
keluarga yang bahagia mengalami cobaan, dering hp mengalihkan perhatian semua orang yang sedang menikmati sarapannya. Tuan Liam sedikit melirik istrinya dan kemudian melanjutkan sarapannya tanpa menanggapi telepon yang mengganggu. Dering berikutnya sangat mengesalkan, Nadila menjadi singa betina yang di takuti.
"jika tidak ingin mengangkat telepon maka buang saja!" katanya
"baiklah" hp berpindah ke tangan Ken hendak membuang tapi berdering lagi.
Dengan cepat Nadila merebut hp itu dan menaruhnya di telinganya, namun tidak ada suara hanya keheningan yang ada. Tidak lama sebuah pesan masuk "ayo bertemu di restoran green saat makan siang, from Shila "
"apa ini kejutan, ch aku yang akan datang menemui wanita ke**nya*** itu!" kata Nadila.
"baiklah sayang kamu bebas melakukan apa saja, akan ku kirim supir mengantarmu menemuinya. Apa kamu senang sekarang?" kata-kata penuh godaan di iringan ciuman di pipi kanan yang tidak pernah terlewatkan, Sekretaris Ken hampir muntah melihatnya itu terlalu kekanak-kanakan baginya.
Dengan kelegaan tuan Liam berangkat ke kantor, tidak ada kekhawatiran sama sekali. Dia tidak merasa akan ada bahaya yang menghampirinya, saat memasuki lobby perusahaan semua terlihat tenang dan ketenangan itu adalah kiamat bagi karyawan.
Ken juga menganggap semuanya baik baik saja tanpa menaruh curiga hingga lift eksklusif itu terbuka di lantai yang di tuju.
"akhirnya kamu datang juga presdir yang pemalas, sudah jam berapa ini!" kata pria itu dengan geram saat tuan Liam keluar dari lift dan berjalan kearahnya.
Terkejut, tentu saja. Sekretaris Ken melihat tidak percaya pria di hadapannya adalah dokter Aditia yang di beri cuti secara khusus kemarin "Sepertinya cuti tidak cocok untuk anda dokter" katanya.
"aku akan membunuhmu Ken!" kesal Aditia.
__ADS_1
Tuan Liam juga tidak mengerti akan kedatangan dokter Aditia yang baru saja bersanding sehari yang lewat " aku penasaran sebegitu rindunya kamu padaku, bahkan kamu rela meninggalkan istri mu sendirian di hari pertamanya" kata mulus yang meminta penjelasan, seakan mengatakan pergi jangan buang waktuku.
"Kakak ipar membatalkan cutiku, aku datang meminta keadilan!" benar Nadila lah yang berulah, tadi subuh dia menelpon dokter Aditia dan memberinya hukuman telak yang tidak dapat di bantah "hallo dokter, semoga anda tidak terkejut tapi saya hanya mengatakan akan mencabut izin cuti mu. Kalau sampai kamu berani cuti maka aku akan menghantui istri mu. salah siapa tidak mengundangku ke pesta pernikahanmu" telepon berakhir sepihak yang menjadi alasan dokter yg ang kurang beruntung berdiri di depan ruang kantor tuan Liam.
Suara tawa Sekretaris Ken dan tuan Liam menggema di dalam ruangan tertutup itu, tingkah mereka menambah kekesalan Aditia yang dibatalkan cuti nya. Sekarang Ken mengerti cara nona mudanya membalas semuanya.
"seharusnya anda bersyukur dokter, karena hadiah yang lainnya masih di tempatnya. Bagaimana jika nona juga merayakan hadiah rumah yang diberikan tuan muda?"
"sialan kau!" semakin kesal, namun tuan Liam masih tidak berhenti tertawa, kedatangan Aditia yang mengadu padanya sangat menggelitiknya.
Sebelum benar-benar tidur tadi malam tuan Liam sempat membuat kesepakatan kepada istrinya sebagai ganti dari semua kesalahannya, Nadila boleh melampiaskan kekesalannya tanpa mendapat bantahan dari tuan Liam "lakukanlah segala yang membuatmu senang sayang, termaksud urusan pribadiku aku tidak akan melarang mu. Aku memberi hadiah cuti kerja pada Aditia agar dia bisa beristirahat dan hadiah material sesuai seleranya itu saja" perkataan itu berhasil membuat sudut bibir Nadila tertarik senang.
Bukan hanya itu, dia mendapat kebebasan melakukan kemauannya sendiri. Namun, tuan Liam akan tetap mengawasi keselamatan istri tercintanya.
