Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 85 drama kehilangan di pagi hari


__ADS_3

"Dimana istriku pak man?" tanya tuan Liam dalam kepanikan saat mengetahui istri tercinta tidak berada di kamar. Pak Man yang linglung jam tiga pagi merasakan kecemasan, setahunya Nadila masuk kamar terlalu cepat tadi malam dan belum keluar dari kamar hingga kantuk menguasai pak Man dan tertidur di ruang tamu menunggu tuan mudanya pulang.


"bagaimana kalian menjaga istri ku!" tuan Liam mulai menaikan suara dua oktaf yang setelahnya bisa terjadi kiamat mendadak dirumah itu.


Seluruh ruangan dirumah utama sudah di telusuri semua bagian rumah utama tapi belum ada tanda-tanda keberadaan Nadila wanita beruntung itu. Pak Man merasa heran akan hal itu hingga pergi ke ruangannya untuk melihat rekaman CCTV rumah, jam demi jam, menit bahkan detik tidak luput dari pandangannya. Pak Man sudah melakukan segalanya dengan sangat baik tidak mungkin kecolongan tidak menyadari kepergian nona mudanya.


Dalam rekaman terlihat Nadila pergi menuju dapur di tengah malam terlihat sangat jelas cake yang di pegang nya. Setelahnya Nadila berjalan setelahnya tidak muncul lagi.


"sialan! sejak kapan CCTV itu mati pak Man" CCTV tiba-tiba menggelap beberapa menit setelahnya bersamaan Nadila yang menghilang. Semua penjaga berlarian mencari ke tempat CCTV mati, tidak lupa memeriksa bagian lain terutama taman yang dekat dengan pintu kaca. Hanya potongan cake yang berhasil di temukan di anak tangga teras menuju kursi taman, hal itu membuat darah tuan Liam mendidih.


"bagaimana cara kalian bekerja!" pukulan demi pukulan di terima para penjaga rumah terlatih bagi mereka yang menjaga di sekitar taman belakang.


"maafkan kami tuan, kami tidak melihat kedatangan nona" jawab salah satu dari mereka.


"akhhh" satu tendangan membuat kaki pengawal itu mati rasa. Tuan Liam tidak ingin alasan yang dia inginkan istrinya kembali tanpa lecet.


Pak Man juga tidak menduga akan hal itu ada rasa bersalah karena kelalaiannya tidak seharusnya dia meninggalkan pintu kamar utama dan memilih tidur di ruang tamu. Ini adalah salahnya yang kurang waspada namun tuan Liam tidak menyalahkannya atau marah padanya.


"tuan muda maafkan keteledoran saya tuan" kata pak man yang juga merasa kegagalan.


Tuan Liam kehabisan akal, telepon Ken tidak aktif membuatnya menggila seketika. Tuan Liam tidak bisa berpikir jernih sekarang dia kehilangan kebahagiaan secara bersamaan, istri dan anaknya sulit untuk dia bayangkan atau membawanya dalam mimpi. Pak Man mendatangi tuan Liam berharap mendapat perintah yang mungkin bisa dia lakukan.


"pak Man temukan istri ku pak" kata tuan Liam menahan air matanya agar tidak menetes.


"istirahatlah tuan muda, anda sudah sangat kelelahan"


"bagaimana bisa aku istirahat pak?" tuan Liam bahkan tidak berpindah posisi dari sudut ruangan itu.


Pak Man pergi entah kemana dan menelepon seseorang, mungkin begitu saja dan tinggal menunggu hasilnya. Kepala pelayan itu pergi ke dapur untuk menyiapkan beberapa menu untuk dimakan tuan mudanya. Belum lama berperang dengan spatula di dapur hp pak Man berdering.

__ADS_1


"apa yang terjadi pak?" informasi Ken dapatkan dari laporan anggota nya bahwa ada keributan dirumah utama selepas kepulangan tuan Liam dari markas.


"nona muda menghilang tuan" Mendengar itu saja sudah membuat Ken mengerti.


Seakan melakukan teleportasi Ken sudah muncul di rumah utama dan segera mencari keberadaan tuan muda yang kacau. Bersamaan dengan itu beberapa orang suruhan pak Man muncul dengan dua orang asing dengan wajah babak-belur.


"mereka sedang memata-matai rumah utama tuan, dan mengambil beberapa gambar nona muda" pengawal itu memperlihatkan foto Nadila yang sudah mereka curi mendengar hal itu tuan Liam sangat marah dan melakukan seribu pukulan hingga kedua orang penyusup itu kehilangan nyawa.


"jadikan mereka santapan hiu" perintah tuan Liam yang segera dilaksanakan.


"Sepertinya mereka ingin bermain-main dengan ku! mari kita buat ini lebih menarik" tuan Liam benar benar marah sekarang. Suara piring yang jatuh menarik perhatian mereka. Suara itu berasal dari kamar utama, segera mereka berlari melihat yang terjadi tidak ada yang berani berkeliaran di area itu tanpa izin. Betapa terkejutnya mereka saat mengetahui yang terjadi.


