Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 47 kedatangan tamu


__ADS_3

perusahaan berjalan dengan lancar selama kakek yang memimpin. Kakek juga menyingkirkan orang orang yang mencurigakan di perusahaan. Semakin hari perusahaan semakin tenang bahkan acara peresmian panti asuhan sudah mulai dipersiapkan. Giorgi menemui kakek di kantornya dengan tergesa gesa menandakan keadaan darurat.


"ada apa Giorgi?" kakek bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela kaca itu, yang memperlihatkan keindahan kota dari atas.


"anda kedatangan tamu tuan" Giorgi terlihat tidak menyukai Tamu yang datang mendadak tanpa diketahuinya. Bahkan tamu itu sudah membuat janji dan tidak bisa ditolak kedatangannya.


"aku mengijinkannya datang Giorgi" kakek begitu tenang sedangkan Giorgi merasa tidak percaya dengan tuannya yang menerima kedatangan orang yang sangat dibencinya, sungguh diluar dugaan.


Seorang wanita yang memiliki kepercayaan diri diatas rata-rata manusia normal, berjalan memasuki kantor yang megah untuk menemui seseorang yang dicintainya, lebih tepatnya mencintai uangnya. suara heels runcing terdengar sangat jelas mendekati PP pintu kantor yang sedikit terbuka. Seketika wanita cantik itu terkejut ketika menemukan orang yang didepannya bukan harapannya, dia menunjukkan kekecewaan.


"apa anda terkejut?" kata kakek sambil tersenyum. saat ini, semangat dari tamu itu memudar. Dia mengutuk dirinya sendiri karena dapat dikelabui dengan mudah.


"saya ingin menemui kekasih saya, bukan anda tuan" wanita bernama Jennie lah yang datang dan masih belum menyerah tentang tuan Liam.


"ternyata anda cukup gigih nona" Giorgi sangat salut dengan keberanian Jennie yang tidak punya rasa malu.


kakek tua betul seperti apa Jennie memperlakukan cucunya dan kalia ini dia tidak akan membiarkan kehidupan cucunya berantakan.


"anda sudah hidup tenang selama beberapa tahun terakhir nona Jennie. anda memiliki keunggulan yang membuatmu banyak dikagumi para pria, bukankah begitu?" kakek memandang rendah Jennie yang kadang pergi dan kadang datang dari cucunya. sangat banyak yang dikatakan kakek pada Jennie, menjatuhkan wanita itu hingga tidak punya penopang untuk bangkit kembali.


Jennie merasa malu tentang dirinya yang menjadi penghangat ranjang para pria, kakek dari mantan kekasihnya mengetahui segalanya tentang dirinya. Pantas saja pria tua didepannya tidak pernah memandangnya sebagai manusia selama ini, kakek selalu menentang hubungannya dengan tuan Liam.


"berhentilah mengganggu cucu saya! saya akan menghancurkan siapapun yang mengganggu kebahagiaannya" kakek memerintah Jennie untuk berhenti sampai disitu, kelakuannya sungguh sangat jauh.


"Liam hanya mencintai saya tuan, haha tidak ada wanita lain yang dapat menggantikan saya dihatinya, saya cinta pertamanya" Jennie memegang kepercayaan diri bahwa hati tuan Liam hanya padanya.


kakek Umbara tertawa dan membawa Jennie berbincang di sofa dengan segelas minuman yang di sediakan oleh Giorgi. kakek berusaha mencuci otak wanita didepannya tapi sangat sulit, dia pun memberi kode pada Giorgi yang langsung dimengerti oleh kaki tangan nya itu.


"Dimana Liam berada?" sangat sulit untuk menemukan keberadaan tuan Liam, Jennie menanyakannya langsung pada tuan besar umbara kakek tuan Liam yang ada dihadapannya. Jenni benar-benar putus ada mencarinya bahkan menemui pria yang masih dikejarnya. Kedatangannya kekantor karena berpikir tuan Liam lah yang mengizinkan dirinya datang, tapi ternyata salah kakek pelakunya.


"tuan muda Liam tidak disini nona, tuan muda sedang berbulan madu" jawaban Giorgi mematahkan harapan Jennie, dia merasa ada yang tidak beres dengan jawaban Giorgi.

