Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 64 Ken dan Matteo


__ADS_3

Dua hari terakhir pencarian tuan muda Liam kembali menjadi kesibukan secara rahasia, namun mereka masih menemukan jalan buntut seakan harapan mereka dipermainkan. Hari ini, sekretaris Ken mendapatkan surat yang sama seperti yang di dapat oleh dokter Aditia sebelumnya, surat itu di titipkan petugas pos kepada sekuriti perusahaan karena tidak berkenan masuk kedalam kantor menurut aturannya.


" beraninya kau menghapus data perusahaan!" isi surat itu menimbulkan keraguan di benak Ken, benarkah tuan Liam yang mengirimnya atau pihak lain.


Perkara surat misterius yang di terima dirahasiakan dari sang kakek karena itu akan menginjak harga diri Ken dan yang lainnya jika tidak menemukan jalan keluar. Tanpa di sadari mata kakek ada dimana-mana cepat atau lambat berita surat itu akan sampai di telinga Kakek.


Ken butu menenangkan pikiran, pria setia Dewantara group datang duduk di meja bar. Skor yang mustahil setetes pun minuman haram itu tidak pernah dicap oleh lidahnya sebelumnya, tapi hari ini dia melakukan sesuatu yang mengejutkan dunia. Matteo yang menyadari satu botol minuman beralkohol itu habis di sedot mulut Ken dia langsung mengusir semua pengunjung tanpa tersisa di club' itu.


"kau akan rugi besar jika kehilangan pelanggan" Ken tersenyum sinis.


"aku tidak akan jadi gelandangan secepat itu, walau club' ini tutup untuk selamanya aku akan tetap seperti sekarang ini" jawab Matteo sambil bersulang dengan Ken.


Ken hanya berdehem dan menjatuhkan kepala di atas meja bar kepalanya sangat pusing, melihat hal itu Matteo tertawa puas baru kali ini Ken lemas tidak berdaya, muncullah rencana jahat di kepalanya.


Pagi hari, suhu kamar tiba-tiba terasa dingin. Ken menarik selimut untuk mencari kehangatan, sedetik kemudian dia merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya dan segera mata itu terbuka dia telanjang bulat.


"apa-apaan ini!" Ken tidak mengingat apapun, dia berusaha tenang memandang sekelilingnya tampak berbeda. Dia berada dalam sebuah kamar hotel.


"apa kamu tidak punya rencana menyembunyikan harta milikmu itu" suara Matteo dari balkon sambil menunjuk bagian bawah Ken yang sedang terpampang nyata di depan matanya tanpa penghalang.


Ken merasa ada yang tidak beres, meminta penjelasan dari Matteo tentang semalam saat dirinya mabuk dan mulailah Matteo menceritakan sebuah scene film yang pernah ditontonnya, kalau orang lain yang mendengarnya pasti tidak percaya tapi ini sekretaris Ken dia sangat polos.

__ADS_1


"aku tidak merasakan apapun" Ken mengeluarkan apa yang dirasakannya.


"apa kau tidak ingat semalam kau mencumbui ku atau perlu kita lihat CCTV? kau harus bertanggung jawab Ken, aku menjadi tidak perjaka karena ulahmu. Aku menyesal mengusir semua orang semalam setidaknya ku sisakan satu wanita seksi untukmu" kata Matteo melancarkan aksinya menjadi seorang aktor yang sangat pandai berakting.


Ken merasa kepalanya akan meledak, dia belum bisa mencerna semuanya dengan benar. Mata Ken dengan polos memperhatikan tubuh Matteo yang benar adanya penuh dengan tanda merah yang membuat nya menelan ludah. Mata itu perlahan menelisik setiap bagian tubuh Matteo seperti menemukan kejanggalan.


"bagaimana aku melakukannya padamu" pertanyaan polos Ken berhasil memecahkan tawa kuat dari Matteo.


"aku tidak habis pikir dengan tanggapan Ken, ku pikir dia sangat pintar tapi nyatanya tidak" Matteo.


"sepertinya ini sudah terlanjur, bagaimana aku bertanggung jawab? haruskan menikahi mu?" Ken semakin menciptakan suasana aneh di kamar itu.


Matteo merinding saat mengetahui tanggapan gila dari Ken, sekarang dia yang terjebak dalam rencananya sendiri. Ken selesai dengan jubah mandinya dan dia menghubungi pengacara untuk mengurus surat pertanggungjawaban bahkan dia tidak tahu jenis kelamin Matteo, itu sangat lucu.


