
"Dila, kamu tidak masalah kan sayang kalau tinggal dirumah saja, aku mengkhawatirkan kehamilanmu. Acara itu akan membuatmu kelelahan hm" tuan Liam melarang istrinya hadir di acara peresmian.
"bilang saja kamu malu dengan tubuhku yang sudah menggembung ini" kata-kata kekesalan terlempar ke wajah tuan Liam, istri kecilnya sangat sensitif.
Disinilah mereka berada selepas segala perkara dan berita kepulangan tuan Liam. Mereka berdiam di dalam kamar, apa lagi yang bisa dilakukan seorang tuan yang memiliki segalanya bahkan tidak habis tujuh keturunan. Tuan Liam seperti biasa menemani istrinya yang belum tertidur sambil membicarakan rencana hari esok.
"apa kamu yakin mau ikut? sayang coba bayangkan seluruh penghuni bumi akan pingsan melihat kamu yang hamil" kata tuan Liam mengingat pernikahan mereka yang belum di ketahui oleh orang-orang di luar sana.
Nadila yang memiliki sedikit kepolosan mulai menghayati peran memejamkan matanya, dia sedang berimajinasi tentang adegan yang dimaksud suaminya.
"kamu sangat menyebalkan" Nadila mengambil bantal dan memukul suaminya, dia menyadari kebodohannya saat suami tampan sejagat raya menertawakannya.
"iya, iya maaf sayang aku salah. Sudah jangan di pukul lagi nanti kamu kelelahan." tuan Liam mulai khawatir saat Nadila melompat-lompat ditempat tidur rasanya perut itu mau jatuh saja.
Sekarang posisinya sangat sulit, karena posisi berpelukan sangat menguji iman. Nadila melukis di dada suaminya dengan jemari yang membentuk sebuah pola yang melengkung membentuk simbol hati.
"Apa yang terjadi setelah kepulangan kita suamiku?" Nadila yang penasaran.
"Memangnya apa yang akan terjadi?" tuan Liam tetap tuan Liam.
"seperti fenomena hujan batu misalnya, pak man saja sangat terkejut juga dokter aditia dan pria berotot itu. Aku ingin semua orang menjerit kaget haha" Nadila.
"akan terjadi sebuah fenomena yang bersejarah saat mereka melihatmu sayang, untuk itu tetaplah dalam rumah" seperti peramal tingkat dewa saja, tuan Liam berbicara sambil melirik perut istrinya. Benar, keterkejutan orang akan lebih parah saat melihat Nadila yang sudah menghilang dan muncul dengan berbalutkan gaun hamil. Dan percayalah dari situ tuan Liam sudah merasa bangga karena dia ikut andil dalam membuatnya.
"tidurlah ini sudah sangat larut, kasihan putra kita hm. Biarkan aku mengelus perutmu agar lebih cepat terlelap" tuan Liam mengambil posisi yang nyaman, tugas tambahannya menjadi suami siaga untuk sang calon ibu. Walau awalnya sangat sulit karena hanya bisnis lah yang mengelilinginya selama ini, namun seiring waktu dia mulai telaten dan berusaha melakukan yang terbaik untuk berada di sisi istrinya.
Berbarengan dengan makhluk lainnya mereka terlelap dengan perlindungan selimut hangat dan lembut malam itu.
Berbeda dengan sekretaris Ken yang harus lembur mengatur seluruh keamanan saat menjelang besok. Kepulangan tuan Liam sudah di laporkan kepada kakek dan untuk acara peresmian kakek percaya pada Ken. Kehadiran kakek tidak begitu mempengaruhi di sana sehingga kakek memilih berdiam di sarangnya menurut rencana sendiri.
pergantian bulan dengan matahari sangat cepat berlangsung. Matahari tersenyum cerah mendukung acara peresmian hari ini, Nadila dengan lembut membantu suaminya bersiap bahkan sikap manja suami yang kelewatan sudah terjadi sejak tadi.