__ADS_1


"apa anda bercanda tuan, ha?" Jennie tidak percaya hal itu, kalau tuan Liam sudah menikah tanpa di publish.


Giorgi berhasil menjatuhkan mental Jennie, sudah tidak ada harapan lagi baginya sekarang. Keadaan wanita itu sangat menyedihkan sekarang, tapi sang kakek tidak kasihan sama sekali dia malah terhibur dengan tangisan pilu Jennie.


Wanita cantik yang penuh pesona tidak terima di campakkan oleh tuan Liam, dia tidak habis pikir ada yang menggantikan posisinya. Ditengah tangisannya Giorgi memberikan gelas berisi air ke hadapan Jennie yang langsung di teguk habis oleh wanita menyedihkan itu.


"anda sudah tidak punya harapan nona" lanjut Giorgi yang semakin membuat tubuh Jennie bergetar menangis, Giorgi benar-benar pandai mematahkan harapannya saat ini. Giorgi bahkan menceritakan kisah romantis yang dilakukan tuan Liam dengan istrinya, pria tanpa dosa itu bercerita seakan sedang membacakan dongeng. Pemandangan itu sangat menggelitik hati sang kakek, hingga tidak tahan untuk tidak tertawa.


Giorgi dan sang kakek, membawa Jennie ke suatu tempat. Dalam perjalanan Jennie merasakan ketidak nyamanan pada dirinya, dia merasa kebingungan dengan dirinya. Dari kursi kemudi Giorgi menunjukkan senyum puas melihat gerak gerik wanita di kursi penumpang. Jennie berusaha menahannya hingga wajahnya memerah dan berkeringat dingin. Setelah menempuh jarak yang di lalui selama 1 jam, mereka sampai ke tujuan yaitu sebuah rumah yang jauh dari keramaian yang dijaga oleh beberapa pria.


"aku ada dimana?" Jennie merasa bingung dan takut dengan keberadaannya, dia tidak memperhatikan perjalanan menuju tempat sepi itu karena berusaha menstabilkan ketidak nyamanan nya. Giorgi menyadari hal itu dan kembali memberikan air minum untuk Jennie.


"tenanglah nona, minumlah air ini setelah itu kita akan ke dalam" Tanpa pikir panjang Jennie meminum habis air mineral itu, berharap gejolak dalam dirinya bisa berkurang. Nyatanya bukan berkurang, tetapi bertambah panas.


"minuman apa yang anda berikan pada saya" kata Jennie dengan tatapan sayu, dia sudah tidak bisa menguasai diri.


"anda pasti mengenal minuman itu nona" Giorgi Tersenyum melihat reaksi tubuh Jennie, tidak membuang waktu Giorgi menyuruh beberapa bodyguard mengangkat tubuh Jennie dan membawanya ke kamar.


"apa yang harus kita lakukan pada wanita itu tuan?" tanya salah satu bodyguard yang mengunci Jennie didalam kamar.


"apa kalian berselera?" pertanyaan Giorgi membuat mata para bodyguard itu berbinar, mereka tidak bisa menolak kesenangan itu.


"tunggu tuan besar datang" Giorgi menunggu sang kakek yang menyusul dengan mobil yang berbeda karena tidak ingin satu mobil dengan seorang j***** seperti Jennie.


Kakek datang dengan sangat santai menghampiri Giorgi, lalu memerintah untuk membuka pintu yang diikuti lima pria yang berbadan kekar. Terlihat Jennie yang berguling-guling diatas tempat tidur hanya menggunakan pakaian dalam karena merasakan panas yang luar biasa.


"sepertinya anda membutuhkan bantuan nona" suara Giorgi membuat Jennie memelas memohon, dia tidak kuat menahannya lagi. Sesuatu dalam dirinya harus dituntaskan, dia memakai Giorgi yang memanfaatkan dirinya seakan menyiksanya secara perlahan.


Jennie memohon bantuan Giorgi bahkan memandang semua pria di hadapannya dengan tatapan mendamba, berharap ada yang ingin membantunya sedangkan para pria itu hanya berdiam menunggu perintah.


"jawablah dengan jujur, apa yang anda rencanakan bersama pria tua Bangka yang sering berhubungan dengan anda akhir akhir ini?" yang dimaksud Giorgi adalah tuan Geronimo karena dia yakin kedatangan Jennie yang terus-menerus mendekati tuan Liam pasti ada hubungannya dengan Geronimo.

