
Lalu delia langsung pergi menuju ke kamarnya, di dalam hatinya dia sangat bahagia karena sekarang setidaknya dia memiliki petunjuk akan keberadaan aditia, dan mungkin sebentar lagi bagas akan bertemu dengan ayah kandungnya dan sekarang bagas bisa merasakan kasih sayang seorang ayah.
---------------------------------
Sebelum aditia berangkat menuju jakarta, dia tak lupa berpamitan kepada angel kekasihnya. Terlihat angel tersenyum dan melambaikan tangannya pada aditia.
Dan aditia membalasnya dengan sebuah senyuman, lalu dia langsung pergi menuju pesawat yang akan segera berangkat. Aditia cukup heran karena dia tak menemukan keberadaan imelda, tapi aditia tak ambil pusing mungkin ibunya sedang sibuk sehingga tak sempat untuk datang.
Dan kini aditia sedang duduk di dalam pesawat, lalu tak beberapa lama pesawat langsung lepas landas meninggalkan kalimantan.
20 menit kemudian.
Tak beberapa lama dari lepas landas, entah kenapa kepala aditia pusing, kepalanya sangat sakit seperti ada ribuan jarum yang menusuk kepalanya.
"Akkhhhh..." Terdengar teriakan aditia, yang membuat semua orang kaget. Terlihat beberapa pramugari membantu menenangkan aditia yang sedang menjerit histeris dan kemudian aditia langsung pingsan.
Tak beberapa lama aditia membuka mata, di lihatnya 2 orang pramugari tengah menatapnya sambil memberikan minyak angin pada hidung aditia.
"Aku kenapa?" Tanya aditia.
"Anda tadi berteriak tuan, lalu setelah itu anda langsung pingsan." Ucap pramugari itu.
Aditia yang mendengar penjelasan pramugari tersebut langsung memegangi kepalanya yang sakit.
"Delia." Seketika aditia menyebut nama delia.
__ADS_1
"Iyah, aku ingat delia." Ucap aditia sambil terus memegangi kepalanya.
"Tuan, anda tak baik-baik saja."
"Iyah saya baik-baik saja, terimakasih."
Setelah mendengar bahwa aditia sudah baikan, pramugari itu langsung meninggalkan aditia.
"Delia, sekarang aku sudah mengingat semuanya. Beraninya wanita itu mempermainkanku." Ucap aditia.
Kini sihir yang imelda gunakan pada aditia sudah kehilangan efeknya karena aditia sudah meninggalkan kalimantan, dan kini aditia sudah mengingat tentang delia dan pak wijoyono.
Tapi aditia ragu, apakah mereka masih hidup atau sudah tiada. Karena dulu imelda mengatakan jika mereka sudah tiada, tapi aditia harus memeriksanya sendiri apakah mereka masih hidup atau telah tiada.
Skip.
Tak beberapa lama, kini pesawat yang di tumpangi oleh aditia sudah mendarat dan aditia langsung keluar dari dalam pesawat.
Skip.
Dan terlihat kini aditia tengah berada di dalam sebuah taksi, dan tujuannya sekarang adalah pergi ke kediaman keluarga wijoyono. Entah kenapa hatinya berdebar sangat kencang dia takut jika delia dan pak wijoyono sudah tiada, aditia tak sanggup untuk membayangkan itu semua.
Lalu aditia melihat pemandangan kota jakarta di balik kaca mobil.
"Sudah lima tahun aku meninggalkan kota ini sudah banyak yang berubah rupanya." Ucap aditia sambil terus memandang pemandangan kota jakarta.
__ADS_1
Tak beberapa lama rintik hujan membasasi kaca mobil yang di tumpangi aditia.
"Ternyata hujan." Ucap aditia.
Lalu aditia melihat banyak orang yang segera berteduh, dan ada juga orang-orang yang memakai sepeda motor tengah melaju melawan hujan yang cukup deras.
"Tuan, tuan."
"Ah, iyah."
"Kita sudah sampai."
"Benarkah."
Lalu aditia melihat sekeliling ternyata rumah ayahnya tak banyak berubah, lalu aditia langsung membayar ongkos taksi tersebut. Dan terpaksa aditia basah kuyup karena dia tak membawa payung.
Dan kini aditia sudah dalam keadaan basah kuyup, meski jarak dari gerbang ke pintu masuk tidak terlalu jauh tapi karena hujan yang cukup deras sehingga membuat aditia basah kuyup.
Dan kini dengan ragu aditia memegang gagang pintu rumah pak wijoyono, lalu perlahan aditia membuka pintu rumah pak wijoyono.
****
Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊
Dan makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~
__ADS_1