Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 100 Istri saya


__ADS_3

Hari-hari berlalu, telah berminggu Nadila mulai menyesuaikan diri berada dalam penjara rumah ditemani Belinda. Seluruh karyawan penasaran dengan pekerjaan barunya, menurut keterangan Belinda di pindah tugaskan ke kantor cabang, namun belum di ketahui dimana daerahnya.


"Aku penasaran kesalahan yang di perbuat Belinda hingga di buang jauh ke sana" bisikan gosip di ruang divisi itu.


"terakhir Minggu kemaren dia bolak balik ke ruangan sekretaris Ken. Pasti dia sudah menyenggol lengan pria menakutkan s perti tuan Ken" kata yang lainnya.


"Dia seharusnya beruntung karena masih mendapatkan nyawa bekerja, ch padahal aku rela memberinya uang goceng jika dia mengemis padaku seandainya Belinda yang kolot itu kehilangan pekerjaan seumur hidup" suara pedas dari seorang yang tidak menyukai Belinda.


Tidak di sangka pembicaraan mereka di dengar oleh tuan Liam yang tanpa sengaja melewati ruangan itu, suara nyaring yang membicarakan Belinda terdengar jelas menembus dinding kaca itu. Bukan hanya tuan Liam, sekretaris Ken juga mendengar hal itu.


"jangan mendoakan yang tidak tidak bagaimana pun dia sangat berjasa untuk divisi kita" beberapa karyawan membela Belinda yang di ketahui pekerja keras.


"Dia sama saja dengan temannya dulu, hmm siapa ya namanya. Ah iya, Nadila yang sok polos ternyata penggoda para pria itu. Aku yakin dia tidak di pindahkan tapi telah di pecat " lanjut Clara yang masih iri.


Mendengar hal itu, tidak urung tuan Liam memasuki ruangan itu "Jadi saya membayar kalian untuk bergosip?" suara datarnya mendinginkan suasana heboh. Mereka kalang kabut mencari kursi dan merapikan diri.


Mata sekretaris Ken tertuju pada mangsanya dengan sangat tajam, siapa lagi kalau bukan Clara. Clara merasa dunianya akan segera kiamat dia maju dan meminta maaf, yang ternyata tidak di perduli kan sama sekali.


"Berapa penghasilan anda dalam sebulan nona Clara? sepertinya anda sangat profesional" kata-kata sekretaris Ken sangat menusuk mengingatkan Clara akan posisinya.


"Maafkan saya tuan" Clara tiba-tiba merasakan pertahanannya goyah segera dia meminta maaf.


"Apa saya salah dengar tadi, anda menyebut kata wanita penggoda. Dari pada penasaran dengan orang lain lebih baik penasaran dengan diri sendiri nona, saya yakin anda tidak salah memasuki kamar pada malam itu, wanita penggoda itu adalah anda" Kata-kata hinaan dari sekretaris Ken.


"tidak, apa maksud anda tuan Ken, saya tidak seperti itu! jangan memfitnah" Clara mengklarifikasi namun sudah terlambat karena tuan Liam tidak dapat menahan kemarahannya. Segenggam berkas di atas meja melayang ke wajah clara, sakit? Ya tentu saja.


"Tidak tahu berterima kasih! Beraninya menyebut istri saya sebagai wanita penggoda. Urus dia Ken, saya tidak peduli dia masih bernyawa atau tidak pastikan dia membayar ucapannya!" kata tuan Liam, lalu meninggalkan ruangan divisi marketing dengan wibawanya.


Mendengar kata 'istri' semua orang seakan menemukan harta Karun dan juga tidak percaya kalau selama ini tuan Liam menikahi wanita yang bernama Nadila. Clara gugur di atas lantai, tubuhnya bagai di sambar petir ini sungguh di luar dugaannya. Bahkan hukuman yang di berikan padanya lebih mengerikan, dia akan kesulitan hidup dan juga sulit mati.

__ADS_1


Hanya Nadila yang bisa mengembalikan mood dari tuan Liam, pelukan dan belaian hangat di pucuk kepala sangat nyaman dirasakan. Pak Man datang dengan sangat terburu-buru, sebuah telepon di genggamannya dan di genggaman yang lain adalah senjata api.


"tuan muda bawa nona kedalam" Suara tembakan terdengar lagi dengan cepat tuan Liam menarik tangan Nadila menuju kamar putra mereka. Suasana santai di sore hari berubah menjadi peperangan yang mendadak.


Nadila memeluk putranya berharap tidak akan terpisah dengannya, tuan Liam sudah menduga hal ini akan terjadi tapi dia salah memperhitungkan waktu bahkan posisinya saat ini jauh dari senjatanya. Dia hanya berpikir satu hal saat ini yaitu melindungi istri dan anaknya, setidaknya membawa ke tempat yang aman agar tidak terluka.


"ayo keluar dari sini sayang, kamar ini tidak aman" Dengan berusaha menggenggam tangan istrinya.


"tidak mereka akan melukai putraku" Nadila tidak setuju akan hal itu, Sebuah tembakan dari jendela kamar yang mereka tempati terdengar keras hingga menembus jendela kaca.