__ADS_1


"tidak ada tuan, saya hanya melayaninya" Jennie berusaha menyembunyikan kebenaran namun Giorgi bisa membacanya.


Giorgi menyuruh para bodyguard yang ikut masuk untuk menggoda Jennie, membuat Jennie sulit untuk mengekspresikan diri. para pria itu hanya membelai tubuhnya tidak lebih itu membuatnya frustasi.


"tuan Geronimo sepertinya mengincar Liam, saya tidak tahu apa apa tuan tolong jangan seperti ini. Kumohon saya tidak tahu hubungannya dengan anda, tuan Geronimo hanya membayar saya untuk mendekati Liam dan membawa liam ketempat yang diinginkan tuan Geronimo" Jennie memilih jujur, pergerakannya sangat cepat terbaca dan dia terjebak dengan obat yang masuk kedalam tubuhnya.


kakek tersenyum dan kemudian menyerahkan semuanya pada Giorgi, dia mendapatkan apa yang dia cari. Geronimo memanfaatkan wanita masa lalu tuan Liam untuk melancarkan aksinya.


Giorgi merasa kasihan pada Jennie, obat yang dia beri melebihi dosis orang normal walaupun Jennie kuat menahannya tapi kehadiran para pria di hadapannya sungguh menyiksa bagi Jennie.


"wanita ini hadiah untuk kalian nikmatilah" kata Giorgi memberi izin pada anggotanya.


"terimakasih tuan" jawab mereka bersamaan.


"jangan biarkan dia mati atau melukainya pastikan dia tanpa terluka, kalau kalian sudah puas pulangkan dia" Giorgi merasa itu sudah cukup menghukum sekaligus memperingati Jennie tentang niat busuknya yang tercium untuk mencelakai tuan Liam.


Kelima pria itu tidak membuang waktu langsung mengambil posisi ditempat yang menurut mereka puas untuk dicicipi, mereka benar-benar senang mendapati hadiah dengan kulit mulus dan bersih di atas tempat tidur. Dua pria bergantian di bagian bawah Jennie melakukan kesenangan yang membuat Jennie menjerit, dua orang di bagian dada dan satu di bagian mulut. Jennie menerima perlakuan para pria itu dengan pasrah tubuhnya tidak kuasa menolak sentuhan itu.


"akh... sssttt ahh" jeritan tidak karuan dari mulut Jennie yang membiarkan tubuhnya digerayangi lima pria.


posisi Jennie saat ini sedang menungging dengan dua pria di bawah bagian dadanya menopang tubuhnya. setiap pria melakukan tugasnya, dua orang di dada Jennie menjilat dan menghisap buah **** yang kencang itu, tidak lupa memberi pijatan dan re****n disana. pria yang satu memposisikan diri didepan mulut Jennie membiarkan senjatanya masuk kedalam mulut wanita itu, re rasa ni**** untuk dirasakan hingga Jennie tersedak dengan senjata yang besar itu. Dan yang lainnya sudah memasukan senjata ke bagian inti Jennie yg ang sudah terlalu basah mengeluarkan banyak cairan. Dua senjata milik pria kekar dapat masuk secara bersamaan ke dalam inti Jennie yang membuat wanita itu menjerit sakit dan nik***.


Kegiatan ranjang berlangsung hingga Liam jam bahkan lebih, mereka melakukan secara bergilir dan sampai mendapatkan kenikmatan yang dicari. Tubuh jennie terkulai lemas di atas tempat tidur tanpa sehelai kain dengan tubu yang penuh dengan cairan pria yang menyetubuhinya, Para pria itu keluar dan mengunci Jennie ke dalam kamar membiarkan wanita itu pingsan tanpa mendapat pertolongan.


Para bodyguard itu tidak lupa memberikan laporan pada Giorgi dan berterima kasih telah mendapatkan kepuasan.


"sekarang bagaimana wanita itu?" tanya salah satu rekannya.


"biarkan saja, aku masih menginginkan tubuhnya" jawab bodyguard yang satu lagi.


"iya lagian kita diizinkan melakukannya sampai puas, kalau sudah bosan baru kita buang" keputusan bulat dari mereka akan mengurung Jennie terus menerus.

__ADS_1


__ADS_2