Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 15 kakek


__ADS_3

"sepertinya sudah saatnya anda kembali tuan"


kata pria setia itu.


"bagaimana keadaannya Giorgi?"


"sepertinya tuan muda sudah dewasa"


"saya harap begitu"


"sepertinya tuan muda mengingini gadis itu tuan"


kata giorgi menyerahkan sebuah foto pada tuan besar umbara.


"ternyata mata cucuku tidak buram hahaha. apakah anak bandel itu mengakuinya."


" Tuan besar, sepertinya gadis itu memiliki mantan kekasih"


"biarkan cucuku mengurusnya"


"tuan besar, saya belum bisa memastikan tentang hubungannya dengan tuan muda sepertinya gadis itu tidak tertarik dengan cucu anda."


"hahaha, aku ingin memiliki cicit secepatnya giorgi"


"saya akan memperhatikan gadis itu kedepannya tuan besar"


"hhmm"


ketukan pintu menarik perhatian kedua pria paruh baya itu.


"tuan besar, tuan Loi menunggu anda"


laporan kepala pelayan itu. tuan besar umbara turun menuju ruang kerja membahas sesuatu yang penting.


Loi seperti mengkhawatirkan sesuatu.


"ada apa Loi?"


"selamat pagi tuan besar, bagaimana kabar anda?"


"saya harap kau bisa memberi saya obat penenang Loi"


"Tuan besar, kita sudah di kelabui oleh anggota Geronimo mereka menyerang dari berbagai sisi di waktu subuh. Orang kita sudah memeriksa markas mereka tapi sepertinya tuan Geronimo benar benar licik" jelas Loi


"Pria tua itu belum juga menyerah hah "


"saya akan lebih berhati hati tuan besar" kata giorgi menenangkan tuannya.


"cucuku sendirian Giorgi sepertinya dia mencari kesempatan"


"akan saya atur anda sampai dirumah utama besok lusa tuan besar"

__ADS_1


"lakukan secepatnya giorgi akan lebih aman jika saya berada di sisi cucuku"


"baik tuan besar"


Tidak terasa malam tiba, suasana rumah itu sangat tenang tuan Umbara mencoba beristirahat. Tidak berselang lama ada suara tembakan di segala arah para pengawal bermunculan untuk melakukan penyerangan, Tuan Umbara bersiap dengan senjatanya


"sepertinya kedamaian sudah tidak diperlukan lagi."


hanya sekali kedip mata semua orang di hadapannya lumpuh dengan senjata api itu.


"ternyata kau hanya tikus kecil " kata tuan Umbara kepada salah satu pengganggu itu.


"jawab siapa yang menyuruhmu !"


"hahaha saya merasa terhormat jika mati di tangan anda seorang yang ditakuti nomor satu di segala penjuru" kata pria pengganggu itu, Giorgi datang dengan tergesa gesa.


"tuan besar anda baik baik saja ?" Giorgi terengah engah penyerangan mendadak itu terjadi tanpa di duga dengan jumlah yang sangat banyak.


"kurung dia kirim peringatan pada Geronimo, dia sudah lama bermain main" tuan Umbara merasa bahwa Geronimo terlalu kekanak Kanakan, dia selalu mengirim orang untuk mengganggu walau selalu gagal.


tuan Umbara kembali ke ruang kerjanya bersama Giorgi.


"tuan besar seperti nya mereka sedang mengecek keberadaan anda"


"biarkan saja Giorgi kirim saja beberapa orang di sekitar cucuku. cucuku memang tidak lemah hanya saja akan lebih baik tetap siaga"


"tuan besar tidak perlu khawatir "


tuan Umbara menelepon Giorgi.


"Giorgi lakukan penyerangan sebagai respon kejadian semalam, saya tidak ingin pria tua yang bodoh itu berulah kedepannya"


"baik tuan besar"


tuan Umbara merasa puas dengan rencananya, dia sedang memotong rumput liar sebagai peringatan betapa berbahayanya dirinya.


giorgi melakukan penyerangan bahkan diluar batas prediksi skor yang diharapkan. kedatangannya di rumah utama Geronimo secara terang terangan menyiram bagian depan rumah kaca itu dengan ribuan peluru. banyak yang tewas dalam aksinya itu Bahkan Giorgi hanya datang hanya bertiga dengan 2 anak buahnya.