"sayang" tuan Liam memeluk Nadila erat, ternyata sedari tadi wanita hamil itu berada di dalam kamar tapi bagian mana? sampai tuan Liam tidak melihatnya.


"hm" Nadila sedang gelisah.


"apa kamu baik-baik saja sayang, aku mencarimu sedari tadi.


Pak Man dan Ken merasa lega ternyata para penyusup itu telah diketahui oleh Nadila hanya saja Nadila bersembunyi dan tidak meminta bantuan. Ken keluar dari kamar bersamaan dengan pak Man yang menutup pintu tanpa suara agar tidak mengganggu keharuan yang meledakkan planet bumi.


"sayang " kembali memberikan pelukan dan menghujani kepala istri dengan ciuman tuan Liam tidak dapat membayangkan kehilangan untuk sekian kalinya.


"maaf sudah membuatmu cemas, aku bersembunyi sampai ketiduran semalam bayinya menendang sangat kuat, jadi aku kesulitan untuk bangun lagian di lemari pakaianmu terasa nyaman hingga bayi kita juga tenang" adakah yang seperti itu Nadila.


Entah siapa yang memulai tautan bibir itu sudah tidak terkendali, rasa gemes tuan Liam mengalahkan segalanya dia benar-benar menyalurkan kerinduannya. Lu**t** dan s***p*n di berikan nya bahkan wajahnya sudah memerah.


"sudah, nanti kebablasan sayang" Nadila menghentikan suaminya karena akan lain cerita setelah ini.


"hm baiklah" pelukan lagi seakan tidak ingin lepas.

__ADS_1


Terlalu banyak berdiri menyebabkan perut Nadila kembali berdenyut keras, dia merintih menahan sakit di sertai mules.


"auw sakit akhhhh..." teriak Nadila.


"sayang, kamu kenapa? mana yang sakit"


"aaahh perutku" Nadila terus memegang perutnya yang merasa sakit.


"ken" teriakan tuan Liam sampai di lantai satu membuat Ken dan pak Man berlarian menuju kamar tuan Liam, terlebih saat mendengar suara teriakan dari Nadila.


tuan Liam keluar dengan menggendong istrinya yang sudah penuh dengan keringat dan air mata. melihat situasi Ken langsung berlari mengambil mobil dari garasi, ini waktunya untuk lahiran. Tidak membuang waktu Ken memecahkan keramaian lalulintas di pagi hari bersamaan puluhan mobil pengawal dan bahkan para pengawal Dewantara ikut turun tangan di segala sisi jalan untuk menertibkan kendaraan agar mengutamakan mobil tuan Liam. Ken tidak melihat kiri kanan dia hanya melihat kedepan dengan kecepatan tinggi, ini sangat darurat kelahiran dimajukan pikirnya.


"darah, sayang kamu pendarahan, bertahanlah Dila sayang" tuan Liam berusaha menguatkan istri yang berjuang demi anaknya.


"tertahankan sayang, buka matamu. Ken mengapa mobilnya seperti siput cepatlah!" air mata tuan Liam luruh tidak sanggup melihat istri yang kesakitan.


Tuan Liam memberi semprotan kemarahan pada Ken yang dirasakannya mobil terlalu lambat untuk melaju pada hal jalanan sudah di amankan tanpa kendaraan. Tuan Liam frustasi air ketuban istrinya sudah pecah tapi rumah sakit masih jauh untuk sampai.


"tuan muda tenanglah, ini bahkan sudah kecepatan penuh, bagaimana lagi saya menambahnya?" Ken kebingungan karena sudah mencapai batas kecepatan tapi masih di katakan lambat bahkan mobil mereka mengalahkan kecepatan juara pembalap dunia.


Dirumah sakit terjadi hal yang luar biasa saat mendapati panggilan darurat, dokter Aditia mengintruksikan segalanya bahkan mensterilkan ruangan VVIP dan ruang operasi di kosongkan, beberapa kemungkinan di kepalanya saat mengetahui kedaruratan tentang menantu Dewantara yang pendarahan. Beberapa dokter wanita sudah di siapkan dengan sengat baik, ranjang branka sudah berada di parkiran menunggu kedatangan pasien darurat.


"kakak ipar" kata dokter Aditia saat melihat wajah pucat dan darah yang mengalir membuatnya khawatir.


Nadila di dorong kedalam ruangan operasi karena tidak memungkinkan melahirkan dengan normal mengingat Nadila yang kehabisan darah dan lemas.


"tenanglah semua akan baik-baik saja" kata Aditia menenangkan tuan Liam yang gemetaran.


"bagaimana bisa?"

__ADS_1


"tenanglah berikan kekuatan pada istrimu, ayo ikutlah denganku sebentar lagi akan dilakukan operasi" kata Aditia.


Tuan Liam menemani istrinya melahirkan anak mereka, Dengan setia tuan Liam menemani Nadila dari awal operasi dimulai yang diawasi oleh dokter Aditia.


__ADS_2