__ADS_1
"berhenti menciumiku tuan muda aku akan kesulitan membuat darimu kalau terus begini" Nadila berbicara diiringi tawa renyah, ciuman suaminya menggelikan.
"aku hanya memberimu bayaran termahal untuk istri tercinta ku"
Jam 8 Ken sudah bersiap di tempat biasa dia menunggu tuan mudanya. Sangat jelas wajah jengkel pria yang ingin lengket dengan istrinya.
"hari ini, setelah acara anda akan melakukan konferensi pers. Disana akan banyak pertanyaan yang wajib di jawab oleh anda" pembacaan jadwal oleh Ken.
"kau belum selesai" tebakan yang tepat Ken masih punya satu lagi yang tidak di catat dalam jadwal.
"bagaimana dengan nona? tuan" Ken harus mengetahui sejauh mana istri tuan Liam dapat di kenali orang.
Tuan Liam memandang Nadila cukup lama yang berujung bumil salah tingkah, malu karena ada Ken disana. Nadila menggeleng belum siap tampil.
"aku tidak akan melarang seperti kemarin dila" Liam
"aku sangat lelah dan mengantuk" jawaban spontan itu membuat Ken bingung, dasar jomblo.
"sekarang apa yang membuat nona kelelahan, bukankah baru bangun tidur dan kemarin sudah tidur seharian" Ken yang tidak tahu rasanya membawa perut yang beratnya sebanding dengan satu semangka.
Percayalah sepertinya bayi di perut Nadila tidak menyukai Ken. Nadila berlari ke wastafel dan mulai muntah.
Tuan Liam sudah tidak bisa berkata, dia hanya diam memberi air hangat pada istrinya. Tidak lupa mengusir Ken sebagai biang kerok istri tercintanya mabuk. Mabuk maksudnya bukan minum anggur ya pemirsa tapi karena Ken yang jelek di mata bayi nya. Sangat berdedikasi dengan Dady nya yang menyombongkan ketampanan, sehingga standar penilaiannya sangat jauh di langit.
Drama pagi ini telah menunda keberangkatan mereka, namun tidak menjadi penghalang acara peresmian panti asuhan tetap terlaksana. Gedung yang di bangun dan di rancang khusus ini dilengkapi dengan sekolah taman kanak-kanak dan belajar tambahan bagi anak anak.
Acara demi acara telah berlangsung, panti asuhan itu bukanlah proyek yang besar tapi peresmian nya sangat ramai, para pendukung berdirinya panti asuhan itu hadir dan juga di siarkan live di TV dan medsos. Kehadiran tuan Liam membuat semua orang penasaran.
"kami berharap mendapatkan sambutan dari tuan Liam Presdir Dewantara group" Sebagai acara penutup dari pembawa acara.
Tuan Liam mulai berjalan dan mengambil posisi di depan Microsoft agar suaranya dapat terdengar dengan jelas. Dia berdiri dengan diiringi Ken di belakangnya yang menjaganya ketat kali ini, demi menghindari hal yang tidak di inginkan.
__ADS_1
"Terimakasih atas doa kalian semua terhadap Dewantara group. Panti asuhan ini berdiri oleh kekuatan kasih dan sayang dari kalian semua. Panti asuhan yang sederhana ini adalah sesuatu yang sangat berarti bagi saya, dan sangat di butuhkan oleh anak yatim piatu.
Bangunan ini di buat semata untuk merangkul anak anak yang membutuhkan perlindungan di luar sana, yang membutuhkan tempat tinggal, makanan, minuman, dan pendidikan. Dewantara group bersama para investor akan memfasilitasi semuanya, untuk itu marilah menjaga yang telah ada dengan baik.
Untuk anak-anak berkarya lah kami akan mendukungmu dalam meraih mimpimu, Terimakasih" tuan Liam meninggalkan panggung dengan melambaikan tangan pada kumpulan anak anak yang berhasil di rangkul dari jalanan.
