Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 88 bolehkah aku memilikinya seutuhnya?


__ADS_3

Sudah satu Minggu berlalu, rumah berlantai dua sepi bagai tidak berpenghuni walau didalamnya berkeliaran sepasang manusia yang saling bergantungan. Mereka saling diam dan tidak ada yang berniat mengawali pembicaraan, suasana yang sangat membosankan.


Hendra serba salah saat bersuara, dia selalu mendapatkan amukan serigala yang dianggap sebagai mood ibu hamil pada umumnya. Sehingga memilih diam tanpa suara saat melakukan apapun. "mengapa hanya diam?" kata Jennie tiba-tiba.


Hendra tidak mengerti keinginan wanita yang merebut paksa hatinya itu, dia hanya berharap agar memiliki celah untuk mendekatkan diri dengan wanitanya. "kamu butuh sesuatu?" yg tanyanya.


"itu... hm aku tidak nyaman jika harus berdiam dengan mu"terus terang Jennie sambil menautkan kedua tangannya dan kadang meremasnya. Berbeda dengan benda saat mendengar kata-kata itu dia tersenyum senang, akhirnya mendapat kesempatan pikirnya.


Hendra mendekati Jennie yang sedang duduk di sofa, perlahan mengangkat kedua kaki itu dan menaruhnya di pangkuannya. Lamban laun pijatan kecil di berikan nya tanpa merasa terbeban. "apa yang kamu lakukan?" kata Jennie menarik kembali kakinya.


"biarkan aku melakukannya untukmu, kakimu pasti lelah aku hanya akan memijit nya. Maaf, aku tidak bermaksud berdiam tapi aku takut mengganggu mu untuk itu aku diam" kata Hendra


Jennie merasa sudah sangat berlebihan bahkan tanpa alasan dia suka marah marah bahkan kadang mengusir Hendra sang pemilik rumah. "aku..." Jennie menanggungkan suaranya.


"sudahlah, apapun akan kulakukan untuk bersama kalian" kata-kata itu sungguh manis dan mengharukan.


Ibu hamil yang suka tertidur itulah Jennie, usia kandungan enam bulannya membuatnya bermalas malasan beruntung Hendra bersamanya jadi dia tidak kesulitan untuk hidup. Pria mana yang bisa tahan saat melihat wajah cantik yang terpahat seperti Jennie, model internasional itu Hendra susah payah menelan ludah nya.Dia tidak tahan dengan godaan setan sehingga kecupan basah mendarat di kening wanitanya.


Yang di kecup terbangun dengan mata sayu "apa yang kamu lakukan" apa itu mimpi, dia tertidur lagi. Sangat manis bukan? Hendra perlahan membawa nya kekamarnya.


Lagi-lagi rangkulan tangan Jennie sulit dilepaskan, ternyata Jennie sudah bangun dan sengaja menahannya. Saat ini tatapan mereka bertemu dengan jarak yang sangat dekat membuat jantung Hendra ingin melompat keluar.


"bisakah kamu menemaniku?" katanya yang langsung mendapat persetujuan dari Hendra.

__ADS_1


Mereka tidur seranjang dengan tangan Hendra yang terus mengelus perut Jennie agar cepat tertidur, tidak terduga bayinya merespon tangan itu, ada gerakan yang di rasakan calon ayah yang belum sah itu. Hendra seakan menemukan dunianya yang baru betapa dia telah melewati moments berharga seperti ini.


"aku tidak pernah sebahagia ini sebelumnya, mungkinkah aku bisa memiliki kalian seutuhnya? aku bahkan tidak berniat beranjak disisi kalian" Hendra memeluk Jennie erat.


Di tempat yang aman dari jangkauan berdirilah Geronimo dengan kekesalannya, dia tidak mendapatkan celah untuk mencapai keinginan nya. "dimana bedebah itu, dia tidak berguna!" geramnya.


"tuan, Bagas menghilang tidak jauh hari setelah menemui anda yang terakhir kali" jawab salah satu penjaga. Sangat mengejutkan bagaimana bisa rencananya tercium dengan cepat.


