Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#16 Kematian di gedung tua


__ADS_3

Tari terus bergetar ketakutan, Tanpa di sadari Aditia sudah di hadapan nya sambil menyeringai dan membawa sebuah pisau daging.


"Akhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh........"


------------------------------


PERHATIAN MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN. Mohon bijak dalam membaca. !!!


Terdengar jeritan tari menggema di gedung tua tersebut dan aditia memegang tangan tari dan.


Geclek........


Tangan tari di potong oleh aditia, tari menangis sambil memegang tangannya.


"Hiks...Hiks...Hiks..." Tangis tari.


"Hahahahaha..." Tawa aditia menggema "Itu baru permulaan, mari kita mulai dari kaki?" Ucap aditia tak lupa dengan senyumannya yang sangat mematikan.


"Jangan, jangan." Ucap tari sambil melangkah mundur, lalu aditia menangkap tangan tari dan mengikat lengannya di sebuah tiang.


"Tenang saja, aku tak akan mulai sekarang." Lalu aditia berjalan menuju potongan tangan tari dan mengambilnya.

__ADS_1


"Tangan cantik siapa ini." Ucap aditia, terlihat aditia mendekatkan potongan tangan tari pada wajah tari, darah dari tangan tari menempel pada wajah nya.


"Hahahahahaha." Kini aditia mengambil pisau daging nya yang tergeletak di lantai. "Lihat ini." Lalu aditia memotong tangan tari di hadapan tari.


Tari menjerit histeris ketika bagian tubuhnya di cingcang di depan mata nya sendiri.


"Hahahaha, bagian mana lagi yang harus di cingcang? Tangan yang satunya masih ada." Lalu aditia melepas ikatan di tangan tari dan mengikat tubuhnya


Dan.


Geclek....


Tangan tari yang satu lagi di potong.


"Lihat ini, kuku-kuku yang cantik pasti selalu perawatan." Ucap aditia dan memotong jari tangan tari di depan matanya sendiri.


Tari terus menangis dan meronta, tapi percuma ikatan tali yang mengikatnya sangat kuat.


"Berhentilah menangis." Bentak aditia, bukannya berhenti tari malah menangis semakin keras, Karena kesal dengan suara tangisan tari. Aditia menyobek mulut tari hingga ke bagian telinga nya.


Darah mengalir deras dari bagian mulut dan pipi tari.

__ADS_1


"Tadi nya aku tak ingin melukai wajah cantik mu, Tapi kau berisik dan itu membuat ku muak." Ucap aditia.


Lalu aditia mendekatkan pisau nya pada bagian perut tari. Dan SRETTTT.... Aditia merobek bagian perut tari.


Tari hanya bisa menangis menahan sakit saat perutnya di robek oleh aditia, dan aditia mengeluarkan isi perut tari di depan mata tari, darah mengalir dari tubuh tari. Dan bagi tari lebih baik cepat mati dari pada harus hidup dengan penuh penderitaan seperti ini.


Terlihat aditia menyeringai ke arah tari, Tak lupa dengan tatapan membunuhnya Lalu aditia mengeluarkan sebuah pisau kecil. Dan menusukkan pisau tersebut di dada dari yang membuat tari meregang nyawa kemudian untuk penutupan dia menusuk leher tari yang membuat tari menghembuskan nafas terakhirnya.


"Hahahahaha..." Tawa aditia menggema di gedung tua tersebut, kini aditia duduk di sebuah kursi dan menyalakan sebatang roko. Dia berpikir bagaimana menyingkirkan mayat tari, terselip ide untuk menyingkirkan mayat tari. Lalu aditia mencari karung Dan dia menemukan sebuah karung tak menyia-nyiakan waktu aditia membuka ikatan di tubuh tari dan memasukkan tubuh tari ke dalam karung dan menyeret nya ke dalam bagasi mobil.


Lalu aditia mengendarai mobilnya menuju ke sebuah penangkaran buaya dan aditia menepikan mobilnya di parkiran, dan terlihat dia sedang berbicara dengan penjaga penangkaran buaya tersebut.


"Ada apa tuan, malam-malam begini datang kepenangkaran buaya."


"Saya ingin menyumbangkan beberapa kilo daging untuk makanan buaya di sini."


"Terimakasih anda begitu baik sekali."


"Dan satu lagi, saya ingin daging-daging ini di makan sekarang dan saya ingin, saya yang memberikan daging-daging ini."


"Oh. Baiklah tuan."

__ADS_1


Lalu aditia mengeluarkan sekarung daging dan membawanya ke kandang buaya dan aditia melemparkan daging-daging tersebut ke kandang buaya, terlihat buaya-buaya itu langsung memakan daging-daging tersebut.


Aditia menyeringai saat buaya-buaya tersebut memakan daging-daging yang di bawa oleh nya.


__ADS_2