Dengan harapan setelah panti asuhan ini ada, tidak di temukan lagi anak tidur di bawah kolom jembatan atau bersandar tidur di depan ruko orang. Di harapkan kedepannya akan ada kemajuan dengan minimnya masyarakat yang buta huruf setelah mendapatkan pelajaran dan pendidikan untuk mencapai cita-cita terpendam anak yang tidak mampu. Negara berutang Budi pada Dewantara group atas kemurahan hati mereka.
Tuan Liam menuju sebuah studio bersama Ken, dia meninggalkan tempat peresmian karena setelah ya adalah jamuan kasih yang di layani oleh orang yang suka relawan. Konferensi pers berlangsung yang di bawakan oleh seorang reporter yang mendapatkan keberuntungan dan juga taruhan hidup dan mati di depan kamera.
"Selamat datang bersama kami tuan Presdir Dewantara group dan juga tuan sekretaris Ken, terimakasih untuk kebaikan anda yang meluangkan waktu berharga anda untuk melakukan konferensi pers ini" wanita itu menarik nafas, berdoa agar tidak melakukan kesalahan di balik ke groginya saat memandang wajah sempurna yang terpampang nyata di depannya.
"ya, lanjutkan lah" kata tuan Liam membaca situasi pembawa acara TV yang gugup dan juga gemetaran.
"saya akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mewakili pemirsa tuan tentang kejadian 5 bulan lalu, tuan boleh kah?" wanita pembawa acara TV berhenti bicara
"baiklah" dan tuan Liam memberi tahu garis besar kalau itu mutlak kecelakaan. Hingga dia kembali lagi di hadapan semua orang saat ini.
Ken masih setia menjadi patung di belakang tuan Liam, berjaga jaga kalau ada yang mencurigakan di sekelilingnya. Tidak lupa memelototi pembawa acara TV yang sangat banyak bertanya dan menyadari ketidak nyamanan tuan mudanya.
"baiklah tuan, saya ingin mengakhiri dengan satu pertanyaan lagi. Ini untuk menjawab pertanyaan para wanita tentang hal pribadi anda. Jika anda bersedia saya akan melanjutkan bertanya" keberanian wanita di studio itu membuat semua orang ketar-ketir menunggu kemarahan tuan Liam yang sulit di prediksi kan.
Pertanyaan ini juga bagian dari rasa penasaran seluruh masyarakat di mana pun berada bahkan dari tadi pagi siaran televisi hanya tentang tuan Liam yang menghadiri berbagai acara resmi.
"tanyakanlah" jawab tuan Liam.
"Terimakasih tuan, pertanyaan ini tentang privasi tuan. Apa benar anda sudah menikah sebelumnya tuan, siapakah istri anda?" kalimat tanya yang rancu tersampaikan. Semua orang menanti sambil gigit jari terutama para wanita yang berhalusinasi menjadi ratu untuk tuan Liam.
"ya benar, kalian tidak salah. Ternyata kekuatan kalian menggali informasi sangat luar biasa, saya sudah menikah jauh sebelumnya mungkin hampir satu tahunan. Istri saya sangat sederhana dan dari situlah saya belajar tentang kebahagiaan, tadinya saya ingin membawanya kemari untuk menemani saya di studio ini. Tapi saya sedikit merasa cemburu jika banyak mata yang memandangi istri saya, jadi saya memintanya menonton di televisi saja" jelas tuan Liam
"siapapun anda nona, semoga anda selalu bahagia, terimakasih sudah membagikan kebahagiaan kepada kami tuan" pembawa acara berhasil menyelesaikan misi utamanya tuan Liam mengakui pernikahannya.
__ADS_1
"boleh aku menyapa istri saya?" pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban dengan wajah berseri tuan Liam memandang kamera agar bisa berhadapan dengan istrinya dari jarak jauh.
"istriku, Dila sayang. terimakasih sudah bertahan untukku. Aku mencintaimu dan dunia harus tahu hal ini" kata-kata yang membuat iri semua kaum hawa di habitat mereka masing-masing, tuan Liam sudah menjadi milik orang lain.