
Matteo datang menemui tuan Liam untuk meluruskan setiap praduganya.
" ku harap tidak ada yang di sembunyikan Liam " mata Matteo
" hmm, apa yang kau harapkan Matteo "
" sulit di percaya tapi kau harus tahu selama tiga hari terakhir Ken mengkhawatirkan mu"
Matteo menceritakan segala yang telah terjadi.
" aku berharap ada seseorang yang akan datang melelehkan hatimu "
Matteo menghilang di telan malam.
sepertinya sekretaris Ken kekurangan pekerjaan sejak kembali nya tuan Liam Dia menjadi lebih rajin datang lebih awal sebelum tuan Liam bangun dan baru meninggalkannya saat sudah tertidur.
"apa perlu ku ubah pekerjaan mu menjadi baby sitter ku Ken!" tuan Liam merasa geli sendiri.
" saya akan berada di sini sampai anda Tertidur tuan muda"
"kau memang keras kepala Ken!"
tuan Liam menyadari perubahan sekretaris Ken.
"aku akan memberimu hadiah Ken"
"saya menerima dengan senang hati tuan muda "
" mengapa sangat sulit bagimu untuk berterima kasih" Ken
pagi hari Ken muncul di samping ranjang tuan liam mereka berpindah ke balkon kamar
"Ken kau mengkhawatirkan ku?"
"untuk apa?" Ken mencoba mengontrol dirinya.
"Matteo memberi tahuku"
"baguslah" suara Ken tertahan
"aku tidak kemana mana Ken, aku hanya bosan di rumah jadi aku tidak pulang untuk beberapa hari "
satu pukulan mendarat di wajah tuan Liam pelakunya adalah Ken. tuan Liam tidak mengelak sama sekali bibirnya pecah mengeluarkan darah, tuan Liam membiarkan Ken melepas kegundahan nya agar Ken bisa lega. setelah beberapa pukulan Ken berhenti.
"mengapa anda pergi tidak membawa apapun tuan muda" suara Ken melemah tuan Liam hanya mendengar.
"jalan yang anda lewati tidak terjangkau oleh CCTV manapun dan anda menghilang dalam berbagai kemungkinan, maka pikirkan perasaan saya tuan muda."
tuan Liam mendekat dan merangkul sekretaris Ken. pelukan itu melebihi kata maaf dari tuan Liam hati sekretaris Ken membaik.
Tidak ada waktu mengobati luka tuan Liam mengompres ujung bibirnya bekas pukulan sekretaris Ken didalam mobil
"maaf" sekretaris Ken merasa bersalah
" jangan dipikirkan Ken"
lebih mengejutkan Matteo dan Aditia berada di depan kantor Dewantara group
"sepertinya kita melewatkan momen penting Aditia " gambaran wajah tuan Liam tidak bisa berbohong.
"sepertinya Ken bermain cukup ganas hahahah" sambung Aditia.
"cih, apa yang kalian lakukan disini" tuan Liam diwakili Ken
"kami merindukan kalian" jawaban terkonyol.
mereka berempat dengan gagah memasuki lobi perusahaan sangat munafik jika ada yang tidak akan meleleh melihat mereka, ketampanan yang tidak terbanding kan adalah harta dunia. Nadila yang terburu-buru kembali menabrak tuan Liam hampir terjatuh dan di tahan oleh tuan Liam.
Nadila mematung saat tatapan mereka bertemu sedangkan tuan Liam bersikap biasa. pandangan Nadila berpindah pada luka di bibir tuan Liam dan bagian wajah lainnya.
"tuan anda terluka"
tuan Liam berlalu begitu saja.
tuan Liam dan teman temannya sedang bersantai di salah satu sofa dalam ruangan Presdir dan sepertinya kegiatan mereka akan terganggu. Nadila datang dengan kotak obat, hanya diam duduk di samping tuan Liam dan mulai mengobati luka itu.
"apa yang kau lakukan!" tolak tuan Liam tapi tidak menghindar
" apa mata anda buram tuan?"
" cih."
" saya hanya mengoles obat tuan." sepertinya dokter Aditia merasa terabaikan.
" sssttt " menepis tangan Nadila.
