
Setelah perhitungan yang matang tuan Liam setuju membawa istrinya pulang sesuai dengan permintaan Ken. Keberangkatan mereka terhalang oleh keributan warga di sekitar, mengetahui hal itu sekretaris Ken maju menengahi saat melihat ketidak nyamanan nona mudanya.
"Permisi apa ada masalah?" tanya Ken bersikap ramah.
"Tuan, mereka datang dari kota Z untuk membeli pulau ini dan kami di suruh mengungsi karena akan di bangun tempat wisata disini, tuan kami tahu anda orang berada tolong kami" penjelasan dari seseorang yang di tunjuk memimpin warga yang tinggal di Pulau itu.
Ken terdiam dan mulai memahami masalah yang serius itu, keributan kembali terjadi para bodyguard yang datang tidak butuh tawar menawar. Nadila juga ikut merasakan kegundahan mereka.
"Sayang, lakukan sesuatu" kata Nadila memelas.
"Itu urusan mereka sayang, kalau sudah dapat kontrak maka sulit untuk di bantah" tuan Liam merasa tidak tertarik.
"Suamiku bagaimana pun kita sudah menjadi bagian dari pulau ini, tunjukkanlah kekuasaan mu yang selalu kamu sombong kan itu" Nadila berusaha memprovokasi suaminya agar mau membantu warga dan berhasil pria yang berjuta kali jatuh cinta itu menggandeng istrinya mendekati keramaian.
Melihat tuan Liam mendekati keramaian dengan cepat Ken mengambil posisi melindungi nona muda nya, dia mengkhawatirkan kehamilan istri tuan mudanya.
"Tuan muda sebaiknya bawa nona muda menjauh dari keramaian" Ken takut terjadi hal buruk.
"Ken, istriku mengidam ingin membeli pulau ini juga" tuan Liam yang mengartikan permintaan istri sebagai mengidam.
"apa itu mengidam?" Ken kebingungan.
"aku malu, aku malu! bukan begitu maksudku tuan muda overdosis" Nadila.
Sangat lama Ken mencerna kosa kata yang asing itu, dia berkutik pada hp untuk menghubungi mbak google. Lucu sekali Ken mendadak bodoh mendengar kata mengidam.
__ADS_1
"mengidam berarti suatu kondisi yang dialami oleh wanita yang sedang hamil, ketika ia begitu mengingikan sesuatu baik itu yang bersifat wajar maupun di luar batas kewajaran. mengidam harus di penuhi karena itu permintaan bayi" mbak google menerangkan.
"bagaimana aku bisa mengira kalau kata mengidam adalah bahasa asing yang mungkin ku lewatkan devinisinya" Ken mendapat pukulan telak oleh dirinya sendiri, mata Ken beralih pada perut buncit nona mudanya. Percayalah Ken mendapat tatapan tajam dari tuannya.
Ken beralih pada orang-orang yang melakukan gusuran secara paksa dengan keangkuhan versinya, dia merasa bangga dengan ilmu baru yang dia ketahui beberapa detik yang lalu. Ken menjadi bersemangat menjalani tugas mulianya.
"Tuan-tuan, sepertinya pembangunan tempat wisata di pulau ini harus di hentikan, mengingat nona muda saya mengidam ingin menginginkan pulau ini. Jadi saya mewakili tuan muda saya untuk membuat kontrak serah terima dengan harga dua kali lipat dengan anda" Ken berbicara dengan sangat gagah merasa sudah menjadi pahlawan seperti malaikat penolong yang memenuhi ngidam sang ratu.
"kami tidak keberatan jika anda bisa menebusnya saat ini juga" pria dari kota Z itu berpikir kalau Ken sedang membual di udara, tidak mungkin ada uang sebanyak itu pikirnya.
Ken dengan tenang mengabulkan persyaratan yang sebesar ujung jari baginya, hanya dengan sebuah telepon pulau itu sudah berpindah tangan kepemilikan. Pria yang menantang sekretaris Ken mendapatkan perintah untuk menyudahi pengusiran mendadak itu, pulau itu berada dalam kekuasaan Dewantara sekarang.
"Bagaimana bisa, siapa anda yang sebenarnya?" tanya pria itu masih tidak percaya, baru kali ini dia gagal melakukan penggusuran warga dalam pekerjaannya.
Tuan Liam dan Nadila berpamitan kepada warga di pulau itu yang jumlahnya sedikit dan rata-rata semua pencaharian sebagai nelayan, tuan Liam sudah lama bergelayut dalam dunia orang sederhana yang memiliki status yang sama dengan kehidupan istrinya dulu.
