Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 63 pesan misterius


__ADS_3

Tuan Geronimo sedang bersantai di minimal rumahnya, pria yang sudah lanjut usia itu sangat menikmati kemenangannya melenyapkan seluruh keturunan Dewantara. Geronimo memiliki keyakinan penuh kalau dirinya bisa menaklukan segala yang dia inginkan.


"hahaha saya yakin si tua Umbara tidak tahu bahwa kita lah dalang dari kematian cucunya, Deorsa saya sangat puas dengan kerja keras kalian hahaha" Geronimo tertawa puas, dia merasa telah membalaskan dendam dengan mudah tanpa tercium orang lain.


"benar tuan, anda luar biasa" Deorsa menyanjung kemenangan tuannya, dia merasa tenang selama lima bulan terakhir belum ada tanda penyerangan dari pihak lawan.


ketenangan yang terjadi lima bulan terakhir terkadang menimbulkan rasa bingung di benak Deorsa, dia tidak pernah tidur dengan benar karena kesiap siaganya menyambut kejutan dari Ken atau setidaknya Matteo yang di takuti.


"kau bisa bersantai Deorsa, kita istirahat dulu. Setelah mereka lalai kita menyerang kembali hahaha. Hari ini kita gagal membobol perusahaan Dewantara tapi besok tidak lagi, akan ku buat si tua Umbara sekarat dirumah sakit saat mengetahui perusahaan yang di bangunnya hancur" rencana jahat Geronimo yang sulit terpuaskan.


Deorsa sangat senang dengan perhatian tuan nya, dia sudah lama menunggu kata-kata itu dari Geronimo. Deorsa mendapatkan libur sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh Geronimo. Deorsa yang dipercayai tidak membuang waktu mencari kesenangannya sendiri tanpa ada yang mengetahui kemana dia pergi.


Disebuah rumah sakit terbesar di kota yang telah terjamin kualitas ada seorang dokter muda yang tampan yang sedang berjuang menyelamatkan nyawa setiap pasien yang sedang sekarat. Dokter yang bernama Aditia tidak pernah gagal dalam menyelesaikan tugas mulianya. Saat ini dokter Aditia dapat bernafas lega setelah mengembalikan kondisi pasien yang kritis, dia dengan santai berjalan di lorong rumah sakit yang sedang banyak pengunjung menuju meja staf rumah sakit.


"Dok, ada surat untuk anda" suara suster di balik kaca transparan mengejutkan Aditia yang merasa terpanggil. Dokter muda itu menunjuk dirinya sendiri seakan bertanya anda sedang berbicara pada saya? dengan rasa penasaran dokter Aditia mendekati meja hingga surat berbalut amplop putih itu berpindah di tangannya.


"seorang petugas pos datang mengantarnya, dia meninggalkan catatan bahwa surat itu sangat penting dokter" lanjut suster dengan sangat elegan berharap mendapat perhatian dari dokter tampan di depan nya, setidaknya mengobrol lebih lama padanya.

__ADS_1


"baik terimakasih" dokter Aditia hanya tersenyum dan mengundur diri untuk pergi dengan alasan masih banyak pasien yang harus ditangani.


Dokter Aditia sangat sibuk dari pagi sampai sore, ada banyak pasien yang harus melakukan pasca operasi tumor hari ini. Setelah kesibukan berakhir dokter Aditia masuk keruangannya untuk meluruskan punggungnya di kursi pijat hingga tanpa sengaja matanya melihat amplop putih di meja nya. Dokter Aditia kembali penasaran karena jaman sudah canggih tapi masih saja ada yang berminat mengirim pesan melalui surat.


"ch, mengapa aku merasa kembali ke jaman kuno" dengan malas dia membuka surat yang dituju padanya itu. Membaca-membaca manik matanya bergerak mengikuti tulisan di selembar kertas itu, dokter Aditia sangat mengenal pemilik tulisan itu. Namun, dia belum percaya kalau yang menulis surat itu adalah orang yang sedang dipikirkannya.


