Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#119 Pengumpulan bukti.


__ADS_3

Terlihat bagas senang, karena mamihnya tak akan di gigit oleh serangga nakal itu, dan kemudian mereka kembali melanjutkan sarapan yang sempat tertunda.


--------------------------------


Sudah hampir genap 1 bulan ridho dan angel mengumpulkan semua bukti kejahatan aditia dan delia, dan kini mereka sudah mengumpulkan semua bukti yang mereka perlukana, sekarang tinggal mengajukan tuntutan ke pengadilan atas segala kejahatan aditia dan delia.


"Aku lelah." Ucap angel sambil bersandar di dada bidang ridho.


"Istirahatlah, kau sudah bekerja keras selama 1 bulan terakhir ini." Ucap ridho sambil mengelus rambut angel.


"Hmmm, aku sudah tak sabar ingin melihat kehancuran mereka berdua." Ucap angel.


"Aku juga sama, sekarang kita cuman tinggal menghitung hari." Ucap ridho.


Terlihat angel dan ridho tersenyum membayangkan saat aditia dan delia menderita, mereka akan segera menuntut kasus ini ke pengadilan dan tak lupa juga ridho sudah memanggil para keluarga korban yang di bunuh oleh aditia dan angel.


Di lain tempat, tepatnya di kalimantan...


Terlihat imelda tengah meminum teh bersama dengan satria, dan tak beberapa lama datang pelayan setianya.


"Nyonya maaf mengganggu anda." Ucap pelayan itu kepada imelda.


"Ada apa." Jawab imelda.


"Ada informasi dari mata-mata kita yang ada jakarta nyonya."


"Informasi apa? apa ini soal aditia."

__ADS_1


"Tidak tapi ada sangkut pautnya dengan tuan muda aditia."


"Katakan."


"Ada seseorang yang tengah menyelidiki tentang kejahatan yang di lakukan tuan aditia di masa lampau nyonya."


"Untuk apa mereka menyelidikinya."


"Saya kurang tahu nyonya."


"Apa mungkin?" Ucap satria


"Mungkin apa satria." Tanya imelda.


"Mungkin saja mereka akan menuntut aditia atas kejahatan yang aditia lakukan dan bisa saja aditia akan mendapatkan hukuman berat bahkan bisa saja hukuman mati atas kejahatan yang dia lakukan." Ucap satria.


"Baiklah, kita akan pergi ke jakarta." Ucap satria menenangkan imelda.


"Terimakasih adik iparku tersayang." Ucap imelda.


"Hanya ucapan terimakasih." Tanya satria.


"Lalu aku harus apa." Ucap imelda.


"Kau harus melayaniku malam ini sampai aku benar-benar puas." Ucap satria sambil menggendong imelda ke kamar.


"Ah, satria kau nakal." Ucap imelda senang.

__ADS_1


Lalu mereka melepawati malam yang panas dengan penuh kegembiraaan dan tak lupa juga dengan desaha imelda yang tak henti-hentinya terdengar di sepenjang malam.


Skip.


Keesokan harinya terlihat imelda sudah siap dengan koper dan begitu juga dengan satria dia juga sudah siap.


Tinggal menunggu beberapa menit lagi sebelum pesawat lepas landas, terlihat imelda sedang pokus pada handphonenya.


"Apa yang sedang kau lihat, sayang." Tanya satria.


"Aku sedang melihat foto yang di kirimkan oleh mata-mataku yang ada di jakarta." Jawab imelda.


"Foto siapa?" Tanya satria.


"Foto orang yang menyelidiki tentang kejahatan aditia, aku seperti pernah melihat wanita itu tapi dimana aku lupa." Ucap imelda.


"Dan lelaki itu siapa?" Tanya satria menunjuk pada foto pria yang sedang bersama wanita yang imelda maksud.


"Dia juga sama dengan wanita ini, mereka yang menyelidiki tentang kejahatan aditia." Ucap imelda.


"Apa kau mengenal pria itu." Tanya satria.


"Aku tak mengenal pria itu, tapi wanita itu mukanya seperti tak asing, aku seperti pernah melihatnya tapi dimana?" Ucap imelda.


"Ya udah, jangan dulu di pikirkan nanti juga kita akan tahu siapa mereka berdua."


Setelah mendengar ucapan dari satria imelda tak lagi memikirkan kedua orang yang ada di foto tersebut. Dan tak beberapa lama, pesawat pun lepas landas meninggalkan kalimantan.

__ADS_1


__ADS_2