Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#34 Sang iblis


__ADS_3

Lalu mereka mendekati tubuh delia yang setengan t*lanjang.


"Ahhhhhhhkkkkk.... JANGAN."


--------------------------------


PERHATIAN!!!... Mengandung unsur kekerasan mohon bijak dalam membaca!!!


BRAKKKKK....


"Kalian memang cari mati, berani menyentuh wanita ku."


"Aditia." Lirih delia.


"Siapa kamu, berani-beraninya mengganggu kami." Ucap salah satu dari empat pria tersebut.


"Siapa aku, aku adalah MALAIKAT MAUT MU." Ucap aditia sambil mendekat dan mengayunkan katana yang berada di tangan kanannya.


"Serang." Ucap pria yang memegang kamera.


Lalu 2 orang berjalan mendekati aditia dan 2 orang lagi berada di dekat delia, kemudian salah satu pria tersebut berusaha memukul aditia tapi sayang pukulannya langsung di tahan oleh tangan aditia.


"Apakah tangan ini yang berani menyentuh wanita milik ku." Ucap aditia dengan tatapan membunuhnya lalu aditia mengayunkan katananya dan..


Srettttt...


"Ahkkkk, beraninya kau memotong tangan ku." Teriak pria tersebut lalu pria itu memberi kode pada teman nya untuk menyerang aditia.

__ADS_1


Dengan kecepatan kilat katana aditia langsung menembus jantung pria yang akan menyerangnya.


"1 sudah mati, tinggal 3 orang lagi." Ucap aditia dengan seringaiannya.


Ke tiga pria itu menatap ngeri aditia , mereka baru pertama kali melihat orang yang seperti iblis.


pria yang tangan nya di potong oleh aditia berlari mendekati aditia sambil membawa sepotong besi.


Tanpa hitungan detik aditia mengayunkan katananya dan.


Sretttt...


kepala pria itu langsung di penggal oleh aditia, terlihat darah mengucur membasahi lantai pabrik tua tersebut, tersisa 2 orang lagi yang terlihat gemetar ketakutan.


"Ka..u.. bu..kan..ma..nu..si..a..ka..u..ib..lis.." Ucap salah satu pria itu dengan terbata-bata.


Aditia hanya tersenyum lalu dia berjalan mendekati 2 pria tersebut dengan katana yang berlumuran darah.


Dorrr....


Sebuah peluru tepat mengenai kepala pria itu, tanpa hitungan detik pria itu langsung tersungkur di lantai dengan tubuh yang sudah tak bernyawa.


"Sekarang giliran mu." Ucap aditia sambil menatap pria di hadapannya yang tengah gemetar ketakutan.


"Ku mohon ampunilah aku, aku hanya di suruh oleh seseorang." Ucapnya.


"Siapa?" Tanya aditia.

__ADS_1


"Dia seorang wanita cantik, kaya dan ber status tinggi tapi aku tak tahu siapa namannya." Ucap pria itu.


Lalu aditia berpikir sejenak.


"Pergilah." Ucap aditia sambil tersenyum. "Tapi jangan sampai kau memberitahukan kejadian ini pada orang lain." Ucapnya lagi.


"Baik, aku berjanji." Ucapnya lalu berlari menuju pintu keluar.


Dorrr...


Sebuah peluru menembus kepala pria tersebut.


"Aku hanya percaya pada janji orang mati." Ucap aditia.


Lalu dia berlari menuju delia.


"Delia, delia kau baik-baik saja sayang." Ucap aditia sambil membuka ikatan di tangan delia lalu dia menutupi tubuh delia dengan jaket nya dan membopong tubuh deli ke dalam mobil.


di dalam mobil....


"Hiks, hiks, hiks." Suara tangisan delia terdengar.


"Sudahlah delia kau jangan menangis lagi." Ucap aditia menenangkan.


"Hiks, hiks, hiks ... Jika kau tak datang mungkin aku sudah..." Ucapan delia langsung di potong oleh aditia.


"Suttt... Jangan bicara lagi, kejadian yang tadi lupakan saja kau tak perlu mengingat kejadian itu lagi." Ucap aditia.

__ADS_1


Delia hanya diam membisu, dia langsung membalikkan tubuh nya membelakangi aditia tapi aditia tahu bahwa di mata delia tersimpan ketakutan dan kesedihan.


"Aku akan membalas mereka yang telah menyakitimu delia dan mereka harus membayar mahal atas semua ini." Ucap aditia dalam hatinya. "Tunggu aku tiara, kau sangat mencintaiku maka bersiaplah mati di tangan ku."


__ADS_2