
Cuaca hari ini sangat mendukung bagi semua orang untuk beraktivitas. Jennie kembali muncul dilobi perusahaan yang bertepatan tuan Liam baru memasuki area tersebut.
"apa yang anda lakukan nona" kata sekretaris Ken menghalangi gerakan Jennie.
"aku meminta pertanggungjawaban dari tuanmu" sekretaris Ken melirik Nadila yang berdiri di samping tuan mudanya kemudian beralih pada tuan mudanya yang tidak merespon pergi begitu saja. sekretaris Ken segera menahan Jennie agar tidak mengikutinya.
Nadila masuk kedalam ruangan bersama tuan Liam tanpa bicara seperti biasanya yang di lakukan. Tapi gedoran pintu ruangan itu sangat mengganggu.
"mengapa tidak menanggapinya? aku tahu kalian pernah menjalin hubungan dimasa lalu" suara Nadila penuh kegetiran, lalu meninggalkan ruangan tuan Liam begitu saja dan tuan Liam yg Idak berniat menghalanginya.
Pintu ruangan itu memberikan kesempatan untuk Jennie, wanita itu dengan segera masuk kedalam ruangan menemui tuan Liam.
"mengapa kamu begitu tega padaku Liam" kata Jennie dengan kemarahan yang dia miliki.
"bukankah kamu meminta pertanggungjawaban? katakan ada apa?" tuan Liam langsung ke intinya tidak ingin istrinya salah paham nantinya.
"aku hamil Liam dan kamu harus bertanggung jawab" perkataan Jennie samar samar di dengar oleh Nadila dan sekretaris Ken di pintu yang belum tertutup rapat itu. Nadila sangat terkejut dengan yg ang didengarnya dan langsung pergi ke ruangannya, sedangkan sekretaris Ken masuk kedalam ruangan ikut bergabung dalam ketegangan.
Tuan Liam merasa lucu Jennie meminta pertanggungjawaban dari kehamilan yang tidak jelas. Apa itu keberuntungannya? bahkan sekretaris Ken ingin sekali mengejek Jennie yang tidak tahu malu itu.
"apa aku yang menghamili mu?" tuan Liam mulai tertarik dengan masalah didepannya, kapan dia menyentuh Jennie pikirnya.
"kamu tidak melakukannya tapi kakekmu! dia menjebak ku, aku dip****sa oleh orang suruhannya dan itu adalah karena kamu. Aku ingin kamu yang bertanggung jawab atas semua ini Liam" Jennie malah mempermalukan dirinya, menceritakan betapa kotornya dirinya.
Benar saja saat kejadian itu para bodyguard belum mau melepaskan Jennie, mereka mengurung Jennie selama beberapa hari di dalam kamar di rumah rahasia. Setelah efek obat habis Para bodyguard menyetubuhi Jennie tiada henti hingga hari terakhir salah satu bodyguard ingin menikmati malam sendirian dengannya. Entah siapa bodyguard yang memaksa Jennie di malam hari itu tanpa menggunakan pengaman, bahkan menumpahkan benihnya beberapa kali kedalam rahim Jennie.
"itu bukan urusanku Jen, jika mereka yang menghamili mu pergilah menemui mereka dan satu lagi jangan muncul lagi di hadapanku" tuan Liam sangat jijik mendengar kenyataan tentang mantan kekasihnya yang di setubuhi secara bergilir.
__ADS_1
"kenapa kenapa Liam? kenapa kamu menikahi wanita lain?" Jennie benar-benar kehilangan cintanya dia tidak percaya Liam akan menikahi wanita lain selain dirinya.
"karena aku mencintainya" tuan Liam menjawab dengan singkat dan kemudian mengusir Jennie.
Jennie tidak bisa melawan kekuatan Ken sehingga pergi dari kantor sambil menggerutu, semua perkataannya didengar oleh para karyawan tentang pernikahan tuan Liam. Seketika, berita pernikahan tuan Liam tersebar di berbagai tempat dan sedang menjadi topik hangat bagi semua wanita. Ada yang iri dan juga penasaran dengan wanita yang berhasil mencuri hati tuan Liam.
"dimana istriku Ken?" tuan Liam hanya mengingat bayangan istrinya.
"di ruangan sebelah tuan" tuan Liam tidak membuang waktu langsung masuk keruangan tempat istrinya berada dan memeluk istrinya, dia yakin istrinya mendengar sesuatu saat Jennie masuk kedalam ruangannya tadi. Bisa diperhitungkan dari gerakan Ken yang masuk menjadi saksi pembicaraan antara Jennie dan Liam.
Nadila bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa, tapi tuan Liam dapat membaca dari embun yang masih tersisa di ujung mata istrinya.
"itu bukan anakku sayang, ketahuilah satu hal hanya kamu yang akan mengandung anak-anak ku" tuan Liam berusaha meluruskan benang kusut yang terlilit di kepala istrinya. Nadila mulai memahami dan melupakan semuanya dia percaya suaminya tidak seburuk itu.
Tuan Liam sedang memantapkan hatinya untuk keputusan yang dia ambil, setelah menghela nafas beberapa kali dia pun pergi entah kemana. Kepergian tuan Liam tidak diketahui siapa pun termaksud istrinya.
"paman, dimana tuan liam?" tanya Nadila pada pak man karena menyerah tidak menemukan suaminya. pak man juga tidak tahu kemana tuan mudanya pergi, pria paruh baya yang sudah mengabdi selama hidupnya untuk keluarga Dewantara merasa bersalah tidak mengetahui keberadaan tuan liam. Dia merasa bingung tuan Liam belum melewati gerbang utama atau terlihat keluar rumah.
