Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 25 tengah malam


__ADS_3

sepertinya malam ini tidak akan bisa terlewat dengan baik. Nadila untuk pertama kali keluar kamar tanpa tuan Liam dan tanpa menundukkan kepala. gerakan kakinya terdengar begitu keras ketika menuruni tangga. kakek yang sedang bersantai menikmati kopi di ruang tamu yang merupakan kebiasaannya yang selalu tidur larut malam bersama Giorgi mendengar langkah kaki Nadila.


Nadila sampai di tangga terakhir disana sudah ada pelayan yang berjaga sangat khawatir dengan langkah kaki Nadila yang menuruni tangga, berharap nona muda mereka menuruni tangga dengan benar.


"ada yang anda butuhkan nona" salah satu pelayan berbicara, setengah heran ini pertama kali nona mereka keluar kamar sendiri dimalam hari.


"tidak ada"


Nadila mengedarkan pandangannya. rumah itu sangat luas dan sangat mewah.


"mengapa aku tidak memperhatikan kemewahan ini dari dulu. isss aku sudah gila, aku sudah terlambat mengagumi keindahan rumah ini. ini semua gara gara pria gila itu yang selalu membuat ku gugup, sehingga aku selalu melewatkan memandangi sekitar rumah ini" Nadila.


sangat lama Nadila berdiri di sana. dia baru menyadari rumah Presdir Dewantara group itu. selama ini kemana aja nona Nadila sudah berbulan di rumah itu tapi baru menyadari kemewahan rumah tempat kamu berada.


setelah puas memandangi sekitarnya Nadila teringat kembali pada pria yang membuatnya jengkel dan kehilangan mood. ekspresi nya kembali merasa sebal bahkan mengerucutkan bibirnya. pelayan kembali berbicara.


"nona ini sudah larut malam sebaiknya anda kembali beristirahat"


"lalu apa yang kalian lakukan disini?"


"nona jika ada yang anda butuhkan katakan saja" lanjut pelayan itu.


"mana dapurnya?" tanya Nadila, ya dia dari tadi mencari dapur.


pak man muncul, karena mendengar suara nona mudanya.


"nona anda belum tidur" pak man menunduk.


"pak man bisa kah menyuruh mereka menjauh dari saya" kata Nadila sedikit berbisik pada pak man.


"pergilah!" pak man mengusir pelayan itu karena dia merasa nona mudanya tidak nyaman.


pak man menghidupkan beberapa lampu yang sempat di matikan.


"seharusnya anda memanggil pelayan saja nona tidak perlu naik turun tangga, anda bisa kelelahan" pak man khawatir


"tidak apa apa pak"


"saya senang anda mau keluar kamar nona.


Apa anda membutuhkan sesuatu nona? air minum misalnya." tawar pak man.


"maksud pak man?"


"ini pertama kali saya bisa melihat anda tidak segan kepada kami" jelas pak man, Nadila tidak perna bicara selama ini.


"hhmm, maafkan saya pak. semua orang terasa asing bagi saya pak man pasti merasa kalau saya sombong ya, hehehe "


"tidak nona jangan minta maaf pada saya. dari pertama tuan muda membawa anda say sudah melihat kalau nona tidak seperti itu."


" baiklah"


Nadila masih mencari sesuatu.


"paman"


"maaf nona"


"ah pak man. anda sudah sangat tua saya panggil paman saja ya" lanjut Nadila.


melihat mata Nadila berbinar membuat pak man menyetujuinya.


"panggilan saya senyaman anda nona"


"dimana pria gila itu paman"


"maksud nona?" pak man bingung


"eh maksud saya tuan... ya tuan Liam"


"tuan muda sudah pergi sejak tadi nona. sepertinya ada urusan diluar"


nampak kekecewaan di muka Nadila itu bisa di baca oleh pak man.


"duduklah nona kaki anda bisa sakit jika berdiri terlalu lama"

__ADS_1


Nadila duduk di kursi meja makan


"saya lapar paman"


"baiklah nona, saya akan buatkan buat kan makanan"


pak man pergi ke dapur tapi di tahan lagi oleh Nadila


"paman tunjukan saja dapurnya biarkan aku memasak sendiri."


"tidak nona ini sudah tugas saya. ini tidak akan lama"


pak man terburu buru pergi ke dapur menyiapkan makanan untuk nona mudanya. ini pertama kali Nadila meminta makanan sendiri dia harus menyiapkannya dengan baik.


tidak jauh dari sana ada kakek yang di temani Giorgi sedang menemukan harta Karun. kakek tertawa kecil


"apa dunia sudah mau kiamat Giorgi"


"sepertinya ini awal kiamat tuan"


"beraninya dia memanggil cucuku pria gila


semua adegan itu disaksikan oleh kakek, kakek tersenyum pada Giorgi sepertinya menantunya lumayan menarik


"beraninya dia memanggil cucuku pria gila, hahaha, tapi dia sudah mulai membiasakan diri dirumah ini"


"benar tuan besar"


"saya harap dia mau menyapa saya lebih dulu" harap kakek.


"Nona muda butuh waktu tuan besar."


