
Semua orang dipenuhi rasa penasaran dengan nama panggilan yang sederhana yang telah menyebar di seluruh met sos bahkan menjadi berita utama dalam waktu yang panjang. semua situs pencarian tertulis nama "Dila" nama panggilan sayang dari presdir Dewantara group yang dengan bahagia serta wajah cerahnya memamerkan nama istrinya.
nama itu, tertulis di segala sudut pandang manusia bahkan banyak wanita yang iri dan juga kecewa. Betapa beruntungnya wanita yang di sebut "Dila" oleh tuan Liam di konferensi pers.
Belinda rekan kerja Nadila juga merasa penasaran akan ledakan berita yang tidak terduga. ketahuilah rasa penasarannya bukan tentang siapa istri tuan Liam tapi dimana Nadila pergi, kenapa menghilang tanpa jejak? nama yang di sebut tuan Liam sedikit familiar di telinganya.
"apa jangan-jangan Nadila adalah istri tuan Liam, astaga apa yang ku pikirkan. Tapi, itu cukup masuk akal sih kalau memang benar demikian maka Nadila sudah menjadi populer sekarang. Tuan Liam kembali itu berarti Nadila juga" Belinda terus menerus memutar otak mencari kebenaran. Jika benar demikian, bisa di pastikan Nadila menghilang karena kecelakaan bersama suaminya.
Gadis dengan jabatan rendah di perusahaan itu, kegirangan dengan alibinya yang belum pasti. Dibalik kesibukannya seorang pria yang sangat akrab menghampirinya, pria yang di kemas dengan sebutan Bagas yang memiliki porsi ketampanan yang lumayan.
"boleh kah aku mengetahui apa yang kamu pikirkan di kepalamu itu?" Bagas dengan santainya duduk berhadapan dengan Belinda.
"memangnya aku sedang memikirkan apa?" Belinda merasa terganggu.
Belinda tidak bisa menolak Bagas yang keras kepala sehingga membiarkan Nya duduk bersamanya, Bagas juga sedang kepikiran sesuatu yang hanya dia yang tahu.
"Aku masih belum menemukannya" suara putus asa dari Bagas.
"hm" Belinda hanya bisa berdehem menanggapi perkataan Bagas yang mulai dekat dengannya akhir akhir ini. Benar Bagas yang mencintai Nadila dalam diam dan hendak mengungkapkannya, namun menghilangnya Nadila membuat pria itu kebingungan. Bagas sudah berusaha mencarinya tapi belum ada tanda-tanda keberadaannya, percayalah dia selalu curhat pada Belinda tentang perjalanannya mencari Nadila.
"dia sangat mencintai Nadila, sejauh itu kah perasaannya. Ah sudahlah terserah nya" Belinda
__ADS_1
Belinda memilih menghindari percakapan dengan Bagas, dia sudah kehilangan kata-kata dan juga kalimat yang cocok untuk menghibur atau hanya sekedar menyemangati. Selama ini dia selalu ikut memberikan solusi dan juga membantu mencari Nadila di waktu luang tapi sampai sekarang tidak ada kemajuan, perasaan Bagas pun tidak dapat di putar arah untuk mencari yang lain.
"aku lebih penasaran dengan istri tuan Liam, jika aku bertemu dengannya aku akan memeluknya erat agar keberuntungannya dapat menular padaku" Belinda pergi meninggalkan Bagas yang termenung menatap kepergiannya.
"gadis yang satu ini, dia selalu tidak beruntung tapi memiliki khayalan yang sangat tinggi" Bagas tersenyum mengikuti langkah kaki Belinda.
Suara telepon menyadarkan seseorang dalam lamunan, siapa lagi kalau bukan Bagas tadi. Suara di telepon itu sepertinya sedang menyampaikan informasi yang penting, itu sangat jelas terbaca dari wajah Bagas.
"baiklah, akan segera saya cari tahu" kata Bagas di telepon.
Telepon itu berakhir dengan sendirinya, hingga hari sudah sore para pekerja mulai berkemas untuk mengakhiri kesibukannya. Tidak asing diantaranya adalah Belinda dengan seribu kegundahan hatinya berjalan cepat mengejar bus agar tidak ketinggalan lagi. Sangat tidak sopan jika terus menumpang dengan Bagas nantinya.