Dokter Aditia tidak bisa berpikir dengan benar setelah membuka dan membaca tulisan singkat di kertas itu, dia mengambil hp dan menelepon seseorang. Dokter Aditia menyambar jasnya dan berlari menuju parkiran mobil dengan terburu-buru, suasana menjadi semakin menegang dia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


"Ken" dokter yang tidak tahu aturan menerobos masuk kedalam ruang meeting. Semua orang terkejut mendengar suara pintu yang dibuka dengan sangat keras, sekretaris Ken sudah tidak heran dengan makhluk yang satu itu.


"sepertinya anda salah alamat dokter tidak ada pasien yang sekarat disini" sekretaris Ken tidak habis pikir kalau dokter Aditia benar-benar kurang kerjaan hingga beralih mengacaukan meeting yang sangat tenang hari ini.


"penyakit apa yang sedang anda bawa dokter semoga itu tidak menular seperti virus Corona atau yang sejenisnya" sekretaris Ken dengan kesabaran yang mendalam melayani kegilaan dokter muda itu.


"aku bisa gila Ken, percayalah aku bisa gila!" Aditia.


sekretaris Ken menelpon staf dan tidak lama suara ketukan pintu terdengar, seorang staf masuk dengan dua gelas kopi hangat. Dokter Aditia tercengang dan mulai mengamati wajah sekretaris Ken mencari tahu alasan minuman yang tersaji di atas meja itu.

__ADS_1


"apa psikopat ini kurang tidur?" Aditia


"sesuai dengan yang anda pikirkan dokter, tapi saya tidak memanggil anda untuk memberi saya vitamin jadi kalau kedatangan anda tidak penting pintu ada di sebelah sana" seperti cenayang saja bisa membaca pikiran orang. Dokter Aditia mengeluarkan surat ditangannya dan memberikannya pada Ken, dia merasa Ken harus tahu hal itu.


"dari mana surat ini berasal dokter?" Ken juga terkejut dengan tulisan singkat di kertas itu yang sangat familiar baginya dan Ken antara senang dan juga tidak percaya datang bersamaan sekarang. Dokter Aditia menceritakan asal-usul surat itu dan kebahagiaan terukir dalam senyum lebarnya bersamaan dengan rasa bersalahnya yang mulai terkikis hanya karena goresan di kertas berbalut amplop putih itu.


"kita harus mencarinya Ken" meski kertas itu tidak memberi petunjuk apapun bagi mereka tapi mereka seakan mendapat angin segar sekarang.


Mereka bergerak dengan cepat melakukan pengujian tentang keaslian surat itu dan percayalah Matteo tidak ingin ketinggalan moments untuk mengejek sahabatnya, disinilah dia sekarang tertawa tanpa henti setelah membaca detail isi surat itu tanpa terlewat.


"aku tahu kamu merindukanku Aditia, haha surat ini akan sangat terlambat sampai pada kalian. Kapan kamu mengabulkan permintaan terakhir dari ku? pastikan jangan lama agar aku bisa tenang" isi surat


"aku akan menjadi comblang untukmu kawan, tadi siang kolega Bisnisku membawa putrinya yang seksi aku akan mengatur waktu kencan kalian" Matteo merencanakan kencan buta untuk dokter Aditia.


Matteo berhasil mencairkan ketegangan saat menunggu proses pengujian surat yang di saksikan oleh pengacara keluarga Dewantara.


"surat ini memang asli dan benar-benar tulisan dari tuan muda Liam, hal ini ditegaskan dengan sidik jari yang terdeteksi tapi, sepertinya surat ini sudah lama ditulis mungkin telah berbulan-bulan" jelas pihak yang berwajib.

__ADS_1


Sekarang misi mereka mencari asal surat itu bisa saja mereka ditipu kembali. Orang suruhan mulai berpencar mencari titik dari tuan Liam. Ken datang menginterogasi petugas pos yang menjadi perantara surat, sangat mudah menemukannya karena terekam CCTV rumah sakit.


Tidak ada jalan yang mereka dapatkan dari petugas pos karena dia hanya menjalankan tugas mengantar surat yang menggunung setiap hari. sekretaris Ken melepaskan petugas pos dengan memberinya sejumlah uang sebagai ucapan terimakasih karena telah melakukan tugas dengan benar walau sangat terlambat, seharusnya surat itu ada dua bulan lalu tapi baru sampai ke mereka saat ini. Mereka kembali mendapatkan semangat dengan harapan tuan Liam masih hidup.


__ADS_2