"keluarlah Geronimo"


" hahaha, ternyata si tua Bangka itu tidak mengabaikan ku." Geronimo senang akan hal itu, Dendam atas kesalahan di masa lalu masih bersisa sampai saat ini.


baku hantam terjadi Giorgi hanya diam kedua anggotanya saja yang maju menghadang.


" berhentilah sampai di sini tuan Geronimo, itu akan gagal sebelum anda memulainya"


" saya belum puas sebelum keturunan Umbara musnah tanpa sisa."


"terimalah kenyataan tuan Geronimo, bahwa kejadian di masa lalu tidak ada hubungannya dengan keluarga tuan Umbara."


"hah, harus bagaimana lagi Giorgi saya ingin melibatkannya itu akan sangat menyenangkan. kalau saya bisa menjatuhkannya maka saya yang akan berkuasa di segala penjuru hahaha...."

__ADS_1


satu tembakan peluru menembus lengan sebelah kanan tuan Geronimo sebagai peringatan yang tidak main main. Giorgi memberi tembakan telak di lengan yang sangat sensitif bisa di pastikan jaringan saraf lengannya akan sedikit terganggu dengan itu kekacauan bisa di berhentikan bukan walau hanya sebentar.


Giorgi mengirim pesan kepada tuan Umbara


"sudah di selesaikan tuan besar"


pesan itu menghasilkan senyum dari tuan Umbara.


"hahaha Geronimo kau selalu kalah karena kamu lemah." pria tua itu bisa tidur dengan tenang. tuan Umbara tidak perlu menunggu kegiatan selanjutnya karena itu tidak penting.


Giorgi sedang menghancurkan beberapa tempat penting Geronimo dan menyita segala barang berharga termasuk senjata.


Di rumah sakit tuan Geronimo menjerit merasakan lengannya yang terluka menyadarkannya Giorgi bukan tandingannya


"Giorgi kau akan mati ditangan saya" katanya


"dokter memberi saran beberapa hari ini anda harus mengistirahatkan tubuh anda demi pemulihan saraf saraf anda" kata asisten tuan Geronimo


"saya ingin memecahkan kepala Giorgi!"


"simpan tenaga anda tuan, anda tidak bisa memegang senjata sekarang"


"sialan kau" melempar bawahannya dengan bantal.


"kita akan menyerang setelah anda sembuh" pamit nya


"dia sudah membunuh putraku! dia penyebabnya dan akan selalu begitu"


"tapi itu kecelakaan tuan" sanggah asistennya itu


"beraninya kau memihak pada pria tua Bangka itu kau ingin mati"


"tuan, maafkan saya tapi kita masih sangat lemah di banding dengan tuan Umbara saran saya jangan terlalu terburu buru tuan."


"kau benar, bagai mana cucunya?"


sudah banyak orang yang tuan Geronimo utus untuk menyerang cucu tuan Umbara tapi suruhannya tidak perna kembali, mereka menghilang bagai di telan bumi.


" orang kita kembali menghilang tuan" jawab asisten tuan Geronimo


"tidak berguna !" Geronimo sangat marah.


" cucunya tidak tersentuh tuan"


"aaakhhh" geram Geronimo


hari terus berlalu Geronimo terus memikirkan jalan untuk melumpuhkan tuan Umbara yang masih menganggap sebagai penyebab kematian putranya, padahal kejadian itu hanya sebuah kecelakaan yang tidak ada hubungannya dengan apapun. Dan kejadian itu hanya tuan Umbara yang mengetahui kebenarannya seharusnya mereka sudah impas karena kematian putri dan menantu tuan Umbara oleh Geronimo langsung.


penyerangan di masa lalu itu begitu tragis menghilangkan nyawa orang tercinta tuan Umbara secara beruntun tapi, sepertinya balas dendam Geronimo sudah mendarah daging bahkan tidak pernah habis. tuan Umbara pura pura tidak mengetahui kematian Putri dan menantunya itu, karena rasa bersalah terlambat melindungi mereka dari kejamnya masalah dimasa lalu.


Kali ini tuan Umbara tidak akan diam demi kebahagiaan cucunya, hanya satu yang dia miliki sekarang. Tuan Umbara tidak ingin membunuh tuan Geronimo tapi dia hanya membunuh mentalnya saja menggagalkan segala upaya dalam mencelakakan cucunya.

__ADS_1


__ADS_2