" bagaimana bisa anda terluka ini seperti bekas pukulan, luka seperti ini akan infeksi jika di biarkan. ingin sekali saya menendang orangnya yang memukul anda." dan Omelan seperti ibu pada anaknya. Nadila lupa posisi dan tempat dia berada saat ini, terlalu fokus pada luka di wajah tampan itu tuan Liam tidak membantah.
"apa kami melewatkan sesuatu Ken?" Matteo sulit memahami ini.
__ADS_1
"jika sudah selesai keluarlah nona!" usir sekretaris Ken.
nadila merasa sangat kesal entah keberanian dari mana dia menendang kaki sekretaris Ken dengan sangat keras membuat pria itu merintih.
"anda menghalangi jalan saya" Nadila kabur.
"hei, gadis sialan" sekretaris Ken dia tidak terima ingin mengejar nadila
"Ken"
panggilan itu adalah larangan.
"wah, wah... ini semakin menarik untuk pertama kali pria gila ini tidak menolak wanita." sindir Aditia
" gadis itu hanya menggantikan peranmu kau sangat tidak berguna!" kata kata telak itu membungkam mulut Aditia, kemudian
mereka melupakan membahas Nadila karyawan biasa yang tidak penting.
sekretaris Ken berusaha mengumpulkan percahan di kepalanya.
"tuan muda tidak menolak gadis itu! aisss sekarang bagaimana harus bersikap."
kesadaran Ken kembali saat tuan Liam memanggilnya
"Ken"
"ya tuan muda"
"bagaimana pembangunan panti asuhan?"
"kita sedang menunggu hasil penyelidikan tuan"
"bagus"
tuan Liam sedang mempertimbangkan sesuatu.
"Ken, bagaimana menurutmu"
"apa??"
"ah gadis itu, sikucing liar"
"nona Nadila Keith, tuan"
"sepertinya dia tidak terlalu buruk hanya sopan santun yang sedikit kurang dan IQ nya rendah."
"anda ingin saya melakukan sesuatu tuan"
sekretaris Ken lunglai mendengar permintaan tuannya.
"apa kepala tuan muda terbentur? pukulan ku memang parah tapi tidak mungkin otaknya jadi miring haiissss"
misi sekretaris Ken kali ini adalah membuat kontrak yang tidak bisa di tolak Nadila.
"Aakhhh " teriakan Nadila. "sekretaris Ken ada dalam rumah ku apa dia ingin balas dendam. aiss kenapa aku menendangnya tadi"
" kau bukan hanya seekor kucing pengganggu tapi juga tidak punya sopan santun dan ber IQ rendah!" kata sekretari mengulangi penilaian tuan Liam.
" mengapa kata katamu sama dengan si gila itu!"
"hmm"
" aha, kau kan memang sama sepertinya suka datang semua nya, bedanya kau datang seperti hantu apa kau bisa menembus dinding?"
" tentu saja!"
"pergilah saya tidak menerima tamu dengan orang berkarakter sama"
sekretaris Ken merasa jengah menghadapi gadis didepannya ini pertama kalinya dirinya tidak ada nilai apa apa.
"tanda tangani!"
"apa itu?"
"anda sudah menendang kaki saya tadi tapi masih berani bertanya."
"itu karena anda pantas menerimanya"
"tanda tangani saja sebelum malaikat menjemput anda nona Nadila Keith"
Nadila ketakutan tanpa membaca langsung menanda tangani surat yang entah apa isinya.
sekretaris Ken tertawa benar yang di katakan tuan mudanya IQ nya rendah bahkan minus menanda tangani surat tanpa membacanya. mata sekretaris Ken menyelusuri seluruh ruangan tempat dimana dia berada dan matanya terhenti saat melihat kemeja yang familiar, kemeja tuan mudanya.
"apa itu, jangan bilang itu milik tuan muda"
mengerti arah tatapan mata sekretaris Ken.
"apa anda tertarik dengan benda itu tuan sekretaris Ken yang terhormat"
__ADS_1
mengambil kemeja itu dan melempar kearah sekretaris Ken
"ambillah anda mungkin membutuhkannya"
lanjut Nadila Menaik turunkan alisnya.
sekretaris Ken tercengang gadis itu sungguh pemberani.
