Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 56 pembalasan 2


__ADS_3

matahari menunjukkan keceriaan di pagi hari mengusir kegelapan di bumi. Seperti biasa Ken sudah hadir di kantor jam 7 pagi tidak pernah terlewatkan, karyawan diperlakukan sama bahkan diharapkan datang lebih awal darinya.


Ken duduk di kursinya mendengarkan jadwal yg ang akan dibacakan oleh Sina sekretaris wanita.


"jadwal hari ini memantau kinerja lapangan seperti biasanya tuan, dan telah ditambahkan mengakuisisi perusahaan WS tuan" Sina selesai.


"baguslah, aku hanya tertarik pada jadwal terakhir lakukan itu saja" Ken sangat bersemangat merebut kekayaan terakhir dari keluarga mahres.


Sangat cepat perusahaan itu berpindah tangan dalam beberapa jam Ken sudah mendapatkan tanda tangan pemilik perusahaan, siapa lagi kalau bukan tahanan di markas. Sina merasa aneh mendapatkan tanda tangan secepat itu, sungguh angka kemustahilan tapi ini sekretaris Ken segala sesuatu akan dibuat mungkin.


Berita yang beredar di pasaran bahwa pemilik perusahaan WS sedang menikmati kesendirian dengan berlibur keliling dunia sedangkan realitanya berlibur dalam neraka yang diciptakan Matteo.


Ken membebankan Sina mengerjakan semua pekerjaan kantor bersama pengawal kepercayaannya yang kadang kadang menjelma menjadi asisten Ken disaat Ken pergi melakukan kegilaan. Disinilah Ken berada ditengah laut bersama tahanannya.


Matteo melakukan sesuatu yang diinginkan Ken, membawa semua kucing liar yang ikut andil dalam mencelakakan tuan Liam secara terang terangan waktu itu. Mereka semua dijadikan makanan hiu di laut. Di sebuah derek telah digantung tubuh pria putra angkat mahres, pria itu meronta-ronta dalam Ika yg nanya.


"berhentilah bergerak atau tali itu akan putus karena tidak kuat menahan beban tubuh mu" kata Rio yang mulai mengumpan predator di lautan. Satu persatu anak buah pembunuh bayaran dilempar kelaut, bau anyir darah mengundang hiu kepermukaan melahap daging segar yang dilempar oleh Rio.


Anak angkat mahres mulai menggila dia tertawa mengungkapkan kepuasannya, Dia sangat senang penderitaan nya akan berakhir hari ini.


"Haha kalian semua memang bodoh, percuma kalian menyiksa bahkan membunuh ku, tuan Liam tidak akan kembali lagi ke dunia ini hahah" perkataan itu membuat semua orang geram, Ken memberi kode untuk merendahkan tali agar tubuh pria tidak waras itu mendekati air laut. Tubuh pria itu menegang saat hiu melompat kearahnya dengan cepat dia menghindari taring hiu yang berusaha melahap tubuhnya.

__ADS_1


"saya ingin tahu seberapa jauh tawamu itu mekar" Ken semakin merendahkan tali hingga kaki pria itu bersentuhan dengan air, Kemudian melajukan kapal memancing hiu mengejar tubuh yang bergantung di atas air. Ken sangat terhibur melihat ketakutan yg tahanannya dan sesekali membiarkan hiu menggigit kaki pria itu hingga putus, darah segar mengalir di laut, air laut berubah menjadi merah.


"dasar kau iblis tuan Ken" pria itu tidak habis pikir Ken akan mempermainkan kematiannya tanpa dia sadari yang dia lakukan pada tuan Liam dan istri tuan Liam. Ken terus mengguyur tubuh itu hingga benar benar termakan ditelan hiu.


Setelah memusnahkan orang-orang itu dan juga para pembunuh bayaran Ken menghela nafas, sangat jelas matanya berembun saat menatap air laut yang dalam itu. Matteo mendekati Ken dan memberikan sebotol air mineral untuk mendinginkan hati Ken, mereka menyelesaikan urusannya disaksikan warna jingga di langit menandakan matahari akan bersembunyi sebentar lagi.


"sebentar lagi akan gelap sudah saatnya kita pulang" kata Matteo membiarkan Ken melepas kegundahan hatinya. Matteo masuk kedalam kabin kapal untuk beristirahat sedangkan Ken masih setia memandangi indahnya langit di sore hari, dia terkagum baru kali ini dia bisa menggantikan pekerjaan memandangi langit yang indah. Bohong jika tidak ada kerinduan dihatinya.


"tuan muda, apa anda senang sekarang. Saya masih berharap ada keajaiban anda datang tuan muda" Ken menggenggam kuat pembatas kapal menyalurkan perasaannya. Kapal mereka melewati sebuah pulau sengaja Matteo berkeliling, seperti kebiasaannya tidak ingin melewati jalur yang sudah dilaluinya. Sebagai bagian dari dunia gelap sangat berpengalaman bahwa jejak mereka sudah tercium untuk itu Matteo selalu menghindari melewati jalan yang sudah dilaluinya.


ken masih setia duduk di atap kapal membiarkan angin laut membelainya, dia menikmati keindahan lautan dengan teropong di tangannya. Merasa rugi jika tidak menikmati perjalanan di tengah lautan. Dia mengusir sekelilingnya yang dikelilingi air laut, gerakannya terhenti pada sebuah pulau kecil. Ken menfokuskan teropongnya pada pesisir pantai dia melihat seseorang di kejauhan, dia berharap tidak sedang bermimpi.