Air mata ibu Nadila jatuh akan kah putrinya ikut selamat, siapa istri yang di maksud tuan Liam? apa kah itu putrinya atau wanita lain setelah putrinya?
"yah, putri kita ikut selamat kan?" kata sang ibu.
pak Hasim hanya diam pria paruh baya itu belum menemukan akal sehatnya karena terlalu bahagia melihat tuan Liam kembali.
"tuan Liam sangat mencintai putri kita tentu saja Nadila kita selamat. Apa kamu tidak dengar tuan Liam menyebut namanya tadi, Dila itu nama panggilan dari tuan Liam" jawab pak Hasim penuh haru
"benarkah begitu, ah aku akan datang memberinya pelajaran. Aku sudah menangisi kematiannya selama ini" perubahan sikap sang ibu membuat kangsan membelalakkan matanya.
__ADS_1
Kangsan pergi kedalam kamarnya untuk melakukan sesuatu dan bukan hanya ke kamarnya, kangsan juga beralih ke kamar orang tuannya. Apa yang dilakukan kangsan sebenarnya, sadari tadi hanya diam hanya tangannya yang bergerak melakukan sesuatu dan kakinya berjalan kesana kenari.
keluarga Nadila selama ini sudah semakin maju, kangsan sudah mulai membuka usaha yang kecil dari hasil tabungannya. Dia membuka sebuah rumah makan dengan berbagai menu termasuk bubur dengan berbagai rasa, sedangkan ayah Nadila mulai memproduksi hasil kebun cabe nya menjadi saus sambal yang mulai di kenal orang.
"kangsan apa yang kamu lakukan?" kecerewetan ibunya.
"memangnya apa yang ku lakukan. apa kalian tidak bisa melihatnya?" pertanyaan yang di jawab dengan pertanyaan.
waktu terus bergulir dan belum ada yang berhenti membicarakan istri tuan Liam bahkan topik gosip sudah berubah sekarang. semua penyebar berita mendapat banyak keuntungan akan berita istri tuan Liam, topik baru ' kapan tuan Liam memperkenalkan istrinya pada dunia' dan juga ada artikel yang menulis harapan ingin melihat seperti apa Dila itu.
Semua pembahasan itu tidak perna selesai bahkan Sekretaris Ken sudah mulai bosan melihat berita utama setiap hari hanya tentang nona mudanya. Dia ingin sekali menghentikan penyebaran berita itu, namun ini sangat sulit di hentikan karena semua orang membicarakannya. Sekretaris Ken belum belajar mantra penghapus ingatan orang.
"nona muda, anda sangat luar biasa bahkan berita tentang anda telah menenggelamkan berita terbaru. Berita runtuhnya jembatan pun menghilang di televisi sekarang, bahkan kalaupun kiamat orang orang di luar sana tidak akan peduli" kata Ken berbicara sendiri, saat melihat saluran tv yang memutar yg tentang tuan Liam saat mengungkapkan nama istrinya.
"hanya tuan Liam lah yang dapat begini, kalau aku punya istri apakah juga begitu? orang akan membicarakan ku, ch tentu saja. ketahuilah manusia didunia ini entah kenapa sangat tertarik dengan kehidupan orang lain. apa ya nama kerennya" Ken berpikir keras mencari nama keren dari kegiatan ibu-ibu tetangga yang sering ngumpul membicarakan sebuah objek yang menarik perhatian mereka.
sekretaris Ken berpikir sambil membuat kopi hitam bahkan saat makan malam pun dia masih berpikir akan nama keren itu. Sangat lama pria yang masih melajang itu berpikir bahkan sampai berguling guling di kasir merasa frustasi karena belum menemukan nama keren dari kegiatan ibu-ibu yang sedang berkumpul di waktu luang.
"apa ya namanya, kenapa sangat sulit" Sekretaris Ken melempar segala sesuatu di dekatnya, emosi kan dia haha.
"ah, ya sekarang aku ingat kata keren itu adalah GOSIP. ya, mereka hanya tahu bergosip hingga meninggalkan pekerjaan dan bahkan kewajiban mereka lupakan ch" senangkan Ken telah berhasil menyelesaikan misinya untuk mencari nama keren yg ang sangat terkenal itu.
__ADS_1