
Nadila duduk di pinggir ranjang dengan wajah cemberut, cuaca nampak cerah bahkan matahari sangat terik tapi wajah Nadila sang ratu mendung. Than Liam juga tidak mengerti tentang apa yang di pikirkan istrinya itu.
"Apa istri presdir ini kurang vitamin" kata tuan Liam mendaratkan ciuman di pipi kanan Nadila.
"apaan sih" Nadila tambah kesal.
"ceritakan sahang ada apa? apa aku berbuat salah?" berbicara dengan lembut adalah idaman semua wanita.
Nadila memperbaiki dasi suaminya yang terlihat belum pas, itu bisa saja mengurangi ketampanan suaminya yang bahkan tidak luntur walau belum mandi sedikit pun. Selesai dengan kewajibannya menjadi ibu rumah tangga yang baik, dia kembali pada lamunannya.
"Aku tidak masalah jika kita membuat adek untuk Rans, mungkin malaikat secantik dirimu sahang" Nah pembicaraan sudah berlarian kemana-mana di pagi buta ini.
Nadila tidak habis pikir kalau suaminya akan berpikir sejauh itu, entah kisah sinetron apa yang di tonton suaminya itu. Wanitanya sedang ngambek namun malah berpikir ok Ngin memiliki anak lagi. Tuan Liam tidak tahu, kalau mengurus bayi itu lebih mengerikan dari pada tumpukan kertas di meja Perusahaan, mengingatnya saja sudah membuat Nadila rindu.
"lalu apa Dila, katakan lah dimana salahnya sayang?" tuan Liam tidak akan pergi sebelum melihat wajah cerah istrinya.
"apa kami tidak bisa keluar rumah, mengapa Sekretaris Ken segila itu. Memberikan banyak peraturan tanpa alasan, apa aku harus menunggunya jika meregangkan otot di luar rumah" Nadila meluapkan isi hatinya. Sehari sebelumnya, sekretaris Ken memberi aturan baru pada nyonya rumah Dewantara bahwa tidak boleh pergi tanpa pemantauan. Hal itu, sangat menjengkelkan.
"Dia melarang mu?" yang langsung di anggukkan oleh Nadila.
"Sayang, kalau menyangkut keamanan mu maka turutin. Aku tidak punya kuasa untuk hal itu, Ken lebih tahu yang harus dilakukan. Aku mencintai mu dan putra kita lebih dari segalanya, apapun alasannya mengertilah bahwa itu untuk kebaikan kalian. Jika bosan katakan saja Ken akan menjemput kalian untuk keluar sebentar" lanjutnya, tuan Liam tidak bisa menghentikan niat baik sekretaris Ken dengan alasan apapun itu.
Di meja makan sekretaris Ken sudah bersiap membacakan jadwal pekerjaan hingga meeting direksi hari ini, sedikit sekretaris Ken melirik nona mudanya yang komat Kamit membaca mantra. Dia yakin Nadila akan membencinya karena merebut kebebasannya. "ini demi menjaga semua baik-baik saja nona" Ken.
Hanya Ken yang tahu apa yang di rencanakan nya dan yang akan terjadi. Mereka berangkat kekantor dengan drama kecil, manjanya Nadila mengalihkan dunia tuan Liam. "kamu harus menghukum sekretaris mu!" katanya.
Kata-kata layaknya perintah itu sangatlah lucu, suara tawa tuan Liam menggema di ruang makan itu. Nadila kembali menarik tangan suaminya agar lebih menunduk dan sebuah bisikan menggelikan di berikan Nadila.
"Baiklah, sekarang kamu senang" tuan Liam akan menuruti keinginan istrinya.
Nadila tersenyum cerah dan mengantar suaminya menuju mobil dengan sengaja menginjak kaki sekretaris Ken untuk menyalurkan rasa geramnya. Terdengar suara Ken merintih, Nadila merasa puas membalas Ken.
__ADS_1
"tubuhnya saja yang kecil, tapi beratnya seperti gajah" gumam Ken yang sempat di dengar oleh pak Man.
"semoga hari anda beruntung tuan" kata pak Man pada Sekretaris Ken, Percayalah itu sebuah ejekan maut seakan mengatakan dengan tatapannya "apa anda sudah mulai lemah, di injak seekor gajah" begitulah senyuman pak Man.
Di Pagi hari jalanan di penuhi kendaraan terlebih di hari Senin, semua orang mengejar waktu mereka. Polisi lalulintas di buat kerepotan terlebih bagi mereka yang tidak taat aturan berkendara. Kemacetan tidak menjadi penghalang mereka sampai di kantor.
