Cinta Presdirku

Cinta Presdirku
eps 98 ternyata kamu sudah menikah


__ADS_3

Belinda berdiri di dalam kantor presdir dengan gugup, dia bertanya-tanya dalam hati dimana letak kesalahannya walau tatapan tajam sekretaris Ken mengiris jiwanya.


"apa anda sudah mulai pikun nona, saya harap usia anda belum lansia" kesal Ken.


"maaf tuan, apa kesalahan saya?" lebih baik bertanya Belinda.


sekretaris Ken mengitari Belinda, ada rasa jengkel di hatinya karena gadis di hadapannya tidak pernah mengerti. Tuan Liam hanya diam mendengarkan ocehan kan yang tidak langsung pada intinya. Sekretaris Ken menyuruh Belinda untuk berpikir sendiri tentang alasan dia berada dalam ruangan itu.


"sepertinya saya telah terjadi teledor dalam memilih karyawan, ch bagaimana bisa gadis bodoh seperti anda menyusup dalam perusahaan ini" nah kan sekretaris Ken sudah mulai berbicara kemana mana, membuat raut wajah Belinda berubah.


sebelum benar-benar menangis tuan Liam segera berdehem karena dia yakin Belinda belum mengerti maksud dari pekerjaannya. "jelaskan padanya Ken, berhenti menakutinya" katanya "jika dia pingsan akan ku suruh kau memberinya nafas buatan" melihat sorot mata tuan Liam dengan cepat Ken mengerti kalau dia telah membuang banyak waktu.


"belum lewat 24 jam tapi anda sudah lupa akan pekerjaan yang di berikan pada anda nona Belinda. Baiklah, anda beruntung hari ini karena anda pilihan tuan Liam. Anda bekerja menemani nona muda istri tuan Liam, dan akan di mulai hari ini mengerti?" Ken


Bahkan author belum paham dengan informasi pekerjaan yang belum lengkap, Belinda hanya kebingungan "mengerti apanya, pertanyaannya dimana nona yang beruntung itu berada! mengapa tidak memberitahu di mana saya akan menemaninya? ke acara pelelangan misalnya" Belinda yang menggerutu dalam hati.


Dua jam berlalu tuan Liam sangat betah dengan pekerjaannya tidak menoleh kiri kanan, dia hanya fokus pada cap hitam di lembaran kertas putih itu. Meneliti semua pekerjaan yg ang berlangsung di bawah kepemimpinannya. Sedangkan Sekretaris Ken sudah melakukan kunjungan di hotel yang merupakan bagian dari bisnis Dewantara group.


Tanpa sadar Belinda masih pada posisinya, dia mengejutkan tuan Liam yang mengangkat kepalanya dari dokumen. Belinda masih setia di depannya "apa yang kamu lakukan disini?" tanya tuan Liam tidak habis pikir, dia bahkan melirik jam di lengannya tuan Liam penasaran sudah berapa jam Belinda di dalam ruangannya.

__ADS_1


"maafkan saya tuan, Dimana saya bisa menemukan nona yang merupakan istri anda?" tanya Belinda merasa bodoh.


Tuan Liam hanya bisa mengusap wajahnya, sejak tadi gadis di hadapannya memperhatikannya bekerja dari jarak dekat tanpa bersuara "Ken tidak memberitahumu dan kamu tidak ingin bertanya!" kesal tuan Liam. Dia menghubungi Ken agar menyelesaikan tugas nya.


Sekretaris Ken masuk dengan santai kedalam ruangan luas itu, dia juga terkejut mendapat sambutan Belinda. "saya menyuruhnya menemani istri saya, tapi kenapa malah saya yang ditemani Ken?" kata tuan Liam.


"saya pikir dia sedikit berbakat tuan muda" sekretaris Ken memberikan beberapa lembar peraturan bekerja dan menandatangani kontrak kerja.


