
Dering ponsel di atas meja menyadarkan seseorang yang bersembunyi di bawah selimut.
"hallo!" suara itu meninggi karena rasa kesal tidurnya terganggu
"beraninya kau berteriak pada ibumu" suara di seberang sana
"ibu! aaahhh " Nadila berteriak histeris
"kenapa kau berteriak! hallo Nadila!"
" ibu, kalian kenapa baru meneleponku hiks... kalian jahat sekali "
"apa kau tidak tahu kalau kami tidak punya telepon? kami juga kesusahan dasar bodoh! kami sangat merindukanmu"
"aku yakin kalian kesepian kan hahaha" Nadila merasa menemukan keluarganya yang hilang.
Begitu banyak cerita antara anak dan orang tua itu ibu dan ayah Nadila menceritakan perjalanan hidup mereka disana. pekerjaan mereka di kampung hanya berkebun dan sekarang kehidupan mereka sudah lebih layak dari biasanya. kangsan sudah lulus SMA dan mendapatkan beasiswa di luar negeri.
"ternyata adikku tidak terlalu bodoh" pujian tidak ikhlas dari Nadila lagi
"ya adikmu memang pintar kamu saja yang bodoh. bagaimana pekerjaanmu apa kau bertemu pria tampan di sana?"
" ibu selalu saja begitu, memihak padaku saat aku sedang berkelimpahan harta saja"
"memangnya sejak kapan kamu berkelimpahan harta anak bodoh!"
"hehehe tidak perna sih, aku akan main kesana saat aku dapat cuti Bu aku menyayangi kalian."
panggilan telepon bagai alarm pagi bagi Nadila sekarang waktunya bersiap ke kantor
hatinya lega keluarganya baik baik saja dan sudah berkecukupan.
Nadila bekerja dengan sangat semangat
"apa kau menang lotere? kau sangat ceria hari ini " tanya belinda
"hahah lebih dari itu kawan" Nadila menepuk bahu Belinda.
keceriaan Nadila tidak lepas dari pantauan Bagas pria yang duduk di seberang meja Nadila yang akhir akhir ini kadang mencuri curi pandang padanya.
"hai..." sapa Bagas tiba tiba
"Hay" jawab keduanya canggung
__ADS_1
"boleh kah saya bergabung, oh iya nama saya Bagas" katanya memperkenalkan diri
"hai Bagas, saya Belinda dan ini temanku Nadila kita sudah lama satu kantor jadi sudah saling kenal seharusnya kan?"
"iya" kata Bagas melirik Nadila
orang yg ang dilirik hanya tersenyum dan beralih pada pekerjaannya.
sepertinya Bagas sudah lama menyukai Nadila tapi keberaniannya untuk menyapa baru ada sekarang.
"ayo istirahat di kantin" ajak Bagas berharap Nadila menerima tawarannya.
"Nadila membawa bekal Bagas" jawab Belinda.
"hmm kalau begitu makan di kantin saja bekalnya bawa saja lebih menyenangkan makan bersama" Bagas Bersi keras mengajak Nadila, tindakan Bagas membuat Nadila kurang nyaman karena semua rekan kerja sudah menggosipkan nya sejak pagi saat Bagas menyapanya.
Bagas lumayan tampan dan gayanya yang keren membuat beberapa wanita di divisi itu mengaguminya, itulah kenapa rekan kerja di divisi itu tidak senang saat Bagas menyapa Nadila lebih dulu.
"maaf, aku masih ada kerjaan kalian duluan saja" tolak Nadila.
"ya memang kamu harus tahu diri kamu tidak pantas makan bersama Bagas" cecar Klara yang tidak rela. Nadila pura pura tidak mendengar Klara bicara sedangkan Bagas mulai mengerti dan diapun pergi bersama Belinda.
semua yang terjadi di ruang divisi marketing/pemasaran itu sudah tertangkap oleh pupil mata tuan Liam, Bagas sangat beruntung karena Nadila menolak ajakan itu.
"anda berbicara tuan muda?" tanya Ken
"mana makan siangku Ken?"
"saya membatalkannya karena program diet anda sepertinya masih berlanjut." kata sekretaris Ken sampai sekarang dia belum menemukan alasan tentang tuan mudanya yang melewatkan makan siang.
"Ken!"
