
Jembatan itu penuh dengan tim evakuasi berseragam orange dan juga para anggota Ken dan Matteo, semua turun menyusuri laut yang diduga titik terakhir jatuhnya mobil yang di tumpangi tuan Liam dan istrinya. Segala koneksi mereka gunakan untuk mencari keberadaan korban. Sudah tujuh hari berlangsung tapi belum ada petunjuk yang membawa mereka pada jenazah korban. Sudah tujuh hari juga sekretaris Ken tidak pernah meninggalkan jembatan, dia tidak menghiraukan panasnya matahari dan dinginnya angin malam. Dia terus mencari keberadaan tuan Liam bahkan sudah sekian kali dia menyelam ke dalam laut untuk mencari sendiri dan tidak pernah menghentikan tim pencarian.
Seluruh stasiun TV mengabarkan tentang presdir Dewantara group yang menabrak pembatas jembatan dan mobilnya meledak didalam air laut. Semua orang di seluruh penjuru dunia menyaksikan siaran yang berlangsung tidak sedikit merasa kehilangan dan mendoakan keselamatan tuan Liam yang berdedikasi tinggi dalam pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.
"belum ada petunjuk keberadaan anda tuan, lalu aku seperti orang bodoh sekarang, kemana lagi harus ku cari. ku harap anda dan nona baik-baik saja tuan, jangan biarkan saya merasa bersalah seumur hidup. Apa yang harus ku katakan pada tuan besar?" Ken.
para tim evakuasi takut berbicara dengan sekretaris Ken yang terlihat seperti bukan manusia saat ini, seorang kepala tim memilih menemui Matteo yang juga sedang larut dalam pikirannya yang cukup dalam.
"tuan ini sudah tujuh hari berlalu, bagaimana pun tidak ada yang bertahan dalam air selama itu" kepala tim yang berbicara ragu mengutarakan keinginannya untuk berhenti mencari. Kepala tim menunjukkan barang yang mereka angkut dari dalam laut terutama percahan mobil hasil ledakan.
Matteo berusaha menahan gejolak dihatinya ada sesuatu yang tertahan di sana. Ken mendekati benda-benda yang menurutnya tidak asing, dia menggenggam erat benda itu.
"kalian sudah bekerja keras, terimakasih pak. Saya rasa ini sudah cukup hentikanlah pencarian" perintah Matteo mengundang kemarahan Ken. pria yang dikenal sekretaris Ken yang ditakuti terlihat berantakan beberapa hari terakhir, dia menghajar Matteo dengan sisa tenaga yang dia miliki.
"apa kamu gila, tuan muda tidak mungkin meninggal!" sekretaris Ken tidak terima dengan kenyataan kemeja putih yang dipakai tuan Liam terakhir kali ditemukan di laut lepas, bisa dipastikan kalau tuan Liam sudah tidak bisa ditemukan. Ken terus terdiam jantungnya seakan berhenti berfungsi sangat sulit baginya menerima kenyataan pahit yang didapatkannya.
__ADS_1
kepala tim melanjutkan penjelasan dan beberapa bukti kuat bahwa jenazah mungkin sudah hancur atau dimakan predator dalam air.
"maafkan kami tuan Ken, barang yang kami kumpulkan selama tujuh hari ini sebagian adalah barang berharga tuan Liam. kemeja tuan Liam kami temukan sangat jauh dari lokasi mungkin terbawa ombak atau kemungkinan lainnya. Selain itu beberapa benda yang diduga milik istri tuan Liam ditemukan lebih dulu di dalam TKP,maafkan jika kami salah menafsirkan mungkin detektif yang terjun bersama kami bisa menjelaskan lebih lanjut" kepala tim itu menundukkan kepala dia sungguh menyesal tidak bisa membantu lebih jauh.
Detektif yang sudah mengikuti pencarian selama tujuh hari berturut-turut mengambil alih untuk menutup kasus yang sudah lama digantung karena belum membuahkan hasil.
"tuan-tuan maafkan kami, tapi kita harus menyudahi semua ini. Dari bukti yang ditemukan sudah memperlihatkan bahwa tubuh korban tidak akan ditemukan lagi mungkin sudah hancur dan kemungkinan lainnya. Selain kemeja juga ditemukan cincin pernikahan tuan Liam dan istrinya, cincin bisa lepas karena usaha bertahan dalam air tapi melihat percahan kain yang terbakar di TKP membuktikan istri tuan Liam ikut dalam ledakan. Ini seperti sisa gaun mahal yang dikenakan istri tuan Liam tuan, saya turut berdukacita tuan" detektif bahkan merasakan suaranya tercekat saat berbicara, dia ikut merasa kehilangan seorang yang sangat berpengaruh di dunia bisnis itu.
