
Di negara lain kakek terkejut saat mengetahui berita tentang cucu dan menantunya namun waktu tidak berpihak padanya pekerjaan di perusahaan sangatlah banyak.
"tuan besar, hari ini akan ada acara pelepasan kepergian tuan muda dan nona, maafkan saya tuan tidak bisa menemukan keberadaan cucu anda" Giorgi juga tidak tinggal diam, dia sudah menggerakkan semua koneksinya tapi mereka tidak bisa menemukan mereka.
"suruh pengacara menemui ku nanti malam" perintah kakek yang juga merasa kehilangan.
Sang kakek yakin setelah upacara pelepasan Presdir yang dinyatakan meninggal akan banyak pemegang saham yang bersaing dan memperebutkan kedudukan tertinggi.
Dirumah utama pak man selaku kepala pelayan mengambil alih dalam menyampaikan pesan dari kakek.
"Sampai saat ini belum ada kabar tentang tuan muda yang hidup atau sudah meninggal, untuk itu berlakulah seperti biasanya sewaktu tuan muda masih ada. Pesan dari tuan besar jangan ada perubahan sekecil apapun di rumah utama. Acara ini dibuat untuk mendinginkan suasana dan mengubahnya menjadi seperti semula" pak man berbicara singkat dan kemudian menghilang. Seharian itu semua orang dilarang menimbulkan suara dirumah utama itu perintah sekretaris Ken.
Sekretaris Ken terdiam Ditengah tengah ruangan dia mengenang hal terkecil yang dirasanya penting bagi tuan mudanya, perlahan dia berjalan menuju taman tempat sumpah dan pengabdiannya dimulai. Tidak ada ekspresi diwajahnya, dingin, kaku dan menakutkan. Sekretaris Ken mengingat cerita dokter Aditia tentang kejadian di dalam mobil.
*flashback*
selesai acara pengosongan rumah utama, sekretaris Ken, Matteo dan Aditia terduduk dilantai diam ditengah rumah besar tidak berpenghuni itu.
"apa pesan terakhir tuan muda yang anda ingat dokter Aditia?" pertanyaan Ken memecahkan keheningan ditengah tengah ruangan kosong.
Aditia menghela nafas panjang jiwanya kembali ke fase terakhir dia bersama sahabatnya. Dia mengingat dengan jelas saat tuan Liam menatap matanya dan tersenyum padanya tanpa beban.
"Liam menyuruhku menikah sebelum tahun ini berakhir" jawaban polos Aditia sungguh tidak terduga. Matteo tertawa terbahak-bahak pesan macam apa itu pikirnya.
"apa kau masih waras dokter?" Ken merasa dipermainkan dengan pesan terakhir tuan Liam.
__ADS_1
"apa kalian berharap dia akan membagi setengah kekayaannya padaku? ayolah Ken Liam memang mengatakan itu padaku saat dia menatap mataku, mengingat tatapannya saja sudah membuatku merinding entah bagaimana caranya mendapatkan wanita dan dinikahi secepatnya. Aku hanya ingat itu karena setelah dia mengatakan itu mobil menyentuh air dan tubuhku melayang terbang seperti roket hingga berakhir di atas pohon. aku masih bertanya-tanya bagaimana itu terjadi" Aditia menjelaskan dengan sangat cepat agar Ken tidak salah paham padanya.
Mereka terdiam kembali pesan terakhir dari tuan Liam sungguh tidak bermutu. Setelah bosan dengan keheningan sekretaris Ken menatap Matteo dan tatapan itu sudah mengirim sinyal pada Matteo.
"Aku pernah menceritakan mobil koleksiku pada Liam, mungkin itu sebabnya dia mengetahui fitur mobil itu. kursi kemudi akan berfungsi saat tombolnya di aktifkan Liam menyelamatkan mu dari maut. Aku tidak bisa menyimpulkan kalau Liam sudah meninggal karena tubuhnya belum ditemukan. Aku berharap Liam baik baik saja jika seandainya dia berhasil membuka pintu mobil, tapi kurasa itu tidak mungkin." Matteo masih menggantung ucapannya, dia tidak berharap lebih dalam memperhitungkan situasi saat terjadi ledakan.
*flash off*
Di Taman itu pikiran Ken dipenuhi awan hitam dia tidak bisa mengekspresikan perasaan yang menggumpal dihatinya. Dia menemukan jalan buntut, harapannya melayang bersama hembusan angin.
"saya berharap anda dan nona selamat dari ledakan itu tuan muda. saya yakin anda tidak selemah itu, tuan muda andai anda tahu kalau nona sedang mengandung pasti anda sangat bahagia. saya akan berusaha mencari keberadaan anda tuan muda kumohon bersabarlah" Ken menatap langit yang mendung gelap tanpa bintang, kakinya bahkan tidak bisa menahan beban hingga dia berlutut di tanah.
Sekretaris Ken sangat betah berada di taman itu bahkan terlelap oleh hembusan angin yang dingin. Dia sangat menikmati tidurnya tanpa terusik Sama sekali. Di pagi hari pria yang setia dan tegas itu dibangunkan dari alam mimpi oleh belaian matahari yang menghangatkan tubuhnya.
"mengapa tidur di sini lebih nyaman dari pada di kasur mahal apartemen, ch" Ken.