"percayalah padaku sayang" tatapan mereka bertemu saling meyakinkan hingga akhirnya Nadila setuju keluar kamar.


Pak Man menghadapi penyusup bersama para pengawal, banyak pelayan wanita yang terluka dan kehilangan nyawa. Pemandangan itu membuat jantung Nadila berdebar kencang bertanya pun tidak sempat. Tuan Liam mendapati pisau buah dan menumbangkan salah satu penyusup.


"Bawa nona tuan muda" pak Man memohon agar tidak ada yang terluka. Mereka menuju ruang kerja belum sempat pintu terbuka lengan Nadila tertembak, baby Rans terlepas dari genggamannya beruntung tuan Liam menahan. "akhhhh, hiks maafkan mommy anak baik" Nadila berusaha menahan sakitnya .


Diruangan itu ada satu pintu yang membawa mereka ke ruang bawah Tanah, disana sangat banyak senjata api dan mematikan. Koleksi yang banyak itu tidak pernah di ketahui oleh Nadila sebelumnya, setelah melihat pemandangan itu barulah dia menyadari sisi lain suaminya. Karena terlalu terpanah dengan susunan senjata di ruangan itu sehingga dia tidak menyadari lukanya sudah di balut sempurna.


"aku akan keluar membantu pak Man, akan dihancurkan siapapun yang telah melukaimu sayang. Apapun yang terjadi jangan pernah keluar dari ruangan ini, tetap lah disini sampai aku kembali. Ingat hanya kakek dan Ken yang mengetahui ruangan ini" lanjut nya.


Nadila masih dengan tangisannya tidak rela jika suaminya harus keluar dan berhadapan dengan maut, dia membayangkan betapa mereka tidak bisa hidup dengan ketenangan. Sesulit itukah menjadi orang yang berpengaruh, hingga dia menyadari alasan pernikahannya belum di umumkan di dunia. "kumohon kembalilah demi putramu" Tuan Liam memeluk istri dan putranya, sebuah ciuman mesra tidak terlewatkan olehnya.


"aku berjanji Dila sayang" katanya menggenggam senjata api di kedua tangannya.


Tuan Liam keluar dan menyerang musuh dengan brutal tanpa memberi ampun dan Jedah untuk menarik nafas. Pak man mendekati tuan Liam walau tuan Liam sangat kuat tapi sudah kewajibannya dan sumpahnya melindungi sampai titik darah terakhirnya.


"tuan muda dimana nona? kenapa anda kembali ini sangat berbahaya tuan" kekhawatiran memenuhi dirinya.


"Mereka melukai istri ku pak Man" mendengar jawaban itu pak Man menjadi lebih marah.

__ADS_1


Tembak-menembak terjadi banyak pembunuh bayaran yang menyerang dari segala sisi sedangkan yang tersisa hanyalah tuan Liam dan pak Man yang lainnya sudah kehilangan kesadaran dan mungkin saja telah meninggal.


Pak Man menutup akses agar tidak ada seorangpun yang berani melewati tangga, dia begitu cerdas dalam menyusun strategi agar musuh fokus di lantai bawah.


"Kenapa tidak ada bantuan pak Man, apa anda berencana menghadapi mereka seorang diri. Ketahuilah umur anda sudah tua, jangan sok kuat" Liam membidik dan 'dorrr'


"sulit mencerna pembicaraan anda tuan muda berhati-hati lah" kata pak Man berhasil menembak pria yang berada di belakang tuan mudanya.


"sekretaris Ken seperti nya akan kesulitan sampai di gerbang utama tuan, sedangkan tuan Matteo mendapatkan masalah yang sama sedangkan dokter Aditia tidak saya libatkan" lanjutnya.


Pak Man berlari untuk mematikan sebagian lampu agar mereka dapat berlindung dan tidak terlihat. Gerakan lambat pak Man mendapat hadiah pisau di punggungnya namun luka dengan darah yang mengalir tidak akan membuatnya lemah dalam melindungi tuan mudanya.


"pak Man terluka" tuan Liam memapah pak man agar mendapat tempat yang nyaman.


"tidak tuan, saya masih kuat bukan seperti ini yang saya inginkan" pak Man menolak untuk tetap diam sikap yang terlalu pengecut tidak cocok untuknya.


Hp tuan Liam mendapati notifikasi dengan cepat dia membukanya, dia mengenali pengirimnya adalah Lois, hanya membaca dengan tatapan dingin kemudian menyimpan kembali ponselnya. Tuan Liam maju dengan cepat dan meledakkan ruangan dimana mana. Situasi yang menakutkan tubuh manusia terlempar di segala arah.


*


*


*


Bagaimana kelanjutannya?


nantikan update selanjutnya ya sobat, Diaman semua orang kenapa tidak datang memberikan pertolongan. Akankah tuan Liam mampu menghadapi sendirian?


Sekretaris Ken terpisah dengan tuan Liam adalah situasi yang buruk, sekretaris Ken adalah perisai tuan Liam😭😭😭😭

__ADS_1


sobat author update ya, tetap pantau dan jangan lupa mencintai author 😁😘


dengan like, komen, vote sebanyak banyaknya. Agar author bersemangat😻😻😻


__ADS_2