Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 61 hidup sederhana


__ADS_3

Di sebuah pemukiman berpenduduk sedikit jauh dari kota diseberang lautan, seorang pria sedang bekerja ala kadarnya. selama berbulan-bulan telah berhasil melewati masa krisis ekonomi hanya sekali sehari makan dan kadang tidak sama sekali, pria brewokan yang tidak punya waktu merawat dirinya karena ambisinya bekerja, hidup bahagia dengan istrinya.


Sebuah tempat tinggal yang mirip sebuah gubuk peristirahatan di sawah terpaksa disebut rumah olehnya, kekurangan keuangan yang membuatnya seperti itu. Dibalik hidup susah dia selalu terhibur dengan Istrinya yang setia mendampingi senang susah kehidupannya.


"apa kabarmu sayang?" kata pria brewokan itu sambil memeluk mesra tubuh istri kecilnya, wanita cantik memberikan sebuah ciuman sebagai hadiah kecil untuk suaminya.


"seharusnya aku yang bertanya kabarmu tuan muda yang tampan, apa kamu lelah perlu pijitan gratis dariku?" wanita cantik yang sudah lama tidak melakukan perawatan itu memiliki kulit yang mulai mengering namun tetap terlihat cantik. Perlakuan kecil selalu mengundang tawa bahagia bagi keduanya.


Pria itu adalah tuan Liam, dia selamat dari maut saat tragedi yang membawa maut beberapa bulan lalu. Dia sangat menyesal tidak bisa berbuat apa-apa saat itu karena dia bersama istri yang dicintainya, entah bagaiman ceritanya hingga saat ini mereka terdampar di pulau kecil yang miskin akan segalanya. Tuan Liam yang tidak mengikut sertakan apapun bersamanya hanya bisa menggunakan kekuatan fisik untuk bekerja menafkahi istrinya.


"aku membeli shampo untukmu, harganya cukup murah jadi aku membeli banyak sayang agar kamu bisa rutin keramas" tuan Liam memberikan kresek berisi shampo kepada istrinya. Bagaimana pun sulitnya hidup, dia tidak akan membiarkan istrinya berkekurangan.


"mengapa banyak sekali?" Nadila ingin berkomentar tapi di larang oleh suaminya. Tuan Liam bertanggungjawab atas istrinya, harga dirinya akan terinjak jika untuk sesuatu yang tidak ternilai dimatanya tidak bisa di dapatkannya untuk istrinya.


Hanya Nadila yang tuan Liam miliki saat ini, sangat mustahil kembali ke kota dan menjadi raja kembali. Tuan Liam belum bisa mencapai hal itu karena istrinya yang sedang mengandung. Dia berharap istri dan anaknya baik-baik saja terlepas dari segala kejahatan diluar sana.


"bagaimana kabarnya sayang? apa dia tidak meminta bermain golf?" pertanyaan tuan Liam yang aneh setiap hari selalu mengundang tawa Nadila.


"apa anda rindu bermain golf tuan?" Nadila melempar kembali pertanyaan suaminya yang ingin mengajak anak didalam perut bermain golf. Nadila selalu menahan keinginannya karena tahu suaminya tidak punya apa-apa saat ini.

__ADS_1


Hari-hari mereka lewati dengan baik, semakin bahagia dengan anak mereka yang sedang dinanti kehadirannya.


"kapan dia lahir sayang, aku sudah tidak sabar menggendongnya. Ayolah anak Dady cepat keluar" tuan Liam memiliki aktivitas baru selama kehamilan istrinya, dia sangat senang berbicara pada anak diperut istrinya.


"baru lima bulan sayang, bersabarlah kalau sudah waktunya pasti dia akan lahir" Nadila mencoba memberi pengertian pada suaminya yang didukung oleh tendangan sang bayi dalam perut.


"dia menendang sayang" tuan Liam sangat senang anaknya bergerak, jantung tuan Liam berdetak cepat ini pengalaman pertamanya menjadi seorang ayah, dia sangat siaga mendampingi istri tercintanya.


Gelapnya malam membawa kedua pasangan bahagia itu kedalam mimpi, Nadila tertidur di pelukan suaminya dengan tempat tidur beralaskan kasur tipis, hanya itu yang dapat dibeli tuan Liam untuk kenyamanan istrinya yang perutnya sudah mulai membuncit. Tuan Liam awalnya juga merasakan ketidak nyamanan hidup seperti itu, namun dia urung mengeluh saat mengetahui istrinya sedang mengandung. Dia menyembunyikan ketidak nyamanan nya menjadi warga biasa.