Matteo merasa sudah cukup dia memulangkan semua tim evakuasi yang merelakan waktu dan kemampuan tanpa mengeluh salama ini. Matteo memerintahkan tangan kanan kepercayaan nya untuk menutup semua akses internet dan media yang meliput tentang tuan Liam, untuk kedepannya jangan ada yang membicarakan tentang tuan Liam yang belum ditemukan.
"kamu sudah bekerja keras Ken, aku yakin Liam bangga padamu. Kita harus menghentikan ini dulu, isilah tenagamu untuk mengganti peran Liam diperusahaan. Aku berjanji akan mencari petunjuk Ken, aku tidak akan berhenti percayalah" Matteo berusaha memberi kekuatan pada Ken.
Semua benda yang diduga milik tuan Liam dan istrinya di bawa ke rumah utama yang disana Aditia sedang menunggu, dokter muda itu selamat dari maut namun trauma tentang kejadian membuatnya histeris sehingga berdiam dirumah tuan Liam menantikan kabar baik. Aditia dilarang ketempat kejadian karena kondisi fisik yang kurang mendukung.
"mengapa kalian pulang? dimana Liam, apa kalian berhenti mencarinya?" Dengan derai air mata Aditia meminta penjelasan.
__ADS_1
Semua terdiam hanya para pengawal yang berjalan dan meletakkan benda peninggalan tuan mereka dengan sangat hati hati diatas meja, duka besar menyelimuti mereka.
"tidak! tidak! Liam jangan begini Liam. Akh... aku bisa gila, kenapa berakhir seperti ini Liam. Mengapa kamu menyelamatkanku? seharusnya aku ikut bersamamu Liam!" Aditia tidak kuasa menahan rasa kehilangan, perpisahan mereka terlalu cepat dan juga penyesalan tidak bisa menyelamatkan sahabatnya.
Matteo juga merasakan hal yang sama walau tidak terlihat, dia merangkul Aditia bagi Matteo tidak ada yang harus disalahkan dalam hal ini, semua yang terjadi adalah kecelakaan.
"ini salahku Matteo, salahku, salahku! istri Liam sedang hamil bahkan Liam belum mengetahui kabar bahagia itu hiks. Aku melihat cinta yang besar Dimata Liam dan kehamilan istrinya akan membuatnya semakin senang bahkan aku membayangkan dia melompat kegirangan" Aditia tidak dapat menahan kesedihannya, luka di kakinya dia lupakan dia tersungkur dilantai rasa bersalah yang sangat besar dibenaknya.
Ken pergi ke kamarnya dirumah itu, dia butuh penyegaran setelah semua yang terjadi. Sekretaris Ken kembali menjadi dirinya, dia berendam air hangat untuk merilekskan kepalanya yang seperti bom waktu yang meledak kapan saja.
Pak man menyimpan kesedihannya yang terpenting sekarang menyiapkan upacara pelepasan tuan muda, untuk mendoakan tuan muda dan nona muda mereka. Berbeda halnya dengan Matteo dia sepanjang malam membahas sesuatu yang penting dengan orang kepercayaannya.
"Rio, aku mengenal Liam dengan baik dan aku yakin dia tidak akan menyerah secepat mungkin, apa yang kamu dapatkan selama tujuh hari terakhir?" Matteo meneguk wine menunggu jawaban dari orang kepercayaannya.
"pelakunya sudah berada di markas tuan bahkan semua yang ikut andil yg elah di tahan di markas namun dia orang tewas saat melarikan diri" jelas Rio.
__ADS_1
"tahan mereka dan jangan biarkan mereka mati, aku harus berada di belakang Ken dan Dewantara group. Aku yakin akan ada goncangan dahsyat besok" Matteo memejamkan matanya tidak sanggup membayangkan kehilangan sahabat setianya.
Banyak strategi yang mereka rancang khusus untuk mencari tuan Liam. Sampai pembicaraan mereka ditelan gelapnya malam , bulan sedang redup karena akan datang hujan malam itu bahkan disusul badai.