
Ken hari ini sedikit bersantai dari pekerjaannya, sengaja dia lakukan karena kelelahan bergulat dengan Matteo yang kekanak-kanakan. Sekretaris Ken dengan kepintaran yang dia miliki duduk di kursi kantornya sambil menyandarkan kepalanya menengadah keatas. Dia mencoba memilah milah beberapa kemungkinan yang ada di kepalanya terkait tuan muda Liam yang mengejutkan.
"ini sangat mengejutkanku, tuan muda menarik uang seperti hantu saja. Baiklah mari memulai dari awal dulu, tuan muda tidak di temukan dimanapun tapi dia menggunakan kartu yang ku hanyutkan di lautan. Aku bisa gila kalau begini" Ken tertawa geli dengan pikirannya, dia bersyukur tuan mudanya masih hidup tinggal menunggu waktu yang tepat untuk kembali.
Sangat lama Ken hanyut dalam pikirannya hingga ketukan pintu menyadarkannya, sekretaris wanita masuk bersama pengacara Dewantara. Ken bersikap seperti biasa membahas hal penting mengenai perusahaan yang kali ini akan melakukan kejutan besar sesuai dengan yang tergambar di kepalanya, hanya Ken yang tahu.
"saya mempercayakan persiapan peresmian kepadamu" Ken menunjuk sekretaris wanita yang ada dihadapannya yang dengan segera wanita itu pergi dan mulai melakukan rancangan yang tidak mengecewakan, tentu saja kalau sampai acara itu berantakan dia harus pindah ke planet lain.
Sepanjang hari sikap sekretaris Ken terlihat berbeda dari yang di kenal orang, dia melajukan mobilnya seperti angin bahkan polisi lalu lintas tidak sempat menangkap bayangannya. Mobil Ken berhenti di sebuah rumah yang juga tergolong elit namun sangat tenang. Ken merindukan rumahnya setelah beberapa bulan menggantikan peran sebagai pengganti tuan Liam.
"akan lebih baik kalau menikmati segelas susu hangat" Ken menikmati minumannya tanpa gangguan dan kali ini hp nya juga di matikan.
Di rumah utama Matteo dan Aditia datang dan menciptakan keributan di sana, setidaknya kehadiran mereka dapat mengubah status rumah utama yang sepi. Sudah lama membuat kegaduhan tapi bayangan Ken belum kelihatan, Matteo mencium aroma kegilaan yang akan dilakukan Ken.
"pak man apa Ken tidak pulang?" Matteo sangat rindu menggoda Ken lagi.
"seperti yang anda pikirkan tuan" jawaban pak man yang membuat siapapun jengkel karena yang mereka cari tidak di temukan.
Matteo segera menyuruh Rio asistennya untuk melacak Ken untuk memastikan keamanannya. Aditia memandangi wajah Matteo yang sedang sibuk dengan ponselnya saat pak man mengatakan Ken tidak pulang.
"aku harap kau tidak sedang belok" kata Aditia memancing Matteo untuk mempertegas pikiran kotor nya.
"sialan kau! berhenti menciptakan ilustrasi di kepalamu dan temukan seorang gadis untuk kau nikahi segera" balasan Matteo.
__ADS_1
perdebatan di antara keduanya tidak berhenti karena tidak ada yang menengahi, biasanya tuan Liam selalu hadir menjadi pendukung dari halusinasi salah satunya tidak dapat di sembunyikan kerinduan itu. Pak man mengulas senyum dari kejauhan dan tidak lupa memanjatkan doa agar tuan mudanya dapat bergabung kembali di sebuah kesempatan, pria tua itu menaruh harapan bahwa tuan Liam akan kembali dalam waktu dekat.
"Ken ada di supermarket" kata Matteo yang baru mendapat kabar dari Rio. Tidak membuang waktu mereka menyusul Ken ke supermarket.
"bukankah ini masih hari Jum'at, seharusnya si psikopat itu belanja akhir pekan atau hari Minggu" ocehan Aditia di dalam mobil yang menaruh curiga tentang perubahan Ken.
Matteo melajukan mobil dengan kecepatan tinggi dan tiba-tiba menginjak rem saat sampai di depan supermarket, percayalah jidat Aditia mendapatkan benjolan akibat pendaratan darurat dari kejahilan Matteo.