"apa kau serius gila! memangnya apa yang terjadi? hahaha aku hanya sedikit mengerjai mu hentikan perintah bodoh mu" Matteo merebut hp Ken dan membatalkan perintah horor Ken, tindakannya mendapat hadiah dari Ken yaitu sebuah Bogeman yang menyebabkan nyeri di sudut bibir Matteo.


Matteo tidak keberatan akan hal itu, dia mendapat hiburan di pagi hari bertarung dengan Ken. Ken menantangnya untuk melakukan olah raga pagi yang dengan cepat ditanggapinya, pertarungan yang imbang terjadi di kamar itu suara terdengar sampai keluar yang membuat orang di luar kamar salah paham dan berpikir yang aneh aneh yg Entang adegan didalam sana.


"saya tidak keberatan mengucap janji suci dengan anda tuan Matteo, bahkan membayangkannya saja terasa memiliki keunikan tersendiri" ejekan telak di lempar Ken.


Mereka kelelahan hingga memilih terkapar di lantai dalam waktu yang lama, ternyata Ken tidak bodoh dia hanya mengikuti alur yang diciptakan Matteo padanya. Ken sadar bahwa dirinya sungguh kesepian selama ini karena hanya berhadapan dengan benda mati diruangan kerja.

__ADS_1


"bagaimana dengan Liam Ken?" tanya Matteo yang tidak paham tentang surat itu. Belum sempat Ken menjawab hpnya sudah mendapatkan notifikasi penarikan uang di bank terdekat dengan cepat mereka menuju ke bank untuk mencari kebenaran.


Uang di rekening tuan Liam sudah di tarik sebagian mungkinkah itu tuan Liam? namun anehnya tidak menemukan ada tuan Liam yang terekam CCTV bank yang mereka datangi, semakin aneh saja sangat cepat menghilang.


"itu salah satu kartu yang iseng ku hanyutkan di lautan beberapa hari lalu, tidak ada yang mengetahui sandinya selain tuan muda" jelas Ken.


Matteo sudah yakin tuan Liam berada disekitar mereka dan hari yang sudah mulai menjelang siang Ken harus kembali kekantor untuk memantau setiap perkembangan disana.


"tuan data perusahaan sudah normal sepertinya pencadangan berhasil dilakukan" laporan dari bagian pengendali server perusahaan membuat Ken terheran namun tetap menyembunyikannya. Ada kelegaan dibalik kebingungannya.


"mengapa bersembunyi dari saya tuan muda, muncullah jangan seperti ini" Ken merasa senang dalam hati tuan mudanya masih hidup dan berada disekitarnya walau belum mengetahui wujudnya seperti apa.


Sedangkan di sebuah pulau tuan Liam sedang menemani istrinya jalan sore agar peredaran darah istrinya lancar.


"pelan pelan saja jalannya sayang" tuan Liam memapah istri tercinta dengan sangat hati-hati agar bayi mereka tidak terganggu.


"aku ingin tahu suamiku melakukan apa hari ini" Nadila menatap curiga.


Sangat sulit membohongi istri yang sedang hamil tuan Liam menceritakan perjalanan yang dilakukannya hingga baru pulang di siang hari tidak seperti biasanya datang sebelum matahari terbit.


"bagaimana kalau mereka mengenalmu dan mencelakai mu? apa kamu baik-baik saja suamiku?" kekhawatiran mendalam Nadila saat mengetahui aktivitas gila suaminya.

__ADS_1


"sayang mau tidak mau kita harus kembali kekota, bukankah kamu yang mengatakannya kemaren mungkin Ken membutuhkanku, aku hanya meringankan bebannya kemaren. Lagian kita sudah cukup lama disini dan lingkungan ini sangat buruk untuk kehamilanmu, akan sangat menyedihkan jika putra kita lahir dengan kekurangan sedangkan aku punya segalanya. Aku hanya ingin kamu mendapatkan perlakuan baik dan nyaman sayang" tuan Liam sudah memperhitungkan segalanya.


Nadila mendengarkan semua keluh kesah tuan Liam dan juga kata kata menenangkan yang membuatnya lega dan tidak takut saat mengingat tragedi yang lama telah berlalu. Ketakutannya kembali kekota perlahan menghilang di ganti dengan keyakinan kalau suaminya ada untuknya membuatnya tidak akan tersentuh oleh siapapun.


__ADS_2