Sedangkan di kediaman Dewantara Ken tidak bisa tidur. Sangat banyak draf di kepalanya yang belum tertuntaskan dan pengosongan data perusahaan akan menjadi bumerang kedepan jika dia tidak bisa membuka data yang tercadang.


"tuan muda kumohon beri petunjuk padaku, mengapa anda sangat lama mengabari? jika memang ada harapan anda kembali kirimkan sinyal padaku aku akan menjemput anda" Dia benar-benar mengharapkan kehadiran tuan Liam saat ini, dia butuh perintah untuk mengakhiri kebejatan Geronimo.


"mengapa bangun?" suara serat bangun tidur Nadila yang menyadari gerakan suaminya melepas pelukannya.


"tidak apa-apa sayang, maaf aku membangunkan mu" tuan Liam mencium puncak kepala istrinya. Tuan Liam kehilangan rasa kantuknya, dia awalnya kesal karena bangun sebelum waktunya.


Tuan Liam merasakan perutnya bergejolak akan ada yang keluar dengan cepat kaki panjangnya berlari kekamar mandi untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu. Tuan Liam mengalami morning sick, suara tuan Liam yang muntah membangunkan Nadila.

__ADS_1


"sayang, kamu baik-baik saja?" Nadila sangat khawatir dengan suaminya yang kadang muntah-muntah sejak kehamilannya, dia mengelus tengkuk suaminya untuk merilekskan suaminya. Setelah merasa lebih baik tuan Liam menggosok gigi agar bau muntahan tidak tertinggal di mulutnya.


Dari muntah-muntah beralih menjadi bermanja pada istrinya. perlahan tangan mulai tidak terkontrol kemana-mana mengirimkan sinyal secara perlahan, Nadila membiarkan suaminya bermanja untuk menghilangkan rasa pening di kepalanya.


"Dila sayang, suami tampanmu sudah tidak mengantuk. Aku lapar sayang" kata tuan Liam d Ngan tatapan penuh arti.


"mau ku buatkan bubur?" tanya Nadila sambil memberi pijatan di kepala suaminya. Tuan Liam menggeleng dia menginginkan yang lain. Nadila menatap bingung dan tingkahnya terlihat menggemaskan bagi tuan Liam, dia memberi kecupan di bibir istri nya. Tidak hanya sampai disitu tuan Liam berhasil menindih tubuh istrinya.


"tuan muda, tubuhmu yang besar bisa saja kehilangan keseimbangan dan menimpaku" Nadila sangat takut.


"mana mungkin itu terjadi sayang, aku hanya merindukan anakku sayang, bolehkah aku menjenguknya lagi? sepertinya matahari sangat lama terbit aku sangat bosan menunggunya" sangat jelas Dimata tuan Liam kalau dia tidak dapat menahan hasratnya, Nadila memejamkan matanya pasrah pada suaminya menolak pun sudah tidak ada gunanya lagi pula Nadila juga merindukan sentuhan suaminya.


Tuan Liam melaksanakan tugas mulianya. Bibir ranum itu perlahan menyatu dan saling beradu, tuan Liam mencumbui istrinya untuk pemanasan sebagai alasan agar anak dalam perut tidak terkejut dengan kehadiran nya. Nadila menikmati perlakuan suaminya yang selalu membuatnya gila dan melayang. Perlahan tuan Liam memasuki istrinya sangat pelan sambil memberikan sentuhan ironis di bagian kesukaannya.


"hmm pelan-pelan sayang" suara serat Nadila semakin bergairah.


"iya sayang, ah kamu terlalu menjepit ku sayang. aku suka tubuh seksi ini" tuan Liam mulai menggila bergerak dengan irama sedang namun dapat membuat istrinya mabuk kepayan.


Satu jam berlalu tuan Liam ambruk di samping istrinya, dia mendapatkan servis di pagi hari yang membuatnya berenergi bekerja esok hari. Nadila memeluk suaminya dalam kelelahan, kekuatan suaminya sangat sulit untuk ia imbangi.

__ADS_1


"Tidurlah sayang kamu pasti lelah, terimakasih sudah memberiku servis pagi" tuan Liam tersenyum cerah seperti lampu yang penuh daya.


"kamu memang selalu senang kalau urusan ranjang, sangat cepat berterimakasih nya" Nadila berbicara dengan mata tertutup berhasil mengundang tawa tuan Liam. Nadila tidak perna bisa lolos jika berhubungan dengan birahi yang dimilikinya.


__ADS_2