
Lalu dokter itu menyalakan komputer dan memperlihatkan rekaman CCTV di ruangan tiara, aditia terus melihat nya dengan pokus terlihat tiara tengah duduk sambil membelakangi CCTV tersebut dan tak beberapa lama tiara berbalik ke arahnya, aditia langsung terdiam kaku dengan tubuh yang gemetar.
-----------------------------------
Terlihat tiara tersenyum ke arah CCTV tersebut, dia seperti tahu bahwa sekarang aditia dan dokter tersebut tengah memperhatikan mereka dari CCTV tersebut.
Bagi aditia senyuman tiara seperti senyuman iblis yang sangat menakutkan, aditia langsung berjalan mundur menjauhi komputer tersebut, entah kenapa jantungnya berdetak sangat kencang.
Seketika lampu di ruangan itu berkedip-kedip.
"Ada apa ini kenapa lampu nya berkedip-kedip." Tanya aditia pada dokter tersebut.
"Saya tak tahu."
Akhhhhhhhhhhh.
Terdengar suara jeritan dari lorong yang membuat aditia dan dokter tersebut terdiam.
"Suara apa itu."
"Saya tak tahu tuan."
Tak beberapa lama datang dua perawat dengan wajah ketakutan.
"Dokter, dokter gawat semua pasien mengamuk. "
"Bagaimana bisa."
__ADS_1
"Saya tak tahu dan beberapa perawat juga di serang oleh pasien-pasien yang mengamuk itu."
"Kalau begitu tutup pintunya, jangan biarkan mereka sampai masuk ke sini."
Lalu aditia membantu dokter dan perawat itu untuk memindahkan barang-barang yang berukuran besar agar menghalangi pintu.
Cukup lama mereka berdiam di dalam ruangan tersebut, kini rumah sakit jiwa yang tadi nya sangat gaduh akibat suar-suara pasien yang mengamuk kini sangat hening bahkan tak terdengar suara apa pun juga.
"Apa mereka sudah tak mengamuk lagi."
"Sepertinya begitu dokter." Jawab salah satu perawat.
"Kalau begitu mari kita periksa."
Lalu mereka berempat memindahkan barang-barang yang menghalangi pintu. Aditia yang melihat tangan dokter itu gemetar saat memegang gagang pintu.
"Biar saya saja yang membuka pintunya."
Lalu aditia membuka pintu tersebut secara perlahan dan terlihat lorong-lorong yang berantakan dan lampu-lampu yang kedap-kedip.
"Seperti nya sudah aman." Ucap aditia sambil melihat dokter dan dua perawat tersebut.
Tapi tatapan dokter dan perawat itu nampak ketakutan dengan tubuh yang gemetar.
"Tu..an..di..be..la..kang..mu.."
Aditia yang mendengar ucapan dokter tersebut langsung membalikkan badannya
__ADS_1
Aditia langsung terkejut ,tubuh nya kaku tak bisa bergerak. Di depannya terdapat seorang wanita yang tengah menatapnya dengan mata nya yang putih dan dia tengah tersenyum sambil mulutnya mengeluarkan darah yang berbau busuk.
Dalam hitungan detik tubuh aditia langsung terpental ke aral lorong yang gelap dan terdengar suara dokter dan perawat tersebut memanggil namanya.
"Akh..." Terdengar ringisan aditia sambil memengangi kepalanya.
Aditia langsung berdiri sambil terus memengangi kepalanya dan dia berjalan mencari jalan keluar dari rumah sakit tersebut.
Krek, krek, krek ... (anggap aja yah suara tulang-tulang patah 😄)
Terdengar suara tulang-tulang yang patah, Aditia yang mendengar suara itu langsung bersiap siaga.
"Siapa di sana."
Tak ada jawaban hanya sebuah keheningan yang menjawab pertanyaan aditia.
"Mungkin halusinasi ku saja." Aditia lalu melanjutkan perjalanan nya mencari jalan keluar.
krek, krek, krek..
Suara itu pun terdengar kembali.
"Keluarlah, aku tahu kau di sana TIARA."
Lalu aditia mengambil sepotong besi panjang yang tergeletak di lantai.
"Aku tak takut padamu, aku tak takut pada orang hidup."
__ADS_1
"Benarkah."
Aditia yang mendengar jawaban dari tiara langsung siap siaga dengan besi panjang di tangannya.