Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#67 Penyelidikan


__ADS_3

Lalu aditia kembali melanjutkan jalan-jalannya bersama delia, tanpa mereka ketahui jika clara tengah memperhatikan mereka dengan tatapannya yang tajam.


----------------------------------


"Aditia."


"Apa sayang."


"Aku ngerasa temen kamu tuh, kaya gak suka sama aku."


"Mungkin perasaan kamu aja delia."


"Kayanya."


"Ya udah, gak usah di pikirin lagi. Kita kembali ke kamar yah."


"Ya udah."


Dan aditia pun mendorong kursi roda delia kembali ke kamarnya, di perjalanan menuju kamar rawat delia tak ada pembicaraan antara aditia dengan delia.


Dan tak terasa mereka sudah sampai di kamar rawat delia, dan aditia pun langsung mengangkat tubuh delia dan meletakkannya di atas ranjang.


"Aku tinggal dulu yah delia, kamu istirahat yang banyak biar cepat sembuh." sambil menyelimuti tubuh delia.


"Emang kamu mau kemana."

__ADS_1


"Aku ada urusan dulu sebentar."


"Ya udah."


Lalu aditia pun meninggalkan delia, tak lupa sebelum meninggalkan delia, aditia mencium kening delia terlebih dahulu.


Alasan aditia meninggalkan delia karena dia harus mencari tahu siapa pria bertopeng itu, dan apa tujuannya menculik delia waktu itu. Di tengah perjalanan menuju parkiran rumah sakit aditia berpapasan dengan clara.


"Aditia." Sapa clara.


"Oh, iyah ada apa clara."


"Anu, aku mau ngajak makan siang. Kamu mau gak?"


"Maaf kayanya gak bisa aku lagi ada urusan."


"Ya udah."


"Maaf." Ucap clara sambil berusaha menjauhkan dirinya dari aditia.


Dan aditia langsung reflek, melepaskan tangannya dari benda kenyal tersebut.


"Maaf, aku pergi sekarang." ucap aditia sambil melangkah pergi menghiraukan raut wajah kecewa clara.


Sebenarnya aditia tahu, jika clara pura-pura terjatuh untuk mencari perhatiannya. Jika clara bukan teman masa kecilnya mungkin aditia sudah membuat perhitungan dengan clara, dan untuk saat ini aditia masih memberikan toleransi.

__ADS_1


Skip.


Kini aditia tengah menjalankan mobilnya menuju sebuah caffe di pinggiran kota, karena dia sudah membuat janji dengan seseorang.


Skip.


Dan di dalam caffe terlihat seorang pria menggunakan masker tengah duduk di kursi paling pojok, dan terlihat aditia langsung menghampiri pria tersebut.


"Bagaimana apa ada informasi tentang pria tersebut." Tanya aditia sambil mendudukkan bokongnya di atas kursi yang kosong.


"Ada, tapi informasinya tak terlalu banyak."


"Informasi apa itu."


"Pria misterius itu ternyata kuliah di universitas yang sama dengan nona delia, dan dia juga lumayan dekat dengan nona delia dan hanya itu informasi yang saya dapat."


"Terimakasih setidaknya informasi itu cukup membantu."


Dan aditia pun berpikir keras, siapa pria itu, dan dia harus bertanya pada delia siapa pria yang cukup dekat dengannya di kampus.


"Oh, iyah ini bayaran untukmu." sambil menyerahkan sebuah amplok.


"Terimakasih tuan, kalau begitu saya pamit dulu." Sambil melenggang pergi.


Dan terlihat aditia tengah berpikir keras, jika dia menemukan pelaku di balik penculikan delia maka dia tak akan segan-segan untuk menghabisi orang tersebut. Dan aditia pun heran apa motif orang itu menculik delia jika orang itu punya dendam kepadanya kenapa harus delia yang menjadi korban.

__ADS_1


Apa mungkin dia salah satu keluarga atau kerabat terdekat orang-orang yang pernah aditia bunuh, dan mereka ingin balas dendam, jika benar begitu aditia harus mencari tahu tentang data-data korban yang pernah dia bunuh dulu.


__ADS_2