"baiklah"


di meja makan sudah tertata dengan rapi berbagai makanan yang mungkin nilai gizinya baik di konsumsi dimalam hari. Pak man tidak tahu menu apa yang disukai Nadila untuk itu semua jenis makanan yang sempat dibuat dia sajikan.


"paman ini sangat banyak, terimakasih"


"sama sama nona, selamat menikmati nona"


"saya tidak tahu menu yang anda inginkan nona makanlah seperlunya nona jangan memaksa."


"iya paman benar" Nadila makan sangat bersemangat.


pak man senang Nadila memakan makanan dengan lahap bahkan tanpa sisa.


pak man menyuruh pelayan membersihkan meja makan didepan Nadila karena sepertinya nona muda itu belum berniat meninggalkan kursi meja makan itu.


"kembalilah ke kamar sebentar lagi nona jangan menunggu tuan muda"


"tentu saja paman, saya memang tidak menunggunya"


pak man tidak ingin mengganggu nona mudanya dia berdiri dengan jarak sedikit jauh dari sana, itu lebih baik pikirnya.


bohong jika Nadila tidak memikirkan tuan Liam nyatanya dia sedang gelisah sekarang.


"dia pasti mencari wanita liar diluar sana. ch, apa peduliku padanya tapi diakan suamiku, menyebalkan sekali kenapa aku harus memikirkannya" Nadila.


dia berjalan kembali ke kamarnya sepertinya rasa kenyang membawanya mengantuk, Nadila ambruk sembarang di tempat tidur.


setelah memastikan Nadila masuk kamar pak man baru lega dan pergi beristirahat juga.


"sepertinya nona muda mulai beradaptasi dan makannya juga sangat banyak. Baiklah nona saya akan membuat sarapan yang banyak untuk anda kapan pun anda mau." pak man


paginya tuan Liam telah sadar dari mabuknya.


Dia berangkat ke kantor bersama sekretaris Ken, sedangkan Nadila yang masih kesal malas bertemu tuan Liam.


"Ken apa gadis itu sudah di kantor?"


"tuan muda, sepertinya nona muda belum bangun"


"apa maksudmu Ken?" kata tuan Liam yang sudah siap dengan sepatunya.


sekretaris Ken memberikan Vidio dari hpnya untuk di lihat tuan mudanya.

__ADS_1


"sepertinya nona muda meredakan kemarahan dengan makanan tuan, pak man bilang nona belum keluar kamar."


" hahaha"


"sepertinya nona menabung makanan sampai besok haha"


mereka cukup terhibur dengan video Nadila yang makan dengan lahap.


di perjalanan menuju kantor tuan Liam tidak habis tersenyum.


"Ken, boleh aku mengoleksi video itu"


"tentu tuan"


"beri dia libur Ken"


"baik tuan muda, sepertinya pertengkaran anda dengan nona membuat nona muda sudah tidak segan lagi berada dirumah tuan."


"hmm"


Nadila menggeliat dari bawah selimut mengingat adegan berangkat pagi.


"aku kan istri nya terserah dia mau memecat ku." nadila sangat malas hari ini.


ponsel Nadila berbunyi matanya berbinar.


"kangsan" Nadila kegirangan


"kak Nadila, astaga kak aku merindukanmu"


"benarkah, bagaimana kuliahmu."


"tentu saja berjalan lancar kak"


"syukurlah, kau jangan nakal nakal ya"


"iya kak"


"kak kangsan sedang ada perjalanan utusan kampus ke ibu kota tempat kakak. mungkin dekat dengan tempat kak Nadila bekerja ayo ketemuan kak kangsan rindu"


"sungguh. oh adikku ini, baiklah kapan itu?"


"Minggu depan kak, kita bertemu hari Sabtu, kakak ada waktu kan?"


"Tentu saja kangsan sayang. baiklah titip salam untuk ayah dan ibu"


"iya kak, jaga dirimu ya kak by"


Nadila semakin senang dia bisa bertemu adiknya.


di tengah kegirangannya Nadila merasakan ngilu diperutnya merasa seperti ada yang keluar.


"astaga situasi tidak mendukung ini namanya"


dengan cepat berlari ke kamar mandi, dia datang bulan pertama.


akhirnya Nadila benar benar tidak keluar kamar rasa nyeri di perutnya makin parah, dia berdiam di tempat tidur setelah sarapan pagi tadi. pak man sempat khawatir karena tidak tahu alasan Nadila yang hanya tidur seharian itu laporan pun sampai pada sekretaris Ken.


di tengah meeting


"ada apa Ken"


"nona mengalami masalah"


"ch apa lagi sekarang?"


"tuan hanya saja nona tiba tiba tidak selera makan dan melarang semua pelayan seluruh pelayan untuk berada di sekitarnya."


" dia sudah gila"


"tuan muda, saya sarankan anda meluangkan waktu bersama nona"


"Ken, urus saja pekerjaanmu. saya akan berbaik hati membiarkan dia melakukan sesukanya"


sangat banyak pekerjaan hari ini menyebabkan mereka pulang malam hari.

__ADS_1


__ADS_2