"akan segera datang tuan muda bersabarlah"
"sepertinya program diet tuan muda sudah berakhir " sekretaris Ken entah dari mana kata program diet itu dia temukan dan mulai berekspresi kalau itu sangat lucu jika rekan bisnis tuan Liam mendengarnya.
tuan liam makan siang bersama sekretaris Ken, tidak seperti biasanya dengan kekuatan Supra natural dia selalu makan lebih dulu.
"tuan muda, setelah ini akan ada pertemuan dengan para petinggi perusahaan mereka ingin menyampaikan beberapa keluhan dan juga tawaran perubahan di perusahaan."
"biasanya setiap tahun kau yang menghadirinya Ken"
"benar tuan muda tapi sebagian dari mereka tidak mengenali anda karena tidak perna di publish"
__ADS_1
"baiklah Ken"
pekerjaan hari ini sangat mudah untuk dilakukan bahkan kalau perlu Presdir tidak datang semua akan baik-baik saja karena semua orang selalu tunduk pada sekretaris Ken yang menakutkan itu.
meeting para petinggi perusahaan dilakukan di ruang privat perusahaan, tuan Liam memasuki ruang meeting diikuti sekretaris Ken. kedatangannya membuat sebagian orang merasa terkejut itu terlihat canggung tapi sebagian mengagumi tuan Liam yang sukses diusia mudanya, para petinggi berdiri memberi hormat.
"selamat datang tuan muda"
sebuah anggukan sudah mewakili suara tuan Liam untuk mereka.
tuan liam duduk di kursi kebesarannya yang selama belasan tahun kepemimpinannya baru tiga kali mengikuti meeting ini, sekretaris Ken yang mewakilinya.
"suatu kehormatan bertemu dengan anda kembali tuan"suara salah satu petinggi perusahaan mewakilkan
"saya harap kalian tidak terlalu terkejut karena kedatangan saya silahkan sampaikan hal hal yang bermanfaat" satu kalimat sambutan dari tuan Liam.
kedatangannya tentu saja membuat para penghuni ruangan itu terkejut bahkan memperbaiki diri agar tidak menimbulkan masalah.
" tuan muda rumah sakit N.hospital sudah lama tidak melakukan pembaharuan alat medis tuan."
"tuan muda, saya ingin menyampaikan proposal kenaikan gaji karyawan pabrik Dewantara group "
laporan setiap direktur yang berada dalam naungan Dewantara group di tampung oleh tuan Liam.
"kalian bisa menyerahkan proposal kalian pada sekretaris Ken Dan saya ingin semua di selesaikan dalam bulan ini. hmm bagaimana proyek panti asuhan?" pertanyaan itu tertuju pada tuan Adam yang belum menyampaikan inspirasinya
"semua berjalan dengan lancar tu... tuan" jawab tuan Adam dengan gugup.
"baiklah" tuan Liam sepertinya sudah bosan berada dalam ruangan itu dia pergi tanpa pamit sungguh kearoganan yang hakiki.
kepergian Presdir menandakan meeting selesai.
sekretaris Ken mengantar tuannya pulang lebih awal hari ini dia merasa tuan mudanya sedang bermalas malasan, akan lebih aman jika berada di dalam rumah. setelah itu sekretaris Ken kembali ke persembunyiannya yang entah dimana.
sepertinya tuan Liam tidak ingin beristirahat, jam delapan malam dia mengendarai mobilnya membelah kegelapan malam dan berhenti di supermarket. Bukan untuk berbelanja tapi menitipkan mobilnya di parkiran itu kemudian pergi entah kemana.
pagi harinya terjadilah kekacauan di rumah elit itu tuan muda Dewantara group menghilang. kejadian itu sampai ke telinga sekretaris Ken bahkan dia merutuki dirinya yang kecolongan berbagai koneksi di gerakkan hingga pelacakan mobil, tapi sayangnya titik terakhir mobil tuan Liam berada di supermarket terparkir dengan baik. yang aneh mobil itu tidak di kunci membuat semua orang menduga duga.
"bagaimana bisa kalian kecolongan dasar bodoh" kemarahan sekretaris Ken pada bawahannya.
"maafkan kami tuan" semua para pengawal berlutut memohon pengampunan
"temukan tuan muda atau kalian mati saja!!!"
__ADS_1
sekretaris Ken benar benar marah dia bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.