
Kini delia dan aditia melewati malam ini dengan penuh gairah, tanpa aditia ingat jika dia masih memiliki kekasih di kalimantan yang setia menunggunya kembali untuk melamarnya.
----------------------------------
1 minggu kemudian...
Kini aditia dan delia sudah resmi menjadi sepasang suami istri, dan kini mereka tengah mengadakan pesta pernikahan mereka.
Jika ada yang bertanya kapan aditia dan delia resmi menikah, mereka menikah hanya mengundang beberapa orang saja sebagai saksi pernikahan mereka, karena delia tak ingin jika anak buah imelda mengetahui pernikahannya dan aditia, bisa saja imelda menggagalkan pernikahannya dengan aditia.
Dan sekarang adalah perayaan pesta pernikahannya dengan aditia, jadi imelda pun tak bisa memisahkannya dengan aditia kerena mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
Kini delia nampak cantik dengan gaun berwarna putih, dan begitu juga bagas dia nampak tampan dengan jas berwarna coklat.
Kemudian delia dan bagas keluar dari kamar mereka, dan aditia sudah menyambut mereka di pintu kamar. Terlihat delia langsung menggandeng tangan aditia sambil memegang tangan putranya, tapi datang yoga dan langsung mengambil alih bagas agar tak mengganggu ayah dan ibunya. Delia hanya tersenyum saat yoga membawa bagas.
Kini delia dan aditia berjalan menuruni tangga menuju aula tempat pesta pernikahan mereka berlangsung, banyak pasang mata yang langsung tertuju pada mereka berdua. Dan delia nampak gugup ketika semua orang melihat ke arahnya, tapi aditia berusaha menenangkan delia agar dia tak gugup.
"Tenanglah sayang, aku ada di sampingmu."
"Iyah."
__ADS_1
Dan delia langsung memberikan senyuman tulus kepada para tamu undangan yang datang ke pesta pernikahan mereka.
Terlihat pak wijoyono nampak memegang mikrofon.
"Saya ucapkan terimakasih kepada para tamu undangan yang sudah berkenan untuk hadir ke pesta pernikahan putra saya, dan untuk mempersingkat waktu mari kita panggil kedua mempelai untuk datang kemari."
Lalu aditia dan delia berjalan ke altar pernikahan, dan kini aditia memegang mikrofon.
"Saya ucapkan terimakasih untuk kalian semua yang telah datang ke pesta pernikahan saya dan istri saya, dan saya mohon do'a kalian agar pernikahan kami langgeng sampai maut memisahkan." Sambil tersenyum melihat delia.
"Dan semoga kalian nyaman di pesta pernikahan kami, dan silahkan menikmati hidangan yang sudah kami sediakan."
Lalu terdengar suara tepuk tangan dari para tamu undangan, dan mereka langsung menyantap hidangan yang telah di sediakan oleh aditia.
Dan terlihat bagas berlari menuju ayah dan ibunya.
"Mamih, Papih!" Teriak bagas sambil berlari memeluk aditia.
"Kemari sayang, anak papih ganteng banget hari ini."
"Iya dong, bahkan papi juga kalah sama aku, iyahkan mamih?"
__ADS_1
Delia hanya tertawa mendengar ucapan bagas yang menyebut dirinya lebih tampan dari aditia.
"Iyah sayang, kamu lebih tampan dari ayahmu." Sambil mencubit pipi bagas.
Aditia nampak memasang wajah cemberut saat mendengar ucapan delia, delia yang menyadari hal itu hanya bisa tertawa.
Dan terlihat beberapa tamu berjalan menuju delia dan aditia untuk memberikan selamat atas pernikahan mereka. Lalu delia menyuruh yoga untuk mengajak bagas pergi melihat-lihat sekeliling.
Dan kini delia dan aditia menyalami beberapa tamu undangan sambil mengucapkan selamat pada pernikahan mereka.
Delia tak henti-hentinya tersenyum kepada para tamu undangan yang datang.
Dorrr..
Terdengar suara tempakan yang membuat para tamu undangan menjerit karena kaget dan takut.
Tak beberapa lama datang seorang wanita cantik dengan dress berwarna merah dan tampilan yang sangat elegan. Tak lupa wanita itu memasang senyuman yang mampu membuat para pria terpesona melihat kecantikannya.
***
Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊
__ADS_1
Makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~