Ken masuk kedalam kapal dan menyuruh bersandar sebentar di pulau itu, keinginan Ken hanya dituruti oleh Matteo. Kapal mendekati pulau disana ada s orang nelayan yang berbadan kekar, melihat hal itu Matteo menepuk pundak Ken agar menyudahi s mua sampai disini.


"pulau itu berpenduduk sedikit, mereka masuk dalam kabupaten kota Z, itu sangat terpencil" jelas Matteo karena sudah memeriksa pulau terdekat saat kehilangan tuan Liam. Ken mengangguk mengerti dia merasa terlalu banyak berhalusinasi, Hingga dia tertidur karena mabuk berat.


jam 9 malam Matteo sampai di rumah utama mengantar Ken yang sudah tidak sadarkan diri, pak man sangat khawatir keadaan ini baru pertama kali terjadi pada Ken.


"tuan apa semuanya baik-baik saja?" pak man memastikan bahwa tidak ada hal besar yang terjadi.


"hm, dia hanya mabuk. Tolong rawat Ken dengan baik pak" setelah itu Matteo pergi.

__ADS_1


pak man melakukan sesuatu yang diperintahkan Matteo, mengganti baju Ken dan mengompresnya dengan air hangat. Pak man bahkan berjaga sepanjang malam siapa tahu Ken membutuhkan sesuatu, dirumah utama tidak ada pelayan hanya pak man seorang. Sebelum Ken datang para pelayan sudah mengosongkan rumah bahkan tidak ada acara Mesak memasak atau ahli gizi Ken menghilangkan strategi menyiapkan makanan untuknya.


Di tengah malam itu, rumah utama kedatangan tamu, sebuah mobil yang bersimbol Dewantara group memasuki gerbang menuju rumah utama dengan linglung pak man datang menyambut tuan besarnya.


"selamat datang tuan besar" dia membungkuk hormat lalu membantu sang kakek masuk kedalam rumah.


"dimana dia pak?" yang ditanyakan adalah Ken. Giorgi dapat merasakan hawa dingin rumah itu, sepertinya Ken sengaja melakukan hal itu karena tidak suka diganggu selain bersama tuan muda Liam.


"tuan Ken mabuk berat dan kehilangan kesadaran tuan besar, saya merasa tuan Ken kesulitan mengekspresikan emosinya" pak man menyajikan minuman hangat untuk kakek. Sekarang pak man mengerti alasan sang kakek yang tidak pernah datang menemui Ken, mungkin Ken akan menunjukkan kelemahannya atau akan merasa kehilangan kepercayaan diri karena gagal melindungi tuan mudanya. kakek tidak ingin mengganggu tidur Ken dia memilih ikut beristirahat.


Pagi subuh Ken sadar dari mabuknya, tubuhnya sangat kuat sehingga cepat sadar dibanding orang normal pada umumnya, dia memiliki feeling yang sangat kuat Ken melihat diluar jendela kaca beberapa bodyguard. Ken sudah siap d Ngan segala sanksinya, pak man sudah menyambut Ken di depan pintu kamar.


"hm, pak dimana tuan besar?" Ken sangat tenang.


Pak man mengantar Ken menemui kakek di ruangan baca, lalu pergi tanpa menimbulkan suara. Ken melihat sang kakek yang sedang memejamkan matanya di kursi goyang. Ken menjatuhkan dirinya berlutut dilantai bersamaan dengan Giorgi yang datang dengan sebuah pistol yang di sangat langka, pistol koleksi lama dan Ken mengenal pemilik benda dengan timah panas itu.


"apa kabarmu Ken?" tanya kakek sambil memegang pistol itu.


"maaf telah membuat anda kecewa tuan, saya bersalah" Ken memejamkan matanya dengan wajah tidak berekspresi. Giorgi dapat merasakan bahwa Ken sangat sulit menjalani hidup untuk melewati hari harinya.


Kakek bangun dari kursinya dan berjalan dengan tongkat kayu yang menemani masa tuanya. kakek mengarahkan pistol di kepala Ken, tapi yang di todong pistol tidak bergeming. sangat lama kakek meletakkan pistol itu seakan menunggu reaksi Ken, dia kembali kecewa Ken hanya menyalahkan dirinya. kakek menarik pelatuk pistol.

__ADS_1


"dorrr" peluru terlepas, suara tembakan itu bahkan mengejutkan Giorgi yang sudah terbiasa di dunia bersenjata. Pistol belum dipasang peredam suara.


Pak man yang berjaga di depan pintu merasakan jantungnya berdetak keras, namun tidak memiliki kuasa untuk melampaui batasan. Dia tetap menunggu didepan pintu dan sekali lagi pak man terkejut tembakan kedua terdengar, setelahnya hening selama berjam-jam pak man bahkan mengambil posisi lesehan dilantai berdiri terlalu lama akan menimbulkan darah tinggi.


__ADS_2