Waktu berjalan sangat cepat hingga jam makan siang tiba. Tanpa diduga yang memenuhi permintaan makan siang di hadiri oleh Nadila dengan mengenakan pakaian paling modis mengalahkan model internasional. Seorang wanita dengan pakaian terbuka ada di sana, sangat seksi dengan cara minumnya menanti kedatangan tamunya.
Nadila yang melihat tujuannya langsung duduk di kursi kosong tepat di depan wanita seksi itu, sengaja di pilih posisi di tengah tengah restoran agar orang-orang dapat menyorot pertemuannya dengan tuan Liam yang berakhir pias.
"maaf nona tapi kursi ini milik seseorang, anda bisa mencari meja lain" kata wanita yang bernama Shila.
"saya merasa kursi ini disediakan untuk saya, jadi saya tidak punya pilihan untuk berpindah darinya" Nadila yang bertahan.
__ADS_1
"tapi saya akan kedatangan tamu spesial nona, jadi jangan mengganggu moments kami. Seharusnya dia sudah sampai, sebentar akan saya telpon agar anda percaya" Dengan percaya diri Shila menelpon nomor yang menurutnya adalah tuan Liam.
Dering ponsel itu berada dalam tas Nadila, ternyata hp tuan Liam di sita sebagai bagian dari hukuman. Dengan elegan menunjukkan bahwa kursi itu memang untuk Nadila. " ternyata kita saling menunggu di antara meja yang sama" katanya mengejek.
"bagaimana hp itu bisa ada pada anda, anda adalah selingkuhan suami saya!" suara yang sengaja di besarkan agar mendapat perhatian dari orang banyak.
Kata selingkuh, luar biasa apa sekarang Nadila berselingkuh dengan suaminya. "anda perlu memeriksa kesehatan nona" katanya
Wanita itu kesal tidak dapat menemui tuan Liam, Shila adalah wanita yang menjebak tuan Liam namun akhirnya gagal. Sekarang dia menikah dengan pria yang tidak tau diri yang tidak lain mantan kekasihnya yang pernah mencampakkannya. "hey!"
Perlahan Shila melihat penampilan Nadila yang sangat berkelas, dia merasa tidak selevel dengannya. Beberapa alibi muncul di kepalanya namun segera di tepisnya karena merasa tidak mungkin "saya yakin anda hanyalah pemulung barang yang sudah di buang oleh tuan Liam bukan, haha ponsel itu sudah retak mungkin itulah sebabnya ada pada anda" kata Shila.
"bukan memungut, yg api layar itu retak karena saya senang membuatnya retak, kalau perlu seribu ponsel akan ku retakan di hadapanmu" kata telak menunjukkan kekayaan yang dimilikinya.
Semua orang merasa Nadila terlalu sombong tapi itu setimpal dengan Shila yang menjadi kannya pemungut sampah "siapa kau sebenarnya?" Shila mulai menyadari sedang berhadapan dengan siapa.
"Anda membuang buang waktu saya, satu hal yang harus anda ingat dalam pertemuan ini nona Shila. Berbahagialah dengan baj***a* yang menikahi mu, kedepannya jangan sampai saya melihat anda mengganggu suami saya!" tegas Nadila.
Shila yang menolak kenyataan tertawa mengejek kepercayaan diri Nadila yang mengaku sebagai istri tuan Liam sangat tidak mungkin jika Nadila datang ke restoran green tanpa pengawal karena itu termasuk restoran yang berbahaya bagi wanita baik-baik seperti Nadila.
"anda terlalu banyak menghayal nona, jika anda adalah istri tuan Liam maka sangat di sayangkan karena suami anda sangat senang tidur dengan saya" tertawa bangga, dengan tidak sadar Shila telah menjatuhkan harga dirinya.
__ADS_1
Nadila mengeluarkan beberapa foto dan menampilkan beberapa Vidio yang membuat Shila tidak berkutik itu adalah dokumen asli tentang dirinya "inilah yang anda banggakan? saya adalah istri sah tuan Liam, kedepannya berhati-hati lah!" setelah mengatakan itu Nadila berdiri dari kursinya yang diikuti oleh Shila yang sepertinya tidak terima dengan kenyataan, hendak menyerang namun tiba-tiba barisan para pria berjas hitam menghalanginya.
Hendra yang diberi kepercayaan untuk menjaga Nadila selama di luar rumah datang membawanya kedalam mobil diikuti para bodyguard semua orang baru sadar bahwa telah melihat wanita legendaris. Selepas kepergian Nadila, Shila mendapat hujatan dari orang-orang yang menyaksikan kejadian itu.