Mereka sudah berada di dalam mobil, Ken melakukan mobil dengan kecepatan standarnya seperti biasa. Belinda merasa jalan yang mereka lewati sedikit asing, sesekali mencolek lengan kiri Ken supaya mendapat bocoran kemana akan pergi. Namun si pria menyebalkan tidak bisa di ajak kerjasama.


Di tengah lamunan mobil sudah terparkir didepan rumah utama, Belinda tercengang melihat sekitarnya dia berada di dunia lain pikirnya. Tuan Liam masuk yang langsung di sambut oleh pak Man. "anda sudah pulang tuan muda" pak man sedikit membungkuk sambil melirik gadis yang mengekor di sana.


Sekretaris Ken menyadari kalau Belinda akan menciptakan kekacauan karena keterkejutannya, apa lagi nona mudanya yang tidak tahu tempat melayangkan ciuman kepada suaminya. Itu sangat menodai pandangan para jomblo abadi seperti sekretaris Ken. Dia pun membawa Belinda ke ruang tamu untuk membahas pekerjaan dan menegaskan pekerjaannya sangat penting.


Sembari berbincang tuan Liam membawa istrinya untuk mendapati hadiahnya, terkejut? tentu saja. "Belinda?" katanya.


Belinda berdiri dan memeluk Nadila, dia sunggu tidak percaya bisa bertemu dengan temannya itu. pelukan itu terjadi hanya sebentar saja karena setelahnya akan ada deretan pertanyaan bagaikan reporter untuk Nadila.


"jadi, tuan Liam menikahi mu? hahaha" kata Belinda tidak tahu tempat.

__ADS_1


"suamiku masih di sini bel, jaga bicaramu" tegur Nadila yang tidak ingin mendapat masalah.


"aku tidak percaya ini, ternyata kamu sudah menikah. Kamu masih sangat muda bahkan kamu mendahuluiku" lanjut Belinda yang merasa dirinya kalah saing dari Nadila.


Tuan Liam melihat keakraban di depannya, hatinya senang dan tidak akan cemas jika meninggalkan istrinya saat bekerja. Akan lebih baik seperti itu dari pada Nadila keluyuran di luar rumah yang di rasa belum aman untuknya.


"dia ku pindah tugaskan untuk menemanimu sayang, bagaimana kamu senang kan? aku memang suami yang pengertian bukan. Dengan begini kamu akan memiliki teman di dalam rumah, aku akan membayarnya untuk berada di sini setiap suamimu tidak dirumah" jelas tuan Liam sambil memamerkan kemesraan di sana, tidak angannya melingkar sempurna di perut istrinya bahkan mulut Belinda sampai terbuka lebar.


"astaga, tuan Liam yang menakutkan bucin tingkat dewa. aku iri padamu Nadila, bagaimana kamu bisa memikat hati pria batu es ini. Tuan Liam terlihat imut dengan sikap manjanya itu hihihi otakku ini" Belinda.


Setelahnya tuan kian membawa istrinya ke atas untuk menemui pangeran kecil mereka sedangkan Ken masih pada misi nya.


"akan masuk lalat di mulutmu yang terus terbuka itu, seperti anak burung yang meminta makan saja" kata Ken menyadarkan Belinda yang belum selesai dengan rasa herannya.


"apa mereka benar-benar telah menikah tuan, ah aku benar-benar ketinggalan berita hot" katanya terus terang.


Sekretaris Ken tidak menanggapi, tidak ingin terlalu akrab dengan gadis di hadapannya. "mulai besok akan ada yang mengantar jemput anda, Pastikan anda tidak terlambat karena setiap terlambat semenit saja maka gaji akan saya potong 5%"


Belinda ingin mengajukan keberatan namun sia-sia karena telah menandatangani surat kontrak mendadak dari sekretaris Ken. Gadis itu pasrah walau pekerjaannya sangat muda dan tidak menguras tenaga tapi sangatlah beresiko. Dia harus bisa membuat Nadila nyaman di dalam rumah dan tidak berpikir untuk meninggalkan rumah utama sebelum semua terasa aman. Belinda merasa aneh dengan hal itu namun tetap tidak bertanya.

__ADS_1


__ADS_2