Semua pelayan mencari keberadaan tuan Liam tapi tidak ada yang menemukannya di rumah utama, pak man menghubungi sekretaris Ken untuk menanyai keberadaan tuan Liam namun yg ang di seberang sana juga tidak tahu apa apa.
"nona, anda sudah lelah beristirahat lah tuan muda sedang bekerja" pak man mencoba menenangkan istri tuan muda nya, sambil mengingat ingat sesuatu yang mungkin terlewatkan.
Sekretaris Ken sudah bersiap segala kemungkinan buruk berada di kepalanya, saat hendak pergi tidak sengaja melihat kearah dinding disana foto dirinya dengan keluarga Dewantara deretan tanggal penting tercatat dibawah foto itu. Sekretaris Ken berjalan perlahan memasuki sebuah ruangan putih, semua jenis senjata berbahaya dan terlarang ada disana. Sekretaris Ken mengambil senjata yang mungkin dibutuhkan dan meletakkannya didalam mobilnya.
"tuan muda tunggu saya" sekretaris Ken menemukan titik keberadaan tuan Liam yang sedang diluar kota, tidak membuang waktu langsung menyusul tuannya.
Tuan Liam sedang berada di tengah tengah jembatan dikelilingi oleh pria bertopeng yang dikenal pembunuh bayaran, pertarungan yang imbang terjadi antara sepuluh lawan satu. tuan Liam kalah jumlah mendapat goresan di lengannya beruntung sekretaris Ken datang dan melakukan tembakan jarak jauh dengan sniper yang dia bawa, satu persatu pembunuh bayaran itu terjatuh tersisa lah tuan Liam yang menahan perih di tubuhnya.
__ADS_1
"mengapa kau lama sekali!" kesal tuan Liam pada Ken yang menurutnya sangat lambat.
" seharusnya saya yang bertanya tuan sedang apa anda disini, kenapa tiba-tiba?" sekretaris Ken hanya bicara dalam hati dan membawa tuan Liam masuk kedalam mobil untuk mendapatkan pertolongan pertama.
"bagaimana anda bisa sampai disini tuan?" sekretaris Ken tidak melihat mobil tuan mudanya jadi dia ragu menafsirkan.
Tuan Liam belum berniat menjawab, dia memerintahkan Ken untuk meninggalkan tempat itu. Belum jauh mereka berkendara sekretaris Ken merasakan ada yang tidak beres dengan mobil yang mereka tumpangi.
"Ken, lompat keluar Ken!" perintah tuan Liam yang langsung dilakukan oleh Ken tanpa ragu melompat dari mobil dan membiarkan mobil itu melaju. Sebuah ledakan besar disebabkan oleh mobil sekretaris Ken.
"aisss mobil kesayanganku" gumam Ken yang masih bisa didengar tuan Liam. Mereka sangat cepat menyadari kalau telah dipasang bom di mobil sekretaris Ken tapi siapa pelakunya? sekretaris Ken meninggalkan mobilnya hanya beberapa menit untuk membantu tuan mudanya berjalan. Masih menjadi teka-teki bagi sekretaris Ken yang mulai menyadari posisi mereka sangat bahaya.
Sekretaris Ken membantu tuan Liam untuk berlindung dan membagi senjata yang sempat ikut bersamanya saat melompat dari mobil. sebuah pistol kecil sudah berada ditangan tuan Liam sedangkan Ken memindai target sniper.
"aku hanya keluar rumah meregangkan otot di halaman belakang dan entah bagaimana aku sudah terbaring di mobil sialan itu. hati-hati ken jangan sampai kami terluka" tuan Liam khawatir pada sekretaris Ken kali ini, musuh mereka seperti bayangan muncul dalam keheningan.
"tuan muda jika ada kesempatan pergilah dengan aman kerumah sakit untuk mengobati luka anda" sekretaris Ken lebih mengkhawatirkan luka tuannya dibandingkan jajanan peluru yang menyerang mereka, entah dengan cara apa Ken sudah berada diatas pohon membuat tuan Liam terkaget suara Ken berasal di atas pohon tempatnya berlindung dari peluru.
"aku tidak berharap dia menjadi monyet secepat ini" tuan Liam.
mereka fokus pada lawan yang bertarung nyawa melawan mereka. tuan Liam menyiramkan peluru yg ang berhasil menjatuhkan lawan dari persembunyiannya. Sekretaris Ken dapat melihat pembunuh yang terus berdatangan, dia mulai mencari jalan untuk menghindari lawan. Pandangannya tertuju pada aliran deras air sungai, tidak membuang waktu membawa tuan Liam terjun ke dalam air sungai. Aksi mereka di ketahui oleh musuh dan mulai menyelusuri sungai, sudah lama tapi mereka tidak menemukan keberadaan tuan Liam dan Ken hanya kemeja tuan Liam yang terhanyut oleh aliran air.
Mereka kurang puas sehingga menyiram air sungai dengan peluru, tuan Liam dan Ken masih berusaha bertahan dalam air. Keahlian berenang Ken tidak diragukan bahkan bisa melawan arus sungai dan membawa tuan Liam daratan, berenang melawan arus adalah sangat mustahil ttg api sekretaris Ken bisa demi menyelamatkan tuan mudanya.
"Ken aku tertembak" kata tuan Liam dengan suara tertahan, Ken melihat luka di pinggang tuan mudanya dan segera mengikatnya agar tidak mengeluarkan darah. Tuan Liam membutuhkan pertolongan secepatnya karena kehilangan banyak darah. Seorang pria mendatangi mereka membuat Ken lega.
"kau terlambat!" kesal Ken.
__ADS_1
Tuan Liam yang kehilangan kesadaran segera dibawa kerumah sakit dan melakukan operasi untuk mengeluarkan peluru di pinggangnya.