Tuan Liam melewati lobby perusahaan dan di dapati nya resepsionis yg ang tidak di tempatnya "apa kita kekurangan tenaga kerja?" katanya.
"tentu saja tidak tuan muda" jawab Ken, setiap karyawan yg ang berhenti atau mogok kerja akan selalu mendapat ganti dengan cepat tanpa kekosongan.
Tuan Liam melanjutkan langkahnya, rasa semangatnya pagi ini ada dua kali lipat, dia menyempatkan singgah di setiap ruang divisi. Kegiatan yang sudah lama di tinggalkan kembali dilakukannya, hanya saja kali ini dia datang terlalu pagi yang kadang belum semua karyawan berada di tempatnya.
Divisi keuangan, marketing, dan yang lainnya di dapati nya karyawan yg ang terlambat "berikan alasan yg ang membuat saya memaafkan kesalahan kalian!" wajah datarnya tidak pernah mau ketinggalan, ekspresi itu masih melekat padanya menakuti semua karyawan.
"kami tidak akan mengulanginya tuan, maafkan kesalahan kami kedepannya kami akan datang lebih awal dari anda" kata salah satu dari mereka.
"hm, kata-kata mu terlalu klasik. Baiklah saya akan berbaik hati kali ini" katanya lalu meninggalkan ruangan itu tanpa pamit, yah dia rajanya dan karyawan merasa di berkati pagi itu karena selamat dari surat kiamat.
"maksud anda nona Belinda?" sekretaris Ken sangat mengenali gadis yang di maksud dan akan tercatat di kepalanya. Belinda termaksud terlambat pagi ini.
"aku rasa istri ku akan senang jika mendapat kunjungannya" Itu lebih dari perintah untuk Ken.
Ken yakin kalau nona mudanya akan membuatnya repot. Dia akan mempertimbangkannya, selalu begitu demi keamanan bersama.
"panggil dia kemari Ken" tuan Liam tidak ingin berlama-lama.
" baiklah"
Sekretaris Ken memanggil Belinda untuk menghadap tuan Liam. Dengan hati hati Belinda memasuki ruangan estetik yang memanjakan mata, pemandangan itu sempat terpikir oleh tuan Liam betapa polosnya Belinda.
"kamu?"
__ADS_1
"saya Belinda tuan, maafkan saya jika saya berbuat kesalahan, saya akan membenahi diri tolong jangan pecat saya tuan. Jiak saya tidak bekerja maka saya tidak bisa membayar sewa dan biaya hidup saya, saya bisa pingsan saat membayangkannya" deretan kata-kata curhat hanya direspon dengan sekretaris Ken yg ang meraba tengkuknya. Berbicara tanpa Jedah membuatnya merinding, ditambah suara nyaring Belinda memekik di telinganya.
"jaga bicara anda nona Belinda " sarkasnya.
"ma... maaf tuan" Belinda meremas kedua tangannya tidak seharusnya dia lancang.
Than Liam menghadap dinding kaca transparan yang memperlihatkan luasnya kota dari atas sana. "Saya memiliki pekerjaan baru untukmu" katanya
Belinda bingung pekerjaan baru, apa lagi yang bisa di dapati seorang karyawan yang tidak disiplin dan juga tidak beretika seperti dirinya.
"temani istriku, dia pasti senang jika bertemu denganmu" penawaran harta karun untuk Belinda.
"tu... tuan, maaf tapi saya tidak mengerti maksud anda" Belinda mulai gugup.
"Tentang saja gajimu akan jadi dia kali lipat jika kamu lakukan aturan dengan benar" lanjut tuan Liam tidak menghiraukan sanggahan Belinda.
Tuan Liam anti penolakan "baiklah kapan lagi bisa bertemu istri presdir yang membuat iri wanita seluruh dunia" Belinda larut di pikirannya.
"selebihnya akan di atur oleh Ken" Kata tuan Liam mengibaskan tangannya untuk isyarat mengusir Belinda dari ruangannya, niatnya sudah tersampaikan maka dia mengusir nya.
***
jeng jeng jeng....
hallo sobat author, sudah up yah hari ini.
Author sudah berusaha keras nih, ayo semangat author dong jangan di tinggalkan ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
mana likenya, komen dan vote.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, Author akan up jadi jangan lewatkan
__ADS_1
🥰🥰🥰🥰