suatu kelegaan baginya dengan segera membawa kakek yang sudah tidak sadarkan diri ke permukaan. Dengan bantuan dokter yang profesional kakek sadar di perjalanan menuju kota A karena bagi Giorgi apapun yang terjadi tuan Liam harus melihat keadaan kakeknya jika memang sulit untuk di selamatkan.
*flash off*
Tuan Liam sudah yakin Giorgi yang terbaik untuk kakek nya di banding dirinya. Mengetahui hal itu, tuan Liam merasa geram, dia menemui Geronimo yang sedang menahan sakit di tubuhnya. "kau cukup menantang juga" satu tembakan di lengan Geronimo.
"dorrr" "dorrr"
"melakukan ini terasa menyenangkan seharusnya aku melakukannya sejak dulu" bukan hanya menembak, memberi goresan pisau juga di lakukan. Tuan Liam menjadi kejam saat berada dititik dirinya mengingat ibunya yang meregang nya.
Geronimo berada dalam neraka dengan hukuman berat yang di ciptakan tuan Liam. Memohon ampun bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan, perbuatannya sungguh tidak bisa di tolerir. lebih baik memusnahkan orang seperti itu adalah pilihan yang tepat agar kedepannya tidak ada lagi manusia bodoh dan tidak perna mau menerima masa lalu. Orang seperti Geronimo hanya akan menambah beban di bumi ini.
Tidak semudah itu berakhir dengan penderitaan, Geronimo menahan perih lukanya tanpa mendapat pertolongan. Tuan Liam sekarang fokus pada istri dan putranya yang entah kemana saat ini. "temukan mereka secepatnya Ken, aku yakin Dila ku sedang ketakutan sekarang" kata tuan Liam tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya, sekretaris Ken membawa mobil dengan santai mereka harus kekantor saat ini.
"bersikaplah seolah tidak terjadi apapun tuan muda, saya akan menemukan nona secepatnya jadi tenanglah" kata Ken setelah membukakan pintu mobil kepada tuannya. "saya tidak bisa berjanji tuan muda tapi saya akan mencari mereka kemanapun itu, ke ujung dunia sekaligus jika nona berada di sana tuan muda, tidak akan ada yang menghancur kebahagiaan anda" lanjutnya saat mengiringi langkah tuan Liam memasuki area kantor seorang diri.
setelah memastikan tuan Liam menghilang dari dinding kaca sekretaris Ken memutar arah pergi entah kemana.
__ADS_1