"Pulau ini akan tetap menjadi tempat tinggal bagi Kelian, untuk kedepannya saya tidak keberatan jika kalian membutuhkan dukungan dari saya. Terimakasih sudah menjaga kami selama terdampar di pulau yang sunyi ini" tuan Liam mengucapkan kata-kata perpisahan kepada para nelayan yang bersama sama mengarungi lautan setiap hari dengannya.
Kepulangan tuan Liam tidak ada seorangpun yang tahu. Sore itu, dirumah utama pak man mendapat kan perintah untuk membersihkan kamar tuan Liam dan segala sesuatu tentang rumah utama. Mulai dari kamar, ruang kerja, bahkan ruang tamu dan ruangan lain di bersihkan dalam waktu satu jam. Pak man sempat kesulitan bernafas akan kegilaan sekretaris Ken yang mendadak tanpa memberitahu alasan. Seluruh pelayan dan bodyguard muncul entah darimana bergabung untuk gotong royong menjalankan s mua intrusi dari kepala pelayan.
Pemberitahuan darurat dari gerbang utama Samapi di telinga pak Man bahwa mobil sekretaris Ken yang biasa di pakai untuk mengantar jemput tuan Liam masuk. Hal itu membuat pak Man menduga-duga walau dia tidak banyak berharap.
"tuan muda" pak Man merasa sedang bermimpi saat melihat penampakan didepannya, ini kali kedua tuan Liam menghilang dan kemudian kembali tanpa di duga. Sungguh skenario yang unik sepanjang pelayanan pak man dirumah utama.
"Hati-hati sayang biar ku bantu" tuan Liam sangat siaga akan istrinya, membantu untuk turun dari mobil adalah pemandangan yang membuat iri siapapun yang melihatnya termaksud si jomblo Ken.
__ADS_1
"kita sudah kembali suamiku" mata Nadila berkaca-kaca, dia terharu dengan perlakuan suami ya yang tidak pernah meninggalkannya. Perlahan tuan Liam menggenggam tangannya dan mengajaknya masuk kedalam rumah dengan iklan sebuah kecupan di pipi istrinya.
"ini drama yang masuk kategori live didepan jomblo tuan muda" Ken.
Pak man menghampiri tuan Liam dan tidak tahu memeluknya, selain sebagai pelayan bagi tuan Liam pak Man adalah orang tua yang selalu menyiapkan segala sesuatu agar terlihat sempurna untuknya.
"anda kembali tuan, saya turut bahagia ternyata anda jauh dari maut. selamat datang tuan muda, selamat datang. Maafkan saya yang kurang tanggap sehingga terlambat menyiapkan sambutan untuk anda" pak Man menyesali kelalaiannya yang terlambat menyiapkan segalanya.
"selamat datang kembali nona, tuhan memang mendatangkan malaikatnya untuk anda dan tuan muda. Semoga anda bahagia selalu" Begitulah pak Man merasakan haru tidak seharusnya dia mendapatkan kejutan yang diluar nalarnya. Melihat perut Nadila yang membesar sudah membuktikan bahwa pewaris akan segera lahir dan kabar bahagia akan memberkati rumah itu.
"terimakasih paman, syukurlah kami bisa melewatinya dengan baik" Nadila juga selalu berucap syukurnya, melihat rumah utama yang cerah dengan Kilauan lampu sungguh memanjakan matanya. Rumah yang luas itu mengingatkannya tentang kehidupan mereka lima bulan ini yang tinggal dirumah yang sebesar gubuk, matanya memandangi suami yang dicintainya. Hanya bisa memandang tidak bisa berkata atau bertindak hal lain.
"Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan Dila sayang, tidak apa-apa aku bahagia asal kamu di sisiku" tuan Liam tidak mengeluhkan nasibnya selama di pulau.
"Wajahmu tidak cocok untuk ukuran orang sederhana, bahkan saat di pulau itu wajah gosong mu sangat mencolok" cecar Nadila yang mematahkan tebakan tuan Liam. Tadinya tuan Liam berpikir kalau istrinya sedang membandingkan kehidupan yang pasif mereka salama ini. Nyatanya Nadila sedikit meleset saat menjawab karena objek pembicaraan adalah wajah tampan tuan Liam sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Ayo dukung terus author biar semangat jari jarinya cinta. Jangan lewatkan imajinasi author saat santai, akan up setiap hari deh.
Ayo beri semangat pada author nya gays. Like dan vote ya, kiss dari jauh untuk para pendukung author 🥰
Silahkan di komen, author akan menerima segala masukan dari dirimu yang sedang membaca tulisan ini.
__ADS_1