"hahaha, lain kali gunakan sabuk pengaman dokter" Matteo mengedipkan sebelah matanya pada Aditia, kemudian menghilang dari dalam mobil itu untuk memindai seluruh penjuru supermarket.
Sangat di sayangkan orang yang mereka cari menghilang lagi hanya mobil yang terparkir di sana. Aditia menendang kaki Matteo karena kesal, berbarengan dengan matanya yang melihat seseorang menuju mobil Ken.
"siapa kau, dimana pemilik mobil ini?" tanya Aditia dengan berlagak keren supaya dirinya di takuti.
"salam tuan saya supir di rumah tuan Ken, maaf tuan sepertinya anda terlambat tuan Ken sudah pergi dengan kendaraan lain. Saya hanya datang menjemput belanjaan sesuai dengan perintah tuan" jawab sopir itu.
Di negara lain, Loi menemui kakek Umbara sesuai dengan jadwalnya. Loi datang memberikan laporan secara langsung, menganggap yang di sampaikan sangat penting dan tidak bisa melalui via komunikasi telepon atau sejenisnya. Ada kalanya pembicaraannya dapat di sadap atau di dengar orang lain.
"salam tuan besar, bagaimana kabar anda?" Loi sangat menghargai tuan besar sama seperti giorgi.
"keadaan saya akan di tentukan oleh berita yang kamu bawa" jawab tuan Umbara yang sedang meluruskan kakinya di kursi pijat, usianya yang semakin lanjut membuat tubuhnya kekurangan energi.
Loi sedikit ragu untuk bersuara, dia gugup karena berfikir terlalu jauh. Loi menoleh sedikit pada Giorgi bertanya, apa kah dia boleh menyampaikan apapun. Tentu saja Giorgi menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"aku harap anda tidak terkena serangan jantung atau stroke tuan besar" Loi melirik Giorgi lagi.
"hadapi resiko mu sendiri" jawaban dari sorot mata Giorgi yang merasa gemas dengan Loi kali ini.
Mulailah Loi bercerita tentang laporan yang telah di uji kebenarannya lebih dulu dengan sangat teliti olehnya selama di tempat dia berpetualang sebagai bayangan untuk memantau Ken.
"kesimpulannya tuan muda masih hidup tuan" Singkatnya Loi menyelesaikan cerita yang di reka ulang tentang aktivitas perusahaan dan orang yang terlibat di dalam nya.
"haha anak kurangajar itu ternyata punya nyawa lebih dari satu, kau tahu dimana dia bersembunyi?" respon dari seorang kakek yang tidak terduga.
"saya tidak tahu tuan" berbicara dalam hati saja, Loi tidak punya jawaban tentang itu.
kakek berjalan ke arah jendela, mencoba meregangkan otot kakinya, dengan cepat Giorgi memberikan kursi kepada tuannya agar segera duduk kembali.
"temukan dia dan bawa ikat di rumah utama, kalau cucu laknat itu sulit di ajak tangkap saja dia. Haha saya ingin tahu sejauh mana kekuatanmu" kakek mengibaskan datangannya dia ingin Giorgi yang menjelaskan Semua pada Loi
"mengapa aku merasa kalau saya ditugaskan menangkap buronan " Loi.
Giorgi segera membawa Loi keruangan lain untuk berdiskusi secara rahasia jangan sampai ada yang melihat Loi. Loi adalah pengawal khusus namun tidak semua pengawal mengenalinya karena Loi sengaja di samarkan agar bisa melindungi tuan Liam dengan caranya.
"ku dengar tuan Ken menghilang" kata Giorgi.
"tuan Ken selalu menghabiskan waktu di kantor dan tidur di rumah utama, tidak ada hal lain tanpa tuan muda" jelas Loi.
__ADS_1
"hm, Matteo yang mengatakannya mereka tidak dapat menemukan tuan Ken. Kau istirahat lah malam ini, besok kembalilah memantau rumah utama tidak usah mencarinya" Giorgi tidak meragukan kemampuan Ken, dia yakin Ken sedang menikmati harinya seperti biasa saat akhir pekan.
dimanakah Ken? hanya Ken sendiri yang dapat menjawabnya.