Tidak berselang lama seorang pengirim barang datang, hal ini sering terjadi setelah Geronimo mengganti wanita sebab Jennie yang hamil. Wanita barunya senang berbelanja dan Geronimo tidak keberatan akan hal itu, pengirim barang datang tapi tidak membawa paket atas nama wanita melainkan nama Geronimo sendiri.


"paket atas nama anda tuan" kurir pergi dan paket tersebut diletakkan di atas meja tepat dihadapan Geronimo, penasaran tentu saja dengan isinya. Tidak mungkin wanita nya yang melakukannya, perlahan salah satu penjaga membuka isinya.


"apa isinya?" Geronimo dihantui penasaran saat penjaga itu gemetaran dan pucat Pasih. "apa kamu tidak punya mulut, katakan apa yang kamu lihat? apa itu bom, jika iya cepat singkirkan dari sana" perintahnya.


"paket ini lebih dari bom waktu tuan" kata pengawal itu. Dengan perlahan dia menarik benda yang didapatinya keluar dari kotaknya, sebuah kepala manusia membuat Geronimo terjungkal dari kursinya, dia mengenali wajah itu.


Geronimo mendapatkan hadiah yang lebih mengarah pada peringatan perang, kepala Bagas sampai kepadanya. Tidak perlu mencari Bagas karena sudah terpisah dengan tubuhnya, Deorsa yang melihat itu menghela nafas ternyata tuan Liam tidak akan diam kali ini.


"persiapkan strategi perang Deorsa, aku ingin membantainya hingga terbelah belah. Bocah itu memberikan hinaan padaku dan akan ku berikan balasan yang membawa sukacita"


"baik tuan"


matahari tidak pernah ingkar janji untuk hadir saat waktunya tiba, matahari bersinar terang menyilaukan mata dengan sinarnya. Jennie membuka matanya dan didapatinya pria yang memiliki wajah tenang saat tidur dengan tangan yang melingkar di perutnya.

__ADS_1


Aroma nasi goreng di pagi hari membangunkan cacing di perut Jennie sudah siap untuk memulai sarapannya. Tidak terduga suara parau dari belakangnya terdengar "kamu memasak?" katanya.


Mendengar suara Hendra dia gugup "aku hanya membuat nasi goreng, hm hanya itu yang dapat ku buat. kalau kamu tidak suka tidak masalah" kata Jennie menunduk.


Diluar dugaan Hendra menguapkan makanannya dengan sangat lahap walau rasanya tidak selaras dengan aroma makanannya dia tetap makan untuk menghargai usaha Jennie yang memasak untuknya.


"enak" katanya dengan senyuman saat suapan terakhir selesai.


"terimakasih sudah membuat kan sarapan, lain kali beristirahat saja ya biarkan aku yang melakukannya" katanya lagi yang khawatir kepada wanitanya.


Perlahan Hendra mendekati Jennie"semalam aku menyentuhnya tanpa izinmu, aku bahagia saat aku merasakan gerakannya"


"hm" jawaban malas Jennie ditengah kegugupannya.


"aku ingin mengatakan sesuatu Jen, tapi kuharap kamu tidak keberatan atau membenciku setelahnya" katanya memelas.


"bolehkah aku serahkan? bolehkah aku memilikinya seutuhnya? aku ingin melindungi kalian berdua dimasa hidupku Jen, bolehkah aku berharap" Hendra menatap manik mata Jennie berharap mendapatkan respon dari wanita walau itu mustahil.


Sangat lama mereka terus


diam, Hendra mengerti dan membiarkan Jennie memantapkan hatinya jangan terlalu memaksakan. Perlahan keheningan itu di isi dengan isakan yang menyayat hati


"aku tidak pantas untukmu, kamu tahu masa lalu ku dan pekerjaan ku selain menjadi model. percayalah aku tidak akan memisahkan mu dengan bayi mu jika itu yang kamu pikirkan" Jennie merasa Hendra melewati batas-batas yang di buatnya.

__ADS_1


Hendra merangkul Jennie dia harus bisa meyakin kan Jenni tentang keinginannya


__ADS_2