
Delia dan sarah sedikit menyingkir untuk membiarkan dokter memeriksa keadaan aditia, terlihat clara memandang sinis delia. Sementara delia acuh tak acuh ketika clara memandang sinis padahnya.
--------------------------------
Setelah memeriksa keadaan aditia, terlihat delia langsung menanyakan tentang keadaan aditia.
"Bagaimna kondisi aditia."
"Sejauh ini sangat baik, sebentar lagi juga pak aditia bisa segera sembuh, kita cuman menunggu luka-luka yang lainnya mengering."
"Baiklah dok."
Lalu dokter tersebut meninggalkan ruang rawat aditia, terlihat clara langsung mendekati aditia.
"Aditia, bagaimana keadaanmu?"
"Untuk apa kau kemari clara."
"Tentu aku ingin melihat keadaanmu aditia."
"Oh."
Dan delia hanya melihat clara yang tengah mencoba merayu aditi.
"Kalau begitu kami pergi dulu." Ucap delia.
"Jangan pergi delia." Ucap aditia.
"Untuk apa lagi aku disini, lagi pula kau juga sudah ada yang menemani." Ucap delia.
"Iyah, lebih baik kau segera pergi dari sini." Ucap clara.
"Clara, kau pergi dari sini." Ucap aditia.
__ADS_1
"Apa?" Tanya clara.
"Ku bilang pergi." Ucap aditia.
"Tapi..."
"Pergi."
Lalu clara langsung meninggalkan ruang rawat aditia, tak lupa dengan wajahnya yang cemberut.
"Sekarang sudah tak ada yang menemaniku, jadi kau tak ada alasan untuk pergi." Ucap aditia.
"Dasar licik." Ucap delia sambil tersenyum.
Terlihat aditia sesekali memberikan gombalan maut kepada delia, dan delia nampak tersenyum menanggapi semua gombalan aditia.
Sementara sarah, sudah sedari tadi meninggalkan delia dan aditia, karena dia ada urusan dan lagi pula dia juga tak mau dijadikan obat nyamuk oleh kedua orang yang tengah kasmaran.
Skip.
"Apa?"
"Maafkan aku, karena telah melakukan hal yang tak patut di puji."
"Hmm... Sudahlah jangan di bahas aditia, aku tahu kau pasti emosi waktu itu jadi wajar jika kau melakukan hal seperti itu."
"Terimakasih delia, apakah kita masih pacaran."
"Menurutmu?"
"Masih."
"Kata siapa?"
__ADS_1
"Kataku lah." Sambil mendekatkan hidungnya pada hidung delia.
"Hidungmu pesek delia." Sambil menggesek-gesekkan hidungnya pada hidung delia.
"Apa kau buta aditia, hidungku mancung seperti ini kau bilang pesek."
Aditia hanya tersenyum senang menanggapi ucapan delia.
"Delia, jangan pernah mengatakan kata pisah lagi."
Sambil menatap mata delia dan memengang kedua pipinya, dan delia hanya bisa mengangguk sebagai jawaban.
"Dan kau aditia, tak boleh lagi terhasut oleh ucapan orang lain, kita harus saling percaya satu sama lain. Karena kepercayaan adalah kunci dari sebuah hubungan." Ucap delia sambil memengang kedua pipi aditia.
"Iyah delia."
Terlihat delia dan aditia nampak tersenyum bahagia ketika mereka bisa bersama kembali seperti dulu, meski mereka mendapatkan ujian yang sangat berat dalam mempertahankan hubungan ini tapi karena cinta mereka yang sangat besar sehingga bisa membuat mereka bertahan.
Tanpa di sadari, pak wijoyono melihat semua adegan romantis aditia dengan delia dari celah pintu. Niat hati pak wijoyono ingin menjenguk aditia tapi niatnya di urungkan ketika melihat delia berada di dalam.
Dan tak ingin berlama-lama menyaksikan adegan romantis antara aditia dengan delia, pak wijoyono lebih memilih pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.
dilain tempat...
Terlihat seorang wanita tengah duduk sambil melihat sebuah amplok berisi beberapa lembar foto.
"Ternyata kau sudah besar sayang." Sambil terus memandangi foto-foto tersebut.
Dia yang nampak seperti umur 30-an tapi sebenarnya dia sudah berusia hampir 50-an, dengan tampilan yang selalu menipu semua orang karena dia terlihat sangat ramah dan baik hati, tapi di balik itu semua dia merupakan orang yang sangat berbahaya dan banya orang yang tak ingin memiliki urusan dengan orang ini.
*Siapakah wanita tersebut???...
***
__ADS_1
***Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊
Dan makasih udah meluangkan waktu buat baca novel author****.~