"ingat jangan terlambat bekerja besok"
kata kata penuh arti dari sekretaris Ken.
di dalam mobil sekretaris Ken memeriksa dugaannya baju termahal koleksi tuan muda Liam tidak memiliki duplikat di dunia. mencium bau parfum yang sama dengan tuan Liam.
"sial, apa gadis ini sudah menggoda tuan muda." banyak praduga di kepala sekretaris Ken.
sekretaris Ken menyelidiki identitas Nadila tapi Nadila hanya gadis dari keluarga yang sederhana.
di belahan dunia lain seorang wanita dengan tekstur tubuh yang indah dan seksi sedang merias wajahnya, bentuk wajah yang seperti pahatan itu terlihat cantik dan indah. tentu saja pria yang melihatnya akan tergoda dia seorang model yang sedang naik daun saat ini, prestasinya tidak tertandingi. senyumnya yang menawan menunjukkan betapa sempurnanya dirinya. Berdiri dengan gaya menawan di atas studio, dia model terlaris saat ini.
Model itu terpesona dengan ketampanan klien nya.
"perusahaan kami berharap bisa bekerja sama dengan anda nona, kami memiliki produk terbaru untuk segera di publish"
tawaran dari tuan Mario pengusaha muda itu.
"tentu saja tuan Mario" setujui dengan cepat.
"bagaimana kalau kita membahasnya dengan sedikit privasi nona cantik?"
"bukan masalah"
tuan Mario tidak bisa mengabaikan kesempatan sedang mencari waktu yang tepat.
perbincangan keduanya menjadi ringan dan model itu terhanyut.
"apa anda memiliki kekasih nona?"
"sangat tidak sopan bertanya seperti itu tuan" jawab model itu dengan suara sedikit sensual sungguh menggoyahkan iman pria di depannya.
"anda memang pandai bersandiwara nona Jennie"
yah nama model itu adalah Jennie yang banyak pria mengharapkannya.
Jennie mendekatkan tubuhnya pada Mario tentu saja Mario tidak menolak.
"sepertinya kita bisa sedikit mengikat kontrak kerjasama kita malam ini" kata tuan Mario mulai membelai wajah cantik itu.
"anda terlalu terburu buru tuan"
"benarkah?"
"yah, santai saja tampan perlahan lebih nikmat" masih dengan nada sensualnya.
"bagaimana dengan hotel C nomor 212 jam tujuh malam"
"anda akan menyesal"
kata model bernama Jennie itu saat pergi meninggalkan tuan Mario, tuan Mario yakin Jennie akan datang.
Dan benar saja malam itu Jennie muncul dengan pakaian seksi, siapa pun pria yang melihatnya pasti bersiap menerkamnya.
"anda setuju dengan kontrak kita nona cantik"
"apa perlu saya menunggu lebih lama lagi ?"
"tentu saja tidak sayang." kata Mario memeluk Jennie dari belakang kesempatan tidak mungkin di hindari.
"kapan produk anda di luncurkan tuan Mario?"
"bulan depan sayang, panggil dengan lebih akrab jangan terlalu asing" kata Mario menelisik leher Jennie.
kontrak kerjasama plus plus itu berlangsung sepanjang malam tangan Mario naik keatas dan mulai meremas sesuatu yang empuk membuat yang empunya mendesah. mencium bibir Jennie dengan sangat lembut dan dalam sepertinya Jennie cukup berpengalaman dan Mario tahu hal itu.
"kontrak kita akan dimulai sayang, apa kau siap" kata Mario memulai ritual inti di atas tubuh Jennie
" apa yang tidak untukmu."
"panggil namaku Jennie" kata Mario melakukan aksinya perlahan dirinya masuk di tempat yang sempit itu, sedikit sesak walau sudah pernah di pakai. Mario tau dia bukan yang pertama sekali hentakan dia masuk seutuhnya
"akhhh, sssttt" keluh Jennie merasakan dirinya penuh
" ahh, ini akan menjadi malam yang indah sayang" Mario menyukai model yang satu ini.
" hhmm, nikmatilah sayang" kata Jennie ******* bibir Mario.
"aakhhh.... ahhh yah akhhh lebih dalam lagi"
"yah begitu. akhhh... ahhh"
__ADS_1
******* kenikmatan di dalam kamar hotel itu
tidak berhenti permainan itu sulit untuk di akhiri.