Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#30 Datang nya orang ke tiga .


__ADS_3

Dan orang yang di tunjuk hanya tersenyum seperti orang yang tak mempunyai salah.


-----------------------------------


"Berhenti delia." Teriak aditia sambi mengejar delia.


"Apa lagi?" Ucap delia dengan mata yang sudah berkaca-kaca. "Menjauh lah aku orang miskin, aku tak pantas bersama mu aditia." ucapnya lagi sambil melenggang pergi tapi sebelum itu tangannya sudah di tarik oleh aditia sehingga tubuh delia jatuh ke pelukan aditia.


"Jangan dengarkan ucapan orang tua itu, hubungan ini aku dan kamu yang menjalankan tak ada sangkut pautnya dengan orang tua itu, jadi orang tua itu tak punya hak untuk melarang hubungan kita delia." Ucap aditia sambil memeluk delia.


"Tapi dia ayahmu, kau harus menuruti perintahnya." Ucap delia.


"Persetan dengan ayah, aku tak peduli. Yang ku pedulikan sekarang hanyalah dirimu delia." Ucap aditia sambil memeluk tubuh delia dan delia juga membalas pelukan aditia.


Tanpa mereka sadari jika ayah aditia melihat aditia dan delia sedang berpelukan.


"Panggil nomor ini." Ucap ayah aditia sambil meyodorkan selembar kertas yang berisi nomor telpon.


"Baik tuan."


Dalam benaknya, dia tak rela jika anak nya menikahi delia apalagi wajah delia hampir mirip dengan wajah mendiang ibu aditia


Tak berangsur lama , bawahan ayah aditia pun datang menyodorkan sebuah telpon.


"Hallo."


"Iyah om ada apa."


"Datanglah ke rumah, ada yang mau om bicarakan pada mu."


"Baiklah om, besok tiara akan ke sana."

__ADS_1


"Om tunggu kamu."


Lalu telpon pun di matikan, ayah aditia tahu jika tiara mencintai aditia dan dia juga mengenal tiara karena tiara anak dari rekan bisnisnya.


K****e esokan kan hari nya....


terlihat sebuah mobil berhenti di depan kediaman keluarga wijoyono, terlihat seorang wanita muda yang cantik dan seksi siapa lagi kalau bukan tiara


"selamat pagi om."


"Aduh.. kamu makin cantik aja tiara."


"Om bisa aja, Btw ada apa om nyuruh tiara dateng?"


"Kamu tahukan anak om."


"Yoga maksud om."


"Oh, iyah tahu."


"Om rencananya ingin menjodohkan kamu sama dia."


Muka tiara langsung memerah ketika dia tahu ayah aditia akan menjodohkan aditia dengan dirinya


"Emangnya kak aditia, bakal mau gituh sama tiara."


"Soal itu urusan belakangan, kalau kamu mau tidak sama aditia."


"Kalau tiara pasti mau om."


"Bagus, jawaban itu yang om harepin. Om dengar kamu akan pindah kuliah."

__ADS_1


"Iyah om, tapi bingung mau pindah ke mana."


"Pindah aja ke tempat aditia, sekalian kalian saling mengenal satu sama lain."


"Hmmm... Iya deh kalau om maksa."


Entah apa yang ada di pikiran ayah aditia, dia sudah tahu bahwa aditia sudah memiliki delia tapi masih ingin menjodohkan aditia dengan wanita lain.


Di tempat lain....


Terlihat delia dan aditia sedang berada di sebuah caffe, mereka seperti sedang menunggu seseorang dan tak beberapa lama datang sarah dan hendra.


"Udah lama nunggu." Tanya sarah.


"Enggak kok." Jawab delia.


"Sorry yah, jalanan macet." Ucap hendra.


"Hak papa ko. "ucap delia berbeda dengan delia aditia terlihat BT.


"Woyyy... Tuh muka jutek amat." Ucap hendra.


"Siapa yang gak akan jutek, kalian tuh lamanya baget." Ucap aditia kesal.


"Wesss... slowww bro, delia aja gak keberatan." Ucap hendra.


"Terserah." Ucap aditia.


"Udah dari pada berantem mending kita pesen makanan aja, oke." Ucap sarah. "pelayan."


Lalu mereka memesan makanan dan menyantapnya dengan sesekali bercanda tawa dan di lihat aditia sangat perhatian kepada delia, membuat sarah menggerutu pada hendra karena dia tak seperhatian aditia.

__ADS_1


__ADS_2