
"Tunggulah ajal kalian, gadis-gadis manis." ucap aditia sambil menyeringai dan mengasah pisau kecil.
---------------
Setelah aditia mendapat informasi dan alamat ketiga gadis itu, aditia akan memulai aksinya.
Lalu aditia pergi ke sebuah kawasan perumahan elit, dia memarkirkan mobilnya di salah satu rumah yang cukup besar, yah itu adalah rumah tania.
Kenapa aditia memulai aksinya sekarang dan kenapa di mulai dari tania bukan sherly karena dia tahu orang tua tania sedang dinas di luar kota.
Jadi hanya tania seorang dan dia tahu biang kerok dari masalahnya adalah sherly dan dia ingin membuat sherly sebagai penutup nya dan tentu saja memberikan hadiah yang lebih istimewa dari pada teman-teman nya.
Kemudian aditia turun dari mobil dan tak lupa aditia menyelipkan pisau kecilnya ke dalam saku jaketnya, kemudian dia menekan bell rumah tania.
Ting, Tong, Ting, Tong.
"Iyah sebentar." Ucap seseorang dari dalam rumah .
"Siapa...." tania kaget ketika membuka pintu dan yang di lihat nya aditia.
"Eh, Kak aditia. Ada apa yah? kok tumben datang ke rumah tania." Ucap tania sambil malu-malu.
"Apa tidak boleh aku main ke rumah mu." tanya aditia.
"Boleh kok boleh, silahkan masuk kak." ajak tania "Bentar yah aku bawain dulu minum." Lalu tania pergi ke arah dapur.
Aditia melihat kondisi rumah tania
"Sepi " Pikirnya. terlihat aditia menyeringai ketika membayangkan betapa mudahnya dia nanti memulai aksinya.
Dan tak beberapa lama tani datang kembali dengan membawa segelas jus dan beberapa cemilan.
"Ini kak." Ucap tania.
"Tak perlu repot-repot." Jawab Aditia.
"Gak kok." Ucap tania.
__ADS_1
Lalu tania duduk di sebelah aditia .
"Kenapa kok rumah mu sepi." tanya aditia
"oh, ayah lagi dinas di luar kota dan mamah lagi di rumah nenek dan si mbok udah pulang ke rumah nya." Ucap tania
"oh." Aditia mendekatkan dirinya pada tania, dan membelai rambut tania.
"Rambut kamu indah, wangi lagi." Ucap aditia.
"Kak aditia bisa aja." Jawab tania malu.
Lalu aditia mendekatkan wajahnya pada wajah tania.
"Wajah mu memerah." Ucap aditia sambil tersenyum.
"Masa sih." ucap tania.
Lalu aditia tanpa membari aba-aba ia mengangkat tubuh tania dan tania hanya diam saja. Kini aditia membawa tania ke kamarnya dan melemparkan tubuhnya ke atas kasur dengan kasar.
"Awwww..." rintih tania.
"Tidak." Jawab tania sambil tersenyum.
Lalu aditia tersenyum dan entah kenapa senyumannya membuat tania bergidik ngeri melihat nya.
"kenapa, takut?" tanya aditia.
"tidak." ucap tania.
Lalu aditia mendekati tubuh tania dan langsung mengikat kedua tangan tania.
"Apa yang kau lakukan? lepaskan!" Ucap tania.
Aditia hanya menyeringai dan mengeluarkan sebuah pisau kecil dari dalam jaket nya.
Tania ketakutan bukan main, dia berusaha meronta sekuat tenaga tapi percuma ikatan di tangannya sangat kuat.
__ADS_1
"Jika kau tak menyakiti wanita ku, aku tak akan melakukan ini." ucap aditia sambil menggoreskan pisau di wajah tania.
"ku mohon jangan, hiks... Hiks... Hiks..." Ucap tania, dia tahu siapa wanita yang di maksud oleh aditia.
"Bukan aku yang merencanakannya tapi sherly, dia yang merencanakannya." Ucap tania membela dirinya.
"Mau sherly, kau atau pun siapa saja, tetap sama saja, harus membayar mahal atas apa yang kalian lakukan." Ucap aditia.
Lalu aditia langsung memulai memainkan pisau kecilnya di paha tanua.
"Auwwwwww, Sakit. Hiks, hiks, hiks." Ringis tania, karena dia merasakan sakit di pahanya.
Jengkel mendengar teriakan tania, aditia langsung membungkam tania dengan pisau kecilnya.
"Sakit, Sakit." tanya aditia. "Ini belum seberapa." Ucapnya lagi.
Lalu pisau milik aditia langsung pindah ke dada milik tania, dan dengan penuh telaten dan keahlian seorang seniman. Aditia kembali mengukir karya seni yang sangat indah.
"Hahahahaha." tawa aditia bergema di kamar tania.
Lalu dia mengkuliti kulit wajah tania, tania yang saat itu sudah sekarat hanya bisa menangis menunggu malaikat maut mencabut nyawanya, Setelah selesai dengan wajah lalu aditia menusukkan pisaunya tepat di leher tania. Dan saat itu pula tania menghembuskan napas terakhirnya.
Setelah melihat tania sudah tak bernyawa, aditia hanya menyeringai sekarang dia mengakhiri permainannya dengan cepat karena permainan yang sesungguhnya akan dia lakukan dengan sherly.
Lalu aditia membersihkan pisau nya yang penuh dengan darah dan Aditia menyalakan korek apinya dan membakar seprai tania yang otomatis membuat tania juga ikut terbakar.
Dan kini dia menuju dapur dan memotong selang gas yang ada di dapur, setelah selang gas itu terpotong aditia pergi meninggalkan rumah Tania.
1
2
3
Bummmmmm...
Rumah tania meledak dan membuat orang-orang di sekitar panik dan untungnya tak ada saksi mata yang melihat aditia keluar dari rumah tania.
__ADS_1
Lalu aditia meninggalkan kawasan perumahan tersebut.
"Tunggu giliran mu Tari." Ucap aditia.