Kedatangan sekretaris Ken dengan hawa dingin menciptakan ketegangan bagi seluruh karyawan. Dia tanpa melirik kanan kiri masuk kedalam lift eksekutif menuju ruangan tuan Liam, dia harus bisa mengatasi segala kemungkinan masalah yang akan terjadi.
Belum sampat sekretaris Ken menenangkan pikirannya yang kalut para pemegang saham dan petinggi perusahaan sudah menciptakan keributan karena kepergian tuan Liam sangat mengguncang perusahaan selama beberapa hari terakhir dan beberapa yang lainnya mengambil kesempatan untuk memperburuk situasi.
"tuan para pemegang saham ingin menuntut hak mereka dan juga bertanya-tanya tentang pemimpin selanjutnya" laporan sekretaris wanita yang mendapat tekanan.
"saya akan segera ke sana" sekretaris Ken untuk kesekian kali mengusap wajahnya.
Sekretaris Ken memasuki ruangan meeting bersama pengacara keluarga Dewantara group. kedatangan sekretaris Ken kali ini berbeda dari biasanya, dia seperti malaikat pencabut nyawa penuh hawa dingin di setiap tatapannya. Dia berdiri di depan seluruh petinggi perusahaan, kedatangannya menciptakan keheningan Seketika dalam ruangan itu.
__ADS_1
"saya dengar telah terjadi keributan kecil disini" perkataan yang datar menakuti semua orang. semua orang menciut belum pernah melihat arwah seperti ini sebelumnya.
"katakan apakah kalian ribut kerena memperebutkan mainan?" Dia sudah seperti orang tua yang memarahi anaknya yang sedang meributkan sebuah barang.
Seorang berdiri dan menyampaikan argumentasi dari aliansi yang dimilikinya dan beberapa yang lainnya tidak ingin rugi dengan keadaan perusahaan yang tergoncang. Pengacara keluarga Dewantara maju dan bulai membuka suara agar keadaan menjadi lebih kondusif.
"tuan-tuan mohon tenang, insiden yang terjadi sungguh diluar dugaan kami. Kepergian tuan Liam Presdir Dewantara group menimbulkan duka besar bagi kita, tapi saya sebagai pengacara keluarga Dewantara menyatakan posisi tuan Liam tidak akan di geser sebelum jenazah beliau ditemukan dan dinyatakan meninggal" kata pembukaan dari pengacara sudah menegaskan bahwa Dewantara group tetap menjadi milik tuan Liam dan tidak tergantikan.
"lalu siapa yang akan menggantikan posisi tuan Liam? kami dengar tuan Liam sudah menikah dan istri tuan Liam ikut dalam kecelakaan. Kami masih bisa mentolerir jika ada generasi berikutnya anak tuan Liam misalnya" salah seorang menyuarakan pertimbangan.
"ya, kalau tuan Liam sudah memiliki anak mungkin usianya masih belia maka masih ada pewaris selanjutnya" sambung yang lainnya karena mereka yakin itu tidak mungkin mengingat pernikahan tuan Liam yang masih belum pasti benar adanya.
pengacara mulai mengeluarkan beberapa surat penting yang berguna untuk menyanggah pendapat dan opini peserta meeting.
"pernikahan tuan muda Dewantara benar adanya, tuan muda Liam menikah dengan seorang gadis yang masih belum terpublikasi tapi dia berada di sekitar kita selama ini. Kehidupan pribadi tuan Liam adalah private yang tidak sembarangan diperbincangkan. Saya pengacara Dewantara akan membacakan beberapa putusan sekaligus surat kuasa dari tuan besar umbara kakek dari tuan muda Liam. Mengingat fakta yang sudah ada posisi tuan Liam tidak tergeser kan ini sesuai wasiat turun temurun keluarga Dewantara tuan Liam akan digantikan oleh istri atau keturunan berikutnya" jelas pengacara.
"lalu menurut anda siapa yang pantas setelah semua tiada tuan?" para pemegang saham merasa itu tidak masuk akal karena istri tuan Liam yang belum pernah terlihat wujudnya ikut dalam kecelakaan.
pengacara membuka surat kuasa yang di berikan sang kakek untuk mematahkan sanggahan demi sanggahan supaya meeting cepat dituntaskan, sangat banyak waktu yang terbuang sia-sia dalam perdebatan ini.
"kuasa perusahaan diserahkan kepada sekretaris Ken segala sesuatu tentang tuan Liam akan dilanjutkan oleh sekretaris Ken dan itu tidak dapat diganggu gugat siapa yang tidak menyetujui silahkan memundurkan diri kami akan memberi pinaltinya" Semua orang terdiam tidak ada yang membantah mereka merinding saat melihat sorot mata sekretaris Ken yang seperti bom waktu.
Semua orang terdiam menandakan setuju atau tidak hanya mereka yang tahu. sekretaris Ken merasa semua sudah jelas dan menatap satu persatu penghuni ruangan itu tanpa terlewat.
"untuk kedepannya jangan ada yang membicarakan tentang tuan muda Liam walau hanya dalam hati, tuan Liam belum diklaim meninggal. Saya hanya akan menggantikan posisi tuan muda selama waktu yang tidak ditentukan, segala pelanggaran pasti ada sanksinya" sekretaris Ken meninggalkan ruangan seperti predator yang menakuti mangsanya.
__ADS_1
Sekretaris Ken mengambil kendali perusahaan, memperbaiki segala kekacauan yang ada tanpa terlewatkan sedikitpun.